Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PELAYANAN PUBLIK DINAS SOSIAL KOTA CILEGON DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELAYANAN PENGADUAN MARI SINERGI Isbandi, Fitri Susiswani; Santi, Fitria; Yana, Korry El; Sopian, Sopian; Kusuma, Yopy Perdana; Purwanto, Eko
Jurnal Dinamika UMT Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/dinamika.v8i1.10358

Abstract

Communication strategy is planning in providing messages through a combination of various communication elements such as frequency, formality, content and communication channels so that the message conveyed is easily received and understood and can change attitudes or behavior in accordance with the purpose of communication. According to Effendy (2011) A communication strategy is an effective plan in pushing messages so that the communicant can easily understand and accept what has been conveyed so that it can change a person's attitude or behavior. Researchers analyzed the communication strategy implemented by the Cilegon city social service in building community empowerment through layanan terpadu mari sinergi. Layanan terpadu mari sinergi is a service from the Cilegon city social service since 2019. This service has 24-hour access to the community. These services can be accessed through social media or come directly to the office. The Social Service makes these services so that they can be close and easy to communicate with the community. Layanan terpadu mari sinergi, serving people who need medical assistance, displaced people who have no identity and people with disabilities, as well as social problems that interfere with community and social life. With layanan terpadu mari sinergi, social services hope to be able to communicate directly and closely with the community. The program collaborates with Cilegon city government agencies, police services, population registration services, employment services, hospitals and shelter homes. This study used descriptive qualitative method. The research data is in the form of information in the field, namely the Cilegon City Social Service neglecting interview discussions and observations. The title of this research comes from a field worker who focuses on integrated complaint terpadu mari sinergi. The results of this study indicate that the Cilegon city social service carried out a communication strategy to implement an integrated service program for the community in accordance with communication science. Among them is the Government to conduct communication persuasion in the service program. Government social services also use communication media as a tool to provide information, socialize programs and overcome problems that occur in society. Continuous two-way communication between social services and residents is expected to be able to create conditions for a healthy and safe social life. Keywords: Communication strategy, Layanan terpadu mari sinergi, social services AbstrakStrategi komunikasi adalah perencanaan dalam penyampaian pesan melalui kombinasi berbagai unsur komunikasi seperti frekuensi, formalitas, isi dan saluran komunikasi sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima dan dipahami serta dapat mengubah sikap atau perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. Menurut Effendy (2011) Strategi komunikasi adalah perencanaan yang efektif dalam penyampaian pesan sehingga mudah dipahami oleh komunikan dan bisa menerima apa yang telah disampaikan sehingga bisa mengubah sikap atau perilaku seseorang. Peneliti menganalisis strategi komunikasi yang di terapkan oleh dinas sosial kota cilegon dalam membangun pemberdayaan masyarakat melalui layanan terpadu mari sinergi. Layanan terpadu mari sinergi merupakan pelayanan Dinas sosial kota cilegon sejak 2019. layanan tersebut memiliki akses 24 jam kepada masyrakat. Layanan tersebut bisa diakses melalui media sosial atau datang langsung ke kantor. Dinas sosial membuat layanan tersebut agar bisa dekat dan mudah berkomunikasi dengan masyarakat. Layanan terpadu mari sinergi, melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis, masyarakat terlantar yang tidak memiliki identitas dan penyandang disabilitas, serta permasalahan- permasalahan sosial yang mengganggu kehidupan bermasyarakat dan bersosial. Dengan adanya layanan terpadu mari sinergi, dinas sosial berharap bisa berkomunikasi langsung dan dekat dengan masyarakat. Program tersebut bekerja sama dengan dinas pemerintah kota cilegon, dinas kepolisian, dinas catatan kependudukan, dinas ketenagakerjaan, Rumah sakit dan  rumah singgah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa informasi di lapangan yaitu Dinas sosial kota cilegon melalaui diskusi wawancara dan observasi. Judul penelitian ini bersumber dari pekerja lapangan yang berfokus dalam bidang  layanan pengaduan terpadu mari sinergi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dinas sosial kota cilegon melakukan srategi komunikasi untuk menerapkan program layanan terpadu kepada masyarakat sesuai dengan ilmu komunikasi. Diantaranya adalah Pemerintah melakukan persuasi komunikasi dalam program layanan tersebut. Pemerintah dinas sosial juga menggunakan media komunikasi sebagai alat untuk  memberi informasi, mensosialiasikan program dan mengatasi sebuah permasalahan yang terjadi di masyarakat. Komunikasi dua arah yg saling berkesinambung antara dinsos dan warga diharapakan mampu menciptakan kondisi kehidupan sosial yang sehat dan aman.
Peran Komunikasi dalam Program Aksi Pelajar terhadap Iklim 2024 menuju Net-Zero Emissions 2050 Sam’iyah, Sam’iyah; Ghanistyana, Lathifa Prima; Shahreza, Mirza; Isbandi, Fitri Susiswani
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 24, No. 2 December 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v24i2.5108

Abstract

Climate change has become a global issue that demands the active involvement of younger generations. In line with the 2050 Net Zero Emission target, the Central Leadership of Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), through its Environmental Affairs Division, organized the Aksi Pelajar untuk Iklim 2024 (Student Action for Climate 2024) as an effort to enhance student participation in climate change mitigation and adaptation. This study aims to analyze the implementation of the program, identify its challenges, and formulate strategic solutions to improve its effectiveness. The research employs a qualitative approach through in-depth interviews with central IPM leaders and participants, as well as observations during the kick-off event held in Kota Karang, Teluk Betung District, Bandar Lampung. The analysis refers to the Diffusion of Innovations Theory to understand how climate action ideas are disseminated among Muhammadiyah students. The findings indicate that the program effectively increases student awareness and participation and has the potential to shape agents of change in supporting the Net Zero Emission target. However, challenges remain in terms of coordination, funding, and program sustainability, which require further attention. Theoretically, this study strengthens the application of the Diffusion of Innovations Theory within the context of student-based environmental education. Practically, the findings provide recommendations for youth organizations and educational institutions in developing more inclusive, sustainable, and impactful climate action models.
The struggle of wadas residents: the contribution of muhammadiyah and nu in maintaining environmental sustainability and social justice Sukma Aditya Ramadhan; Suswanta Suswanta; Ridho Al Hamdi; Yusuf Fadli; Fitri Susiswani Isbandi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244640

Abstract

Wadas Village in Purworejo faces environmental destruction due to planned andesite mining for the Bener Dam, threatening local resources and the community's socio-economic life. Muhammadiyah and NU play key roles in supporting residents' efforts to protect the environment and social justice. This study examines their involvement in maintaining environmental sustainability and social justice in Wadas Village, focusing on their contributions to organizing the community. A qualitative approach with a case study method was used in this research. Data were collected through in-depth interviews with residents, Muhammadiyah and NU members, and observations of advocacy activities and actions carried out by both organizations. The data were analyzed thematically. The findings show that Muhammadiyah and NU are actively involved in legal advocacy, scientific research, and religious activities, such as mujahaddah at local mosques, to build social awareness and strengthen the residents' resistance to harmful policies. The struggle of Wadas residents is closely linked to the active roles of Muhammadiyah and NU in fostering social solidarity, collective awareness, and environmental sustainability advocacy. This study highlights the significant contribution of religious organizations in social and environmental movements and their influence on public policies favoring the community.
A dramaturgical theory approach: Symbolic interaction and self-image formation of dangdut singers YOLANDA, SILVIONA; Wahyono, Eko; Isbandi, Fitri Susiswani; Rohmatunisa, Raden Nita; Ghanistyana, Lathifa Prima; Lestari, Silfiana Dian
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i1.8574

Abstract

Dangdut music performances with their dangdut biduan have become an inseparable part of culture and tradition, specifically in Tangerang City, Banten Province, Indonesia. Dangdut music is often present at various events, ranging from celebrations to big events in the city. However, the public's view of this profession still varies; therefore, symbolic interaction is essential in shaping the image of dangdut biduan (singer) so that it can influence public views. The purpose of this study is to understand the role of symbolic interaction in creating the self-image of dangdut both on stage (front stage) and in their roles as housewives (backstage), as well as to determine the response or perception of the community to the formed self-image by dangdut singers from this symbolic interaction by employing a qualitative descriptive research method through a dramaturgy approach. Data collection methods included in-depth interviews, participant observations, and documentation. A triangulation method was used to ensure the validity of the data. Data analysis techniques included data collection, data reduction, data presentation, and conclusions drawn. The results of this study show that symbolic interaction has a central role in forming a positive image for dangdut singers through attractive physical performance, adaptability to the music played, interaction with the audience, and teamwork. The ability to effectively communicate and adapt to others is crucial in providing a special experience on stage. In addition to being a housewife, symbolic interactions also combine commitment, balance, communication, and family support to create a positive and motivating image. The positive response from colleagues, the social environment, and the audience reflects humility and an attitude that is in harmony with the culture of dangdut biduan, so that it is in harmony with the wider community.
Human Touch vs Artificial Intelligence dalam Komunikasi Organisasi Barra P. Pradja; Fitri Susiswani Isbandi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10157

Abstract

Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi organisasi melalui otomatisasi pesan, integrasi kanal digital, dan peningkatan efisiensi layanan. Di sisi lain, organisasi tetap dituntut mempertahankan human touch berupa empati, kedekatan, dan kepedulian dalam relasi dengan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perusahaan membangun narasi mengenai hubungan antara manusia dan AI dalam komunikasi organisasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dokumentasi digital terhadap 30 unit data narasi yang bersumber dari situs web resmi perusahaan, laporan tahunan, media sosial, halaman produk, dan materi komunikasi korporat daring. Data dianalisis melalui thematic analysis dengan tahapan open coding, kategorisasi tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu efficiency & automation, human-centered AI, organizational identity, serta trust & care. Narasi perusahaan didominasi orientasi efisiensi dan produktivitas, tetapi tetap menampilkan bahasa kebersamaan, keamanan, dan dukungan untuk menjaga legitimasi sosial. AI lebih sering dibingkai sebagai alat bantu (enabler) daripada pengganti manusia. Temuan ini menegaskan munculnya identitas organisasi hibrida: maju secara teknologi namun tetap berorientasi manusia.
Inovasi Lingkungan Berkelanjutan: Edukasi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Paving Block Di Kelurahan Neglasari Silfiana Dian Lestari; Fitri Susiswani Isbandi; Septian Cahyo Bintoro; Haikal Abyan Novansyah; Miftahu Syifa; Rafli Al Qadar
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6017

Abstract

Peningkatan aktivitas masyarakat yang menggunakan produk berbahan plastik turut memperbesar jumlah limbah plastik yang dihasilkan. Karakteristik plastik yang tidak mudah terurai menjadikan limbah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang tepat. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah mengalihkan sebagian sampah plastik dari pola pembuangan menuju proses pemanfaatan kembali melalui pengolahan menjadi produk yang memiliki kegunaan. Berdasarkan pemikiran tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Neglasari memfokuskan kegiatan pada pemanfaatan limbah plastik sebagai salah satu bahan pembuatan paving block. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola sampah melalui pengalaman praktik secara langsung. Pendekatan partisipatif diterapkan sejak tahap awal kegiatan, meliputi pengenalan kondisi lingkungan, penyusunan rencana, penyampaian materi tentang komunikasi lingkungan dan kesadaran hukum, penyiapan material, proses pengolahan sampah plastik, pencetakan paving block, hingga evaluasi kegiatan. Edukasi yang diberikan mencakup permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah plastik, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pentingnya kontribusi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Dari sisi hukum, peserta diperkenalkan pada ketentuan mengenai pengelolaan sampah dan hak serta peran masyarakat yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan regulasi daerah yang berkaitan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembuatan paving block dari sampah plastik dapat menjadi bentuk pembelajaran aplikatif bagi masyarakat. Melalui keterlibatan dalam setiap tahapan pengolahan, peserta memperoleh gambaran secara langsung mengenai cara mengubah limbah plastik menjadi material yang dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penyampaian edukasi lingkungan akan lebih kontekstual ketika disertai dengan praktik pengolahan sampah. Dengan adanya pengalaman tersebut, masyarakat diharapkan memiliki dorongan yang lebih kuat untuk melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, kegiatan PKM ini dapat menjadi salah satu upaya awal dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Digital Pemerintah dalam Membangun Public Relations dan Tata Kelola Hubungan Pemerintah Dengan Warga melalui Aplikasi Rabeg Kota Serang Fitri Susiswani Isbandi; Silfiana Dian Lestari; Barra P Pradja; Septian Cahyo Bintoro; lathifa Prima Ghanistyana
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i3.386

Abstract

This study analyses the communication strategies employed by the Serang City Education Office in handling public complaints through the digital feature RABEG (Reaksi Atas Berita Warga or Response to Community News). In an era of bureaucratic reform and improved technology-based public services, RABEG is expected to serve as an effective bridge between the government and citizens. The study uses a descriptive qualitative approach with the HEAT (Hear Them Out, Empathise, Apologise, Take Action and Follow Up) method framework to examine the communication process from the receipt to the resolution of complaints. Research data was obtained through in-depth interviews with Education Agency officials, active RABEG users, and members of the public who had never used this service, supported by observation and documentation. The results of the study show that internally, the Education Agency has implemented elements of HEAT, such as listening to complaints, showing empathy, and following up. Communication procedures are relatively structured, but the effectiveness of the strategy is still hampered by a gap in public participation. This gap is mainly caused by a lack of socialisation and education regarding the functions of RABEG, resulting in low levels of adoption by the community. In addition, weak transparency at the follow-up stage reduces public trust and hinders the cycle of continuous communication. This study concludes that the success of e-governance depends not only on technology, but also on proactive communication strategies to build public awareness, trust, and participation.Abstrak Penelitian ini menganalisis Interaksi Pemerintah-Warga dalam ruang digital pada aplikasi RABEG (Reaksi Atas Berita Warga) dalam menangani aduan Masyarakat kota Serang.  Di era reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi, RABEG diharapkan menjadi jembatan efektif antara pemerintah dan warga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka metode HEAT (Hear Them Out, Empathize, Apologize, Take Action and Follow Up) untuk menelaah proses komunikasi mulai dari penerimaan hingga penyelesaian aduan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat Dinas Pendidikan, pengguna aktif RABEG, dan masyarakat yang belum pernah menggunakan layanan ini, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal, Dinas Pendidikan telah mengimplementasikan elemen-elemen HEAT, seperti mendengarkan keluhan, menunjukkan empati, dan melakukan tindak lanjut. Prosedur komunikasi relatif terstruktur, namun efektivitas strategi masih terkendala kesenjangan partisipasi publik. Kesenjangan tersebut terutama dipicu kurangnya sosialisasi dan edukasi terkait fungsi RABEG, sehingga tingkat adopsi masyarakat rendah. Selain itu, lemahnya transparansi pada tahap tindak lanjut mengurangi kepercayaan publik dan menghambat siklus komunikasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan e-governance tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga strategi komunikasi proaktif untuk membangun kesadaran, kepercayaan, dan partisipasi masyarakat.