Wirahno, Dewi Nugrahastuti
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas IVET, Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat sebagai Agen Perubahan dalam Intervensi Tumbuh Kembang Anak di Desa Tuko Kabupaten Grobogan Pramita, Dian; Lestari, Budi Dyah; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Kusbiantari, Dyah
Manggali Vol 5 No 2 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i2.4010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas intervensi tumbuh kembang anak, terutama di daerah dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Desa Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan, agar berperan sebagai agen perubahan dalam intervensi tumbuh kembang anak. Pendekatan partisipatif mencakup identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 85% berdasarkan pre-test dan post-test, terbentuk 30 agen perubahan (guru PAUD, kader, orang tua), dan implementasi nyata berupa kelas parenting dan posyandu interaktif. Partisipasi aktif peserta terlihat dari keterlibatan dalam diskusi, praktik stimulasi, serta sesi interaktif dengan berbagai ice breaking. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi model efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak berkelanjutan.
Dampak Belajar Dari Rumah (BDR) Pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Kemampuan Literasi Membaca Anak Usia Dini Muryani, Arlis; Mubaroq, Akhmad Khusni; Agustiningrum, Maria Denok Bekti; Wirahno, Dewi Nugrahastuti
Sentra Cendekia Vol 3 No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v3i1.2003

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi keadaan luar biasa yang menimbulkan dampak pada jenjang PAUD. Pelaksanaan pembelajaran yang awalnya menggunakan sistem tatap muka harus diubah menjadi pendidikan jarak jauh yang disebut Belajar Dari Rumah (BDR). Pelaksanaan BDR ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pendekatan dan jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif desktiptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sejumlah dampak BDR terhadap kemampuan literasi membaca Anak Usia Dini (AUD). Subjek penelitian ini adalah guru dan orang tua peserta didik kelas B di TK IT Al-Hikmah 2 Semarang. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga temuan, yaitu (1) BDR yang berkualitas dipengaruhi oleh penguasaan guru dalam penggunaan teknologi dan kolaborasi yang baik antara peserta didik, guru, dan orang tua, (2) kemampuan literasi membaca AUD mengalami penurunan sebanyak 91,6% selama BDR, (3) BDR menimbulkan dampak negatif pada AUD antara lain (1) anak cepat marah dan bosan, (2) anak kecanduan hp, (3) anak merasa sendirian, (4) anak kurang disiplin, (5 ) penurunan kemampuan literasi membaca AUD, dan (6) belum tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan kajian evaluasi dalam pelaksanaan BDR di PAUD.
Antisipasi Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Dalam Kajian Psikologis dan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banjarnegara Kusbiantari, Dyah; Agustiningrum, Maria Denok Bekti; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Lestari, Budi Dyah
Manggali Vol 4 No 1 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i1.3122

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia pada tahun 2023, dengan 2.534 kasus dan 110 kasus anak pada Februari 2024, di mana 135 korban adalah perempuan. Kabupaten Banjarnegara mencatat 44 kasus pada tahun 2023, di mana 80% merupakan perempuan. Kekerasan terjadi di rumah dan sekolah, dengan kejadian terbanyak di rumah. Universitas Ivet dan PGRI Kabupaten Banjarnegara menggelar seminar untuk 120 guru PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK, dengan 4 narasumber menggarisbawahi pentingnya pencegahan dan antisipasi terhadap kekerasan seksual, kekerasan dalam rimah tangga serta peran orang tua dalam mencegah bullying. Faktor-faktor penyebab kekerasan termasuk kesadaran hukum yang rendah, budaya patriarki, ekonomi lemah, perselingkuhan, pernikahan dini, stres keluarga, dan kurangnya komunikasi. Patriarki memperkuat dominasi laki-laki. Rendahnya harga diri dan pendidikan juga meningkatkan risiko kekerasan. Pendidikan seks diperlukan untuk melindungi anak dari kekerasan seksual, dengan penyesuaian terhadap usia dan pemahaman mereka. Masyarakat perlu memberikan dukungan, melaporkan kasus, dan menjaga keamanan bersama, sambil memberikan pelatihan dan pendidikan pemberdayaan perempuan, khususnya dalam pendidikan dan ekonomi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWER POINT DI TK AM KABUPATEN SEMARANG Santoso, Didik Ardi; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Sahrul, Sahrul
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v3i2.1689

Abstract

An instrument used to gather data for research is called a research instrument. It is crucial to choose appropriate instrument types in order to ensure that the data obtained from the study is valid and relevant to the study's objectives. Perancangan, pembuatan, pengujian, and penyempurnaan alat ukur that are used to gather data for research are known as research instrument development. A good instrument should have high validity and reliability, which means that they are able to accurately determine what needs to be checked and produce consistent data when used in different conditions. The study's findings indicate that two instruments—the uji ahli and the ceklis instrument at TK AM Kabupaten Semarang—can be analyzed to assess their validity and reliability. The subject of the study is the power point learning instrument. The purpose of this study is to determine whether the powerpoint-based data pernyataan instrument created by the researcher is legitimate and can be compared with 60 subjects from grades A-1, B-1, and C-1, each of whom has 20 children. The study's findings were based on a statistical analysis of the data conducted using the Jamovi application (version 2.4.14). The results of the instrument's lapangan uji on the subject have a nilai that is closer to 0.3, indicating that the instrument is legitimate. Table 1 presents the results of the analysis of the correlation coefficient of 0.805, while Table 2 presents the validity check with a value of 0.3. In addition, because the terms Instrument, Media, and Power Point are not used in the city that is being warned about, Heatmap korelasi indicates that relationships are still categorized in a high degree. Kata Kunci: Media, Power Point, and Instruments
Dinamika Penggunaan Gawai dalam Membentuk Literasi Digital Anak Usia Dini Studi Fenomenologis Pramita, Dian; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Furi, Atika Zahra; Muryani, Arlis
Sentra Cendekia Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v6i2.3925

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika penggunaan gawai dalam membentuk literasi digital anak usia dini melalui pendekatan fenomenologis. Era digital saat ini menuntut anak-anak untuk memiliki keterampilan literasi digital sejak dini, namun penggunaan gawai pada anak usia dini masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena penggunaan gawai dan dampaknya terhadap pembentukan literasi digital anak usia 4-6 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan 15 orang tua dan 10 guru PAUD sebagai informan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Colaizzi dengan tahapan identifikasi pernyataan signifikan, formulasi makna, dan pengembangan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai pada anak usia dini memiliki dinamika yang kompleks, mencakup aspek positif seperti peningkatan keterampilan kognitif dan kreativitas, serta aspek negatif seperti ketergantungan dan gangguan interaksi sosial. Pembentukan literasi digital anak sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan gawai yang dibimbing oleh orang tua dan guru. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman fenomena literasi digital anak usia dini dan memberikan rekomendasi untuk optimalisasi penggunaan gawai dalam pendidikan.
Program Revitalisasi Karakter Anak Usia Dini melalui Inovasi Digital ICE dan Pembelajaran Berbasis Kearifan Budaya di KB–TK Talenta Semarang Lestari, Budi Dyah; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Irdyansyah, Andry
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1822

Abstract

Program Revitalisasi Karakter Anak Usia Dini melalui Inovasi Digital ICE dan Pembelajaran Berbasis Kearifan Budaya di KB–TK Talenta Semarang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran karakter anak usia dini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, program ini mengedepankan pendekatan Inovasi Cerdas dan Edukatif (ICE) yang menggabungkan metode pembelajaran berbasis media digital dan kearifan budaya lokal, seperti cerita rakyat, adat istiadat, dan tradisi setempat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengembangkan karakter anak yang lebih kuat, berintegritas, dan menghargai nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat. Melalui penerapan pembelajaran berbasis digital, anak-anak di KB–TK Talenta Semarang diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan materi ajar yang interaktif dan menarik, yang dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap pentingnya karakter dan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kognitif anak, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbasis pada nilai-nilai yang luhur dan relevan dengan kehidupan sosial budaya mereka. Evaluasi dari program ini menunjukkan dampak positif dalam peningkatan karakter anak dan pemahaman budaya local.
Revitalisasi Karakter AUD melalui Digital ICE dan Budaya Lokal di KB-TK Inklusi Lestari, Budi Dyah; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Irdyansah, Andry
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7c4qhc81

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi pendidikan karakter anak usia dini melalui inovasi media digital ICE (Interactive Character Education) berbasis nilai-nilai budaya lokal di sekolah inklusi KB-TK Talenta Semarang. Sekolah ini memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan inklusif dan pembentukan karakter, namun masih menghadapi tantangan dalam pengembangan media pembelajaran yang interaktif, visual, dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pendekatan pembelajaran karakter yang digunakan masih bersifat konvensional, serta belum mengoptimalkan potensi budaya lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, tim pelaksana akan mengembangkan dan mengimplementasikan media ICE sebagai sarana pembelajaran karakter yang berbasis teknologi dan budaya lokal. Media ini dirancang dalam bentuk aplikasi digital yang interaktif dan mudah digunakan oleh anak-anak usia dini. Konten ICE mengintegrasikan cerita, tokoh, dan kebiasaan budaya Semarang dalam bentuk visual dan audio, serta dilengkapi fitur asesmen sederhana bagi guru. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam 8 tahap kunjungan, mencakup sosialisasi, pelatihan guru, uji coba media, pendampingan, dan evaluasi. Selain itu, program ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam pembelajaran karakter digital dan mendorong partisipasi aktif orang tua. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs poin 4 (Quality Education), serta mendukung IKU 3,5 dan 7 perguruan tinggi dan RIRN dalam bidang sosial-humaniora. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran karakter yang adaptif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan anak-anak di sekolah inklusi, sekaligus memperkuat jati diri budaya sejak usia dini. Dalam kerangka Asta Cita pembangunan nasional, kegiatan ini sejalan dengan Cita ke-6 yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional melalui pendidikan dan inovasi berbasis.
Memahami Persepsi Dan Praktik Guru Non-Native Speaker dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini di Semarang Dian Pramita; Budi Dyah Lestari; Dewi Nugrahastuti Wirahno; Atika Zahra Furi
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v2i1.87

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini semakin mendapat perhatian seiring dengan rencana penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028. Di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, pembelajaran bahasa Inggris di lembaga PAUD umumnya dilaksanakan oleh guru non-native speaker. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi dan praktik guru non-native speaker dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini di Kota Semarang, termasuk tantangan yang dihadapi serta strategi yang dikembangkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran terhadap 11 guru PAUD dari berbagai latar belakang pendidikan dan lembaga., Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru non-native speaker masih mengalami keraguan terhadap kemampuan linguistik mereka, terutama dalam aspek pelafalan dan kefasihan berbicara. Namun demikian, mereka memandang diri memiliki kelebihan dalam memahami kesulitan belajar anak dan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang kontekstual. Praktik pembelajaran yang dilakukan meliputi penggunaan metode Total Physical Response (TPR), lagu, permainan, storytelling, serta pemanfaatan media visual dan teknologi sederhana. Guru juga menerapkan strategi alih kode (code-switching) untuk membantu pemahaman anak. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan kompetensi bahasa, kendala pedagogis, serta dukungan institusional yang belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan pengembangan diri secara mandiri dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru non-native speaker memiliki peran strategis dalam pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini, namun memerlukan dukungan pengembangan profesional yang berkelanjutan dan kontekstual.