Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin

TAFSĪR AL-KHATĪB AL-MAKKĪ: A Study of Sayyid 'Abd Al-Hamīd Ibn Ahmad Al-Khatīb's Interpretation of Juz Tabarak Wahidi, Ridhoul; Halim, Abdul; Arifullah, Mohd
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 23 No. 1 (2024): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v23i1.436

Abstract

This research examines the characteristics of Tafsir al-Khatīb al-Makkī; Tafsir Juz Tabārak by Sayyid 'Abd al-Hamīd ibn Ahmad al-Khatīb. The writing of the title of this commentary is attributed to the name of his father, namely Shaykh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, even though it was his son who wrote it. He was a scholar of Indonesian descent who was born, had a career and died in Arabia. Traces of his work and intellect, which are still little explored, are a contribution to completing the treasures of works by Indonesian ulama. Using library research and descriptive analysis, this article examines and analyzes the background to the preparation of the interpretation, methodology, and the advantages and disadvantages of the interpretation. The results of this research found that the preparation of this interpretation was motivated by the attitude of people who had ignored the benefits of the Al-Qur'an to the point that they had become backward among other nations. The interpretations that emerged did not accommodate the fast-paced conditions of the times. The ulama did not try to spread the message of Islam through the Qur’an in language that was simple and easy for everyone to understand. The preaching scholars are only concerned with fiqh issues. After long reflection on the religious spirit of Islam and the Muslim community, he wrote a comprehensive commentary entitled Tafsīr Al-Khatīb al-Makki. From the aspect of Tafsir sources, this book is classified as a Tafsir bi al-ma'sūr. The method used is the tahlilī method and the style used is adabi ijtimā'i and the systematics of writing Tafsir Juz Tabārak is tartib mushafi.
RESPONS ATAS ORIENTALISME DI TANAH AIR: Antara Konservatisme, Liberalisme Dan Moderat Tsarwat, Ahmad; Arifullah, Mohd
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 23 No. 1 (2024): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v23i1.446

Abstract

Pandangan konservatif terhadap orientalisme di Indonesia menekankan pentingnya memelihara dan mempertahankan nilai-nilai budaya dan intelektual lokal. Mereka menolak dominasi intelektual barat yang sering mengesampingkan nilai-nilai dan tradisi lokal. Pandangan konservatif terhadap orientalisme di Indonesia menggunakan pendekatan yang menekankan pentingnya memelihara nilai-nilai budaya dan intelektual lokal. Mereka menolak dominasi intelektual barat dan mempromosikan pengembangan studi lokal yang lebih otonom. Selain itu, pandangan konservatif juga memfokuskan pada pemeliharaan nilai-nilai agama sebagai bagian integral dari identitas budaya Indonesia. Pandangan konservatif terhadap orientalisme di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia harus mempertahankan nilai-nilai budaya dan intelektual lokal dalam menghadapi pengaruh luar. Mereka menolak dominasi intelektual barat dan mempromosikan pengembangan studi lokal yang lebih otonom. Selain itu, pandangan konservatif juga memfokuskan pada pemeliharaan nilai-nilai agama sebagai bagian integral dari identitas budaya Indonesia.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM Q.S. LUQMAN AYAT 12-19 : (Telaah Penafsiran Al-Mawardi Dan Al-Maraghi) Gunawan, Nofri; Musli, Musli; Arifullah, Mohd; Setiawan, Heru
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 21 No. 2 (2022): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.152 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v21i2.265

Abstract

Moral education is the main foundation in Islamic teachings and the foundation of belief to be used as a basis for all attitudes and behavior given through parents. Children are a source of happiness and conditioning and the most significant trust Allah SWT gives to every parent in the world. Therefore, children are the responsibility of parents. However, including parents, humans are not immune from mistakes, mistakes, and forgetfulness. Many parents need to remember the responsibility of fulfilling their children's rights. This research is library research that uses various sources of literature as a source of research data. Primary data sources are al-Mawardi's commentary, Al-Nukat Wa Al-'Uyun's interpretation, and Mustafa al-Maraghi's interpretation of al-Maraghi. In contrast, secondary data sources in research are books, articles, magazines, newspapers, or other sources. The results of this study are Al-Maraghi and Al-Mawardi. Both of them were reluctant that a child should be taught to worship Allah alone and not associate anything with Him. Then the responsibility of parents in educating children, according to surah Luqman, is by instilling the concept of believing in Allah by not giving Him glory, believing in the Prophets and Messengers, believing in the Books, obeying Allah by praying and doing good to parents, amar ma'ruf nahi mungkar. Luqman forbade his son not to associate partners with Allah with anything because there is no greater injustice than associating partners with Allah with others. Pendidikan akhlak merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam dan dasar-dasar pokok kepercayaan untuk dijadikan pijakan dalam segala sikap dan tingkah lakunya yang diberikan melalui orang tua.Anak sebagai sumber kebahagian dan penyejuk hati, dan amanah terbesar yang Allah swt berikan kepada setiap orang tua di dunia. Karenanya, anak adalah tanggung jawab orang tua. Namun, Manusia tidak luput akan kesalahan, kesilapan dan kelupaan termasuk orang tua. Banyaknya, orang tua yang lupa dengan tanggung jawab dalam menunaikan hak-hak anaknya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) yang menggunakan berbagai sumber kepustakaan sebagai sumber data penelitian. Sumber data primer adalah buku tafsir al-Mawardi yaitu tafsir Al-Nukat Wa Al-‘Uyun dan tafsir al-Maraghi karangan Mustafa al-Maraghi, Sedangkan Sumber data sekunder dalam penelitian adalah buku, artikel, majalah, surat kabar, atau sumber lainnya. Hasil penelitian ini adalahAl-Maraghi dan Al-Mawardi. Keduanya telah sepakat, bahwa hendaklah seorang anak diajarkan untuk menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Kemudian tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak menurut surah Luqman yaitu dengan cara menanamkan konsep beriman kepada Allah dengan tidak menyukutakn-Nya, beriman kepada Nabi dan Rasul, beriman kepada Kitab-kitab, Ta’at kepada Allah dengan Shalat dan berbuat baik kepada orang tua, amar ma’ruf nahi mungkar, serta Luqman melarang putranya agar tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, karena tidak ada kazhaliman yang lebih besar daripada menyekutukan Allah dengan lainnya.