Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Archipelago Engineering

IDENTIFIKASI KRITERIA PRASYARAT GREEN BUILDING PADA GEDUNG LABORATORIUM TERPADU PENDUKUNG BLOK MASELA Susiana Aprilia Tehuayo; Chirsty Gery Buyang; Fauzan A Sangadji
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.175-182

Abstract

Abstrak Permasalahan lingkungan khususnya pemanasan global menjadi topik permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini. Oleh karena itu perlu adanya pembangunan dengan berkonsep green building yang dapat mengurangi atau menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan, dengan menggunakan lebih sedikit air, energi atau sumber daya alam, serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan dengan menghasilkan energi sendiri. Pada gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura Ambon dirancang dengan menggunakan konsep green building sehingga perlu adanya identifikasi secara menyeluruh untuk memaksimalkan persentase penerapannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura Ambon sesuai dengan kriteria prasyarat yang ditentukan GBCI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang didapat melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer berupa observasi lapangan, pengukuran dan wawancara, serta melakukan analisis data dengan menggunakan chek list, sementara data sekunder berupa pengumpulan data site plan beserta data-data lain yang tidak ditemukan pada pengambilan data primer. Setelah dilakukan penelitian, hasil akhir menunjukan bahwa gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura Ambon memenuhi 6 (enam) prasyarat kelayakan bagunan diantaranya, tersedia luasan gedung sebesar 12.200 m2, adanya kepemilikan rencana UKL/UPL, fungsi gedung sesuai dengan peruntukan lahan berdasarkan RT/RW setempat, kesesuaian gedung sesuai dengan standar keselamatan untuk kebakaran, kesesuaian gedung sesuai dengan standar aksesibilitas difabel dan kesesuaian gedung sesuai standarisasi bangunan tahan gempa. Kata kunci: Pemanasan global, green building, Laboratorium Terpadu.
ANALISIS PENERAPAN KONSEP BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK GEDUNG POLTEKKES KEMENKES, MALUKU Andi Rizky Vanath; Christy Gery Buyang; Fauzan A Sangadji
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.76-83

Abstract

Proses quantity takeoff material atau perhitungan volume pekerjaan merupakan proses yang dilakukan untuk mendapatkan estimasi biaya material dalam sebuah proyek kontruksi. Proses quantity takeoff material yang dikerjakan secara manual seringkali menimbulkan kesalahan – kesalahan human error seperti kesalahan pembacaan gambar, penginputan data, dll, serta memakan waktu dalam pengerjaannya. Selain itu perubahan pada design yang sering kali berubah – ubah mengikuti kondisi di lapangan memakan banyak waktu apabila dilakukan secara manual. BIM mengubah seluruh konsep design, seluruh informasi kontruksi berupa gambar, estimasi biaya, dll dapat saling terkait/terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan data Detailed Engineering Design menggunakan Software Autodesk Revit 2021 (Student Version) yang didapatkan dari konsultan perencana pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Permanen Poltekkes Kemenkes, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih total cost material menggunakan metode konvensional/manual dengan metode BIM, serta mengetahui perbedaan pengerjaan design berbasis CAD dan berbasis BIM pada pekerjaan struktur dan arsitektur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya selisih total cost material menggunakan metode konvensional/manual dan metode BIM, pada pekerjaan struktur diperoleh selisih sebesar 10,4 % dan pada pekerjaan arsitektur diperoleh selisih sebesar 5,4 %. Penggunakan Software berbasis BIM dalam pengerjaan design dapat mempermudah pengerjaan karena seluruh proses pengerjaan design saling terintegrasi sehingga lebih menghemat waktu dibandingkan dengan pengerjaan design menggunakan CAD yang dilakukan secara terpisah dalam pengerjaannya.
IDENTIFIKASI KRITERIA PRASYARAT GREEN BUILDING PADA GEDUNG OJK PROVINSI MALUKU Alwin A Lerebulan; Fauzan A Sangadji; Christy Gery Buyang
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.84-91

Abstract

Konsep green building dapat mengurangi atau menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan, dengan menggunakan lebih sedikit air, energi atau sumber daya alam, serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan dengan menghasilkan energi sendiri. Konsep green building pada Gedung OJK Provinsi Maluku sudah diterapkan namun belum dimaksimalkan sesuai dengan kriteria prasyarat GBCI, sehingga perlu dilakukan identifikasi secara menyeluruh untuk memaksimalkan persentase penerapannya, untuk itulah maka dilakukan penelitian dengan judul Identifikasi Kriteria Prasyarat Green Building pada Gedung OJK Provinsi Maluku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah Gedung OJK Provinsi Maluku sesuai kriteria prasyarat GBCI. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi penulisan, serta memberikan wawasan keilmuan bagi penulis dengan konsep berdasar pada bidang ilmu teknik sipil atau bidang ahli untuk merancangkan fungsi bangunan sesuai kriteria dan syarat guna meminimalisir dampak buruk suatu proyek pembangunan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer berupa observasi lapangan, pengukuran dan wawancara, sementara data sekunder berupa pengumpulan data site plan beserta data-data lain yang tidak ditemukan pada pengambilan data primer, dengan metode analisis data berupa chek list. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gedung OJK Provinsi Maluku memenuhi 7 (tujuh) prasyarat kelayakan bagunan diantaranya: minimum luas gedung 5.141,94 m2, kesediaan data gedung untuk diakses GBCI terkait sertifikasi, kepemilikan rencana UKL/UPL, fungsi gedung sesuai dengan peruntukan lahan berdasarkan RT/RW setempat, kesesuaian gedung terhadap standar keselamatan untuk kebakaran, kesesuaian gedung terhadap standar aksesibilitas difabel dan kesesuaian gedung terhadap standarisasi gempa.
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS TERHADAP KEPUASAN PEMILIK PROYEK MENGGUNKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS PADA PEKERJAN KONSTRUKSI DI KOTA AMBON Apriliani, Diandra K; Sangadji, Fauzan A; Buyang, C G
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.6-12

Abstract

Permasalahan kinerja konsultan pengawas di kota Ambon dapat dilihat dari proses pelaksanaan konstruksinya. Berdasarkan hasil wawancara dengan direksi lapangan, salah satu permasalahan yang sering dialami Satker PJN Wilayah 1 selama pelaksanaan proyek adalah permasalahan dalam hal pengawasan dan evaluasi dari pihak konsultan pengawas pada proyek pembangunan infakstruktur di kota Ambon. Selama proyek berlangsung konsultan tidak melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan secara rutin, membuat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana kerja dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Berdasarkan sumber artikel berita RakyatMaluku.com, dikatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan di lapangan terungkap proses pekerjaan proyek Check Dam (2023) oleh Balai Wilayah Sungai di Negeri Batumerah dikatakan amburadul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pemilik proyek terhadap kualitas kinerja konsultan pengawas di Kota Ambon serta mengevaluasi kinerja tersebut. Metode penelitian menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dengan bantuan SPSS 30. Atribut pada penelitian ini berjumlah 27 atribut dan sampel pada penelitian ini berjumlah 72 responden. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan nilai IPA sebesar 0,95 atau 95% berada pada nilai Tki<100%.
ANALISIS PENERAPAN DINDING SANDWICH DENGAN VALUE ENGINEERING PADA PEMBANGUNAN KANTOR LURAH AHUSEN KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON Tuasikal, Zainal A; Buyang, C G; Sangadji, Fauzan A
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.13-19

Abstract

Pada pembangunan sebuah gedung, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dihitung setelah perhitungan konstruksi bangunan. Hal tersebut terkait dalam pemilihan desain dan bahan yang digunakan dalam perencanaan bangunan konstruksi tersebut. Dalam pelaksanaannya, sering kali ditemukan berbagai kendala seperti kelebihan biaya yang mungkin akan merugikan pihak-pihak terkait dalam suatu pembangunan konstruksi. Seperti halnya dalam Proyek Pembangunan Kantor Lurah Ahusen Kecamatan Sirimau Kota Ambon yang memiliki biaya pekerjaan arsitektur lebih tinggi dibandingkan pekerjaan struktur. Untuk mencegah kelebihan biaya pada pekerjaan arsitektur tersebut, maka dilakukanlah suatu studi analisis dengan mencari alternatif material yang lebih murah agar kelebihan biaya pada pekerjaan arsitektur tersebut dapat di minimalisir. Salah satunya ialah dengan melakukan penerapan rekayasa nilai (value engineering). Metode penelitian ini menggunakan metode value engineering dengan 6 tahapan job plan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap Analisa fungsi, tahap evaluasi, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari besar penghematan biaya material sandwich panel dengan value engineering. Pada proyek pembangunan Kantor Lurah Ahusen terdapat satu item pekerjaan yang direkayasa nilai yaitu pekerjaan dinding. Berdasarkan hasil analisa rekayasa nilai (Value engineering) dengan enam tahap job plan, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis fungsi tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Didapat penghematan menggunakan alternatif material sandwich panel pada pekerjaan arsitektur dinding sebesar Rp. 137,241,650.00 atau 50,86 %, dari desain awal dengan selisih biaya penghematan yaitu sebesar Rp. 71,821,118,38, dari total biaya pekerjaan dinding yaitu Rp.209.062.768,38