Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PURIFICATION AND PROPERTIES OF MANNANASE FROM Aspergillus ustus BL5 Thontowi, Ahmad; Rahmani, Nanik; Andriani, Ade; Yopi, -
Teknologi Indonesia Vol 37, No 1 (2014)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.051 KB) | DOI: 10.14203/jti.v37i1.214

Abstract

Strain of BL5 was reported as a mannanase producer. The purposes of this study are identification, purification and characterization of mannanase from BL5. The Internal Transcribed Spacer (ITS) regions analysis showed that BL5 strain have 93% similarity with Aspergillus ustus isolate UOA/HCPF 9236. An extracellular mannanase from the culture supernatant of a fungus A. ustus BL5 was purified. SDS-PAGE of the purified enzyme showed a single protein band of molecular mass 50 to 51 kDa. The mannanase exhibited optimum catalytic activity at pH 7.0 and 55C. The metal ions Ca2+, Cu2+ and SDS inhibited complete enzyme activity. The metal ion Mg2+ and EDTA increased complete enzyme activity. The value of Vmax = 5,88 ?mol mannose/min/ml and Kmax = 0.64 mg/ml. Mannanase of A. ustus BL5 be able to hydrolyzed porang mannan.
PECTINASE PRODUCTION BY ASPERGILLUS USTUS BL5 AT SOLID STATE FERMENTATION MEDIUM USING AGRICULTURAL BIOMASS Rahmani, Nanik; Andriani, Ade; Anggraini, Yufi Sara; Yopi, -
Teknologi Indonesia Vol 36, No 3 (2013)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.051 KB) | DOI: 10.14203/jti.v36i3.210

Abstract

This research showed that Indonesian agricultural biomasses, such as Siam orange peel, Medan orange peel, Durian peel and old tea leaves contain a pectin that are a potential material for use as a substrate for pectinase production. From the four types of biomasses used, Medan orange peel produced pectinase activity with the highest value equal to 1.28 U/mL. Optimization of fermentation conditions showed that Aspergillus ustus BL5 pectinase production were affected by the concentration of substrate, media pH, and temperature of the fermentation. Optimization of process showed that the optimum substrate concentration, pH and temperatuter were 10%, 4 and 40C with pectinase activity of 1.37 U/mL, 2.85 U/mL, and 1.92 U/mL respectively. Pectin content in the medium has a proportional relationship with the activity of the enzyme pectinase produced. The high content of pectin in Medanorange peel making pectinase enzyme activity produced on the substrate is also high.
ENZYMATIC HYDROLYSIS OF THE FEC 25 AND ROTI CASSAVA STARCH (Manihot esculenta) VARIETIES BY α-AMYLASE FROM A MARINE BACTERIUM (BREVIBACTERIUM SP.) rahmani, nanik; Andriani, Ade; Hartati, Sri; Yopi, Yopi
Teknologi Indonesia Vol 39, No 3 (2016)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jti.v39i3.295

Abstract

Cassava (Manihot esculenta) is one of the food sources that is familiar for Indonesian society. Carbohydrates of cassava can be enzymatically hydrolyzed into small oligosaccharides that can be used as a material for functional food components production. Starch from the FEC 25 and roti cassava starch have been hydrolyzed by α-amylase from marine bacterium, Brevibacterium sp. for maltooligosaccharides production. The best hydrolysis reaction condition of the FEC 25 cassava starch were starch concentration of 6.0% (w/v), the ratio of α-amylase and starch 1:1, 50 mM of sodium phosphate buffer pH 6.6, the reaction temperature at room temperature (30oC) and the reaction time of 8 hours with the highest reducing sugar value of 21.675 ppm. While the best hydrolysis of the Roti cassava starch were starch concentration of 6% (w/v), the ratio of α-amylase and starch 1:1, 50 mM of sodium phosphate buffer pH 6.6 and the reaction temperature at 50oC, the reaction time of 8 hours with the highest reducing sugar value of 13.278 ppm. The results of maltooligosaccharides analysis using thin layer chromatography (TLC) showed that the type of maltooligosaccharides formed on hydrolysis the FEC 25 cassava starch are glucose, maltose and maltotriosa, while Roti cassava starch are glucose, maltose, maltotriose, and maltopentaose. The formation of maltooligosaccharides showed that both of cassava starch can be hydrolyzed by α-amylase from marine bacterium Brevibacterium sp.
PURIFIKASI DAN KARAKTERISASI ENZIM PEKTINASE DARI ASPERGILLUS USTUS BL5 Yopi, Yopi; Rahmani, Nanik; Andriani, Ade; Dewi, Fitria; Meryandini, Anja
BERITA BIOLOGI Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v12i3.646

Abstract

Pectinase is an enzyme that could hydrolyze pectin into galacturonic acid. Natural pectinase was produced by microbes such as bacteria, yeast, fungi and Actinomycetes. Application of pectinase in industry were mainly in juice industry, textile, pulp, tea, cocoa and coffee fermentation. In this research, we conducted purification and characterization of pectinase produced by Aspergillus ustus BL5 in submerged fermentation using commercial pectin. The result showed that the optimum of pectinase production was reached at 120 hours fermentation process with specific activity 0.59 U/mg. The crude extract of pectinase was then concentrated using PEG 6000 and purified by Sephadex G-75 gel filtration chromatography. There were 2 fractions contained pectinase which the activity was 4.15 U/mg (pectinase A) and 3.3 U/mg (pectinase B), respectively. Compare to crude extract, the yield product of pectinase A and B increased 6.94 and 5.53 times, respectively. The purified pectinase A have optimum temperature at 50 oC and optimun pH at 5.
Pengembangan E-LKPD Interaktif Berbantuan Liveworksheets untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nirwana, Nurul Intan; Andriani, Ade
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2137

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah melalui pengembangan E-LKPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD Interaktif berbantuan Liveworksheets yang valid, praktis dan efektif yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis Siswa. Kami menggunakan model ADDIE. Instrument yang digunakan dalam mendukung penelitian adalah lembar validasi terhadap angket respon siswa dan guru, lembar validasi terhadap media dan materi, angket respon guru dan siswa dan instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD berbantuan liveworksheets memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif
Pengajaran Matematika Dengan Model Pembelajaran Take and Give Pada Materi Lingkaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas XI SMA Swasta Eria Medan Andriani, Ade; Kalsum, Umi; Tuzzahra, Tiara Fatima; Utami, Tria Dita; Siringoringo, Trifonia Rouli
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Swasta Eria Medan pada materi Lingkaran melalui penerapan model pembelajaran Take and Give. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Swasta Eria Medan yang berjumlah 33 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar observasi aktivitas guru. Aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Take and Give pada materi Lingkaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Swasta Eria Medan.
Analisis Kendala dan Kesalahan yang Dialami Siswa Mengenai Materi Polinomial Andriani, Ade; Jariyah, Salsabila; Pangaribuan, Theresa Pratiwi; Manullang, Viorella; Wahdini, Wahdini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala dan kesalahan yang dialami siswa dalam memahami materi polinomial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada beberapa siswa sebagai subjek. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebanyakan siswa menghadapi kesulitan dalam memahami konsep dasar seperti deret aritmatika dan geometri serta hubungan antara koefisien dan titik-titik pada grafik polynomial. Selain itu, hasil juga menemukan bahwa faktor utama penyebab kesalahannya adalah kurangnya pemahaman konsep matematika secara menyeluruh, kurangnya interaksi langsung dengan instruktur, dan kurangnya sumber belajar yang efektif. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan adanya perbaikan strategi pembelajaran yang lebih personalisasi dan interaktif guna meningkatkan penguasaan konsep polinomial oleh siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan kurikulum matematika yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa.
Evaluation of Learning in Cognitive, Affective and Psychomotor Aspects in Junior High School Andriani, Ade; Syahfitri, Dian Vira; Manurung, Ardi Patchouli
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v6i1.22356

Abstract

Evaluation of learning in Junior High School is very important in measuring student achievement in three main aspects: cognitive, affective, and psychomotor. The cognitive aspect focuses on the ability to think, understand, and apply knowledge, while the affective aspect is related to attitudes and values and the social emotional development of students. The psychomotor aspect assesses students' practical skills and abilities. This study uses a qualitative approach, with data collection through observation and interviews, and data analysis according to the Milles and Huberman method. The results of the study indicate that evaluation not only functions as a measuring tool, but also as feedback to improve the quality of learning. Therefore, an evaluation strategy is needed that includes various methods that can appreciate the uniqueness of each student and apply an inclusive and holistic approach. The conclusion of this study emphasizes that comprehensive evaluation will support children's development in a holistic and quality manner.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO EXPLAINER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Fadli Siregar, Ahmad; Andriani, Ade
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.188-193

Abstract

Siswa dalam konteks Teorema Pythagoras, dengan menggunakan model Discovery Learning berbantuan Video Eksplanatori. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas VIII-A SMP Negeri 37 Medan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan tes dan observasi sebagai alat penilaian dan dilakukan dalam dua siklus penelitian tindakan kelas. Pada akhir setiap siklus, tes diberikan untuk mengukur peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Proses pembelajaran dimulai dengan penyajian masalah untuk merangsang rasa ingin tahu siswa. Siswa kemudian bekerja dalam kelompok untuk membangun pemahaman mereka sendiri tentang konsep matematika dengan memecahkan masalah tersebut. Video Explainer memainkan peran penting dalam memfasilitasi proses penemuan, memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan dan memahami Teorema Pythagoras secara lebih konkret, sehingga memudahkan mereka untuk membuat penemuan yang bermakna. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa 14 siswa, atau 46,67%, telah mencapai tingkat kemahiran pemecahan masalah yang disyaratkan, sementara 16 siswa, atau 53,33%, belum, dengan skor pemecahanmasalah rata-rata 68%. Setelah melaksanakan siklus kedua, jumlah siswa yang memenuhi tujuan pembelajaran meningkat menjadi 26, atau 86,67%, sementara 4 siswa, atau 13,33%, belum memenuhi tujuan pembelajaran, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 83,73%. Secara khusus, kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat di semua indikator: memahami masalah dari 77,67% pada Siklus I menjadi 90% pada Siklus II, merencanakan penyelesaian dari 62,01% pada Siklus I menjadi 76,4% pada Siklus II, melaksanakan penyelesaian dari 83,33% pada Siklus I menjadi 92,2% pada Siklus II, dan meninjau kembali penyelesaian dari 45% pada Siklus I menjadi 76,33% pada Siklus II. Kesimpulannya, penerapan model Discovery Learning berbantuan Video Eksplanatori dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara signifikan. 
Perancangan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Deep Learning Dewi, Izwita; Hasratuddin, Hasratuddin; Andriani, Ade; Siregar, Nurhasanah
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v6i1.66406

Abstract

Pembelajaran matematika abad ke-21 menuntut pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan prosedural, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, dan transfer pengetahuan ke berbagai konteks kehidupan. Artikel ini membahas rancangan pembelajaran matematika berbasis pendekatan deep learning, bukan dalam konteks kecerdasan buatan, melainkan sebagai pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan tiga prinsip utama: meaningful (bermakna), mindful (sadar-reflektif), dan joyful (menyenangkan). Pembelajaran bermakna dibangun melalui aktivitas kontekstual dan soal terbuka yang mengaitkan konsep matematika dengan situasi dunia nyata. Pembelajaran yang reflektif dan sadar proses difasilitasi melalui diskusi, refleksi metakognitif, dan evaluasi. Sementara itu, suasana belajar yang menyenangkan diciptakan melalui partisipasi aktif, eksplorasi bebas, dan pengakuan terhadap berbagai cara berpikir siswa. Kerangka teori mencakup konstruktivisme, teori transfer dan metakognisi, serta evaluasi berbasis proses. Implementasi pendekatan ini mengharuskan transformasi peran guru sebagai fasilitator, kurikulum yang fleksibel dan berorientasi pada eksplorasi makna, serta lingkungan belajar yang suportif dan kolaboratif. Disimpulkan bahwa pendekatan deep learning dengan prinsip meaningful, mindful, dan joyful dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman, serta membangun sikap positif terhadap matematika.