Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buana

Penanggalan Tradisional Suku Nias Dalam Prespektif Ilmu Astronomi Di Desa Bawodobara Gowasa, Retno; Fitri, Hadiani; Sumantri, Pulung
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v2i1.999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem penanggalan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Suku Nias di Desa Bawodobara, serta menganalisisnya dari sudut pandang ilmu astronomi. Penanggalan tradisional ini diwariskan secara turun-temurun dan digunakan sebagai panduan dalam menentukan waktu bercocok tanam, melaut, serta pelaksanaan upacara adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggalan masyarakat Nias berbasis pada pengamatan siklus bulan (fase-fase bulan), seperti bulan sabit, bulan penuh, dan bulan mati, yang sangat selaras dengan konsep kalender lunar dalam astronomi. Tokoh adat berperan penting sebagai penjaga waktu tradisional yang memahami tanda-tanda alam secara empiris. Dari perspektif etnoastronomi, praktik ini membuktikan bahwa pengetahuan lokal memiliki dasar observasi yang logis dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Temuan ini juga mengungkap bahwa waktu dalam kebudayaan Nias tidak hanya bernilai praktis, tetapi juga sakral dan bermakna sosial. Meskipun mulai tergeser oleh modernisasi, sistem ini tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian kearifan lokal melalui integrasi ilmu pengetahuan modern untuk menjaga warisan budaya yang berakar pada hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta.
Warisan Arsitektur Islam di Sumatera Utara: Masjid Azizi dalam Perspektif Geografi Sejarah Triani, Rima; Fitri, Hadiani; Sumantri, Pulung
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Masjid Azizi di Tanjung Pura, Sumatera Utara, sebagai salah satu warisan arsitektur Islam yang penting dalam konteks geografi sejarah. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Langkat tahun 1902 dan mencerminkan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India, Eropa, serta unsur lokal Melayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami keterkaitan antara lokasi geografis, fungsi historis, dan bentuk arsitektural masjid dalam lintasan waktu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa Masjid Azizi tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol kekuasaan, pusat pendidikan Islam, dan penanda identitas budaya masyarakat Langkat. Pendekatan geografi sejarah menunjukkan bahwa masjid ini merupakan ruang yang hidup, yang terus berkembang mengikuti dinamika sosial dan lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian memperkuat pentingnya pelestarian masjid bersejarah sebagai bagian dari warisan budaya yang merekam jejak peradaban Islam di Sumatera Utara. Masjid Azizi bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga wujud dari identitas kolektif yang terus relevan di masa kini.