Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Critical Mathematical Thinking Ability Viewed from The Mathematical Disposition of Junior High School Students Andika Dwi Pratama; Risnanosanti Risnanosanti; Nyayu Masyita Ariani
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1144

Abstract

This study was conducted to examine the problem that students’ mathematical critical thinking skills remain varied and are assumed to be influenced by their mathematical disposition. Therefore, this research aims to describe students’ mathematical critical thinking skills from the perspective of their mathematical disposition. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The subjects were six eighth-grade students from SMP IT Al-Marjan Bengkulu, categorized into high, medium, and low levels of mathematical disposition. Data were collected through a mathematical disposition questionnaire, a mathematical critical thinking skills test, and semi-structured interviews. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students with high mathematical disposition demonstrate strong performance across all critical thinking indicators, including interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation. Students with medium disposition show adequate ability but lack consistency in drawing conclusions and providing logical justification. Meanwhile, students with low mathematical disposition tend to rely on procedural strategies rather than developing deeper conceptual understanding. These results confirm that mathematical disposition contributes to the quality of students’ critical thinking in mathematics.
Pengembangan dan Validasi Soal Berpikir Kritis Berbasis Etnomatematika pada Bangunan Tabut Bansal Bengkulu Ayu Tania Riski Putri; Adi Asmara; Nyayu Masyita Ariani
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i1.11429

Abstract

This research aims to develop ethnomathematics-based critical thinking skills tasks within the context of the Tabut Bengkulu structure that meet the criteria for validity. The urgency of this study is driven by the significance of 21st century critical thinking skills, which demand contextual assessment innovations for students. Utilizing the Research and Development (R&D) method with the Tessmer’s formative evaluation model as adapted by Zulkardi, this study encompasses stages from preliminary research to formative evaluation (self-evaluation, expert review, and one-to-one). The designed instruments consist of five essay items integrating Facione's critical thinking indicators with the Bengkulu curtural context of Tabut Bansal. The results indicate that prototype 1 was declared valid in terms of content, construct, and language by the three validators. One-to-one trials with junior high school students also demonstrated that the tasks possess good readability and are capable of stimulating student’s cognitive activity in solving contextual mathematical problems. This research produced prototype 2, comprising five essay items designed to train and measure mathematical critical thinking skills in junior high school.
MENGUATKAN EKONOMI LOKAL BERSAMA UMKM: PENGENALAN PINESTIK UNTUK IBU-IBU PKK KAMPUNG SUNGAI KAYU ARA Yevi Andriani; Ivan Achmad Nurcholis; Nyayu Masyita Ariani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 6 No. 1 (2026): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Keci, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Desa Sungai Kayu Ara, yang dikenal sebagai sentra penghasil nanas, memiliki peluang besar dalam pengembangan produk olahan nanas untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Prgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih ibu-ibu PKK dalam pembuatan Pinestik, yaitu berupa camilan berbahan dasar nanas yang memiliki potensi pasar sebagai produk unggulan desa. Metode pelaksanan meliputi sosialisasi dan pengenalan produk, pelatihan teknik pengolahan, pengemasan, serta strategi pemasaran produk. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan dan pemasaran produk. Selain, itu kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi berwirausaha dan memperkuat peran ibu-ibu PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis potensi lokal maupun menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan ruamh tangga, serta mendukung penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
MEMBUAT KARYA INOVATIF DARI SAMPAH DI KELURAHAN PADANG JATI Nurul Anisyah; Tri Wulandari; Nyayu Masyita Ariani; Siti Darwa Suryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.5736

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi isu penting di tingkat lokal, termasuk di Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu. Sampah yang tidak dikelola dengan baik menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan, dan estetika kawasan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan upaya pemanfaatan sampah menjadi karya inovatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, sosialisasi, wawancara, serta praktik langsung pembuatan kerajinan dari sampah anorganik, khususnya plastik. Kegiatan ini melibatkan anak-anak di Kelurahan Padang Jati untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami cara mengolah sampah menjadi sebuah karya yang bermanfaat, seperti hiasan, tempat pensil, dan bunga plastik, sekaligus mendukung program bank sampah yang ada di wilayah tersebut. Inovasi karya dari sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong lahirnya peluang ekonomi kreatif dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
PUISI SEBAGAI MEDIA EDUKASI PENANGGGULANGAN SAMPAH Delya Aprilina; Nyayu Masyita Ariani; Elyusra; Desventri Etmy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9202

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan pendekatan kreatif dan edukatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa SD 53 Kota Bengkulu terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui media sastra, khususnya puisi. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan tahapan: pemberian edukasi singkat mengenai jenis dan dampak sampah, pembacaan puisi bertema lingkungan oleh guru, serta pembacaan puisi secara bergiliran oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa kelas VI antusias mengikuti proses, mulai dari menyimak materi hingga berpartisipasi dalam pembacaan puisi. Selain meningkatkan keterampilan berbahasa, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan berekspresi, serta kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dengan demikian, puisi terbukti dapat menjadi media efektif dalam mendukung pendidikan lingkungan sekaligus memperkuat pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Program pengabdian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi guru dan sekolah lain untuk mengintegrasikan kreativitas bahasa dan sastra dalam menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini.