Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Penerapan Green Transportation dalam Mewujudkan Kota Hijau yang Berkelanjutan di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3t) Anita Kurniati Al-Achmad Lamdu; Andreas Wellem Koreh; Frianggi Sofia Doresta Mansari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1146

Abstract

Dalam hal emisi polutan udara, sektor transportasi menempati peringkat tinggi. Sebagai pusat administratif dan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang mengalami volume penggunaan jaringan transportasi yang tinggi, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan emisi dari mobil dan kendaraan bermotor lainnya. Untuk mengantisipasi dampak negatif industri transportasi, diperlukan paradigma transportasi berkelanjutan yang disebut Green Transportation. Tujuan penelitian ini adalah (1) memahami bagaimana sistem transportasi Kota Kupang terkait dengan konsep transportasi hijau; (2) menentukan sejauh mana Kota Kupang siap menerapkan konsep tersebut; dan (3) mengembangkan rencana untuk mengimplementasikan konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) yang menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dimulai dengan analisis deskriptif komparatif sistem transportasi Kota Kupang, yang mengarah pada konsep transportasi hijau. Kemudian, menggunakan teknik weighted product (WP), penelitian ini menganalisis kesiapan Kota Kupang untuk menerapkan konsep transportasi hijau. Akhirnya, analisis SWOT dilakukan untuk menganalisis strategi implementasi konsep transportasi hijau, memastikan bahwa hasilnya: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Kesesuaian Transportasi Hijau Kota Kupang belum sepenuhnya dapat diterapkan karena kondisi transportasi kota belum memenuhi semua indikator transportasi hijau. Secara spesifik, pada topik preferensi masyarakat terhadap transportasi hijau, kota ini mendapatkan skor 6, yang menunjukkan bahwa kota ini berada dalam kategori “Siap Sebagian”, dan pada topik infrastruktur dasar transportasi hijau, kota ini mendapatkan skor 5, yang menunjukkan bahwa kota ini belum siap. Perhitungan komprehensif menghasilkan persentase kesiapan sebesar 44,44%, menempatkannya dalam kelompok yang cukup siap. Untuk menerapkan strategi ini, diperlukan optimasi infrastruktur transportasi hijau dasar, pendidikan dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang keunggulan transportasi hijau, serta pembuatan peraturan daerah yang mendorong dan mengarah pada transportasi hijau dalam dokumen perencanaan dan peraturan di tingkat regional. Membangun jaringan stasiun pengisian daya yang memadai untuk kendaraan listrik di titik-titik strategis di sekitar Kota Kupang sangat penting jika kota ini ingin mewujudkan visinya tentang transportasi massal terintegrasi yang mudah, aman, tepat waktu, cepat, dan terjangkau.”
Implementasi Value Engineering dalam Penyelenggaraan Infrastruktur sebagai Strategi untuk Efisiensi Anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT Andreas Wellem Koreh; Anita Kurniati Al-Achmad Lamdu; Reyneldis Laurensia Fernandez
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1237

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia merupakan salah satu dari lima organisasi teratas dalam hal pendanaan. Namun, terjadi pula peningkatan penyimpangan inefisiensi. Pemberi Kerja atau Kontraktor akan disarankan untuk melakukan rekayasa nilai (value engineering - VE) jika audit fungsional Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum menemukan adanya kekurangan akibat penetapan harga konstruksi yang tidak rasional, analisis pemilihan jenis konstruksi, perhitungan konstruksi, dan metode konstruksi. Oleh karena itu, Pemberi Kerja dan Kontraktor harus siap untuk melaksanakan VE. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dalam pelaksanaan sektor pekerjaan umum infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui elemen-elemen kunci yang mempengaruhi tingkat kesiapan Pemberi Kerja dalam penerapan VE dan menilai tingkat pengaruh penerapan VE. Publikasi ini juga menjelaskan langkah-langkah penerapan VE sebagai studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan, ketersediaan sumber daya manusia terkait tingkat pendidikan, staf yang memiliki sertifikat VE, tingkat pemahaman, dan komposisi personil pemberi kerja merupakan beberapa elemen yang mempengaruhi kesiapan pemberi kerja untuk menerapkan VE. Efektivitas penggunaan anggaran dipengaruhi secara signifikan (73,9%) oleh penggunaan VE dalam pelaksanaan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum. Diharapkan para pembuat kebijakan di Kementerian Pekerjaan Umum dapat menggunakan VE sebagai salah satu opsi untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
Persepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan Subsidi Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Di Kota Kupang Alfonsus Theodorus; Andreas Wellem Koreh; Anita Kurniati Al-Achmad Lamdu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2412

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui persepsi masyarakat Kota Kupang terhadap kebijakan subsidi pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dan (2) Mengetahui niat membeli masyarakat Kota Kupang terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. Hasil pengkajian menunjukan bahwa untuk aspek kognitif terkait pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang adanya sosialisasi kebijakan subsidi ini masih sangat minim karena masih banyak masyarakat yang belum pernah mendengar tentang adanya sosialisasi kebijakan subsidi ini. Sedangkan terkait isi kebijakan subsidi ini menunjukan bahwa mayoritas masyarakat Kota Kupang sudah mengetahui tentang kebijakan subsidi ini tetapi tidak mengetahui secara mendalam seperti besaran subsidi yang di berikan, tujuan subsidi, cara dan persyaratan mendapat subsidi dan sampai pada target sasaran penerima subsidi tersebut. Untuk aspek afektif terkait sosialisasi kebijakan subsidi ini masih belum berjalan dengan baik sedangkan terkait isi kebijakan sebagian besar masyarakat setuju dengan kebijakan subsidi ini, termasuk besaran subsidi dan tujuan pemberian subsidi ini tetapi masyarakat masih kurang setuju dengan persyaratan untuk mendapat subsidi dan target sasaran penerima subsidi tersebut. Untuk implementasi kebijakan subsidi ini juga masih belum berjalan dengan baik karena belum memenuhi target dan harapan dari pemerintah.Untuk aspek Konatif, hampir seluruh jawaban responden mayoritas menyatakan ragu-ragu dimana masyarakat masih belum yakin untuk beralih mengunakan kendaraan bermotor listrik walaupun telah ada kebijakan subsidi dari pemerintah serta persyaratan yang di permudah. Untuk Niat/minat membeli masyarakat terhadap kendaraan listrik dari hasil analisis di ketahui bahwa mayoritas responden masih ragu-ragu untuk membeli kendaraan listrik termasuk merekomendasikan pembelian kendaraan listrik kepada keluarga dan orang lain. Beberapa faktor yang membuat masyarakat masih ragu-ragu adalah karena faktor infrastruktur pendukung SPKLU yang masih terbatas, harga yang relatif lebih mahal walaupun sudah di subsidi, serta minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kendaraan listrik baik untuk perawatan, penggunaan sampai pada tingkat keamanannya.
Perencanaan Traffic Light pada Simpang Tak Bersinyal Simpang Empat Sikumana Kota Kupang Dengan Metode PKJI 2023 Anita Kurniati Al-Achmad Lamdu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4068

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk merencanakan traffic light pada Simpang  Tak  Bersinyal  (Studi  Kasus  Simpang  Empat  Sikumana) Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu metode sistematis dan terstruktur yang berfokus pada pengumpulan serta analisis data numerik. Analisis data dilakukan untuk mengukur, menguji hubungan antar variabel, dan menarik kesimpulan umum berdasarkan analisis statistik. Secara spesifik, penelitian ini menerapkan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) i2023 melalui pengumpulan data volume lalu lintas dan dimensi geometri simpang (jalan mayor arah Timur memiliki empat lajur dengan ilebar 11,9 m, arah Barat empat lajur dengan lebar 10,8 m dan median 13 m; jalan minor arah Utara memiliki dua lajur dengan lebar 7,2 m dan arah Selatan dua lajur dengan lebar 5 m). Hasil simulasi simpang bersinyal 4 fase memperlihatkan variasi kinerja antar pendekat, yaitu untuk Pendekat Utara (arus 263 skr/jam, waktu hijau 20 detik) menghasilkan tundaan 45,4 detik dan antrean 41 imeter; Pendekat Selatan (arus 227 skr/jam, waktu hijau 23 detik) menghasilkan tundaan 47,7 detik dan antrean 54 meter; Pendekat Timur (arus 422 skr/jam, waktu hijau 17 detik) menghasilkan tundaan 38,1 detik dan antrean 35 meter; serta Pendekat Barat (arus i485 skr/jam, waktu hijau 22 detik) menghasilkan tundaan 34,5 detik dan antrean 42 meter, dengan derajat kejenuhan yang seragam sebesar 0,84.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Simpang Sikumana memerlukan pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), dan hasil simulasi memberikan dasar untuk penyesuaian waktu hijau guna mengurangi tundaan, terutama pada pendekat Utara, Selatan, dan Timur.
Evaluasi Kapasitas Ruang Parkir Lembaga Pendidikan Yayasan Citra Bina Insan Mandiri Kota Kupang Anita Kurniati Al-Achmad Lamdu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lahan parkir yang tersedia, mengidentifikasi kebutuhan satuan ruang parkir (SRP) Metode yang digunakan adalah survei lapangan melalui pencatatan langsung volume kendaraan yang keluar masuk area parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume parkir harian mencapai rata-rata 329 unit mobil dan 787 unit motor, dengan tingkat keterisian hampir 100% pada jam sibuk. Durasi parkir berkisar 4–6 jam, dan kapasitas eksisting saat ini yaitu 29 SRP untuk mobil dan 522 SRP untuk motor telah terisi penuh. Berdasarkan hasil analisis, diperlukan penambahan area parkir yang memadai agar kebutuhan parkir di lingkungan CBIM dapat terpenuhi secara optimal, aman, dan nyaman..
Edukasi kesehatan dan skrining urinalisis sebagai upaya deteksi dini gangguan ginjal dan saluran kemih pada lansia dan perempuan usia dewasa Erlinda Widyastuti; Amalia Ajrina; Anita Kurniati; Ni Nyoman Purwani; Taufiqurrahman Sidqi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3634

Abstract

Background: Chronic kidney disease and urinary tract disorders are prevalent health issues among the elderly. Limited public awareness regarding risk factors and the importance of early detection often results in new cases being identified only at advanced stages. Therefore, promotive and preventive efforts through health education and community-based screening are essential. Purpose: To increase public knowledge regarding the prevention of kidney and urinary tract disorders through early detection via urinalysis. Method: This community service activity was conducted in November 2025 with the Al Mahbub Study Group (Pandugo) in Penjaringan Sari Village, Rungkut District, Surabaya, involving 29 local residents as respondents. The activity comprised urinalysis testing, health education, and interactive discussions with a Clinical Pathology specialist. Urinalysis was performed using 10-parameter test strips covering pH, specific gravity, erythrocytes, leukocytes, bilirubin, urobilinogen, glucose, protein, nitrite, and ketones. Results: All 29 respondents, aged 37–74 years, completed the activity. Urinalysis screening data showed that the majority of respondents (55.2%) had a urine pH of 6. Most respondents tested negative for leukocytes (65.5%), erythrocytes (89.7%), protein (93.1%), glucose (96.6%), and urobilinogen (96.6%), while all respondents fell within the normal range for urine specific gravity. Additionally, all respondents tested negative for bilirubin, nitrite, and ketones. Conclusion: A simple urinalysis screening activity combined with health education can identify community members requiring further examination while raising awareness about the importance of early detection of kidney and urinary tract disorders. Urinalysis serves as an effective early detection tool for identifying at-risk individuals, providing comprehensive health insights to prevent comorbidities and facilitating referrals for further medical evaluation. Suggestion: Periodic screening and health support are needed for community members who show abnormal urinalysis results. Collaboration among educational institutions, healthcare professionals, and the community must be strengthened to support efforts in preventing kidney and urinary tract diseases within the community. Keywords: Early detection; Elderly; Health education; Health screening; Kidney disorders; Urinalysis Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik dan gangguan saluran kemih merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pentingnya deteksi dini menyebabkan banyak kasus baru teridentifikasi pada stadium lanjut. Oleh karena itu diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta skrining sederhana di masyarakat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan gangguan ginjal dan saluran kemih dengan deteksi dini melalui pemeriksaan urinalisis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada November 2025 di Kelompok Pengajian Al Mahbub (Pandugo), Kelurahan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Melibatkan 29 warga masyarakat untuk menjadi responden. Kegiatan dilakukan dengan pemeriksaan urinalisis, penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif dengan dokter spesialis Patologi Klinik. Pemeriksaan urinalisis menggunakan strip tes 10 parameter yang mencakup pH, berat jenis, eritrosit, leukosit, bilirubin, urobilinogen, glukosa, protein, nitrit, dan keton. Hasil: Seluruh responden mengikuti kegiatan hingga selesai. Kegiatan diikuti oleh sebanyak 29 responden dengan rentang usia 37-74 tahun. Sedangkan untuk data skrining urinalisis menunjukkan bahwa mayoritas nilai pH responden adalah 6 yaitu sebesar 55.2%, sebagian besar kandungan leukosit responden adalah negatif yaitu sebesar 65.5%, mayoritas kandungan eritrosit responden adalah negatif yaitu sebesar 89.7%, sebagian besar kandungan protein responden adalah negatif yaitu sebesar 93.1%, mayoritas kandungan glukosa responden adalah negatif yaitu sebesar 96.6%, sebagian besar kandungan urobilinogen adalah negatif yaitu sebesar 96.6%, dan untuk berat jenis urine responden seluruhnya dalam kategori normal. Sedangkan untuk kandungan bilirubin, kandungan nitrit dan kandungan keton pada urine responden, seluruhnya dalam kategori negatif. Simpulan: Kegiatan skrining urinalisis sederhana yang dipadukan dengan edukasi kesehatan mampu mengidentifikasi kelompok masyarakat yang memerlukan pemeriksaan lanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini gangguan ginjal dan saluran kemih. Pemeriksaan urinalisis dapat menjadi alat deteksi awal yang efektif untuk mengidentifikasi individu berisiko sehingga dapat memberikan gambaran dan informasi tentang kesehatan yang komprehensif guna mencegah munculnya penyakit penyerta serta menjadi rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saran: Perlu dilakukan kegiatan skrining secara berkala serta pendampingan kesehatan bagi masyarakat yang menunjukkan hasil urinalisis abnormal. Kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit ginjal dan saluran kemih di komunitas.