Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)

Perbedaan Hasil Mikroskopis Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Menggunakan Nacl Jenuh Dan Sodium Nitrat Metode Flotasi Nurhidayanti; Indah Sari
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 2 No 2 (2024): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v2i2.55

Abstract

Latar belakang : Kasus kecacingan pada anak-anak lebih sering terinfeksi oleh cacing Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu A. lumbricoides, T. trichiura, dan Hookworm. Infeksi STH ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Pemeriksaan telur cacing menggunakan NaCl jenuh merupakan gold standar, sedangkan sodium nitrat merupakan strategi diagnostik alternatif. Pemeriksaan telur cacing menggunakan sodium nitrat sebagai alternatif dikarenakan pada NaCl jenuh lebih cocok dipakai feses yang mengandung sedikit telur cacing. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan hasil mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH menggunakan NaCl jenuh dan sodium nitrat metode flotasi. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional menggunakan rancangan Post-test Only Control Grup Design. Teknik sampling adalah Purposive sampling pada anak-anak di Lorong Sepakat Jaya 1, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang. Hasil : Hasil penilaian kualitas sangat baik pada NaCl jenuh 9 sediaan dari 10 preparat yang positif STH (90%), sedangkan pada sodium nitrat didapatkan hasil sangat baik 7 sediaan dari 10 preparat yang positif STH (70%). Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH menggunakan NaCl jenuh dan sodium nitrat metode flotasi dengan hasil yang didapatkan (ρ≥0,141) yang artinya tidak ada perbedaan. Simpulan : Larutan sodium nitrat dapat direkomendasikan sebagai larutan alternatif pada pemeriksaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH metode flotasi.
Perbandingan Jumlah Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Menggunakan Metode Kato Katz Pada Sampel Segera Dan Penundaan Selama 24 Jam Nurhidayanti; Faranissa Dzulliya Syafitri; Indah Sari
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 3 No 2 (2025): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v3i2.74

Abstract

Infeksi STH menyerang masyarakat degan akses buruk untuk mendapatkan air bersih, sanitasi dan kebersihan di daerah tropis dan subtropis. Pemeriksaan feses dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu, makroskopis dan mikroskopis. Pemeriksaan makroskopis dilakukan untuk melihat warna, konsistensi, jumlah, bentuk, bau dan ada tidaknya mukus. Sedangkan pemeriksaan mikroskopis meliputi dua yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pemeriksaan kualitatif yang biasa dilakukan ada berbagai cara seperti pemeriksaan langsung (Direct slide) metode flotasi pengapungan, metode selotip, teknik sediaan tebal, dan metode sedimentasi. Pada pemeriksaan kuantitatif yang sering digunakan yaitu metode Stoll dan metode Kato Katz. Metode yang akan menentukan derajat infeksi kecacingan. Pemeriksaan feses yang baik adalah pemeriksaan dengan waktu 1-4 jam atau 0 hari dengan menggunakan metode secara langsung untuk mendapatkan hasil yang reserpatif, jika terdapat penundaan pemeriksaan karena suatu kondisi sampel dapat disimpan sampai waktu seminggu dengan menggunakan suhu sesuai standard SOP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah telur cacing menggunakan metode kato katz pada sampel segera diperiksa dan penundaan selama 24 jam. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan posttest only group, sampel yang digunakan sebanyak 29 sampel yang didapatkan di alamat Karya Jaya Palembang. Hasil penellitian dilakukan pengujian dengan aplikasi spssyaitu uji wilcoxon yyang didapatkan nilai p= 0,026. Kesimpulan yang didapatkan terdapat perbedaan hasil mikroskopis perbandingan jumlah telur cacing soil transm