Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahaun dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri Kelas X SMA Negeri 4 Palangka Raya: The Correlation Level of Knowledge and Behavior of Breast Self Examination (BREAST) Inyouth Women Grade X SMA Negeri 4 Palangka Raya Saidah, Saidah; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7757

Abstract

Pada masa ini sangatlah penting bagi remaja untuk mengetahui sejak dini arti penting dan manfaat tentang SADARI. Masalah apabila remaja putri belum mengetahui apa itu SADARI dikarenakan banyaknya penderita kanker payudara ditemukan pada usia muda bahkan tidak sedikit remaja putri usia delapan belas tahun menderita tumor di payudara dimana tumor akan berpotensi menjadi kanker apabila tidak terdeteksi lebih awal. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara wanita ditemukan oleh penderita sendiri. Oleh karena itu, perlu deteksi dini kanker payudara. Untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri SADARI pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 72 responden, yaitu siswi kelas X SMAN 4 Palangka Raya pada 8-29 Juni 2023, Data penelitian ini menggunakan Data Primer dengan Metode google form yang menggunakan Analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil uji chi square ( p value = 0,134 > α 0,05 ), yaitu artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan perilaku SADARI. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan perilaku SADARI. Saran yang diberikan yaitu untuk melakukan pendidikan kesehatan secara rutin agar dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja putri mengenai SADARI.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Ibu Tentang Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut: The Correlation of Knowledge and Mother’s Behavior About Diarrhea og Toddlers in the Working Area of Pahandut Health Center Sandy, Anggy Artea; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8947

Abstract

Diare merupakan kehilangan cairan tubuh dalam 24 jam dengan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari, faktor penyeb kejadian diare pada anak di karenakan Saat anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan orang tua mereka pastinya akan kontak langsung dengan tanah dan kebiasaan balita memasukan tangan kedalam mulut, kebiasaan balita tidak cuci tangan ini beresiko, karena menempelnya bakteri dan kuman ditangan yang masuk melalui mulut.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu tentang diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Metode penelitian yang digunakan adalah accidental sampling. Desain penelitian ini mengunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Sampel penelitian sebanyak 55 ibu yang berkunjung ke Puskesmas Pahandut. Data penelitian ini di ambil dengan menggunakan kuesioner setelah di tabulasi data di analisis secara univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian nilai signifikasi P-value = 0,044 < α = 0,05, ada hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu tentang diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Kesimpulan penelitian semakin baik pengetahuan ibu maka akan lebih baik juga perilaku dalam pencegahan diare pada anak, dari hasil observasi bahwa masih banyak ibu yang berpengatahuan kurang tetapi ibu memiliki perilaku yang baik karena ibu memiliki pengelaman dalam menangani anak yang mengalami diare juga bisa mendapatkan informasi dari media masa, media cetak dan telepon gengam.
Hubungan Dukungan Suami dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Pukesmas Marina Permai Kota Palangka Raya: The Correlation of Husbans’ Support With the Use of Contraseption Among Couples of Fertilizing Age in the Working Area of the Marina Permai Health Center Rahman, Rezal Fatur; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9023

Abstract

Kurangnya dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur meliputi beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan dan pengetahuan menjadi faktor penyebab rendahnya partisipasi suami dalam program KB. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur melalui kuisioner. Desain penelitian yang digunakan adalah metode Analitik. Jenis metode sampling yang di gunakan yaitu Accidental sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 63 responden yaitu pasangan usia subur yang berada di wilayah kerja Puskesmas Marina Permai. sumber data penelitian ini menggunakan lembar kuisioner, kemudian ditabulasi data dan dianalisis menggunakan analisis uji Chi Square dibantu dengan menggunakan spss. Hasil penelitian ini menunjukkan uji statistik chi square diperoleh nilai p = 0,001 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Marina Permai. Dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi sangat diperlukan istri merasa tenang dan nyaman karena diberikan izin menggunakan alat kontrasepsi dengan dukungan dari suaminya, perpaduan informasi, pengetahuan dan dukungan suami akan terbukti efektif bagi kedua pasangan penggunaan alat kontrasepsi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kelengkapan Pemberian Imunisasi pada Baduta di Wilayah Kerja Pukesmas Menteng: The Correlation Between Mother’s Knowledge About Complete Basic Immunization and the Completeness of Immunization Provision Immunization in Baduta (Under-Five Years Old Children) in the Working Area of the Menteng Health Center Aprilianto, Kalsima; Frisilia, Melisa; Ovany, Riska
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9036

Abstract

Imunisasi dasar merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan secara aktif terhadap suatu penyakit tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga masyarakat, dan komunitas atau yang disebut dengan herd immunity. Dari data pelayanan kesehatan Puskesmas Menteng tahun 2020 cakupan (Universal Child Imunnization) UCI sebesar 57% dan cakupan pelayanan UCI 2021 sebesar 43,6% angka ini masih dibawah target nasional yaitu 95% dan UCI Kelurahan 80%. Hal ini menunjukan cakupan pelayanan imunisasi masih belum mencapai target. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Menteng. Metode Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 64 responden yaitu ibu yang memiliki bayi usia ≥0-24 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Menteng. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner setelah ditabulasi dan dianalisis secara univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan chi-square dibantu dengan computer. Hasil penelitian nilai signifikan p-value = 0,005 ≤ α (0,05) disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Menteng.Kesimpulan penelitian ini semakin tinggi pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar, maka semakin besar potensi bagi bayinya untuk menerima imunisasi dasar yang lengkap. Pengetahuan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar maka ia akan melengkapi imunisasi bayinya sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Rancang Bangun Pemanggang Daging Ayam Dari Drum Bekas Dalam Upaya Pengurangan Limbah Keras Anorganik Perkasa, Petrisly; Siswandi, Galfri; Wiyogo, Wiyogo; Ovany, Riska; Prayoga, Aldi Wira; Nugroho, Septian Aji
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v4i2.4563

Abstract

Masalah lingkungan pada desa mitra ketika dilakukan observasi adalah banyaknya drum bekas penyimpanan solar yang tidak terpakai. Selain itu kurangnya pengetahuan mitra dalam mengolah makanan berbahan baku daging ayam yang cepat dan menyehatkan untuk disajikan ke konsumen. Topik yang dipilih adalah pengelolaan limbah dari drum bekas agar memiliki nilai jual. Pengolahan drum bekas ini melalui metode difusi ipteks sebagai solusi yang diberikan ke mitra untuk menggiatkan kembali usaha masyarakat desa. Kegiatan ini menghasilkan produk yang langsung dapat digunakan dan digandakan secara mandiri. Rancang bangun alat pemanggang dari drum bekas ini juga upaya dalam mengurangi sampah anorganik yang tentunya bisa membantu menyelamatkan lingkungan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengelolaan usaha berbasis sumber daya. Objek mitra yakni usaha kecil katering rumahan di desa Tumbang Terusan, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil ujicoba didapat daging ayam ketika dipanggang lebih empuk, tidak gosong, menyehatkan dan lebih cepat masak. Metode memanggang secara konvesional membutuhkan waktu lebih dari satu jam sedangkan dengan drum bekas ini hanya 30 menit.
EFEKTIVITAS SENAM B-FIT TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA ASN PELAKSANA DI KANTOR DP3AP2KB KABUPATEN KATINGAN Kusuma, Berry Sanjaya; Baringbing, Eva Prilelli; Ovany, Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7497

Abstract

Many office workers, including civil servants (ASN) at Katingan Regency Office of Women's Empowerment, Child Protection, and Population Control and Family Planning (DP3AP2KB), experience back pain caused by sitting all day at the computer desk. B-Fit exercises at work, initiated by the Indonesian Ministry of Health, are an easy and time-consuming form of stretching and are considered effective in addressing back pain among ASN employees. To analyze the effectiveness of B-Fit exercises on back pain among ASN at Katingan Regency Office of DP3AP2KB. An experimental research using a quantitative pre-post experimental design. A sample of 43 individuals was selected using total sampling. The data were collected by using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The statistical test results obtained a p-value (0.000) with p < 0.05, thus Ha was accepted, indicating that there was an effect between the effectiveness of B-Fit Exercises on back pain complaints among Civil Servants (ASN) at the DP3AP2KB Office in Katingan Regency. B-Fit exercises, when performed correctly, have been proven to be effective in addressing back pain complaints among Civil Servants (ASN) at the DP3AP2KB Office in Katingan Regency, and can therefore be used as a preventative measure to reduce severity. It is hoped that Civil Servants (ASN) will perform B-Fit Exercises regularly to obtain optimal benefits. ABSTRAKKeluhan nyeri punggung yang disebabkan duduk seharian di depan meja komputer dialami banyak pekerja kantoran termasuk ASN Pelaksana di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Katingan. Senam B-Fit di tempat kerja yang digagas oleh Kemenkes RI merupakan bentuk peregangan yang mudah, tidak menyita waktu untuk dilaksanakan dinilai memiliki efektifitas untuk mengatasi keluhan nyeri punggung yang dialami ASN Pelaksana. Menganalisis pengaruh efektifitas senam B-Fit terhadap keluhan nyeri punggung ASN Pelaksana di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Katingan. Study eksperimental desain penelitian kuantitatif pre post experimental design. Sampel 43 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value (0,000) dengan p < 0,05 maka Ha diterima yaitu ada pengaruh antara efektifitas Senam B-Fit terhadap keluhan nyeri punggung ASN Pelaksana di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Katingan. Senam B-fit jika dilakukan dengan benar terbukti memiliki efektifitas yang baik dalam mengatasi keluhan nyeri punggung ASN Pelaksana di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Katingan sehingga dapat dijadikan tindakan pencegahan dari keparahan. Diharapkan ASN Pelaksana dapat melakukan Senam B-Fit secara rutin sehingga memperoleh manfaat yang optimal.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DI RT XII KELURAHAN KASONGAN LAMA KECAMATAN KATINGAN HILIR Nurdiansyah, Nurdiansyah; Baringbing, Eva Prilieli; Ovany , Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7499

Abstract

This study originates from the condition in RT XII, Kasongan Lama Village, Katingan Hilir District, where most households already own family latrines, yet open defecation practices are still observed. This situation indicates that the availability of sanitation facilities does not automatically translate into proper utilization. The underlying causes are presumed to include cultural influences, long-standing habitual practices, and the community’s low awareness of the importance of safe sanitation. The research aimed to analyze the factors influencing the utilization of household latrines among residents in the area. This study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 63 household heads selected using the accidental sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables. The results revealed that 82.5% of respondents had not optimally utilized their household latrines. There were significant relationships between latrine utilization and knowledge level (p = 0.004), availability of facilities (p = 0.009), socio-cultural factors (p = 0.007), and the role of health workers (p = 0.008). In contrast, income level (p = 0.502) and the role of community leaders (p = 1.000) were not significantly related to latrine utilization. These findings suggest that latrine utilization behavior is not solely determined by economic factors but is strongly influenced by knowledge, socio-cultural norms, and the active involvement of health personnel in providing education and guidance. Therefore, it is recommended to strengthen community-based sanitation education programs and enhance the role of health cadres and field officers in promoting healthy and sustainable sanitation behaviors. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari kondisi di RT XII Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, di mana sebagian besar rumah tangga sebenarnya telah memiliki jamban keluarga, namun praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih ditemukan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sarana sanitasi belum otomatis diikuti dengan perilaku pemanfaatan yang baik. Faktor penyebabnya diduga berkaitan dengan pengaruh budaya setempat, kebiasaan yang telah mengakar secara turun-temurun, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan jamban keluarga oleh masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 kepala keluarga (KK) yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (82,5%) belum memanfaatkan jamban keluarga secara optimal. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan jamban dengan tingkat pengetahuan (p = 0,004), sarana atau fasilitas pendukung (p = 0,009), faktor sosial budaya (p = 0,007), dan peran petugas kesehatan (p = 0,008). Sebaliknya, pendapatan (p = 0,502) dan peran tokoh masyarakat (p = 1,000) tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku pemanfaatan jamban. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku pemanfaatan jamban tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kebiasaan sosial, serta keterlibatan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan program edukasi sanitasi berbasis masyarakat dan peningkatan peran petugas lapangan serta kader kesehatan dalam upaya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR VASEKTOMI DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA Marvianae, Melsa; Baringbing, Eva Prilelli; Ovany, Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7500

Abstract

The Family Planning Program is one of the government's efforts to suppress the rate of population growth in Indonesia. One of the contraceptive methods provided in this program is vasectomy, which is a long-term contraceptive method for men that is permanent. Although this method has a high level of effectiveness and a relatively low risk of side effects, the participation rate of men in the vasectomy program is still low, the majority of family planning participants are still dominated by women. The low interest of men to become vasectomy acceptors causes inequality in the role of birth control and can burden women physically and psychologically. This research is to find out the factors that affect the low interest of vasectomy acceptors in Jekan Raya District, Palangka Raya. Analytical survey with a cross sectional approach. The sampling technique was Accindental Sampling for 99 Respondents. The analysis carried out was univariate and bivariate analysis with Chi-Square statistical test. The research showed that there was an influence of age factors (?=0.000), education (?=0.000), knowledge (?=0.000), attitude (?= 0.004), wife's support (?=0.020), source of information (?= 0.000) on the husband's interest in becoming a vasectomy acceptor. There was an influence between factors of age, education, knowledge, attitude, wife's support and sources of information on the husband's low interest in becoming a vasectomy acceptor. The efforts to increase education and disseminate information that were right on target to increase men's participation in family planning programs through the vasectomy method. It is recommended to health workers and related parties to increase education about vasectomy to men of childbearing age. Clear, easy-to-understand, and targeted information was expected to increase men's understanding and interest in participating on family planning program in a balanced manner with women. ABSTRAKProgram Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Salah satu metode kontrasepsi yang disediakan dalam program ini adalah vasektomi, yaitu metode kontrasepsi jangka panjang untuk pria yang bersifat permanen. Meskipun metode ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan risiko efek samping yang relatif rendah, tingkat partisipasi pria dalam program vasektomi masih rendah, mayoritas peserta KB masih didominasi oleh perempuan. Rendahnya minat pria untuk menjadi akseptor vasektomi menimbulkan ketimpangan peran dalam pengendalian kelahiran dan dapat membebani pihak perempuan secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat akseptor vasektomi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel adalah Accindental Sampling sebanyak 99 Responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor umur (?=0,000), pendidikan (?=0,000), pengetahuan (?=0,000), sikap (?= 0,004), dukungan istri (?=0,020), sumber informasi (?= 0,000) terhadap minat suami menjadi akseptor vasektomi. Ada pengaruh antara faktor umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan istri dan sumber informasi terhadap rendahnya minat suami menjadi akseptor vasektomi. Upaya peningkatan edukasi dan penyebaran informasi yang tepat sasaran guna meningkatkan partisipasi pria dalam program KB melalui metode vasektomi. Disarankan kepada tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk meningkatkan edukasi mengenai vasektomi kepada pria usia subur. Informasi yang jelas, mudah dipahami, dan tepat sasaran diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta minat pria dalam berpartisipasi pada program KB secara seimbang dengan perempuan.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PUS DI UPT PUSKESMAS KASONGAN II Sustiana, Henny; Baringbing, Eva Prilelli; Ovany , Riska
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7598

Abstract

The Family Planning (FP) program serves as a governmental initiative designed to manage population growth while enhancing family welfare. Couples of Reproductive Age (CRA) are one of its primary focus groups, representing individuals within the fertile age range. Despite ongoing efforts, contraceptive utilization among CRA in the working area of Kasongan II Community Health Center, Katingan Regency, remains limited. This issue is closely linked to the level of knowledge and personal attitudes toward contraceptive methods. Insufficient information and unfavorable perceptions often lead to myths, anxiety, and misconceptions regarding side effects, thereby reducing participation in the FP program. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and attitudes toward contraceptive use among CRA. A quantitative method with a cross-sectional design was applied, involving 93 female respondents selected through accidental sampling. Data were obtained using structured questionnaires and analyzed through univariate and bivariate tests using the Fisher Exact Test. The findings revealed that 51.6% of respondents possessed good knowledge and 75.3% displayed positive attitudes toward contraception, while 76.3% reported using contraceptive methods. Statistical results indicated a significant correlation between knowledge and contraceptive use (p = 0.000), as well as between attitude and contraceptive use (p = 0.000). It can be concluded that both knowledge and attitudes significantly influence contraceptive practices among CRA in the Kasongan II Health Center area. Health professionals are advised to strengthen educational outreach and promotional activities through various media and interpersonal communication to enhance community involvement in family planning initiatives. ABSTRAKProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus memperbaiki kesejahteraan keluarga. Salah satu kelompok utama yang menjadi sasaran adalah Pasangan Usia Subur (PUS), yaitu pasangan dalam rentang usia reproduktif. Namun, tingkat pemakaian alat kontrasepsi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kasongan II Kabupaten Katingan masih tergolong rendah. Kondisi ini erat kaitannya dengan tingkat pengetahuan dan sikap individu terhadap kontrasepsi. Kurangnya informasi serta persepsi negatif terhadap alat kontrasepsi sering memunculkan mitos, kekhawatiran, dan kesalahpahaman tentang efek sampingnya, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi dalam program KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada PUS. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 93 orang ibu PUS yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,6%) dan sikap positif (75,3%) terhadap kontrasepsi, serta 76,3% responden diketahui menggunakan alat kontrasepsi. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan penggunaan alat kontrasepsi (p = 0,000) dan antara sikap dengan penggunaan alat kontrasepsi (p = 0,000). Kesimpulannya, pengetahuan dan sikap memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan alat kontrasepsi pada PUS di wilayah kerja UPT Puskesmas Kasongan II Kabupaten Katingan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas kegiatan edukasi dan promosi melalui media massa serta pendekatan langsung kepada masyarakat guna meningkatkan keterlibatan dalam program KB.