Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA PEMBELAJARAN PERAIHAN KONSEP Syahfitri, Lely; Ristontowi, Ristontowi
Jurnal Math-UMB.EDU Vol 3, No 3 (2016): Volume 3, Nomor 3 Juli 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v3i3.1440

Abstract

The background of this research is caused many things should be considered in learning mathematics one of them is students should be have ability in understanding concept of learning mathematics. Because each lesson of math materials contain a number of concepts that should be understand by students, therefore students should be able to relate what they have in their thinking structure like a mathematical concepts with the problems of students face. This Research aims to know picture students ability of mathematical concepts in VII class SMP PGRI Bengkulu city using lesson model of attainment concept on reflection material and what the factors that influence it. In this research, the data collection is done with tests and interviews.This research is a qualitative research descriptive . This study done in May 2015 at junior high school PGRI Bengkulu city. Sources of data are all of VIIth grade students. Data capabilities student in understanding mathematical concepts obtained using tests and interviews. Data tests students' ability of understanding mathematical concepts analyzed descriptively according Miles and Huberman. And then total four students were interviewed to find out more how the students' understanding of mathematical concepts.The results showed there were 21 students from 25 students were categorized good and 3 students were categorized enough, and a student were categorized less, so overall students' abilities in understanding mathematical concepts using models attainment concepts of mathematical students by using model attainment concept in VIIth class  SMP PGRI Bengkulu City are categorized good. Keywords: the ability of understanding mathematical concepts, learning model of attainment concept 
PENGEMBANGAN SOAL KONEKSI MATEMATIS PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Syorga, Dwi Aroma; Ristontowi, Ristontowi
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2022): RANGE Januari 2022
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v3i2.2025

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa soal-soal kemampuan koneksi matematis siswa yang valid dan praktis. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Tessmer 1993(dimodifikasi oleh Zulkardi, 2006). yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: preliminary, self evaluation, expert review dan one-to-one. Subjek dari penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VII . Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh bahwa soal-soal yang dikembangkan telah valid berdasarkan penilaian dari komentar validator (expert rewiew) dan praktis berdasarkan hasil jawaban dan wawancara oleh siswa
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA PEMBELAJARAN PERAIHAN KONSEP Lely Syahfitri; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 3 No. 3 (2016): Volume 3, Nomor 3 Juli 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v3i3.1440

Abstract

The background of this research is caused many things should be considered in learning mathematics one of them is students should be have ability in understanding concept of learning mathematics. Because each lesson of math materials contain a number of concepts that should be understand by students, therefore students should be able to relate what they have in their thinking structure like a mathematical concepts with the problems of students face. This Research aims to know picture students ability of mathematical concepts in VII class SMP PGRI Bengkulu city using lesson model of attainment concept on reflection material and what the factors that influence it. In this research, the data collection is done with tests and interviews.This research is a qualitative research descriptive . This study done in May 2015 at junior high school PGRI Bengkulu city. Sources of data are all of VIIth grade students. Data capabilities student in understanding mathematical concepts obtained using tests and interviews. Data tests students' ability of understanding mathematical concepts analyzed descriptively according Miles and Huberman. And then total four students were interviewed to find out more how the students' understanding of mathematical concepts.The results showed there were 21 students from 25 students were categorized good and 3 students were categorized enough, and a student were categorized less, so overall students' abilities in understanding mathematical concepts using models attainment concepts of mathematical students by using model attainment concept in VIIth class  SMP PGRI Bengkulu City are categorized good. Keywords: the ability of understanding mathematical concepts, learning model of attainment concept 
PENGEMBANGAN SOAL KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS UNTUK SISWA SMA Yuni Astuti; Ristontowi
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 9 No. 2 (2022): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v9i2.2508

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini mengembangkan soal-soal kemampuan penalaran matematis yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan research and development dengan model Tessmer (modifikasi Zulkardi, 2006) yang terdiri dari tahap preliminary, self evaluation, expert review dan one-to-one, small group dan field test. Penelitian ini hanya sampai  pada tahap small group. Subjek penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa dokumen, lembar validasi, lembar komentar/saran dan prototype. Kevalidan soal dilihat dari hasil analisis penilaian validator pada lembar validasi yang menyatakan soal-soal dikembangkan baik berdasarkan konstruk, konten dan bahasa. Keterbacaan soal dilihat dari tahap one-to-one. Setelah selesai pada tahap one-to-one dilanjutkan pada tahap small group yaitu uji coba prototype II kepada 30 orang siswa SMA kelas X. Penelitian  ini  menghasilkan soal-soal  penalaran  matematis yang  valid  dan  praktis.   Kata kunci: Pengembangan Soal Kemampuan Penalaran Matematis.   Abstract The purpose of this study is to develop problems of mathematical reasoning skills that are valid and practical. Research methods used research and development with tessmer model (modification Zulkardi, 2006) consisting of preliminary stages, self evaluation, expert review and one-to-one, small group and field test. This research only reached the small group stage. The subjects of this study were 30 students of class X. This study used instruments in the form of documents, validation sheets, comment sheets / suggestions and prototypes. The validity of the problem is seen from the results of the validator assessment analysis on the validation sheet that states the problems are developed both based on construct, content and language. The readability of the question is viewed from the one-to-onestage. After completion in the one-to-one stage continued in the small group stage, namely the prototype II trial to 30 students of high school class X. This research produces valid and practical mathematical reasoning problems. Keywords: Development of Mathematical Reasoning Skills.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa melalui Model Reciprocal Teaching dan Problem Based Learning (PBL) di SMA Vevi Sumantri; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 3 (2020): Innovative Mathematics Learning
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v5i3.11503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Reciprocal Teaching, PBL, dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitin eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA N 4 Bengkulu Utara, sampel penelitian yaitu siswa kelas X MIPA 1 yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Reciprocal Teaching, siswa kelas X MIPA 2 dengan model pembelajaran problem based learning  dan siswa kelas X MIPA 3  dengan model pembelajaran konvensional. Tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Reciprocal Teachimg, Problem Based learning dan model konvensional. Model Reciprocal teaching dan model pembelajaran Problem Based Learning memberikan rata – rata hasil kemampuan berpikir kreatif lebih baik dari model pembelajaran konvensional.Kemampuan Berpikir Kreatif, Reciprocal Teaching, Problem Based Learning
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Dalam Model Problem Based Learning Di SMP Elin Novita Sari; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 3 (2020): Innovative Mathematics Learning
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v5i3.11504

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesignifikan antara pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 27 Seluma yang berjumlah 30 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional, dalam penelitian ini istrumen yang digunakan berupa angket motivasi belajar dan lembar tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, analisis korelasi, analisis regresi sederhana dan persentase determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kretif matematis siswa dalam model pembelajaran problem based learning di Kelas VII SMP Negeri 27 Seluma.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Model Problem Based Instruction (PBI) di SMA Mimmi Sossriati; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 2 (2020): Math and learning
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.316 KB) | DOI: 10.33369/jpmr.v5i2.11417

Abstract

Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Pada Model Pembelajaran Everyday Mathematics dan Connected Mathematics Project Ayu Ziana; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 3 (2020): Innovative Mathematics Learning
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v5i3.11505

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah aplikasi komunikasi matematika. Di SMP Negeri 1 Seluma, kegiatan pembelajaran matematika rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa masih tergolong rendah karena masih menggunakan pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, guru perlu berinovasi menggunakan Everday Mathematics dan   Connected Mathematics Project . Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan antara kemampuan komunikasi matematika siswa pada model Everday Mathematics , Connected Mathematics Projectdan konvensional. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seluma. Sampel penelitian ini dipilih secara acak dengan mengundi, yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen I dengan menggunakan Everday Mathematics , VIII D sebagai kelas eksperimen 2 dengan menggunakan Connected Mathematics Project, dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan tes komunikasi matematika. Data dianalisis dengan Anava. Berdasarkan hasil analisis ada perbedaan aplikasi komunikasi matematika siswa pada kelas eksperimen I, eksperimen 2 dan kontrol. Berdasarkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) perlakuan bahwa perlakuan yang memberikan hasil yang berbeda adalah perlakuan model Everday Mathematics dengan konvensional dan Connected Mathematics Project dengan konvensional. Sedangkan perlakuan   Everday Mathematics dan Connected Mathematics Project tidak memberikan hasil kemampuan komunikasi matematika siswa yang berbeda. Proyek Matematika Everday dan Matematika Terhubungmemberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan konvensional.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA PADA MODEL DISCOVERY LEARNING DAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION Fefti Puji Lestari; Ristontowi Ristontowi
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2021): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v4i1.6334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model Discovery Learning, model Auditory Intellectually Repetition (AIR), serta model konvensional. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Pada penelitian ini populasinya yaitu siswa kelas XII IPA SMAN 3 Bengkulu Selatan. Sedangkan sampelnya yaitu seluruh kelas populasi yang dipilih secara random yaitu kelas XII IPA 1 dengan model discovery learning sebagai kelas eksperimen I, kelas XII IPA 2 dengan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) sebagai kelas eksperimen II, dan kelas XII IPA 3 dengan menggunakan model konvensional sebagai kelas kontrol. Dari hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara model Discovery Learning, model Auditory Intellectually Repetition (AIR) serta model konvensional. Dari skor post-test siswa menunjukkan bahwa model discovery learning memberikan hasil yang lebih baik daripada model auditory intellectually repetition (AIR) dan model konvensional.
PENGEMBANGAN SOAL OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MAHASISWA Ristontowi Ristontowi; Selvi Riwayati
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2020): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v3i1.4931

Abstract

Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis yaitu dengan membiasakan peserta didik untuk menyelesaikan soal-soal open ended. Selain itu pendukung tingkat keberhasilan proses pembelajaran adalah ketersedian sumber belajar yang memadai sebagai penunjang aktivitas belajar mahasiswa. Selama ini sumber belajar yang sering digunakan dalam kegiatan perkuliahan  adalah buku teks dari penerbit termasuk  untuk mata kuliah Pengantar Probabilitas. Akan tetapi, soal-soal pada buku teks tersebut merupakan soal-soal bersifat tertutup yang umumnya mengharuskan peserta didik mencari satu jawaban yang benar  sehingga tidak menuntut mereka  untuk berpikir kreatif. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengembangkan soal open ended yang menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan masalah terbuka, agar kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa dapat ditingkatkan. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan  Tessmer. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis kualitatif pada self evaluation, expert review dan one-to-one, small group dan field tes. Untuk tahap field tes tidak dilaksanakan karena pertimbangan waktu dan biaya.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soal open ended yang dikembangkan valid dan praktis. Soal dikatakan valid berdasarkan tahap expert review dan one to one, sedangkan praktis dilihat berdasarkan uji pada tahap small group.