Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penolakan Mahar Pecahan Nominal Sesuai Tanggal Tertentu Di KUA Kecamatan Bojonegoro Perspektif Hukum Islam Fauziyah, Ririn; Hamdan, Ali; Khoir, Muhammad Abul
ASASI: Journal of Islamic Family Law Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi HKI IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/asasi.v4i2.491

Abstract

Dowry is a mandatory gift from a man to a woman after performing a marriage contract. The determination of dowry is often based on symbolic aspects such as adjusting the dowry to a certain nominal fraction according to the wedding date or other dates that are considered sacred. This phenomenon triggered the Marriage Registrar at the Bojonegoro Religious Affairs Office to reject the dowry on the grounds that the dowry with a certain nominal fraction contained elements of waste and futility. This attracts researchers to study and study more deeply the analysis of Islamic law on the rejection of nominal fractional dowry according to a certain date at the Bojonegoro Religious Affairs Office (KUA). The results of this study show that the reason why the Marriage Registrar (VAT) of KUA Bojonegoro refused, is because in the dowry there is a nominal fraction that has no value and has no benefit so that it seems to be symbolic. In addition, how to get the nominal denomination money by buying and selling that contains elements of usury. In addition, the acquisition of the dowry is considered difficult. The refusal made can be punished as mubah (permissible) according to Islamic Law because in its practice in the dowry there are fractions that are not valuable and useful and contain riba so that they do not meet the valid conditions for dowry that have been explained in Islamic Law.
the Pendampingan Digitalisasi Pesantren Dalam Melestarikan Khasanah Nusantara Dan Keislaman Melalui Pegon Keyboard Virtual Dan Rumah Kitabulva : Pegon Keyboard Virtual Dan Rumah Kitabulva Mamlu'ah, Aya; Rohmawati, Ulva Badi'; Fauziyah, Ririn; Jalil, Abdul
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16663

Abstract

Background: Banyaknya pesantren di Kecamatan Senori yang mempunyai peran baik di Pendidikan, sosial, budaya dan sebagainya memerlukan perhatian untuk pemeliharaan baik sarana prasarana maupun kegiatan-kegiatan yang positif yang diadakan oleh Robithah Ma’ahid Islam (RMI). Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali keterampilan digitalisasi pesantren untuk pihak pesantren yang berafiliasi Robithah Ma’ahid Islam (RMI) agar bisa mengembangkan dan meningkatkan pembelajaran sehingga mampu melestarikan khasanah Nusantara dan Keislaman. Metode: Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ABCD. Pendampingan diterapkan ke Robithah Ma’ahid Islam (RMI) dengan para pihak pesantren yang berafiliasi Robithah Ma’ahid Islam (RMI) MWC NU Kecamatan Senori yang terdapat 23 Pesantren. Peserta dalam Pendampingan digitalisasi ini ada 46 orang yang berasal dari pihak-pihak pesantren (pengasuh, Ustadz-Ustadzah dan santri). Hasil: Hasil pendampingan ini adalah oleh Robithah Ma’ahid Islam (RMI) MWC NU Kecamatan Senori dan pihak-pihak pesantren (Pengasuh, Ustadz-Ustadzah dan Santri) mengetahui tentang digitalisasi pesantren melalui pegon keyboard virtual dan rumah kitab, disamping hal tersebut Robithah Ma’ahid Islam (RMI) MWC NU Kecamatan Senori dan pihak-pihak pesantren (Pengasuh, Ustadz-Ustadzah dan Santri) juga mampu menerapkan digitalisasi pesantren melalui pegon keyboard virtual dan rumah kitab dalam melestarikan khasanah Nusantara dan Keislaman.
EFFECTIVENESS OF IMPLEMENTING MARRIAGE GUIDANCE IN REDUCE THE HIGH DIVORCE RATE DURING THE COVID-19 PANDEMIC Ririn Fauziyah; Agus Sholahudin Shidiq; Burhanatut Dyana
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v4i2.18376

Abstract

The recent COVID-19 pandemic has added to the high divorce rate. Many couples divorce because of economic factors, psychological factors, domestic violence, biology, outlook on life, and so on. The COVID-19 pandemic has changed various aspects of life, especially in family economy. The implementation of marriage guidance is considered capable of suppressing the high divorce rate during the COVID-19 pandemic, but there are also those who question its effectiveness. The descriptive method with a qualitative approach used in this study shows the fact that the implementation of marriage guidance carried out by the Office of Religious Affairs in Bojonegoro Regency has more positive impacts on prospective brides. Data collection techniques used are interviews and observation. From the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the implementation of marriage guidance with various materials on marriage, household, reproductive and family health is quite effective in suppressing the high divorce rate during the COVID-19 pandemic. Keywords: Marriage Guidance, Divorce, Covid-19 Pandemic   EFEKTIVITAS PELAKSANAAN BIMBINGAN PERKAWINAN DALAM MENEKAN TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Abstrak Masa pandemi covid-19 menambah tinggi angka perceraian yang terjadi. Banyak pasangan yang memilih melakukan perceraian karena faktor ekonomi, psikologis, biologis, KDRT, perbedaan pandangan hidup, dan sebagainya. Masa pandemi covid-19 merubah berbagai sendi kehidupan terlebih dalam hal perekonomian keluarga. Pelaksanaan bimbingan perkawinan dianggap mampu menekan tingginya angka perceraian di masa pandemi, namun ada juga yang mempertanyakan keefektivannya. Penggunaan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini menunjukkan fakta bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan di Bojonegoro oleh Kantor Urusan Agama Kabupaten Bojonegoro memberikan dampak positif bagi calon pengantin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan interview dan observasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan yang dilakukan dengan materi perkawinan, kerumah tanggaan, kesehatan reproduksi dan keluarga cukup efektiv dalam menekan tingginya angka perceraian pada masa pandemi covid-19. Kata kunci: Bimbingan Perkawinan, Perceraian, Pandemi Covid-19
Pemberdayaan Rumah Produksi Sari Kedelai Nubet Melalui Pembaharuan Kemasan: Solusi Efektif untuk Meningkatkan Produksi, Daya Saing dan Kualitas Produk Fauziyah, Ririn; Fatoni, Mohammad
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v8i1.1055

Abstract

Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Fatayat Melalui Program Usaha Mikro Untuk Mencegah Femisida Di Desa Jelu – Bojonegoro Fauziyah, Ririn; Arief Cahyono, Eko; Rara Romadona, Sefia; Baiti Qoiriah, Anisa
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v8i1.1043

Abstract

URGENSI SUNAH DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM FAUZIYAH, RIRIN
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2018): At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.874 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v7i1.619

Abstract

“Sunnah as one of the sources of Islamic law that occupies the second position after al-Qur'an, it is still a matter of disputed. The dispute stems from differences of opinion about the legal force contained in the sunnah, which includes binding and has the power to emulate or not. These differences of opinion have different legal consequences. The position and urgency of sunnah in the formation of Islamic law also did not escape from the dispute. Some scholars believe that the sunnah as the second source of law is capable of independently establishing the law, but some others assume that the sunnah is not a source of law-settlers but rather the explanation and detailing, so that anything born from sunnah has actually been covered in al-Qur'an 'an. Sunnah serves to explain and strengthen the laws that already exist in al-Qur'an. Sunnah also provides the details and interpretations of the verses of al-Qur'an that are still mujmal or global, providing limits on the things that have not been limited, giving specificity (takhsis) on the verses that are general, and provide explanations of things which is still complicated in al-Qur'an. Sunnah also serves as the forming of a new law that does not exist in al-Qur'an.”
Digitalisation of Pesantren through Pegon Keyboard Virtual and Rumah Kitab in Preserving the Archipelago's Khazanah and Islamic Studies Mamlu’ah, Aya; Rohmawati , Ulva Badi'; Nahdlatul , Ririn Fauziyah; Mahfudoh, Sitti Atiyatul
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 14 No. 1 (2025): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i1.830

Abstract

Integrating digital technology into Islamic boarding schools (pesantren) is increasingly essential to preserve and revitalise traditional Islamic education in response to modern pedagogical demands. This study employed a Research and Development (R&D) approach utilising the ADDIE model—analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation—focusing on the initial development phase. The primary objective was to design a digital learning tool that supports using the Pegon script and the broader Islamic intellectual heritage of the archipelago. Data were collected through in-depth interviews with pesantren stakeholders, including ustadz/ustadzah, students (santri), and religious institutional representatives. Feasibility assessments were conducted through expert and practitioner validation using content, language, and visual presentation questionnaires. Qualitative data were analysed through reduction, presentation, and conclusion drawing, while quantitative data were processed using eligibility percentage calculations. The results indicated that the developed virtual Pegon keyboard and rumah kitab (digital book repository) prototypes were categorised as "very feasible" based on expert evaluation. Findings suggest that the successful implementation of digital tools in pesantren requires the pedagogical readiness of educators and students and institutional policy support regarding the use of electronic devices. The digitalisation of pesantren through these applications offers a viable solution to preserving and transmitting Islamic knowledge and local cultural values in both face-to-face and online learning environments. This research contributes to the growing field of digital Islamic education by offering a contextually grounded and culturally sensitive innovation in educational technology design.
HANDBOOK KOMPETENSI PRAGMATIK BAHASA DALAM BERUMAH TANGGA: SEBUAH USAHA PREVENTIF PERCERAIAN DI KABUPATEN BOJONEGORO Giati Anisah; Ririn Fauziyah
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2025): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v15i1.18843

Abstract

Komunikasi relasional yang disfungsional menjadi faktor prediktor tertinggi perceraian di Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 2691 kasus perceraian terjadi di Bojonegoro sepanjang tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan hand book kompetensi pragmatik bahasa dalam berumah tangga sebagai usaha preventif perceraian di Kabupaten Bojonegoro. Buku yang dikembangkan akan memenuhi persyaratan dari segi materi, desain, keterbacaan, dan kepraktisan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan desain pengembangan ADDIE. ADDIE adalah model pengembangan yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu angket dan wawancara. Penelitian ini melibatkan 3 orang ahli bahasa, 3 orang konsultan pernikahan, 11 orang penyuluh, dan 120 orang calon pengantin. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Penelitian ini menghasilkan hand book kompetensi pragmatik bahasa dalam berumah tangga dan telah melalui uji ahli dan uji lapangan. Adapun hasil uji kelayakan materi yaitu 96,6%, kelayakan desain 97,1%, keterbacaan 98,3%, dan kepraktisan 94,5%. Dengan demikian, handbook panduan pragmatic bahasa dalam berumah tangga telah memenuhi syarat kelayakan dan dapat diimplementasikan. Hand book ini selain bertujuan sebagai usaha preventif perceraian di Kabupaten Bojonegoro juga dapat dijadikan suplemen dalam acara bimbingan perkawinan (Bimwin) yang dilaksanakan oleh KUA di Kabupaten Bojonegoro.
Pelatihan Qur-Any 2 Untuk Meningkatkan Kemampuan Terjemah Al-Qur’an Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 1 Ngaglik Kasiman Badi', Ulva; fauziyah, Ririn; Tawakkal, M. Iqbal
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v2i2.2371

Abstract

Al-Qur’an merupakan pedoman umat Islam yang berlaku sepanjang zaman. Maka sudah menjadi keharusan mempelajari Al-Qur’an sejak dini, baik dari baca, tulis, terjemah, dan tafsir Al-Qur’an. Banyak metode dikembangkan untuk meningkatkan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Beberapa metode dikembangkan untuk sampai pada pembelajaran terjemah Al-Qur’an. Hal ini dikarenakan untuk anak jenjang usia PAUD, SD, MI sudah dibekali dengan kemampuan baca tulis Al-Qur’an. Sedangkan untuk kemampuan terjemah Al-Qur’an masih tergolong rendah. Banyak anak yang sudah bisa baca tulis Al-Qur’an, akan tetapi untuk kemampuan menerjemahkan masih kurang. Maka pelatihan untuk terjemah ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kompetensi memahami terjemah perkata Al-Qur’an. Tujuan Pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi terjemah Al-Qur’an siswa. Metode yang digunakan adalah pendampingan pada saat pelatihan terjemah Al-Qur’an. Hasil Pelatihan siswa sangat antusias mengikuti pelatihan Qur-any 2, siswa memiliki bekal hafalan kosa-kata dasar untuk menerjemahkan Al-Qur’an. Beberapa kendala yang dihadapi yaitu waktu yang tersedia sangat terbatas. Kata Kunci: Pelatihan, Qur-any, Terjemah, Perkata, Al-Qur’an.
PEMBERDAYAAN UMKM DAN PERTANIAN MELALUI LABELISASI PEMANFAATAN ALAT PEMUPUKAN MENUJU KOPERASI DESA MERAH PUTIH DI DESA MEDIYUNAN Cindarbumi, Festian; Fauziyah, Ririn
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2025): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v4i01.5565

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman pelaku UMKM dan petani di Desa Mediyunan terkait pemanfaatan alat pemupukan yang efektif serta pentingnya labelisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan UMKM dan kelompok tani melalui penerapan labelisasi pemanfaatan alat pemupukan menuju terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah penguatan ekonomi lokal. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM dan petani Desa Mediyunan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung penggunaan alat pemupukan, pendampingan dalam pembuatan label, serta pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan alat pemupukan, pemahaman pentingnya labelisasi produk, serta terbentuknya komitmen bersama untuk membangun koperasi desa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan kapasitas UMKM dan petani dalam pengelolaan usaha sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi desa. Kata Kunci: pemberdayaan UMKM, pertanian, labelisasi, koperasi desa