Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Applying Green Social Work in Program Keluarga Harapan: Towards Sustainable Family Food Security Gunawan, Pristhalia Vernanda; Nastia, Gina Indah Permata
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): February 2026
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.20918

Abstract

The Green Social Work (GSW) approach is a social work approach that integrates environmental and social issues. This trend offers solutions to address the challenges of poverty and environmental crises simultaneously. PKH is one of the government's flagship programs in eradicating poverty, combined with increasing the capacity of PKH Beneficiary Families (KPM) through local economic empowerment, which has begun to promote the environmental concept as a solution to increase family food security. This study aims to analyze the implementation of the GSW approach in the practice of PKH assistance and its contribution to family food security in Dlanggu District, Mojokerto Regency. This study used a qualitative descriptive method. The results showed that the majority of assistance activities have focused on environmentally based activities such as utilizing gardens or empty yards to grow various types of vegetables, managing recycled waste to make compost, and family farming education. These activities encourage increased family food availability and awareness of the importance of environmental sustainability. However, the implementation of GSW in PKH assistance still faces several challenges, including limited capacity of PKH assistants, lack of participation of KPM PKH, and less than optimal awareness of KPM PKH regarding the utilization and management of local food resources. Therefore, strengthening the capacity of PKH assistants, cross-sector collaboration, and increasing the knowledge and skills of KPM PKH regarding family food security are key to the successful implementation of GSW in PKH assistance practices.
PENTINGNYA PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK DI TENGAH KONFLIK KELUARGA Salsabila, Ghaniyya Putri; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8215

Abstract

ABSTRACT This study examines the crucial role of parental understanding in maintaining children’s mental health amid increasing family conflicts caused by economic pressure, social factors, and cultural changes in Indonesia. The study aims to analyze the impact of family conflict on children’s mental health, including anxiety, depression, and other emotional disorders, as well as to explore the application of democratic parenting as a preventive strategy. A qualitative descriptive approach was employed through a literature review of 20 scientific articles published between 2020 and 2025, using thematic analysis to identify the main themes. The findings indicate that family conflict, such as divorce or unhealthy parenting practices, exacerbates children’s psychological conditions. Conversely, warm and balanced democratic parenting enhances parental awareness of children’s emotional needs. Legal and religious support further strengthens the effectiveness of such interventions. This study concludes that enhancing parental understanding through education and effective communication is a strategic step to prevent the long-term negative effects of family conflict on children’s psychological well-being. ABSTRAK Penelitian ini membahas peran penting pemahaman orang tua dalam menjaga kesehatan mental anak di tengah meningkatnya konflik keluarga yang disebabkan oleh tekanan ekonomi, faktor sosial, dan perubahan nilai budaya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak konflik keluarga terhadap kesehatan mental anak yang meliputi kecemasan, depresi, dan gangguan emosional lainnya, serta menelaah penerapan pola asuh demokratis sebagai strategi pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tinjauan literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020-2025, dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik keluarga, seperti perceraian atau pola asuh yang tidak sehat, memperburuk kondisi psikologis anak. Sebaliknya, pola asuh demokratis yang hangat dan seimbang terbukti meningkatkan kesadaran orang tua terhadap kebutuhan emosional anak. Dukungan dari aspek hukum dan keagamaan juga memperkuat efektivitas intevensi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pemahaman orang tua melalui pendidikan dan komunikasi yang efektif merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak jangka panjang konflik keluarga terhadap kesejahteraan psikologis anak.
Keterlibatan Orang Tua dalam Mendukung Proses Pendidikan dan Perkembangan Anak Wahyudi, Haura Adzkia Yumna; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan dan perkembangan anak, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi, serta menganalisis dampaknya terhadap aspek akademik dan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai jurnal nasional terindeks SINTA periode 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tampak melalui komunikasi rutin dengan sekolah, pendampingan belajar di rumah, serta pemberian dukungan moral dan emosional. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan terbukti menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak. Kesimpulannya, keterlibatan aktif orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta mendukung perkembangan akademik dan karakter anak secara optimal.
Peningkatan Keterampilan Kader dalam Edukasi Ketahanan Keluarga di Era Society 5.0: Implementasi di Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung Nastia, Gina Indah Permata; Nurfadhilah, Dila Siti; Yudhakusuma, Dudi; Syaefulloh, Iqbal; Naufal, Raihan Firdaus; Sukmana, Raden; Nurfadila, Nurfadila
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1242

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK di Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dalam memberikan edukasi ketahanan keluarga di era Society 5.0. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya literasi digital kader, minimnya variasi media edukasi, dan belum optimalnya penerapan strategi komunikasi persuasif dalam penyuluhan keluarga. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan teknik komunikasi persuasif, pelatihan pemanfaatan teknologi, pembuatan media digital berbasis Canva, pendampingan penggunaan platform FamCare, serta simulasi penyuluhan langsung kepada pasangan muda. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terutama dalam pemanfaatan teknologi sebagai media penyampaian edukasi keluarga. Selain itu, kader mampu memproduksi media edukasi digital secara mandiri dan menyampaikan simulasi penyuluhan berbasis digital. Program ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kader sebagai agen perubahan di masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk pemberdayaan keluarga. Adapun keberlanjutan program diarahkan melalui monitoring, evaluasi, pembaruan konten digital, pelatihan ulang, dan perluasan jejaring kemitraan. Model pelatihan berbasis teknologi ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai strategi adaptif untuk meningkatkan ketahanan keluarga di era Society 5.0.
Dampak Stigmatisasi Sosial Terhadap Kondisi Psikologis Anak Berhadapan Dengan Hukum Rahman, Dhea Febria; Nastia, Gina Indah Permata
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2026): 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.292-296

Abstract

Stigmatisasi sosial terhadap anak berhadapan dengan hukum mengancam kesehatan mental mereka dalam sistem peradilan pidana anak Indonesia yang menganut restorative justice berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian menggunakan systematic literature review terhadap jurnal terindeks (2021-2026) dan analisis konten kualitatif terhadap 100 postingan media sosial kasus Jawa Barat (2023-2025). Penelitian ini mengidentifikasi pola stigmatisasi digital, menganalisis dampaknya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Temuan menunjukkan ketidakefektifan Pasal 29 undang-undang tersebut dalam melindungi identitas anak dari cyberstigma yang memicu depresi dan kecemasan, dengan paparan online sebagai moderator utama gangguan psikologis. Penelitian menghasilkan model intervensi hukum-psikologis berbasis komunitas untuk reintegrasi sosial hingga 2030.