Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Speech Act Analysis of Madurese Wedding Ceremony in Kalidandan Village, Pakuniran, Probolinggo Anwari, Anwari
Journal of Pragmatics Research Vol 2, No 2 (2020): Journal of Pragmatics Research
Publisher : State institute of islamic studies salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/jopr.v2i2.113-126

Abstract

Pragmatics is the study of those relations between language and context that are grammaticalized, or encoded in the structure of language. This study aims to describe kinds of speech acts especially locutionary act, illocutionary act, and the perlocutionary act of Madurese wedding ceremony in Kalidandan village, Pakuniran district, Probolinggo regency. The results of this study showed that the illocutionary act of the Madurese wedding ceremony in Kalidandan village, Pakuniran district, Probolinggo regency has various kinds of speech act, 1) direct speech act; 2) indirect speech act; 3) literal speech act; 4) non-literal speech act; 5) direct literal speech act; 6) indirect literal speech act; 7) direct non-literal speech act, and 8) indirect non-literal speech act.Keywords: Speech act, Kinds of speech act, and Madurese
Penggunaan Tingkatan Bahasa Madura dan Kaidahnya oleh Masyarakat Madura Di Probolinggo Anwari, Anwari; Eka Kurniawati
Vilvatikta: Jurnal Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/vilvatikta.v1i2.73

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan tingkat Bahasa Madura dan kaidahnya yang digunakan oleh penuturnya di Desa Kalidandan, Kec. Pakuniran, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pedekatan metode mendengarkan dan elistasi. Artinya, peneliti mendengarkan secara langsung dan mencatat penggunaan Bahasa Madura yang dituturkan oleh penuturnya. Selain itu, pengambilan data didukung oleh beberapa teknik, yaitu wawancara dan teknik rekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatan berbahasa dalam Bahasa Madura yang digunakan oleh penuturnya di Desa Kalidandan, Kec. Pakuniran, Kab. Probolinggo memiliki tiga tingkatan, yaitu 1) Enje’ Iyeh; 2) Engghi Enten; dan 3) Engghi Bhunten. Enje’ Iyeh mengacu pada bahasa yang tidak sopan dan Engghi Enten mengacu pada bahasa yang sopan. Sedangkan Engghi Bhunten mengacu pada bahasa yang sangat sopan. Secara umum, pengguaan Enje’ Iyeh digunakan oleh orang yang lebih tua umurnya pada yang lebih muda, atau juga digunakan oleh orang yang seumuran atau sebaya. Engghi Enten merupakan tingkatan kedua yang tingkatnya sudah mulai diperhalus. Tingkatan ini juga digunakan oleh anak muda, anak pada orang tuanya, menantu pada mertuanya, suami-istri, anak muda pada yang lebih tua, dan hubungan keluarga. Engghi Bhunten merupakan tingkatan ketiga yang tingkatnya sangat sopan. Engghi Bhunten digunakan anak muda pada orang yang lebih tua, khususnya orang tua dan pemimpin desa atau keagamaan yang sangat dihargai keberadaannya, seperti Tokoh Masyarakat dan Kiai. Dalam tradisi Madura, Engghi Bhunten memiliki tingkatan sama dengan Kromo Inggil dalam Bahasa Jawa. Di samping itu, Bahasa Madura memiliki kaidah yang unik dalam segi pengucapan. Salah satunya ialah 1) Bahasa Madura tidak mengenal kata ganti orang ketiga; 2) Bahasa Madura memiliki bunyi aspirat dan non-aspirat; 3) Bahasa Madura tidak mengenal morfem lepas dan terikat; 4) Setiap verba yang berakhiran fonem (-a) merupakan tensis simple future; dan 5) Setiap verba yang didahului oleh fonem (e-) merupakan kalimat pasif untuk semua subjek, baik orang pertama, kedua, maupun orang ketiga.
Self-Actualization of Tallie Jones in Danielle Steel’s Betrayal Eka Kurniawati; Anwari, Anwari; Hikmah, Uliyah; Isnina, Fathimah
Vilvatikta: Jurnal Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/vilvatikta.v2i1.239

Abstract

The aim of conducting this study is to analyze self-actualization in Danielle Steel’s Betrayal. The main character Tallie Jones fulfills her need for self-actualization. She lives in a complicated world of untrustworthy people, dishonesty, and superficial values. She is betrayed by two people she loves and trusts and wants to figure out who is stealing money from her. The source of the data was a novel entitled Betrayal written by Danielle Steel. It was published in July 2012. This study used the theory of Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs. It was arranged as follows: 1) the physiological needs, 2) the safety needs, 3) the belongingness and love needs, 4) the esteem needs, and 5) self-actualization needs. Self-actualization was the culmination of the fulfillment of human needs. In analyzing this study the writer used library research. The researchers also used a concept analysis. They related and explained the object to theories, concepts, or other relevant sources. Based on analysis, the writers obtained some significant evidences concerning self-actualization needs. Tallie Jones manages to struggle through several stages to deal with her complicated problem. She grieves and weeps. But, finally, she finds a lover and can actualize herself as an incredible woman in the world. 
Mapping Future Competencies: A Comprehensive Review of Organizational Challenges, Competencies, and Strategies to Survive and Compete in The Digital Era Anwari, Ahmad; Suzianti, Amalia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i3.14874

Abstract

Problems regarding machine damage often occur in many industries, especially the manufacturing industry, which causes large losses for companies. This is of course influenced by various factors such as engine temperatures that are too high, engine rotation that is too fast, poor engine torque values, and so on. This research aims to provide predictive analysis results regarding engine conditions that have the potential to experience damage. To achieve this goal, this research will carry out predictive maintenance analysis using a linear regression analysis approach in which two linear regression models will be carried out where the first model involves PCA preprocessing and the second model is carried out without PCA. This research will use the predictive maintenance dataset from the conference (Matzka, 2020). It is known that the MSE, RMSE, MAE, and R2 values of the two methods have the same values, namely 0.909, 0.953, 0.806, and 0.772 respectively. Based on this research, it is concluded that whether PCA is performed or not, it does not significantly affect the results of the regression analysis. This outcome can be attributed to the artificial nature of the dataset, rendering it ideal. Moreover, the retained PCA value of 98% is close to the number of attributes in the original dataset.
Representation of Morality in the KKN Film in the Dance Village Director Awi Suryadi Abun, Abun; Anwari, Anwari
Jurnal Al Nahyan Vol. 2 No. 1 (2025): Al-Nahyan : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islan STAIMAS Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jan.v2i1.193

Abstract

Film is one of the mass communication media that is often used to reflect the social life of the community. As part of the mass media, film serves as an effective communication tool. For example, the film KKN in Penari Village tells the story of six people who are carrying out KKN in a village that is quite remote. The film highlights moral conflicts, behavioral patterns, values, social and cultural influences, and ethical conflicts. This research aims to answer two main questions: (1) How are the signs of morality depicted in the film "KKN di Desa Penari"? (2) What is the meaning of the signs of morality in the film? This study uses a qualitative interpretive approach by applying a semiotic analysis method based on Ferdinand De Saussure's theory. The results of the analysis show that this film depicts various moral values, including: listening to parental advice, maintaining manners, respecting local customs and culture, helping, asking for God's help, appreciating the gifts of others, and so on. These values reflect ethical and moral principles that are important in social and spiritual life, helping individuals to live according to the values they believe in.
PENINGKATAN KESADARAN KEAMANAN DATA PRIBADI dan hukum cyber Taftazani Ghazi Pratama; Dian Rosita; Anwari Anwari; Purbowati Purbowati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2204

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bekembang saat ini dapat membantu dan menunjang aktivitas sehari-hari. Di samping itu TIK juga memiliki dampak negatif apabila disalahgunakan untuk tindakan kriminal. Tindakan kriminal yang memanfaatkan Teknologi Informasi dikenal dengan istilah Cybercrime. Untuk mengantisipasi adanya cybercrime  maka masyarakat perlu diberikan wawasan dan pengetahuan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan dalam bentuk sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan secara tatap muka dengan para peserta berasal dari Ibu-Ibu Ranting Ranting Aisiyah Kedungdowo. Tujuan dari sosialiasi ini yaitu membekali para peserta agar lebih waspada dan hati-hati terhadap cybercrime, memberikan langkah pencegahan dari cybercrime, melindungi data pribadi, dan memberikan rasa aman dengan adanya hukum cyber. Hasil evaluasi dari sosialiasi ini para peserta mendapatkan pengetahuan meningkat sebanyak 50% dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.  
Optimalisasi “Semangat KB” Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Melalui Edukasi Kesehatan Azlina, Fitri Ayatul; Apriani, Apriani; Rosa Rita, Titian Rachmawati; Rusmilawati, Nila; Sulatri, Sulatri; Aprilianti, Aprilianti; Masliana, Masliana; Musrifah, Ainun; Yunus, Muhammad; Anwari, Anwari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7419

Abstract

Program keluarga berencana merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka fertlitas guna mengupayakan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Pasangan Usia Subur (PUS) diprioritaskan untuk mendapatkan program KB tersebut. Meskipun demikian, masih banyaknya PUS yang belum memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai macam metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, serta mahasiswa kesehatan memegang peran penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PUS mengenai KB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan bagi pasangan usia subur agar memperoleh kesadaran serta pemahaman yang baik dalam menggunakan KB. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama intitusi pendidikan dengan wahana praktik mahasiswa profesi yang bertempat di Poli KIA RSUD Ratu Zalecha Martapura. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan. Sebanyak tiga pasangan usia subur yang memeriksakan kehamilannya diambil menjadi peserta kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025. Adapun tahapan-tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan dapat terlihat dari peserta kegiatan yang antusias dan interaktif saat melakukan sesi tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan ini cukup efektif dalam memberikan pemahaman bagi pasangan usia subur yang masih kebingungan menentukan metode kontrasepsi yang sesuai. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan ini memberikan pemahaman dan keterlibatan pasangan usia subur dalam menentukan metode kontrasepsi.
Banana Leaf Disease Classification Using CNN Feature Extraction and Naive Bayes Algorithm Tamam, Moh. Badri; Freitas Araujo , Januario; Anwari, Anwari
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 3 (2026): JUTIF Volume 7, Number 3, June 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.3.5645

Abstract

Banana leaf diseases such as Black Sigatoka, Cordana, and Pestalotiopsis significantly reduce productivity and require early, accurate detection to prevent severe yield losses. While Convolutional Neural Networks (CNN) have demonstrated high performance in plant disease classification, most existing approaches rely on computationally intensive end-to-end deep learning models, limiting their deployment on resource-constrained devices. This study proposes a lightweight hybrid classification framework that integrates MobileNetV2-based CNN feature extraction with a Gaussian Naive Bayes classifier. The novelty of this research lies in the systematic transformation of deep 1,280-dimensional feature representations into a probabilistic classification space, enabling competitive accuracy with substantially lower computational complexity. A balanced dataset consisting of 3,200 training images and 1,311 testing images collected from Pamekasan Regency was preprocessed through resizing, normalization, and augmentation. Experimental results show that the end-to-end CNN achieved 98.70% accuracy, while the proposed hybrid CNN–Naive Bayes model attained 95.73% accuracy with F1-scores above 0.90 across all classes. Despite not relying on backpropagation during classification, the hybrid approach maintains strong predictive performance while reducing training time and memory requirements. These findings demonstrate that integrating deep feature extraction with probabilistic learning provides an efficient and deployable solution for edge-based precision agriculture systems.