Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan LKPD Tema Kebutuhanku Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Miftahurrahmah Desa Kuro Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Rani; Hartatiana; Elsa Cindrya; Febriyanti; Ali Murtopo
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pendidikan, Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/primearly.v8i2.4405

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi untuk meningkatkan kreativitas khususnya anak usia 5-6 tahun di PAUD Miftahurrahmah Desa Kuro karena masih rendahnya dalam meningkatkan kreativitas, karena guru hanya menggunakan lembar kerja anak, sehingga membuat anak tidak tertarik dan tidak mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kreativitas pada anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek dari penelitian ini adalah kelompok B di PAUD Miftahurrahmah Desa Kuro. Tahap uji coba lapangan awal dilakukan sejumlah 14 peserta didik dan uji coba lapangan utama dengan seluruh kelompok B di PAUD Miftahurrahmah Desa Kuro yaitu sebanyak 26 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan diperoleh berdasarkan data angket respon yang di analisis dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan validitas ahli materi 91,11 kategori sangat valid ,ahli desain 95,38 kategori sangat valid dan ahli bahasa 91,42 sangat valid. Uji kepraktisan LKPD berdasarkan angket respon guru 97 kategori sangat praktis, serta angket respon peserta didik dilakukan dalam bentuk instrumen dinyatakan sangat efektif pada uji coba lapangan awal 86,71 dinyatakan efektif, dan pada uji coba lapangan utama 92,76 dinyatakan sangat efektif. Maka dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan pada anak sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa LKPD untuk meningkatkan kreativitas valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
A STUDY ON THE UTILIZATION OF RAINWATER HARVESTING FOR RAW WATER NEEDS IN A CAMPUS AREA Achmad Achmad Rafi'ud Darajat; Muhammad Amin; Ali Murtopo
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 29 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 29 No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2025.v29.i01.p03

Abstract

One of the Sustainable Development Goals (SDGs) is to ensure universal access to clean water. However, in practice, the availability of clean water often faces both quality and quantity challenges. Rainwater harvesting presents a viable alternative source of raw water that can be optimized to meet these needs. Preliminary observations at Universitas Tidar revealed that collected rainwater exhibited high turbidity levels and iron (Fe) content exceeding the quality standards set by the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This study was conducted in the campus area of Universitas Tidar to evaluate the effectiveness of various activated carbon media thicknesses and contact times in improving rainwater quality. The treatment system utilized a Vertical Flow Roughing Filter (Upflow type) consisting of zeolite gravel, activated carbon, silica sand, volcanic sand, and a water filter housing unit. Three different thickness variations of activated carbon were tested. The results demonstrated significant improvements in water quality, particularly in reducing turbidity and iron content. The best performance was observed at the 60th minute using an 80 cm thickness of activated carbon, achieving 93% turbidity reduction and 99% iron removal efficiency. Based on these findings, the treated rainwater meets sanitation standards and can be safely used for sanitation purposes within the Universitas Tidar campus environment.
A STUDY ON THE UTILIZATION OF RAINWATER HARVESTING FOR RAW WATER NEEDS IN A CAMPUS AREA Achmad Achmad Rafi'ud Darajat; Muhammad Amin; Ali Murtopo
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 29 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 29 No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2025.v29.i01.p03

Abstract

One of the Sustainable Development Goals (SDGs) is to ensure universal access to clean water. However, in practice, the availability of clean water often faces both quality and quantity challenges. Rainwater harvesting presents a viable alternative source of raw water that can be optimized to meet these needs. Preliminary observations at Universitas Tidar revealed that collected rainwater exhibited high turbidity levels and iron (Fe) content exceeding the quality standards set by the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This study was conducted in the campus area of Universitas Tidar to evaluate the effectiveness of various activated carbon media thicknesses and contact times in improving rainwater quality. The treatment system utilized a Vertical Flow Roughing Filter (Upflow type) consisting of zeolite gravel, activated carbon, silica sand, volcanic sand, and a water filter housing unit. Three different thickness variations of activated carbon were tested. The results demonstrated significant improvements in water quality, particularly in reducing turbidity and iron content. The best performance was observed at the 60th minute using an 80 cm thickness of activated carbon, achieving 93% turbidity reduction and 99% iron removal efficiency. Based on these findings, the treated rainwater meets sanitation standards and can be safely used for sanitation purposes within the Universitas Tidar campus environment.
Perbedaan Gaya Kepemimpinan Dalam Perspektif Gender Nurul Fadilah; Ali Murtopo; risna safitri
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpmp.v1i2.7

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perbedaan gaya kepemimpinan dalam perspektif gender. Studi ini menyoroti pentingnya mengatasi stereotip gender dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi individu untuk mengembangkan identitas mereka sendiri. Penelitian ini mempunyai implikasi signifikan bagi individu yang ingin mengubah gaya kepemimpinan berdasarkan gender. penelitian tentang kepemimpinan berfokus pada mengidentifikasi perbedaan antara kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformasional. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan kajian kepustakaan (library research). Rancangan penelitian meliputi pemilihan topik, eksplorasi informasi, menentukan fokus penelitian berdasarkan informasi yang telah diperoleh, pengumpulan data dari buku-buku, jurnal, laporan penelitian, dan literatur lainnya yang mendukung tema penelitian ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa para pemimpin dapat menggunakan gaya kepemimpinan interaktif, seperti kepemimpinan transformasional, yang melibatkan manajemen konflik, pembinaan, dan organisasi pribadi. Perempuan yang menggunakan kepemimpinan yang terdapat yang signifikan dan terdapat yang efektif. Perempuan juga menggunakan "kepemimpinan transformasional" yang menggunakan gaya-gaya "kepemimpinan interaktif" dengan mendorong partisipasi, pembagian kekuasaan dan informasi, dan mempertinggi harga diri orang-orang. Gaya kepemimpinan ini berhubungan dengan tujuh skill manajemen secara umum yang berpengaruhi: pendelagasian, manajemen konflik, coaching dan developing, personal organization dan time management, komunikasi, adaptabilitas personal, dan analisa masalah dan pengambilan keputusan. Sedangkan laki-laki cenderung memotivasi orang-orang dengan mentransform kesenangan diri individu ke dalam tujuan-tujuan kelompok, perempuan lebih memilih untuk mendelegasikan dan kemudian melatih, sedangkan laki-laki lebih memilih cenderung mengarahkan dan kemudian mendukung. Perempuan mungkin lebih bisa menunjukkan bahwa mereka menggunakan sebuah gaya kepemimpinan interaktif dibanding laki-laki, yang disebut kepemimpinan tranformasional
STRATEGI GURU DALAM MENGENALKAN HURUF HIJAIYAH PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI RA PERWANIDA 3 PALEMBANG Pangestu, Maulana; Ali Murtopo; Aida Imtihana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42137

Abstract

The ability to recognize Arabic letters (huruf hijaiyah) in early childhood is a fundamental skill that needs to be stimulated from an early age, as it forms the basis for reading the Qur’an and supports children’s language and cognitive development. Observations at RA Perwanida 3 Palembang show that children aged 5–6 years are already able to recognize, mention, read, and distinguish hijaiyah letters well, indicating that the learning process implemented by teachers has been effective and developmentally appropriate. This study aims to describe the strategies used by teachers in introducing hijaiyah letters and to identify the supporting and inhibiting factors in the learning process. This research uses a qualitative method with a case study approach, and data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of learning activities. The results show that teachers apply varied and engaging learning strategies through play-based approaches such as singing, storytelling, and routine repetition, as well as using the Iqro method and listening–visual techniques. Teachers also utilize various learning media such as hijaiyah flashcards, hijaiyah puzzles, Iqro books, and visual materials to improve children’s engagement and understanding. Supporting factors include adequate learning facilities, parental involvement, and children’s enthusiasm during learning activities. Meanwhile, inhibiting factors involve irregular attendance, individual differences in ability, noisy classroom conditions, and children’s fluctuating concentration. This study concludes that creative and contextual learning strategies are effective in improving children’s ability to recognize hijaiyah letters; however, improvements are needed in attendance consistency and attention management to optimize learning outcomes.
Pelaksanaan Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Pembelajaran IPA Kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Maryati; Ali Murtopo; Nurmadiah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir dan untuk mengetahu faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran IPA kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka diperoleh kesimpulan yakni; Pertama, upaya yang dilakukan oleh guru IPA dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif sudah diterapkan dengan cara hangat dan akrab pada anak didik, tantangan, bervariasi seperti penggunaan alat atau media, keluwesan pengajaran, penekanan pada hal-hal yang positif dan menanamkan disiplin diri sendiri dan pelaksanaan tanggung jawab. Oleh karena itu seorang guru harus mampu mengupayakan agar pembelajaran dikelas dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan kondusif sehingga siswa senantiasa memperhatikan guru ketika mengajar di kelas. Kedua, Faktor pendukungnya meliputi, Sikap hangat dan antusiasnya Guru IPA, metode pembelajaran yang inovatif, lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman. Faktor Penghambat meliputi, Kurangnya kesadaran siswa dalam memotivasi diri sendiri, kurangnya disiplin dalam mengerjakan tugas, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga.
Pelasaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Madrasah Di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Fadlilah, Nur; Asmariani; Ali Murtopo
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Bagaimana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dan pendukungnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah dengan mencari bagaimana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka diperoleh kesimpulan yaitu: Pertama: Pelaksanaan tupoksi kepala Madrasah Aliyah Miftahul Huda kepala madrasah mengelola waktu dan sumber daya dengan baik, mengimplementasikan program kewirausahaan untuk siswa dan tenaga kependidikan, melakukan supervisi rutin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, berkomitmen terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan, mengatasi kekurangan guru dengan pembagian beban kerja yang proporsional, mempromosikan kebudayaan Indonesia di SILN, dan terlibat langsung dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran. Kedua, Faktor pendukung pelaksanaan tupoksi meliputi dukungan yayasan, komite madrasah, masyarakat, kekompakan guru dan tenaga kependidikan, serta lingkungan yang aman dan agamis. Semangat pengabdian guru juga menjadi motor penggerak utama. Faktor penghambat termasuk ketidaksesuaian latar belakang pendidikan guru, keterbatasan buku, kekurangan sarana prasarana (laboratorium IT dan perpustakaan), kondisi jaringan internet yang tidak stabil, penggunaan kantor yang bersamaan dengan lembaga lain, dan kurangnya imbalan yang cukup untuk guru dan tenaga kependidikan.
Pengelolaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Di SMP Negeri 1 Gaung Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir Hawa, Nur; Ali Murtopo; Nur Komariah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pengelolaaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII di SMP Negeri 1 Gaung Kuala Lahang serta faktor pendukung dan penghambat, jenis penelitian kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yaitu obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan Teknik keabsahan data menggunakan data triangulasi. Hasil penelitian ini adalah: pertama, menunjukkan bahwa pengelolaan proyek P5 dilakukan dengan tiga tahap yaitu: tahap perencanaan, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui kesiapan dan potensi peserta didik serta menetapkan strategi pelaksanaan proyek. Tahap pelaksanaan difokuskan pada keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan berbasis proyek, didukung asesmen formatif serta pendekatan kolaboratif, observatif, dan eksperimental. tahap evaluasi dilakukan melalui asesmen sumatif yang menilai hasil dari segi produk, proses, dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang berkembang, dengan strategi evaluasi yang reflektif dan menyeluruh. Secara keseluruhan, pengelolaan proyek P5 dalam pembelajaran IPA tidak hanya mendukung kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat karakter peserta didik sesuai dimensi Profil Pelajar Pancasila, serta menjadi praktik baik dalam penerapan Kurikulum Merdeka secara kontekstual dan bermakna. Kedua, faktor pendukung yaitu: komitmen seluruh warga sekolah, sarana dan prasarana, dan keterlibatan aktif peserta didik. Faktor penghambat yaitu: perbedaan pemahaman antar guru dan keterbatasan waktu akibat padatnya jadwal.
Strategi Kebijakan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Animo Masyarakat Di MTS Nailus Sa’adah Dusun Sumber Harapan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Krida, Darma; Asmariani; Ali Murtopo
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan animo masyarakat di MTs Nailus Sa’adah Dusun Sumber Harapan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepala madrasah telah menerapkan strategi yang terencana dan terstruktur, meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi ke sekolah-sekolah, menjalin kerja sama internal dan eksternal, menyelenggarakan pelatihan peningkatan kualitas guru, serta melibatkan guru dalam pengambilan keputusan. Strategi ini dilaksanakan dengan fokus pada peningkatan prestasi siswa, motivasi belajar, dan layanan pendidikan yang lebih baik. Evaluasi strategi dilakukan melalui peninjauan faktor internal dan eksternal, pengukuran capaian prestasi, dan tindakan korektif. Strategi yang digunakan bersifat agresif, yaitu proaktif mendobrak hambatan untuk mencapai target madrasah. (2) Faktor pendukung meliputi dukungan guru, staf, orang tua, tokoh masyarakat, serta budaya kerja positif di madrasah. Komitmen pengembangan profesional guru dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan. Namun, masih terdapat hambatan seperti resistensi terhadap perubahan, kondisi ekonomi masyarakat yang relatif rendah, serta kesadaran pendidikan yang belum merata sehingga sebagian orang tua masih menganggap pendidikan cukup hingga tingkat dasar.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Manajemen Mutu Pendidikan Jamaluddin; Asmariani; Ali Murtopo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih mendalam tentang mutu pendidikan dengan judul penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Manajemen Mutu Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur (library research/penelitian kepustakaan) yang terdiri dari jurnal ilmiah, buku teks, dan literatur lain yang relevan dengan masalah yang diteliti serta hal-hal yang mendukung lainnya. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memegang peranan yang sangat strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah yang efektif mampu mengoptimalkan berbagai fungsi kepemimpinan, seperti pengelolaan manajerial, pelaksanaan supervisi, pengembangan inovasi, pemberian motivasi, serta membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kepemimpinan turut mempengaruhi seluruh unsur dalam sistem pendidikan, mulai dari pengelola, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, yang secara kolaboratif berupaya mencapai tujuan pendidikan yang bermutu. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan dan perkembangan sekolah, termasuk kewajiban untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan mutu pendidikan secara keseluruhan. kepala sekolah dituntut untuk menunjukkan kinerja optimal dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik melalui perencanaan dan pelaksanaan program-program yang terarah. Upaya tersebut memerlukan dukungan solusi dan kinerja dari seluruh pemangku kepentingan agar berbagai permasalahan yang dihadapi dapat diatasi secara efektif.