Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : APTEK

Kajian Emisi Gas Buang Kendaraan Roda 4 1300 CC di Kabupaten Rokan Hulu Ahmad Fathoni; Yose Rizal; Syafri Edi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2126

Abstract

Dengan semakin berkembangnya kendaraan bermotor terutama kendaraan roda 4 ditengah tengah masyarakat maka dengan sendirinya akan menaikkan kadar emisi gas buang dari kendaraan yang ada. Dimana semakin tinggi kadar emisi gas buang maka akan sangat berbahaya bagi kehidupan manusia disekitarnya. Penelitian ini sengaja dilakukan untuk mengetahui hasil gas buang dari 2 kendaraan yang di uji berapa CO, HC, CO2 dan O2. Metode penelitian dengan 2 sampel kendaraan yakni Avanza dan Xenia menggunakan Alat Uji Emisi Gas Buang HG - 520 dengan varian waktu 1 menit, 3 menit dan 5 menit pada putaran idle. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai karbon monoksida tertinggi terjadi pada kendaraan Xenia dengan lama operasi 1 menit sebesar 0,04%, lama operasi 3 menit sebesar 0,03% dan lama operasi 5 menit sebesar 0,01%. Sedangkan nilai karbon monoksida terendah terjadi pada kendaraan Avanza sebesar 0,00 (Nol)% dengan lama operasi 1 menit dan 3 menit, sedangkan lama waktu operasi 5 menit sebesar 0,01%; emisi gas buang hidro karbon (HC) tertinggi terjadi pada kendaraan Avanza sebesar 63 ppm, dan terendah pada kendaraan Xenia sebesar 37 ppm; emisi gas buang Oksigen (O2) tertinggi pada kendaraan Avanza sebesar 25% dan terendah pada kendaraan Xenia sebesar 18%; dan untuk emisi gas buang karbon dioksida (CO2) menunjukkan nilai yang sama yaitu sebesar 0,8%.
Dampak Pelanggaran Lalulintas terhadap Probabilitas Kecelakaan pada Pengendara Sepeda Motor di Indonesia Lumba, Pada; Ariyanto, Anton; ., Rismalinda; Fathoni, Ahmad
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.2993

Abstract

Jumlah sepeda motor di Indonesia pada tahun 2019 cukup tinggi dibandingkan jenis kendaraan lainnya yakni 112.771.136 unit dengan pertumbuhan per tahun sebesar 6,2%. Peningkatan sepeda motor mengakibatkan peningkatan kecelakaan lalulintas. Fakta menunjukkan bahwa 70.93% kecelakaan yang terjadi di Indonesia melibatkan pengendara sepeda motor [1]. Untuk itu penting dilakukan studi untuk mengurangi risiko kecelakaan pada pengendara sepeda motor dengan memberikan gambaran awal kepada pengendara sepeda motor dan pengambil kebijakan tentang besarnya probabilitas kecelakaan pada pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran lalulintas. Dari 205 sampel yang dianalisis dengan metode Bayesian Network mengindikasikan bahwa probabilitas kecelakaan lalulintas terjadi lebih besar pada pengendara yang melakukan pelanggaran lalulintas lebih dari 1 kali sebelum mengalami kecelakaan dibandingkan pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran hanya 1 kali sebelum terjadinya kecelakaan. Selanjutnya dilakukan validasi model dasar dengan menggunakan jumlah sampel 92 responden. Kemudian dilakukan beberapa skenario untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap probabilitas kecelakaan. Kontribusi penelitian ini sebagai gambaran awal yang komprehensif kepada pengendara sepeda motor dan pengambil kebijakan dalam meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan pada pengendara sepeda motor.
Uji Pompa Seri dan Pararel Horizontal Terhadap Kinerja Fathoni, Ahmad
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3225

Abstract

Salah satu alat yang ada dilaboratorium teknik mesin adalah alat Mekanika Fluida yang dapat digunakan sebagai alat praktikum mesin mesin fluida. Proses pengujian yang penulis lakukan pada sistem perpipaan menggunakan pompa tunggal, pompa seri dan pompa parallel horizontal. Dari pembuatan dan pengujian yang dilakukan dilaboratorium penurunan tekanan yang terjadi cenderung mengalami peningkatan bila panjang pipa yang digunakan besar dan jumlah komponen perpipaan yang digunakan semakin banyak. Dengan adanya perhitungan yang matang dari segi bahan pipa dan komponen perpipaan yang digunakan serta perhitungan yang tepat maka akan diperoleh hasil pembuatan alat uji yang baik. Proses pembuatan alat uji pompa di bagi menjadi dua bagian yaitu bagian pertama fokus kepada pembuatan meja kerja, dan bagian yang ke dua fokus kepada pembuatan rangkaian sistem perpipaan. Dimana setelah proses ini semua selesai dilaksanakan barulah kita posisikan bak penampung air sesuai dengan posisi yang telah di tentukan sehingga dapat kita isi dengan fluida cair (air) sesuai dengan takaranya, setelah itu baru kita lakukan pengujian. Dari hasil pengujian yang di lakukan diperoleh bahwa penurunan tekanan yang terjadi pada pipa lurus dan memiliki sedikit komponen perpipaan yang terpasang pada sistem perpipaan horizontal lebih kecil dibandingkan dengan sistem perpipaan yang memiliki belokan dan banyak komponen perpipaan yang terpasang pada sistem perpipaan baik yang menggunakan pompa tunggal, pompa seri dan pompa paralel. Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa penggunaan pipa yang lurus atau sedikit belokan dan sedikit pemasangan komponen perpipaan akan lebih baik dan efektif serta bisa diterapkan sebagai alat uji praktikum mekanika fluida.
Coffee Consumption Factor on Increasing of Alertness and Decreassing of the Risk of Accidents; Analysis Using Bayessian Network Lumba, Pada; Rismalinda; Fathoni, Ahmad
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3352

Abstract

Most of the motorcyclists feel exhausted before they had accident. 50.5% of motorcyclists who have accident sleep at night before the accident for 6 hours and below. The sample consist of 381 respondents who had experienced accident. Data analysis used GeNie 2.0 software. The results show that the motorcyclists who consume coffee are more likely to have accident by 11% and 89% for the motorcyclists who do not consume coffee . The results of the model validation show the Mean Absolute Deviation (MAD) value was 21.07%. Scenario 1 shows that motorcyclists who consume coffee and sleep less than normal sleeping hours have the potential to have accidents. The drivers who drink coffee and drive on a straight road are more likely to have accident than driving on hills or bends. In scenario 3, the road geometry has no effect on the level of fatigue and the probability of accidents that occurred for drivers who consume coffee. In scenario 4 shows that the longer the driving time, thus the driver's fatigue level increases. However, the driver's fatigue level decreases when long duration of driving is over 60 minutes and it is caused by the driver has rested due to the driver is fatigue. Scenario 5 shows that drivers who consume coffee and have side job are more likely to experience fatigue and tend to have accident than drivers who do not consume coffee and the drivers do not have side job.
Pengaruh Jenis Palm Oil Mill Effluent terhadap Kadar Air dan pH Pasca Proses Anaerobik pada Reaktor PLTBg Subekti, Purwo; Heri Suripto; Ahmad Fathoni; Eddy Elfiano; Romi Arjuna Putra; Mohd. Sabri Safii Hasibuan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 02, Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis Palm Oil Mill Effluent (POME) terhadap kadar air dan pH setelah melalui proses anaerobik pada reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Tiga jenis POME, yaitu POME liquid, POME sluge, dan POME solid dianalisis dengan tiga kali ulangan untuk setiap jenis sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis POME berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan pH dengan nilai F-hitung kadar air sebesar 1456,23 dan pH sebesar 38,57 (p < 0,05). Analisis korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,9998 (p = 0,012), nilai tersebut sebagai indikasi hubungan positif yang kuat antara kadar air dan pH. Semakin tinggi kadar air, maka nilai pH cenderung meningkat. POME liquid menunjukkan karakteristik paling stabil dengan kadar air 97,92% dan pH 7,64. Hasil tersebut memberikan informasi dasar bahwa nilai kelembaban yang tinggi mendukung kestabilan proses biologis dalam sistem biogas, serta penting untuk optimalisasi pengelolaan limbah cair industri kelapa sawit
Analisis Kandungan Karbon Organik pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit setelah Proses Anaerobik di Reaktor Biodigester Subekti, Purwo; Heri Suripto; Ahmad Fathoni; Eddy Elfiano; M. Handyka Septia
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organic pada tiga fraksi Palm Oil Mill Effluent (POME) setelah melalui proses pengolahan anaerobik di dalam reaktor biodegester Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemisahan POME menjadi tiga fraksi, yaitu sludge, solid, dan liquid, dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta potensi pemanfaatan lanjutan dari sisa proses pengolahan POME di reaktor biodigester PLTBg. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar karbon organik (C-organik) residu antar fraksi tersebut. Secara berurutan, kadar C-organik tertinggi ditemukan pada fraksi sludge (rata-rata 8,91%), diikuti oleh fraksi solid (2,57%) dan liquid (0,12%). Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat biodegradasi bahan organik paling efektif terjadi pada fraksi cair (liquid). Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (α < 0,05). Hasil ini menegaskan bahwa sifat matriks dan komposisi masing-masing fraksi POME secara fundamental memengaruhi kinetika serta efisiensi proses degradasi bahan organik selama pengolahan anaerobik.