Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : tampiasih

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Traditional Masasse untuk Mengatasi Myalgia pada Masyarakat di Dusun Wanath Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Endah Fitriasari; Muhammad Taufan Umasugi
JURNAL TAMPIASIH Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Beakang: Nyeri otot atau nyeri otot yang biasa dikenal dengan nyeri otot, atau spasme otot atau spasme otot muncul akibat penggunaan otot yang berlebihan. Apa yang kita kenal sebagai Masasse tradisional atau pengobatan tradisional dengan pijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan masasse tradisional untuk mengatasi nyeri otot. Metode: Dalam penelitian ini, kami menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Survei tersebut memiliki 112 responden. Metode pengumpulan dan analisis data menggunakan kuisioner adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rho Spearman. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi Rho Spearmen menunjukkan adanya hubungan antara faktor budaya dengan seleksi masasse tradisional (r=0,259, p<0,006), tidak ada hubungan antara faktor ekonomi dengan pemilihan traditional masasse (r=0,024, p>0,798), dan antara faktor sosial dengan seleksi masasse tradisional (r=0,397, p< 0,001). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, ditunjukkan bahwa faktor pemilihan masasse tradisional untuk mengatasi nyeri otot untuk menjalin hubungan adalah faktor budaya dan sosial.
Efektivitas Role Play untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Prosedur Penyelamatan Dasar Masyarakat Pesisir dalam Merespon Korban Tenggelam Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JURNAL TAMPIASIH Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemberian penyuluhan tentang prosedur penyelamatan korban tenggelam melalui permainan peran tentang prosedur penyelamatan korban tenggelam di daerah pesisir pantai yang merupakan tempat pertama kali korban tenggelam diselamatkan sangat diperlukan karena pemahaman tentang prosedur penyelamatan korban tenggelam sangat diperlukan dalam penanganan korban tenggelam dan untuk mencegah terjadinya kesalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan korban tenggelam di daerah pesisir pantai dengan memberikan penyuluhan prosedur penyelamatan korban tenggelam melalui role play. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain one-arm pre-test-post-test design. Sampel terdiri dari 30 anggota masyarakat umum yang dipilih secara acak yang tinggal di daerah pesisir. Instrumen yang digunakan adalah presentasi Power Point yang berisi kuesioner, handout, dan materi penyelamatan dasar. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample T-test pada tingkat signifikansi (0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa metode role play efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir tentang cara penanganan korban tenggelam. Kesimpulan: Metode role play efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang prosedur penyelamatan jiwa dasar dalam penanganan korban tenggelam pada masyarakat pesisir.
Efektivitas Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS) dalam Meningkatkan Keterampilan Kader Kesehatan dalam Penanganan Korban Tenggelam Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JURNAL TAMPIASIH Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Insiden tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat. Kader kesehatan di wilayah ini memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama, namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan menjadi hambatan utama dalam penanganan korban tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS) dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam menangani situasi darurat tenggelam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sampel penelitian terdiri dari 30 kader kesehatan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan BLS. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan kombinasi antara teori dan praktik, termasuk simulasi teknik resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan korban tenggelam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan setelah pelatihan, dengan skor post-test rata-rata meningkat sebesar 40% dibandingkan dengan pre-test. Nilai p sebesar 0,0004 mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Pelatihan BLS terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat dalam penanganan korban tenggelam. Namun, penelitian ini juga menyoroti perlunya perpanjangan durasi pelatihan dan pelatihan ulang secara berkala untuk menjaga keterampilan tetap tajam dan responsif terhadap situasi darurat.