Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

INTEGRASI BANGUNAN BERSEJARAH DAN TRADISI MASYARAKAT PESISIR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sitaresmi, Pratiwi Dwi Warih; Sholikin, Nur Wiji; Hanifa, Hanifa
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.23623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi bangunan bersejarah dan tradisi masyarakat pesisir ke dalam rencana pembelajaran matematika sebagai upaya untuk meningkatkan literasi matematika siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh budaya serta calon guru matematika di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Dua objek utama yang dikaji adalah Masjid Agung Raudlatul Jannah sebagai representasi bangunan bersejarah dan tradisi Petik Laut sebagai praktik budaya pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk geometris seperti persegi panjang, trapesium, lingkaran, tabung, dan kerucut yang terdapat dalam arsitektur masjid dan susunan sesaji Petik Laut dapat diidentifikasi dan diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran matematika sebagai konteks autentik dalam pembelajaran geometri. Integrasi ini diwujudkan melalui pengembangan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung, pengukuran, serta pemecahan masalah berbasis konteks budaya lokal. Rencana pembelajaran dirancang secara kolaboratif oleh calon guru dengan menyesuaikan tujuan pembelajaran dan kurikulum yang berlaku. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan etnomatematika berbasis memiliki potensi untuk mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, dan memperkuat keterkaitan antara matematika dan kehidupan sehari-hari. Integrasi ini juga mendorong pelestarian nilai-nilai budaya lokal melalui proses pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pemberdayaan daerah pesisir. Kata kunci: literasi matematika, etnomatematika , bangunan bersejarah, tradisi petik laut, pembelajaran kontekstual Abstract: This study aims to explore the integration of historical buildings and coastal community traditions into mathematics lesson planning as an effort to enhance students’ mathematical literacy. A qualitative approach was employed, with data collected through participatory observations and in-depth interviews involving cultural figures and pre-service mathematics teachers in Mayangan District, Probolinggo City, Indonesia. The two main objects examined were the Raudlatul Jannah Grand Mosque as a representation of historical architecture and the Petik Laut tradition as a coastal cultural practice. The findings indicate that geometric forms such as rectangles, trapezoids, circles, cylinders, and cones identified in the mosque architecture and the arrangement of Petik Laut offerings can be systematically integrated into mathematics lesson plans as authentic contexts for geometry learning. This integration is implemented through the development of learning activities involving observation, measurement, and context-based problem-solving. Lesson plans were collaboratively developed by pre-service teachers in alignment with learning objectives and the national curriculum. Furthermore, the findings suggest that an ethnomathematics approach grounded in local cultural contexts has the potential to support student engagement in mathematics learning, foster problem-solving skills, and strengthen the connection between mathematics and everyday life. This integration also contributes to the preservation of local cultural values through contextual and meaningful educational practices.  Keywords: mathematical literacy, ethnomathematics, historical buildings, petik laut, contextual learning