Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Aningsih, Aningsih; Mujiani, Dwi Safitri; Anggraeni, Kharisah Dwi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7690

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Karang Satria 01. Oleh  karena  itu,  tujuan  penelitian  ini  adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA siswa kelas V dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) di SDN Karang Satria 01. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  tindakan  kelas  yang  melibatkan  36  siswa  kelas  V yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman konsep siswa disetiap siklusnya yaitu pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 47,22% dengan nilai rata-rata 62.08 dan pada siklus II ketuntasakan klasikal meningkat mencapai 80,55% dengan nilai rata-rata 79.30. Berdasarkan data tersebut model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA kelas V SD sebesar 33,33%. Dengan demikian dapat disumpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SDN Karang Satria 01.
Pengaruh Model Pembelajaran Realistics Mathematics Education (RME) terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar Budianti, Yudi; Aningsih, Aningsih; Oktapiani, Nabila Mega
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8648

Abstract

Perihal diteliti berawal dari minimnya penerapan model pembelajaran, khususnya dalam aspek literasi numerasi, yang berdampak negatif terhadap efektivitas proses belajar siswa. Ketidakcukupan model pembelajaran ini mempengaruhi kualitas dan hasil pembelajaran yang diterima oleh siswa. Tujuan dari perohal diteliti guna mencermati implikasi modelnya pengajaran Realistics Mathematics Education (RME) dalam kecakapan membaca numerasi murid kelas 5 pada SDN Jatisampurna III, Kota Bekasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui bermetode eksperimen semu yang menautkan dua kelas dengan terdiri dari kelas eksperimen juga kelas kontrol. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t.. Hasil kemampuan litererasi numerasi siswa yang berlakukan menerapkan modelnya pengajran Realistics Mathematics Education (RME) tinggi dibandingkan akan kelas diberlalukan menerapkan modelnya pengajaran Problem Based Learning (PBL). Hasil analisis hipotesis diperolehkan sebesar nilainya Thitung (2.332) > Ttabel (2.00172) dengan sig 0,023. Dalam temuan analisi menggambarkan jika terdapatnya implikasi model pembelajaran model pembelajaran Realistics Mathematics Education (RME) dalam kemampuannya literasi numerasi siswa kelas 5 Sekolah Dasar di SDN Jatisampurna III Kota Bekasi
Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA di Sekolah Dasar Aningsih, Aningsih; Mujiani, Dwi Safitri; Amelia, Annisa Cahya
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8634

Abstract

Rendahnya pemahamn konsep dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN Setiamekar 03 merupakan latar belakang dilakukanya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran IPA siswa kelas IV melalui penerapan metode pembelajaran eksperimen di SDN Setiamekar 03. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan metode penelitian yang digunakan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan melibatkan 23 siswa. Dua kali pertemuan merupakan hasil akhir penelitian siklus II, sedangkan tiga kali pertemuan merupakan hasil akhir siklus I. Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi merupakan empat tahap yang menyusun setiap siklus. Peneliti mengumpulkan data ini dengan mengikuti prosedur pengujian yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, penelitian ini memiliki tingkat keberhasilan 80% dan nilai KKM 75 atau lebih tinggi. Siklus I memiliki ketuntasan klasikal 60,86% dan nilai total 76, sedangkan siklus II memiliki ketuntasan klasikal 91,30% dan nilai total 88, membuktikan bahwa pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus. Metode eksperimen berpotensi meningkatkan kemampuan siswa kelas IV dalam meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran IPA sebesar 30,4%. Disimpulkan jika pemahaman konsep siswa di SDN Setiamekar 03 Kelas IV dapat ditingkatkan melalui pendekatan metode eksperimen
Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA di Sekolah Dasar Aningsih, Aningsih; Mujiani, Dwi Safitri; Amelia, Annisa Cahya
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8634

Abstract

Rendahnya pemahamn konsep dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN Setiamekar 03 merupakan latar belakang dilakukanya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran IPA siswa kelas IV melalui penerapan metode pembelajaran eksperimen di SDN Setiamekar 03. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan metode penelitian yang digunakan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan melibatkan 23 siswa. Dua kali pertemuan merupakan hasil akhir penelitian siklus II, sedangkan tiga kali pertemuan merupakan hasil akhir siklus I. Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi merupakan empat tahap yang menyusun setiap siklus. Peneliti mengumpulkan data ini dengan mengikuti prosedur pengujian yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, penelitian ini memiliki tingkat keberhasilan 80% dan nilai KKM 75 atau lebih tinggi. Siklus I memiliki ketuntasan klasikal 60,86% dan nilai total 76, sedangkan siklus II memiliki ketuntasan klasikal 91,30% dan nilai total 88, membuktikan bahwa pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus. Metode eksperimen berpotensi meningkatkan kemampuan siswa kelas IV dalam meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran IPA sebesar 30,4%. Disimpulkan jika pemahaman konsep siswa di SDN Setiamekar 03 Kelas IV dapat ditingkatkan melalui pendekatan metode eksperimen
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Dasar Dan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Di Masa Endemi Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Azis, Dede Abdul; arrahim, arrahim arrahim; Budianti, Yudi Budianti; Sundari, Kori Sundari; aningsih, aningsih aningsih; Sugiharti, Rini Endah; Rikmasari, Rima Rikmasari
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v13i3.37570

Abstract

Pengabdian Kepada Msyarakat ini memiliki latar belakang yang dialami oleh mitra bahwa (1) minimnya kompetensi guru dalam mengimpelemntasikan kurikulum merdeka dan evaluasi terhadap pertemuan tatap muka terbatas (PTMT), (2) kurangnya kemapuan guru dalam membuat perangkat pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dan Evaluasi terhadap PTMT, (3) kurang mampunya guru, staf dan kepala sekolah dalam menerapkan kurikulum merdeka dis ekolah dasar, (4) adanya kendala dalam membuat desain pembelajaran yang menarik berbasis kurikulum merdeka. Alternatif solusi yang diberikan dan dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini adalah mengadaan Workshop untuk mengimpelementasikan kurikulum merdeka dan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) bagi Guru, Staf dan Kepala Sekolah SDN Sukamaju 01 Desa Sukamaju Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Target  luaran pengabdian ini berupa perantara pengadaan Pelatihan dan bimbingan strategi implementasi kurikulum merdeka serta pembuatan perangkat pembelajaran, desain pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk Guru, staf, dan Kepala Sekolah. Metodologi pengabdian ini berupa diskusi, ceramah, problem based learning dan simulasi/prakterk. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan berupa memberikan pemahaman dan pengintegrasian dalam menginplementasikan secara bersama kurikulum merdeka dan penggunaan beberapa tools seperti Canva, Az Screen Recorder, Andromo untuk membuat dan mendesain perangkat pembelajaran berbasis kurikulum merdeka yang nanti akan digunaan oleh Guru ketika proses pembelajaran.   
Upaya Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Menggunakan Model Scramble Pada Siswa Kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi Rikmasari, Rima; Aningsih, Aningsih; Nadhilah, Farisah Idzni
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3373

Abstract

Abstract: An This study is motivated by the low mastery of English vocabulary, this can be seen in the condition of students who are still difficult in writing vocabulary, responses that are quite long and confused in interpreting vocabulary, hard pronounce for the correct vocal letters and students are still confused in compiling vocabulary into a complete sentence. The purpose of this study is to enhance English vocabulary using the scramble model for fourth grade students of SDIT Mutiara Hati Bekasi. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles with three meetings in each cycle. The subjects of this study were fourth grade students of SDIT Mutiara Hati Bekasi, totaling 24 students. The success criteria of this study is 80% with a predetermined minimum score of 75. In this research there were twenty new vocabulary about work learned over two cycles (six meetings). The results of this study showed an increase in mastery of English vocabulary from cycle I to cycle II. Classical completeness in cycle I was 66.66% with an average score of 77.25 then in cycle II there was an increase in classical completeness to 87.5% with an average score of 86.54. So it can be concluded that the scramble model can enhance mastery of English vocabulary in grade IV students of SDIT Mutiara Hati Bekasi.Keywords: Vocabulary Mastery, Scramble Model, Word Game Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari kondisi siswa yang salah dalam menulis kosakata, respon yang lama dan masih tertukar dalam mengartikan kosakata, pelafalan pada huruf vokal yang belum tepat, dan siswa bingung dalam menyusun kosakata menjadi sebuah kalimat yang utuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan penguasaan kosakata menggunakan model scramble pada siswa kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan tiga kali pertemuan disetiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi yang berjumlah 24 siswa. Kriteria keberhasilan penelitian ini yaitu sebesar 80% dari jumlah siswa mencapai skor minimal 75. Pada penelitian ini terdapat dua puluh kosakata baru tentang pekerjaan yang dipelajari selama dua siklus (enam pertemuan). Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 66,66% dengan nilai rata-rata77,25 kemudian pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan klasikal menjadi 87,5% dengan nilai rata-rata sebesar 86,54. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model scramble dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi.Kata Kunci: Penguasaan Kosakata, Model Scramble, Permainan Kata.