Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KHIDMAT SOSIAL

MENINGKATKAN KEPEDULIAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Fitri Nurfajriani, Naila; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental pada remaja adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan dapat berdampak jangka panjang pada kesejahteraan individu serta masyarakat. Akan tetapi, perhatian terhadap masalah kesehatan mental di kalangan remaja umumnya rendah, ditunjukkan oleh minimnya pengetahuan, adanya stigma, serta kesulitan dalam memperoleh bantuan. Artikel konseptual ini bertujuan menganalisis serta mensintesis berbagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental di kalangan remaja. Melalui telaah literatur yang mendalam mengenai penelitian, laporan, dan panduan praktik terbaik, artikel ini menyoroti lima pilar utama dalam peningkatan kepedulian: pendidikan dan peningkatan kesadaran, pembentukan lingkungan yang mendukung, memfasilitasi komunikasi terbuka, mengurangi stigma, serta meningkatkan akses menuju layanan kesehatan mental. Pembahasan menekankan signifikansi penerapan strategi-strategi ini secara terpadu dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti keluarga, sekolah, teman-teman, dan lingkungan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa usaha yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran akan memberikan kontribusi besar terhadap deteksi awal, intervensi yang tepat, dan pada akhirnya, peningkatan kualitas hidup anak muda.
MENGHADAPI GELOMBANG KEDUA KRISIS KESEHATAN MENTAL SETELAH PANDEMI USAI Salsabila Bilqis, Nisrina; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan dan mendalam terhadap kesehatan mental masyarakat global. Meskipun fase akut pandemi dengan pembatasan ketat telah mereda, kini dunia menghadapi "gelombang kedua" krisis kesehatan mental yang lebih luas, kompleks, dan berkelanjutan. Abstrak ini menguraikan tantangan dan dampak psikologis jangka panjang yang ditimbulkan oleh pandemi yang berkepanjangan, termasuk peningkatan prevalensi gangguan depresi dan kecemasan. Analisis ini akan mengeksplorasi secara mendalam berbagai faktor yang berkontribusi terhadap krisis kesehatan mental pasca- pandemi. Faktor-faktor tersebut meliputi isolasi sosial berkepanjangan yang memicu rasa kesepian dan keterasingan, ketidakpastian ekonomi yang berdampak pada stres finansial dan kekhawatiran akan masa depan, serta kehilangan orang terkasih yang menimbulkan duka mendalam dan trauma emosional. Selain itu, perubahan drastis dalam rutinitas sehari-hari, ketidakpastian global yang berkelanjutan, dan stres akibat trauma kolektif juga menjadi pemicu utama peningkatan masalah kesehatan mental. Abstrak ini juga akan menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan mental pasca-pandemi, dan intervensi yang efektif untuk mencegah memburuknya kondisi. Upaya kolaboratif yang kuat dan terkoordinasi dari berbagai pihak sangat krusial. Keterlibatan aktif pemerintah dalam menyediakan dukungan kebijakan dan sumber daya, peran vital profesional kesehatan mental dalam memberikan layanan dan terapi, kontribusi komunitas dalam membangun jaringan dukungan sosial, serta kesadaran dan inisiatif individu dalam mencari bantuan dan menjaga kesehatan mental diri sendiri, semuanya menjadi elemen kunci dalam membangun ketahanan mental kolektif. Tujuan utama dari abstrak ini adalah untuk menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mengatasi tantangan kesehatan mental yang kompleks ini. Hanya dengan upaya bersama dan strategi yang terencana dengan baik, masyarakat global dapat berupaya mencapai pemulihan dan memastikan kesejahteraan psikologis jangka panjang pasca-pandemi.
RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM Fadilah Taufik, Fachri; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jks.v6i1.27978

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) sering kali mengalami proses peradilan yang berorientasi pada hukuman tanpa mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, serta hak anak. Sistem peradilan pidana konvensional yang menitikberatkan pada penghukuman cenderung memberikan stigma negatif, menghambat reintegrasi sosial, serta meningkatkan risiko residivisme. Dalam konteks ini, pendekatan restorative justice hadir sebagai alternatif yang lebih humanis, berfokus pada pemulihan hubungan antara korban, pelaku, dan masyarakat melalui mediasi, dialog, serta penyelesaian berbasis keadilan restoratif. Pendekatan ini menekankan tanggung jawab pelaku tanpa harus melalui proses peradilan yang berpotensi merugikan perkembangan anak. Tulisan ini mengkaji efektivitas penerapan restorative justice dalam menangani ABH di Indonesia melalui metode studi literatur dengan menelaah regulasi, kebijakan, serta praktik yang telah diterapkan di berbagai daerah. Kajian menunjukkan bahwa restorative justice lebih berorientasi pada rehabilitasi dibandingkan pendekatan retributif. Selain itu, pendekatan ini dapat mengurangi tingkat residivisme, memperkuat peran keluarga, serta meningkatkan keterlibatan komunitas dalam mendukung pemulihan dan reintegrasi ABH. Namun, tantangan seperti keterbatasan pemahaman aparat penegak hukum, ketidakkonsistenan implementasi, serta kurangnya dukungan sumber daya masih menjadi kendala utama. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap konsep ini juga menjadi penghambat. Jika tidak diterapkan secara optimal, tujuan utama untuk melindungi dan merehabilitasi ABH sulit tercapai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat, serta sosialisasi yang lebih luas agar pendekatan ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.