Yoga Aribowo
Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Karakteristik Interaksi Fluida-Batuan dan Pendugaan Suhu Reservoir pada Sistem Panasbumi Kamojang Garut Berdasarkan Data Kimia Gas Sumur Produksi Yoga Aribowo; Marcelina Ramadhani
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.246 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.59-66

Abstract

Lapangan Panasbumi Kamojang merupakan salah satu lapangan tertua yang berproduksi di Indonesia, dengan karakter dominasi uap. Salah satu cara memahami tatanan sistem panasbumi adalah dengan menganalisis kimia fluida, baik air maupun gas. Analisis geokimia gas pada lapangan Kamojang ini dilakukan pada gas yang berasal dari 10 sumur produksi, dengan metoda kromatografi gas untuk gas non reaktif dan metoda titrasi untuk gas reaktif. Hasil analisis diplot pada beberapa diagram segitiga untuk analisis asal air. Perhitungan suhu reservoir dilakukan dengan geotermometer berdasar formula dari beberapa penulis sebelumnya. Berdasar terneri N2-He-Ar, fluida pada sumur B, E, A, G diperkirakan berasal dari gas magmatik, sedangkan sumur I, H, D, C dari air meteorik, dan berdasar terneri N2-CO2-Ar, input gas diperkirakan berasal dari gas magmatik. Berdasar perhitungan geotermometer, suhu reservoir berkisar antara 230-279,7oC.
Pemetaan Bawah Permukaan dan Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Formasi Baturaja, Lapangan Mawar, Cekungan Sumatera Selatan Dina Kusumawardani; Yoga Aribowo; Ahmad Syauqi Hidayatillah; Fahri Usmani
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.899 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.1.2018.25-33

Abstract

Lapangan Mawar Formasi Baturaja merupakan lapangan yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan. Cekungan ini merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya hidrokarbon. Studi pemetaan bawah permukaan diperlukan dalam kegiatan eksplorasi untuk mengetahui keadaan geologi dan jebakan minyak melalui data seismik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui litologi dan stratigrafi, struktur geologi, dan sebaran reservoir dari data inti batuan dan petrografi, log dan seismik. Kemudian untuk mengetahui fasies karbonat yang ada pada Formasi Baturaja dari analisis fasies seismik dan validasi data inti batuan dan petrografi, dan juga mengetahui cadangan hidrokarbon pada reservoir Baturaja, Lapangan Mawar, Cekungan Sumatra Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini dilakukan dengan melakukan studi literatur, studi kasus dan analisis data. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif untuk menentukan jenis litologi, korelasi stratigrafi, korelasi struktural dan analisis data seismik 2D. Analisis data seismik 2D dilakukan dengan picking fault dan picking horizon yang digunakan sebagai dasar interpretasi geologi bawah permukaan dan analisis fasies karbonat pada reservoir Formasi Baturaja, Lapangan Mawar. Berdasarkan dari hasil pengolahan dan analisis data, diinterpretasikan litologi penyusun Formasi Baturaja, Lapangan Mawar yaitu batugamping dari carbonate shelf. Analisis kualitatif, ditemukan zona prospek hidrokarbon pada lapangan Mawar berada pada puncak antiklin dengan perhitungan cadangan yang ada pada reservoir Formasi Baturaja sebesar 188.905.829,38 STB.
Potensi Reservoir Batupasir Formasi Ngimbang dan Interval Umur pra-Tersier Area Silaen-10, Sub-Cekungan Kangean, Cekungan Jawa Timur Utara Michael Silaen; Yoga Aribowo; Reddy Setyawan
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.2.2021.101-116

Abstract

Salah satu cekungan sedimen yang telah banyak dilakukan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi adalah Cekungan Jawa Timur Utara. Cekungan ini memiliki sistem petroleum yang kompleks dan berbeda-beda untuk setiap Sub Cekungan. Berdasarkan penilitian terdahulu di Cekungan Jawa Timur-Utara, diperlukan kajian lebih lanjut terhadap Formasi Ngimbang dan pra-Ngimbang untuk dapat menemukan prospek baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stratigrafi dan persebaran batuan, mengetahui nilai properti batuan dari hasil perhitungan petrofisika, dan menentukan area prospek baru. Data yang digunakan mencakup dua sumur, yaitu sumur Silaen-1 dan Silaen 3, dan data seismik 3D. Empat marker yang digunakan dalam picking horison, yaitu R2, R1 (top dan bottom), dan SB pra-Tersier. Hasil analisis data sumur menunjukkan pada sumur Silaen-1 tersusun dari perlapisan batupasir, batugamping, dan shale berseling dengan batubara, sedangkan sumur Silaen-3 tersusun atas litologi yang sama dengan Silaen-1, tetapi tanpa batugamping. Perhitungan petrofisika pada sumur Silaen-1 menunjukkan nilai rerata porositas efektif 27%; Vshale 0,23; dan saturasi air 80%, sedangkan Sumur Silaen-3 memiliki nilai rerata porositas efektif 24%; Vshale 0,05; dan saturasi air 82%. Penentuan area prospek terbaru menggunakan kombinasi play, peta struktur kedalaman, dan juga sebaran porositas efektif. Berdasarkan ketiga parameter tersebut, ada tiga horison yang layak untuk potensi, yaitu top R1, bottom R1, dan SB pra-Tersier. Horison R1 terdapat dua area prospek baru untuk dilakukan eksploitasi, sedangkan horison SB pra-Tersier memiliki empat area prospek terbaru.
Analisis Geokimia Hidrokarbon Dan Estimasi Perhitungan Volume Hidrokarbon Pada Batuan Induk Aktif, Cekungan Jawa Timur Utara Al Ghifari, Syahronidayi; Aribowo, Yoga; Setyawan, Reddy
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.162-173

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara termasuk dalam cekungan yang berpotensi untuk dilakukannya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi batuan induk, jenis hidrokarbon, tingkat kematangan, lingkungan pengendapan, hubungan sedimentasi dengan penurunan dan kematangan serta mengetahui jumlah hidrokarbon tergenerasi dan terekspulsi. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode deskriptif analitis dengan menganalisis data geokimia penapisan, data biomarker, data peta isopach setiap formasi dan data petrofisika.Berdasarkan hasil analisis, Formasi Tawun, Formasi Tuban berpotensi menjadi batuan induk potensial sebagai batuan induk biogenik. Formasi Kujung dan Formasi Ngimbang berpotensi menjadi batuan induk efektif, menghasilkan hidrokarbon campuran minyak dan gas serta gas prone dengan tipe kerogen II/III dan III. Formasi yang telah memasuki jendela kematangan berada pada kedalaman lebih dari 2.200 m. Lingkungan pengendapan Formasi Ngimbang pada daerah fluvial-deltaik (lower delta plain). Lingkungan pengendapan Formasi Kujung pada daerah mixed shallow lacustrine dominated and open marine yaitu pada bagian delta plain. Estimasi volume hidrokarbon yang tergenerasi pada Formasi Ngimbang sebesar 14 BBOE (billion barrel oil of equivalent) dan Formasi Kujung sebesar 3,39 BBOE. Volume hidrokarbon ekspulsi pada Formasi Ngimbang sebesar 5,62 BBOE – 8,43 BBOE dan Formasi Kujung sebesar 1,36 BBOE – 2,04 BBOE.
Provenance Analysis Based On Petrographic Samples On EXIA-1 Well, Banggai Basin, East Sulawesi, Indonesia Setyawan, Reddy; Aribowo, Yoga; Kurniasih, Anis; Fahrudin; Ali, Rinal Khaidar; Najib; Ferdy; Wijaya, Ennur Kusuma; Qadaryati, Nurakhmi; Khorniawan, Wahyu Budhi; Dalimunte, Hasnan Luthfi; Ringga, Anita Galih
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 2 (2024): JGEET Vol 09 No 02 : June (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.2.13367

Abstract

The structure of Exia is composed of Miocene built-up carbonates formed by shear faults. The buildup carbonate feature in the Exia prospect can be seen from the high elevation surrounded by lows with an NNE-SSW and NE-SW trending. The MA-1, SE-1, MI-1 wells are several wells in the Tiaka and Senoro Fields which are proven to have large gas reserves. Tiaka Field is located to the west of the Exia Well, while Senoro Field is to the northeast. The study used primary data from the Exia-1 well in the form of cutting samples. The wet and dry cutting samples were further processed into thin section. This thin section is then carried out for petrographic, XRD, and SEM analysis. Tomori Formation starts from the deeper environment FZ1 upwards to the shallower FZ5 –FZ6 (reef) with open marine and restricted areas. The allochem that composes the limestone at The Matindok Formation consists of red algae fragments and benthic forams which indicate the facies zone of formation in FZ 4 (slope). In the upper Mantawa Formation, it is still quite clear the presence of large forams indicating a reef association environment (FZ5-FZ6), but the presence of a large number of planktonic forams indicates a deeper depositional environment / slope, so it is possible that large forams were transported from a shallower environment. The Kintom Formation have rock provenance ranging from continental blocks in the interior of the craton to a recycled orogeny section of recycled quartz zone.