Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MANAGEMENT OF ENVIRONMENTAL ETHICS APPROACH TO STUDENTS Dony Andrasmoro
Journal of Geography Science and Education Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v1i2.463

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of students in the level of awareness of environmental phenomena at the IKIP PGRI Pontianak Campus. the aim of building student awareness about the environment through Population and Environmental Education (PKLH) courses to support sustainable development. this research method is descriptive qualitative with the knowledge triangle learning approach based on interactive discussion analysis of knowledge, education and environmental innovation. the results of research by utilizing interactive discussion methods can encourage changes in students' attitudes to be orderly and respect environmental aspects by strengthening environmental ethics. The results of the learning analysis study were conducted using an out class teaching system. managing the results of the implementation of case studies and the reality of the results of theoretical studies that are implemented against the phenomenon of potential environmental problems. out class implementation building eduction of disaster mitigation management to environmental problems that focus on the phenomenon of inorganic waste. the role of the results of the study of strengthening environmental ethics in supporting student awareness with management efforts oriented towards economic, social and environmental approaches based on sustainable development.Keywords: Ethics, Environment, Students.
Potensi Alam dan Budaya dalam Pengembangan Objek Wisata di Desa Sepadan Kabupaten Kapuas Hulu Putri Tipa Anasi; Ludovicus Manditya Hari Christanto; Dony Andrasmoro; Husni Syarudin; Budiman Tampubolon
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1905

Abstract

Desa Sepadan Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu memiliki obyek wisata unggulan yaitu obyek wisata kedungkang yang memiliki potensi alam dan budaya. Potensi budaya dalam bentuk rumah adat dayak yaitu rumah betang kedungkang, selain itu juga ada kesenian budaya khas dayak yang masih digunakan pada upacara adat atau penyambutan tamu yang dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta strategi pengembangan Obyek Wisata Kedungkang. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Desa Sepadan yang memiliki destinasi unggulan Obyek Wisata Kedungkang bisa dikembangkan sebagai desa wisata. Pada destinasi ini, selain wisatawan bisa melakukan aktivitas seni budaya, juga bisa melihat pemandangan alam yang menarik seperti danau sentarum dan bukit kedungkang. Prinsip pariwisata setidaknya memenuhi tiga kriteria, yaitu something to see, something to buy, dan something to do. Pada obyek wisata kedungkang sudah direncanakan untuk mengembangkan prinsip something to see dan something to do. Sehingga perlu pengembangan something to buy. Pada pengembangan prinsip something to buy ini diperlukan inovasi dari masyakarat setempat. Sehingga diperlukan pelatihan dari pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki.
ANALISIS PENGEMBANGAN KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT (HTR) TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN BARAT DAN D.I YOGYAKARTA Dony Andrasmoro; Endah Evy Nurekawati
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.355 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v2i1.1135

Abstract

ABSTRAKSebagai latar belakang permasalahan adalah kurangnya peran dan sosialisasi pemangku kepentingan terhadap respon masyarakat di tingkat kabupaten berkaitan sosialisasi nilai penting Hutan Tanaman Rakyat (HTR) untuk kesejahteraan masyarakat tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di Kalimantan Barat dan D.I Yogyakarta terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) guna peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Barat dan D.I Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di D.I Yogyakarta dengan luas hutan 16.819,52 ha, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Kalimantan Barat dengan luas hutan lebih besar yaitu seluas 9.178.760 ha dari luas hutan di D.I Yogyakarta, kurang berminat terhadap program HTR karena masih minim sistem informasi dan hanya sedikit yang terlibat di HTR. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta baik itu stakeholders merespon positif program HTR, dan mendukung terselenggaranya sosialisasi program sebagai upaya peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Hasil analisis juga menunjukkan pemangku kepentingan di daerah sangat berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui HTR. Hal ini berorientasi kepada pemangku kepentingan di pusat untuk melakukan tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat khususnya sekitar hutan.Kata Kunci: Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Pemerintah, Masyarakat
PERAN WATERFRONT CITY PADA INDUSTRI PARIWISATA TAMAN ALUN KAPUAS KOTA PONTIANAK Dony Andrasmoro
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.273 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i1.1709

Abstract

Peran Industri Pariwisata Indonesia mulai menjadi sorotan dunia akibat dampak dari peran pemerintah  yang gencar mempromosikan branding “wonderfull Indonesia” di kancah dunia, sejalan dengan aspek itu penguatan potensi, daya tarik dan aspek pengembangan menjadi prioritas unggulan. Alternatif peran keseriusan industri pariwisata tercermin di setiap daerah, salah satunnya adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak dengan destinasi wisata sungai menjadi prioritas dalam aspek pengembangan waterfront city taman Alun Kapuas. Tujuan penelitian ini adalah menelaah peran potensi taman Alun Kapuas sebagai destinasi pariwisata berbasis sungai (waterfront) di Kota Pontianak. Metode penelitian deskriptif perspektif menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa pertanyaan terstruktur untuk mendapatkan informasi secara spesifik. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan study literasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap Obyek wisata Taman Alun Kapuas menunjukkan wilayah pengembangan pariwisata Kota Pontianak meliputi obyek Taman Alun Kapuas dengan lokasi di kawasan pinggiran sungai Kapuas, dan berada berdekatan dengan pelabuhan Kota Pontianak sehingga memegang peran besar terhadap mobilitas dan daya tarik pariwisata di Kota Pontianak. Pengaruh potensi eksisting menjadikan daya tarik alami yang tidak semua obyek wisata di kota maupun daerah Kalimantan Barat memilikinya (unik) dan di upayakan menjadi sebuah ruang publik dengan pengembangan kajian model blue open public space berbasis pendekatan konsep penghijauan Sungai Kapuas (waterfront) yang bersifat rekreatif (recreational waterfront). Sejalan dengan konsep hal tersebut tercermin dari upaya pemerintah sesuai rencana pemerintahan Kota Pontianak pada RTRW 2013-2033 dan RPJMN 2015-2019 bahwa pengelolaan tata ruang Taman Alun Kapuas mencerminkan 4 strategi disain yaitu continuity, variety, connections dan sequence, sehingga dapat menciptakan destinasi wisata yang mewadahi kegiatan rekreatif berbasis waterfront city.
KUALITAS PEMBELAJARAN ETIKA LINGKUNGAN BAGI SISWA SEKOLAH SMA NEGERI 3 SUNGAI KAKAP Andrasmoro Dony Andrasmoro Andrasmoro; Ihsan Nurhakim; Mustofa Mustofa; Galih Galih
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.439 KB) | DOI: 10.26737/jpipsi.v5i1.1516

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah membangun kesadaran lingkungan dengan pendekatan penanaman etika lingkungan di sekolah melalui pelajaran geografi materi lingkungan hidup kelas XI di SMA Negeri 3 Singai Kakap. Kondisi permasalahan sekolah tidak hanya kualitas secara fisik, tetapi berkaiatan dengan kondisi dan kepribadian siswa hungga tata kelola yang ada, aspek kesadaran lingkungan masih menjadi permasalah yang belum terselesaikan. Permasalahan bagaimana bersikap, menghargai dan merawat lingkungan sekitar agar tetap lestari, kondisi dan fenomena rendahnya kesadaran dan pola perilaku siswa di SMA Negeri 3 Sungai Kakap harus mendapatkan perhatian dan dukungan strategis dalam menjaga lingkungan yaitu dengan pendekatan etika lingkungan. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi berbasis first-hand experiences di mana sumber informasi responden sebagai subjek yang mengalami secara langsung aspek permasalahan lingkungan yang terjadi. Hasil penelitian ini menitikberatkan kepada permasalahan lingkungan sekolah yaitu kondisi siswa dalam pengelolaan materi lingkungan hidup, dengan pendekatan kualitas pembelajaran tiga komponen dalam pendidikan sekolah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Komponen penguatan kualitas pendidikan untuk siswa berdampak terhadap hasil perubahan etika lingkungan berdasarkan sikap yang tidak peduli menjadi kepedulian kegaitan nyata. Penanaman kode etik kepada siswa dilakukan berdasarkan implementasi penguatan etika lingkungan pada pendekatan Silabus dan implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis kurikulum monolitik dengan penguatan 5 komponen yaitu : penguatan mata pelajaran berdiri sendiri, persiapan pelajaran lebih mudah dan bahan dapat diketahui di dalam silabus,  pengetahuan siswa lebih fleksibel, pengelolaan waktu kondisional, pengelolaan tujuan efektif dan efisien, pengelolaan evaluasi lebih jelas dan terarah. Aspek pengelolaan pembelajaran berdampak Sustainable Development Goals. Aspek perubahan sikap siswa didorong oleh tata kelola dan aturan yang ada dalam inovasi pengelolaan RPP dengan pendekatan pengauatan etika lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. 
Flood Risk Mapping Using GIS and Multi-Criteria Analysis at Nanga Pinoh West Kalimantan Area Ajun Purwanto; Rustam Rustam; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto
Indonesian Journal of Geography Vol 54, No 3 (2022): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.69879

Abstract

Flood is one of the disasters that often hit various regions in Indonesia, specifically in West Kalimantan. The floods in Nanga Pinoh District, Melawi Regency, submerged 18 villages and thousands of houses. Therefore, this study aimed to map flood risk areas in Nanga Pinoh and their environmental impact. Secondary data on the slope, total rainfall, flow density, soil type, and land cover analyzed with the multi-criteria GIS analysis were used. The results showed that the location had low, medium, and high risks. It was found that areas with high, prone, medium, and low risk class are 1,515.95 ha, 30,194.92 ha, 21,953.80 ha, and 3.14 ha, respectively. These findings implied that the GIS approach and multi-criteria analysis are effective tools for flood risk maps and helpful in anticipating greater losses and mitigating the disasters.
ANALISIS KAJIAN PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA KEKERINGAN PADA SISWA MADRASAH ALIYAH PONPES WALISONGO KOTA PONTIANAK Novita Sariani; Dony Andrasmoro
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 MEI 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i2.3989

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan mengetahui pengetahuan, upaya mitigasi dan adaptasi siswa terhadap bencana kekeringan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Walisongo Kota Pontianak. Metode dalam penelitian ini adalah mixed methods sequential explanatory. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan berdasarkan angket, tinjauan pustaka terkait pendidikan mitigasi bencana dan wawancara mendalam. Subjek penelitian yaitu melibatkan 100 siswa dan guru geografi MAS Walisongo yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi triangulasi. Untuk  menghindari  keraguan  data  maka  dalam  penelitian  ini  menggunakan triangulasi  teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif. Hasil penelitian bahwa analisis kajian pendidikan mitigasi bencana kekeringan pada siswa Madrasah Aliyah Ponpes Walisongo Kota Pontianak perlu ditingkatkan. Pendidikan mitigasi bencana khususnya kekeringan disisipkan dalam mata pelajaran geografi dengan cara yang tepat dapat memberikan kemampuan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan. Namun berdasarkan hasil jawaban angket siswa dan sebaran materi ajar, mitigasi baru diperoleh pada siswa kelas XI MAS, sehingga kelas bawah masih belum familiar dengan istilah mitigasi bencana.  Pendidikan mitigasi bencana sangat penting diketahui baik dari tingkat pendidikan usia dini hingga pendidikan usia dewasa karna bencana tidak mengenal kapan, siapa dan dimana.
Validating the GIS-based Flood Susceptibility Model Using Synthetic Aperture Radar (SAR) Data in Sengah Temila Watershed, Landak Regency, Indonesia Ajun Purwanto; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto; Rustam Rustam; Mohd Hairy Ibrahim; Arif Rohman
Forum Geografi Vol 36, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v36i2.16368

Abstract

In Indonesia, especially in regions where natural conditions and human activity coexist, flood disasters are a strong possibility. Flooding regularly has an impact on Sengah Temila, which is a component j/ of Indonesia's West Kalimantan Province. The issue in Sengah Temila is that there is little knowledge of the distribution of flood susceptibility in this region. The GIS-based flood susceptibility model has been widely used in Indonesia, but research dedicated to validating the model is limited. SAR-based analysis has been used for flood mapping in Indonesia, but its use for validating flood models has been limited.  The objective of this study is to identify the optimal weighting scenario for a GIS-based multi-criteria analysis flood model for use in the Sengah Temila Watershed. The GIS-based model is created by merging spatial parameters, including slope, elevation, flow accumulation, drainage density, land use and land cover (LULC), soil type, normalized difference vegetation index (NDVI), curvature, rainfall, distance to river, and topographic wetness index (TWI) with weighted multi-criteria analysis. In addition, Sentinel-1 GRD images from before and after the floods have been retrieved from Google Earth Engine using past floods of the watershed. In order to create a SAR-based flood model, the researchers then integrated and categorized the results. Eleven weighting scenarios were used to create eleven GIS-based flood models. To calculate the degree of spatial similarity, all of these models were contrasted with the SAR-based model using the Fuzzy Kappa approach. We found that in order to achieve ideal weighting, slope, topographic wetness index (TWI), rainfall, and flow accumulation should each be given a larger value.
Pontianak city tourism industry as a supporter of conservative attractiveness with environmental insight Dony Andrasmoro; Novita Sariani
Jurnal Pariwisata Pesona Vol 8, No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpp.v8i1.9114

Abstract

The equator monument is one of the tourism icons of Pontianak City because the location of the tourist attraction is located at 0º of the imaginary line of the equator and is a sign of the boundary of the hemisphere North Latitude and South Latitude. The equator monument has a conservative nuance with environmental insight because the location of the object is associated with the longest river in Indonesia, the Kapuas River which is the lifeblood of the people of West Kalimantan from the social, economic, and cultural sectors. The purpose of this study was to conduct a conservative study of environmental conservation-based tourist attractions. Qualitative-based spatial (geospatial) approach method. The findings of the study show that the approach to the study of environmentally friendly tourism or Sustainable Tourism Development (STD) is environmentally sustainable: A sustainable tourism management model based on ecological balance by considering social, economic, and cultural aspects, so that two zone areas were developed through a weighting assessment of tourism object potential with a value of 164 (high potential) developed through adaptation of STD environmental indicators through the Geographic Information System produced Zone A (main) is the Equator Monument area is a conservative area of geographical value: aspects of physical geography knowledge and Zone B (Supporting) Kapuas River is a hydrological and ecological conservation area zone as one of the ecotourism and hydrological asset-based rivers with an area of about 10 million Ha and has the potential for the endemic habitat of 300 - 500 species of freshwater fish. The two zones encourage the tourism industry of Pontianak City through the management of periodic tourism development (growth-oriented model), increasing tourist attraction through mass tourism attraction (mass tourism) with a model of encouraging sustainable tourism development with environmental and responsible tourism that can be recommended to the Pontianak City Government for sustainable tourism development governance
Identification of Groundwater Potential Zones Using Remote Sensing and GIS Technique: A Case Study of the Ketungau Basin in Sintang, West Kalimantan Ajun Purwanto; Paiman Paiman; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto; Rustam Rustam
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 2 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.78629

Abstract

Groundwater is one of the most valuable natural resources in Sintang, but essential basic information regarding its properties and characteristics is presently unavailable. Currently, systemic and uniform investigations, as well as groundwater potential zones mapping are yet to be conducted within the framework of basin area units to support development activities. Therefore, this study aims to identify and map groundwater potential zones using remote sensing and GIS. The employed data were obtained from drainage density, slope steepness, straightness density, total rainfall, lithology, soil type, and land use land cover. The method applied was an interpretation of secondary data, which included a) identification and evaluation of criteria, b) data collection, c) preprocessing, and e) reclassification, while the analysis technique used was a weighted overlay. The results showed that the study location has five classes of groundwater potential zones, namely highly potential, potential, moderate, non-potential, and highly non-potential with areas of 120,754.08 ha (20.62%), 220,693.71 ha (37.69%), 109,668.44 ha ( 18.73), 93,404.38 ha (15.95%), and 41,068.31 ha (7.01%), respectively. Highly potential and groundwater potential zones were identified in the central, eastern, and western parts of the Ketungau basin. In contrast, the dominant non-potential and highly non-potential zones were found along the northern basin boundary. Based on the results, remote sensing and GIS approaches are practical tools for identifying groundwater potential zones, which can be used to determine policies related to groundwater utilization.