Claim Missing Document
Check
Articles

Prices Never Lie: Political Parties Contribution to High Cost of Election in Indonesia Prianto, Andi Luhur; Inrinofita, Sari; Rosmita, Rosmita; Cortez, Estefanie R.
Politicon : Jurnal Ilmu Politik Vol. 7 No. 1 (2025): Politicon : Jurnal Ilmu Politik
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/politicon.v7i1.43970

Abstract

Indonesia has been transformed in developing more inclusive and participatory electoral mechanisms. However, the high cost of organizing elections has been a necessity. This article aims to explain the increase in electoral costs in periodic elections. The discussion focuses on the influence of political parties in increasing the political costs of elections, given that parties require costs for planning, campaigning and internal operations. This research uses a qualitative-explanatory approach, through data collection of official documents and media reports. The data that has been coded is then analyzed interactively, with the Nvivo 12 application. The results show that there is an increasing trend in the election budget, from the 2004 election to the last election in 2024. The increased costs follow the design of organizing elections and the response of political parties to the increase in campaign operational costs. The increase in electoral political costs is not followed by the structuring of the political financing system, proper supervision of party revenue sources, and rigorous transparency and accountability mechanisms. This article contributes to explaining the complexities and dynamics of electoral financing, focusing on the contribution of political parties in institutionalizing high-cost elections in Indonesia
Tata Kelola Konflik Pada Kegiatan Eksplorasi Tambang Nurfahmi; Hamrun; Mustari, Nuryanti; Luhur Prianto, Andi
MAJAPAHIT POLICY Vol 1 No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Majapahit, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majapahitpolicy.v1i1.873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya konflik antara masyarakat dan PT.Galena SumberEnergi dalam eksplorasi tambang di Desa Bontokatute Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai dan untuk mengetahui pola penyelesaian konflikyang dilakukan sebagai resolusi konflik Di Desa Bontokatute Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Tipe Penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif dimana dasar penelitian ini adalah wawancara, yaitu melakukan dialog(wawancara) kepada informan dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polapenyelesaian konflik yang terjadi antara masyarakat dan PT.Galena Sumber Energi yang terjadi di desa bontokatute dengan menjabarkan indikator :Negosiasi,sebuah komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai kesepakatan sebagai upaya pertama untuk penyelesaian konflik di desabontokatute,Mediasi dimana pihak yang terlibat konflik kemudian menunjuk pihak ketiga sebagai mediator yang dalam hal ini adalahkepolisian,kemudian konsolidasi yakni adanya sebuah lembaga tertentu yang memungkinkan adanya diskusi dan pengambilan keputusan dimana saatitu masyarakat menginginkan dialog terbuka oleh DPRD namun gagal serta arbitrasi dimana adanya pihak ketiga akan memberikan keputusan danharus diterima oleh pihak yang berkonflik seperti dengan dibentuknya Pansus oleh DPRD sebagai bentuk dari arbitrase ad hoc
STRATEGI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS PENGUATAN IDENTITAS PADA DIASPORA INDONESIA DI DAVAO CITY, FILIPINA Anas, M; Prianto, Andi Luhur; Wahid, Nur
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 5 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kimap.v5i6.15717

Abstract

Penelitian ini diinisiasi sebagai bentuk penguatan identitas nasional komunitas diaspora di wilayah Mindanao Filipina. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan model pelayanan publik berbasis  pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan oleh Toomey yang didalamnya memuat tiga komponen utama yakni knowledge, Mind Fulness, dan Ability. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada focus group discussion, yang dalam prosesnya menekankan interaksi dua arah dan menggunakan alat peraga, objek, dan keterampilan tentang identitas dan karakter kebangsaan, serta motivasi nilai dan budaya. Selain itu, untuk mendukung penelitian ini dikumpulkan beberapa data melalui wawancara kom unitas diaspora terkait pengetahuan wawasan serta pengenalan kebangsaan. Selain itu, dikumpulkan juga data sekunder yang bersumber dari penulusuran dokumen, catatan, laporan, dan arsip resmi terkait kondisi komunitas diaspora Indonesia di Davao City, Filipina. Hasilnya, anggota komunitas diaspora mengemukakan permasalahan rendahnya pengetahuan dan pengenalan terhadap wawasan kebangsaan. Hal demikian berpengaruh terhadap pembentukan identitas warga negara. Sebagian besar masyarakat menginginkan pengenalan tentang kondisi geografis, kebahasaan, kebudayaan, dan mengenalan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagaimana yang terkandung dalam pancasila.
STRATEGI PEMUKTAHIRAN DATA PEMILIH DALAM PEMILIHAN UMUM 2024 Mutiara, Mutiara; Prianto, Andi Luhur; Riskasari, Riskasari
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 5 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kimap.v5i4.15725

Abstract

The aim of this research is: To determine environmental observations for updating voter data in Salupangkang Village IV, Topoyo District, Central Mamuju Regency. This research uses qualitative methods. The type of research used is descriptive research. The results of the research show that the strategy for updating voter data has been said to be effective as seen in indicators 1. Environmental Observation which shows high awareness, commitment and readiness 2. Strategy Formulation for the importance of coordination between PPK, PPS and Village Government 3. Implementation of this strategy approach shows attention to an organized process, good budget management, 4. Overall evaluation and control, this approach reflects a commitment to involve all relevant parties in organizing elections.
HIJACKING OF STATE POWER ON RELIGIOUS FREEDOM BY COMMUNITY ORGANIZATIONS IN INDONESIA Prianto, Andi Luhur; Karimullah, Suud Sarim; Idri, Idri; Ibrahim, Zumiyati Sanu; Nugraha, Aat Ruchiat; Gönan, Yavuz
Islam Futura Vol 24 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v24i2.17916

Abstract

This study aims to reveal the failure of the state to use its authority to ensure the fulfilment of religious freedom for all its citizens maximally and adequately because, in practice, the state sometimes takes refuge behind the slogan of neutrality when it sees the majority group committing violent practices against minority groups. This study uses a discourse analysis method with a phenomenological approach to understanding the meaning of various events and human interactions. Meanwhile, the data was collected through literature study, media study, and observation using content analysis and discourse analysis methods in processing the data. Then this research results in the finding that opening the state accommodation gap to the demands of the majority religious group will provide space for them to take advantage of the similarities in their religious ideology with state actors and then attempt to dictate state policy. The inability of the state to be neutral in solving the problems of its people, at the same time, has given rise to the impression that a handful of certain social classes have controlled the state. Even this research results also show that tendencies of intolerance and discrimination arise in the community.
Political Party Governance as an Institutional Challenge to the Democratic Regression in Indonesia Prianto, Andi Luhur
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 6 No 1 (2024): JGLP, MEI 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v6i1.1304

Abstract

The trend of democratic regression in Indonesia has been explored by many political scholars. Institutional problems are considered to be the underlying issue in the regression of political democratization that was actually built on high optimism. This research identifies and analyses Indonesia's political party governance models: oligarchy-based, centralized, corporate-based, and personalized. A qualitative literature study analyzed data to understand each model's characteristics, impacts and challenges. The research results show that oligarchy-based party governance tends to result in conflicts of interest, political stagnation and unequal political opportunities. Centralization makes coordination easier but has the potential to cause internal conflict. Meanwhile, the corporate model can reduce corrupt practices and improve the quality of policies. However, personalization-based governance often results in undemocratic decisions and internal conflict. As a suggestion, research suggests the need for internal reform in political parties to increase transparency, active participation of party members, and accountability. In this way, it is hoped that political parties can better represent society's interests and strengthen democracy in Indonesia.
Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Smart Mobility Di Kota Makassar Amaliah Widyastuti Rachmat; Andi Luhur Prianto; Hamrun Hamrun; St. Nurmaeta
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.739

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di kota Makassar dan untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di Kota Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diproses dari hasil wawancara, dan observasi kemudian dianalisa dengan melihat ditinjau dari sejumlah aspek manajemen transportasi perkotaan yang dikemukakan yaitu Sistem Transportasi, Alternatif Akses, Acceptability, dan Berbasis Data (Aplikasi). Kemudian penelitian ini juga melihat hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini. Adapun aktifitas dalam analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transportasi di Kota Makassar terintegrasi dengan sistem transportasi yang dirancang oleh pemerintah provinsi selain itu sistem didukung dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam implementasi BRT (Bus Rapid Transit). Proses pengintegrasian sistem transportasi melalui proyek BRT telah menyiapkan sejumlah sarana prasana seperti pembukaan koridor halte yang telah memiliki jalur Bus Line namun belum optimal karena tidak memiliki jalur Busway sendiri masih melewati jalur umum bersama dengan kendaraan lainnya padahal BRT ini dapat maksimal dan efektif bila menggunakan jalur Busway tersendiri. Kemudahan masyarakat dalam memanfaatkan BRT belum terwujud secara optimal ini terlihat dari waktu menunggu dan jadwal kedatangan BRT yang sulit diprediksi, oleh karena itu akses BRT ini masih belum dapat dikategorikan sebagai alternatif akses. Aplikasi yang diakses masyarakat melalui smart phone berbasis android masih membutuhkan pengembangan dan penyesuaian fitur-fitur dalam aplikasinya. Selain itu, penggunaan aplikasi transportasi seperti Grab dan Gojek yang diaplikasikan secara online lebih diminati masyarakat karena lebih cepat dan sangat fleksibel sementara BRT mesti menunggu pada halte yang disediakan dengan perkiraan waktu yang tidak menentu.
Urban Resilience Strategy in The Climate Change Governance in Makassar City, Indonesia Ihyani Malik; Andi Luhur Prianto; Abdillah Abdillah; Zaldi Rusnaedy; Andi Annisa Amalia
Journal of Government and Civil Society Vol 5 No 1 (2021): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v5i1.3884

Abstract

Urban resilience strategies need to be encouraged to support a broader, planned and integrated development process. Therefore, this article aims to look at the actualization conditions of urban policies in climate change governance in Makassar City, Indonesia. strategy is an effort to find and build a model for implementing strategies for developing urban resilience in climate change governance in Makassar City. The research method used is an explorative-qualitative method with a narrative-phenomenological approach where the data sources are primary and secondary data. Data collection through field studies and document studies. The data analysis used is an interactive model. City strategy resilience development model in climate change governance in Makassar City. The results showed that for the first time, the actual condition of Makassar City was under threat of climate change, both biophysically and socio-economically. Second, multilevel governance (MLG) as an ideal model in developing urban resilience, where the principle used is collaborative impact governance, namely building collaboration in policy making to tackle climate change. Third, decentralization as a strategy for implementing resilience, such as national conservation, which begins with the reservation of parks and protected areas. The dominant natural character is controlled under the control of the local government. The number and extent of protected areas are indicators of conservation-based programs implemented by the Makassar City Government.Strategi ketahanan perkotaan perlu di dorong untuk mendukung proses pembangunan yang lebih luas, terencana dan terintegrasi. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual strategi ketahanan perkotaan dalam tata kelola perubahan iklim di kota Makassar, Indonesia. strategi adalah upaya untuk menemukan dan membangun model strategi implementasi pengembangan kapasitas ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif-kualitatif dengan pendekatan naratif-fenomenologi dimana sumber datanya adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Model pengembangan kapasitas strategi ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kondisi aktual Kota Makassar dalam ancaman perubahan iklim baik secara biofisik maupun sosial ekonomi. Kedua, multilevel governance (MLG) sebagai model ideal dalam pengembangan kapasitas ketahanan kota, dimana prinsip yang digunakan adalah tata kelola kolaboratif yaitu membangun kolaborasi dalam pembuatan kebijakan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ketiga, desentralisasi sebagai strategi penerapan kapasitas ketahanan, seperti adanya gerakan konservasi modern yang dimulai dengan pembentukan taman nasional dan kawasan lindung. Karakter alami yang dominan ditempatkan di bawah kendali pemerintah daerah. Jumlah dan luas kawasan lindung merupakan indikator keberhasilan program berbasis konservasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.
KEPENTINGAN POLITIK DAN EKONOMI KEPALA DAERAH DALAM REFORMASI BIROKRASI : Kasus Reformasi Pelayanan Perizinan Di1Kabupaten Gowa Dan Kabupaten Takalar Andi Luhur Prianto
Jurnal Borneo Administrator Vol. 8 No. 3 (2012)
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.602 KB) | DOI: 10.24258/jba.v8i3.95

Abstract

The design of decentralization has given specific space for government bureaucracy to create and innovation the acceleration of development territory. At this point in the required skills apparatuses with forward thinking to achieve a professional bureaucracyin an institutional mechanism that is efficient, effective and equity. Institutional arrangement bureaucracyis not geared to improve the quality of public services, but in order to accommodate the practice of politicization of bureaucracy in perpetuating oligarchy of power head area. The purpose of this study to answer the questions: (1.) How is the actual picture of the practice of bureaucratic reform licensing services in Gowa and Takalar regency, (2.) What is the connection the interests of regional heads in bureaucratic reform licensing services in Gowa and Takalar regency. The reserach aimed that the licensing service reforms under taken by the local government, Gowa and Takalar Regency likely still partial, in which the reform is based on the basic needs and regulatory pressure center. Orientation of the provision of services also permit limited to the normative aspect alone. In both regions, the character possessed strong leadership allows the behavior of the regional head office personnel licensing services oriented to meet the political and economic objectives of the head region.  Keywords : bureaucratic reform, local, services, licensingDesain desentralisasitelah memberi ruang gerak yang spesifik kepada birokrasi pemerintah daerah untuk berkreasi dan berinovasi dalam akselerasi pembangunan diwilayahnya. Pada posisi ini dituntut kemampuan Sumber DayaAparatur dengan visi yang jauh kedepan (forward thinking) untuk mewujudkan profesionalisme birokrasi dalam sebuah mekanisme kelembagaan yang efisien, efektif dan berkeadilan (equity).Penataan kelembagaan birokrasi bukan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi demi mengakomodasi praktek politisasi birokrasi dalam melanggengkan oligarki kekuasaan kepala daerah. Tujuan penelitian ini untuk menjawab pertanyaan : (1).Bagaimanakah gambaran aktual tentang praktek reformasi birokrasi pelayanan perizinan di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar, (2.) Bagaimanakah kaitan kepentingan-kepentingan kepala daerah dalam reformasi birokrasi pelayanan perizinan di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar? Hasil penelitianmenujukkan bahwa reformasi pelayanan perizinan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yakni kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar cenderung masih parsial, di mana reformasi dilandasi atas dasar kebutuhan dan desakan peraturan pusat. Orientasi penyelenggaraan pelayanan perizinan juga hanya terbatas pada aspek normatif semata.Pada kedua daerah ini, karakter strong leadership yang dimiliki kepala daerah memungkinkan perilaku aparatur kantor pelayanan perizinan diorientasikan untuk memenuhi tujuan politik dan ekonomi sang kepala daerah.  Kata kunci: reformasi birokrasi, daerah, pelayanan, perizinan
Multi-Level Governance As A Climate Change Adaptation Strategy In The Coastal Cities In Indonesia And Thailand Andi Luhur Prianto; Abdillah Abdillah; Arifeen Yama
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 6, No 1 (2024): July
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v6i1.24292

Abstract

Multi-level global governance, or MLG, is now a framework for reducing the effects of climate change on a worldwide scale. The systemic and architectural aspects of multi-level global climate governance across many levels and sectors are examined in this article. Models and their real-world application at the international, regional, national, provincial, and city/district levels are discussed. Exploratory qualitative research employing a multi-case study technique is the methodology employed, with a focus on Bangkok, Thailand, and Samarang City, Indonesia. The data analysis technique uses the Nvivo-12 version of the tool. The findings demonstrated the following: (1) the multilevel climate governance system on climate change adaptation in coastal areas can be viewed as a structure that offers opportunities for policy innovation-based climate strategies; (2) each level of the global adaptation system has distinct roles, difficulties, opportunities, and ways to offer insights or conclusions as recommendations for policy; (3) the primary takeaway is that the MLG adaptation system is more controllable and scalable for mitigating climate change; and (4) the multi-sector and multi-actor system structure offers chances to rally diverse interests in support of climate policy objectives.  This research contributes to improving the adaptation of vulnerable systems, policies and communities at all levels to the threat of climate change in two countries, Indonesia and Indonesia.