Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penguatan Pemahaman Penilaian Pembelajaran Matematika Mahasiswa Calon Pendidik melalui Kegiatan Bedah Buku Nur Wiji Sholikin; Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi; Ririn Wahyu Ningsih; Ma’rifatul Jannah; Riqqi Quluby
Sejahtera: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2026): Januari
Publisher : PT Cendekia Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning assessment is a crucial competency that prospective teacher students must master, particularly in mathematics. However, understanding of learning assessment is often theoretical and not yet integrated with learning practices. This community service activity aims to strengthen students' understanding of mathematics learning assessment through a book review. The activity was conducted at the Ahmad Dahlan Institute in Probolinggo, involving 30 prospective teacher students. The method used was a participatory-educational approach through preparation, implementation, and evaluation. The activity involved group discussions, literature analysis, and presentations of the book reviews, facilitated by the community service team. The results showed that the book reviews improved students' understanding of the concept of mathematics learning assessment, fostered reflective skills, and raised awareness of the importance of alignment between learning objectives, learning strategies, and assessment techniques. This activity made a positive contribution to strengthening assessment literacy in prospective teacher students and can serve as a model for relevant community service activities in higher education. Keywords: mathematics learning assessment; book review; assessment literacy; prospective teacher students; community service
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PHOTOMATH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VIII PADA MATERI SPLDV DI SMPN 3 SUMBERASIH SATU ATAP Husnul Hotimah; Pratiwi Dwi Warih S.
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 12 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.12.1.2025.29-40

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menilai efektivitas penggunaan aplikasi Photomath untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII terhadap materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di SMP Negeri 3 Sumberasih Satu Atap. Metode yang diterapkan adalah pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 50 siswa berperan sebagai objek dalam studi ini. Informasi diperoleh melalui pretest dan posttest untuk mengevaluasi pemahaman siswa sebelum dan setelah penggunaan aplikasi Photomath dalam pembelajaran. Temuan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi SPLDV setelah menggunakan aplikasi Photomath. Rata-rata nilai posttest lebih tinggi daripada nilai pretest, yang menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif dalam membantu siswa memahami konsep SPLDV. Aplikasi Photomath menyediakan solusi langkah demi langkah yang membantu siswa memahami setiap tahapan penyelesaian soal. Selain itu, aplikasi  Photomath juga mendukung pembelajaran mandiri dan meningkatkan motivasi siswa untuk lebih mendalami materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi Photomath dapat dijadikan menjadi sarana untuk pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep matematika yang kompleks, khususnya SPLDV.
IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' INTEREST IN LEARNING THROUGH THE USE OF AUDIO-VISUAL MEDIA IN SCIENCE LESSONS Riska Arista; Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v9i1.2323

Abstract

This study aims to examine the extent to which the use of audio-visual media can increase elementary school students' interest in learning Natural and Social Sciences (IPAS). The background of the study began with low student engagement during the learning process, which still focused on conventional methods. This study used a descriptive qualitative approach , with research subjects including teachers and fifth-grade students of SDN Tunggak Cerme. Data were collected through observations of learning activities, in-depth interviews, and review of learning documents, then analyzed using the Miles and Huberman model which includes the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the use of audio-visual media was able to foster focus, increase activeness, and build positive attitudes in students towards IPAS learning. Students appeared more enthusiastic, participated in discussions, and more easily understood the material through interesting videos and animations. Teachers considered this media effective in creating a fun and interactive learning atmosphere. However, obstacles were also found such as limited technological facilities, lack of training for teachers, and minimal support from school policies. Thus, the success of implementing audio-visual media is greatly influenced by the creativity of educators, the readiness of facilities, and support from educational institutions. Overall, this study concludes that the use of audio-visual media has great potential in increasing students' interest in learning and is a strategic step towards more innovative and meaningful science learning in elementary schools
Designing Pop-Up Mathematics Books to Enhance Understanding of Cubes and Cuboids Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi; Nuryami Nuryami; Diaya Ud Deen Al Zitawi
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.277

Abstract

This study aimed to develop a Pop-Up Mathematics Book to improve eighth grade students’ understanding of cubes and cuboids. The main objective of this study was to create an engaging and interactive learning tool to improve students’ problem-solving skills and conceptual understanding. The development process used the ADDIE model and included a comprehensive literature review and pilot testing to identify common challenges in geometry learning. The content and design of the book were rigorously evaluated by content and design experts to ensure its quality and effectiveness. Implementation was carried out by actively involving students, and its effectiveness was measured through pre-test and post-test scores, student feedback, and teacher observations. The results showed significant improvements, with a 25% increase in post-test scores, indicating a better understanding of geometry concepts. Students reported high levels of engagement, while teachers noted improvements in learning delivery and student participation. These findings demonstrate the potential of the Pop-Up Mathematics Book as an effective tool in geometry learning. However, the limited scope of the study to one topic and a specific group of students requires further research to evaluate the effectiveness of this tool on a more diverse student population, other academic subjects, and various educational contexts.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOLE TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA PADA MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIK Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi; Nur Wiji Sholikin; Nur Alfia Laily Qomariah
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran SOLE (Self-Organized Learning Environment) terhadap hasil belajar dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada mata kuliah Geometri Analitik, mengingat rendahnya kemandirian belajar dan kemampuan penalaran matematis yang masih menjadi permasalahan umum dalam pembelajaran matematika tingkat perguruan tinggi. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan model pretest–posttest dan melibatkan mahasiswa Pendidikan Matematika sebagai subjek penelitian. Instrumen meliputi tes hasil belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan lembar observasi aktivitas belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar dan kemampuan pemecahan masalah setelah penerapan model SOLE, ditunjukkan melalui perbedaan skor pretest dan posttest, serta observasi aktivitas belajar yang cenderung meningkat pada kategori aktif. Analisis statistik juga mengonfirmasi perbedaan yang signifikan secara akademik. Peneliti menyimpulkan bahwa model SOLE efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih mandiri, kolaboratif, dan berorientasi pada penalaran matematis, sehingga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif pada mata kuliah yang menuntut kemampuan analitis dan pemecahan masalah.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Berbantuan Canva Pada Materi Peluang Kelas VIII Kurnia Dwi A; Pratiwi Dwi Warih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12885

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk memperluas media pembelajaran berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang terintegrasi dengan aplikasi Canva pada materi peluang untuk siswa kelas VIII di MTs Darul Ulum Wonomerto. Dengan menggunakan pendekatan Research and Development (RD) melalui model ADDIE, lima tahap utama dalam penelitian ini adalah: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dengan media pembelajaran ini, diharapkan pemahaman siswa terhadap konsep peluang—yang seringkali dianggap sulit—dapat meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis RME dan Canva secara signifikan menyempurnakan pemahaman dan antusiasme siswa dalam pembelajaran. Peningkatan motivasi dan minat belajar siswa menunjukkan penerimaan positif terhadap media pembelajaran ini. Kesimpulannya, media pembelajaran ini efektif dalam mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa
INTEGRASI BANGUNAN BERSEJARAH DAN TRADISI MASYARAKAT PESISIR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi; Nur Wiji Sholikin; Hanifa Hanifa
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.23623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi bangunan bersejarah dan tradisi masyarakat pesisir ke dalam rencana pembelajaran matematika sebagai upaya untuk meningkatkan literasi matematika siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh budaya serta calon guru matematika di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Dua objek utama yang dikaji adalah Masjid Agung Raudlatul Jannah sebagai representasi bangunan bersejarah dan tradisi Petik Laut sebagai praktik budaya pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk geometris seperti persegi panjang, trapesium, lingkaran, tabung, dan kerucut yang terdapat dalam arsitektur masjid dan susunan sesaji Petik Laut dapat diidentifikasi dan diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran matematika sebagai konteks autentik dalam pembelajaran geometri. Integrasi ini diwujudkan melalui pengembangan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung, pengukuran, serta pemecahan masalah berbasis konteks budaya lokal. Rencana pembelajaran dirancang secara kolaboratif oleh calon guru dengan menyesuaikan tujuan pembelajaran dan kurikulum yang berlaku. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan etnomatematika berbasis memiliki potensi untuk mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, dan memperkuat keterkaitan antara matematika dan kehidupan sehari-hari. Integrasi ini juga mendorong pelestarian nilai-nilai budaya lokal melalui proses pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pemberdayaan daerah pesisir. Kata kunci: literasi matematika, etnomatematika , bangunan bersejarah, tradisi petik laut, pembelajaran kontekstual Abstract: This study aims to explore the integration of historical buildings and coastal community traditions into mathematics lesson planning as an effort to enhance students’ mathematical literacy. A qualitative approach was employed, with data collected through participatory observations and in-depth interviews involving cultural figures and pre-service mathematics teachers in Mayangan District, Probolinggo City, Indonesia. The two main objects examined were the Raudlatul Jannah Grand Mosque as a representation of historical architecture and the Petik Laut tradition as a coastal cultural practice. The findings indicate that geometric forms such as rectangles, trapezoids, circles, cylinders, and cones identified in the mosque architecture and the arrangement of Petik Laut offerings can be systematically integrated into mathematics lesson plans as authentic contexts for geometry learning. This integration is implemented through the development of learning activities involving observation, measurement, and context-based problem-solving. Lesson plans were collaboratively developed by pre-service teachers in alignment with learning objectives and the national curriculum. Furthermore, the findings suggest that an ethnomathematics approach grounded in local cultural contexts has the potential to support student engagement in mathematics learning, foster problem-solving skills, and strengthen the connection between mathematics and everyday life. This integration also contributes to the preservation of local cultural values through contextual and meaningful educational practices.  Keywords: mathematical literacy, ethnomathematics, historical buildings, petik laut, contextual learning
Integrating Islamic Pedagogical Values into Digital Literacy: Evidence from Teacher Education Students at Muhammadiyah Universities in Indonesia Wahyuningsih; Maria Martini Aba; Pratama Benny Herlandy; Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi; Rimayasi; Husamah; Akhsanul In’am
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 5 No. 03 (2026): Article in Press - Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.bei.002427

Abstract

The rapid expansion of digital technologies has transformed higher education and intensified the need for digital literacy competencies that extend beyond technical proficiency to encompass ethical, critical, and value-oriented dimensions. Within Islamic higher education institutions, integrating Islamic pedagogical values into digital literacy development is increasingly important, particularly for prospective teachers who will shape future learning environments. This study investigates teacher education students’ perceptions of technology use in digital literacy, examines their understanding of Islamic pedagogical values in digital learning practices, and identifies opportunities and challenges for value-based digital literacy development. A quantitative cross-sectional survey was conducted among 256 students from Muhammadiyah universities across western, central, and eastern regions of Indonesia. Data were collected using a structured questionnaire encompassing three constructs: digital literacy, educational technology, and Islamic pedagogy. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings indicate that the integration of educational technology and Islamic pedagogical values significantly influences students’ perceptions of digital learning (β = 0.532), while positive perceptions subsequently contribute to higher levels of digital literacy (β = 0.413). The results suggest that ethical and value-based technology integration plays a critical role in strengthening students’ digital competencies. Although challenges remain in critical information evaluation and the consistent implementation of value-oriented digital learning programs, students demonstrate strong potential for ethical and creative technology use. The study highlights the importance of systematically embedding Islamic pedagogical values into digital literacy initiatives within teacher education programs.
Pendampingan Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Mukhlisin Kelurahan Ketapang Royanatul Jannah; Habibullah Habibullah; Indra Kurniawan; Muhammad Lukman Hakim; Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3cegz714

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur'an secara fasih dan benar merupakan fondasi penting dalam pendidikan keagamaan anak. Berdasarkan hasil observasi awal di TPQ Al-Mukhlisin Kelurahan Ketapang, proses pembelajaran mengaji sebelumnya didominasi oleh metode setoran individual (sorogan) secara bergantian tanpa alat peraga visual pendukung, sehingga santri yang menunggu giliran cenderung pasif dan kurang fokus. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya ketepatan pelafalan makharijul huruf serta pemahaman hukum tajwid santri. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri melalui pendampingan pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan 30 santri aktif (rentang usia 6–12 tahun) yang dibagi ke dalam kelompok Iqra’ (16 santri) dan kelompok Al-Qur'an (14 santri). Metode pengabdian mencakup tiga tahapan: asesmen awal (pretest), pelaksanaan pendampingan kelas interaktif (edukasi visual makharijul huruf, permainan kartu pintar tajwid, dan tutor sebaya), serta evaluasi akhir (posttest). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca santri secara terukur. Pada kelompok Iqra', ketepatan pelafalan makharijul huruf dalam kategori baik meningkat dari 12% menjadi 56%. Pada kelompok Al-Qur'an, pemahaman kaidah tajwid kategori baik meningkat dari 14% menjadi 64%. Secara keseluruhan, persentase santri dengan kelancaran membaca kategori baik meningkat dari 17% menjadi 63%. Suasana belajar di TPQ Al-Mukhlisin menjadi lebih aktif, partisipatif, dan kolaboratif. 
Partisipasi Masyarakat Melalui Ketapang Fair dalam Perayaan Kemerdekaan di Kelurahan Ketapang Probolinggo Tahta Alvina; Sarifah Mariyatul Kifiyah; Lutviatuz Zahro; Dinda Ayu Saputri; Aulia Mufti Azizah; Pratiwi Dwi Warih
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5nt11t42

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pelaksanaan Ketapang Fair sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Fokus pengabdian diarahkan pada partisipasi warga yang melibatkan mahasiswa, perangkat kelurahan, pemuda, dan masyarakat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan data berupa catatan kegiatan, observasi, diskusi, dan dokumentasi foto. Ketapang Fair dilaksanakan pada 29 Agustus 2026 dengan menampilkan pertunjukan seni bernuansa tradisional, kreativitas warga, perlombaan kemerdekaan, dan kegiatan kebersamaan. Jumlah kehadiran diperkirakan sekitar 100 orang, meskipun belum terdapat pemisahan antara panitia, penampil, peserta, dan pengunjung. Hasil yang teramati menunjukkan terselenggaranya acara serta terbentuknya ruang interaksi dan ekspresi seni bagi warga. Evaluasi belum menggunakan instrumen kuantitatif sehingga dampak terhadap sikap, kesadaran, dan keberlanjutan partisipasi belum dapat diukur. Dengan demikian, hasil pengabdian dibatasi pada capaian yang teramati dan terdokumentasi. Kegiatan serupa perlu dilengkapi pendataan peserta dan evaluasi terstruktur agar hasilnya dapat diukur secara lebih spesifik.