Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN KALIUM TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA ENTISOLS SIDERA Ariyanti, Ariyanti; Khaliq, Moh. Adnan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2324

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai bulan maret di Green House Fakultas Pertanian dan untuk analisis tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah. Dengan lokasi pengambilan sampel tanah di Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini disusun dalam rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 satuan percobaan 6 taraf dosis perlakuan tersebut antara lain: Kontrol (Tanpa pemberian pupuk kandang sapi ): Pupuk kandang sapi dengan dosis 5 ton ha-1 : Pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton ha-1: pupuk kandang sapi dengan dosis 15 ton ha-1: Pupuk kandang sapi dengan dosis 20 ton ha-1: Pupuk kandang sapi dengan dosis 25 ton ha-1: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton ha-1 dapat meningkatkan Ph sebesar 6,298% C-organik sebesar 2,55%, K-tersedia sebesar 0,82 g, K jaringan tanaman sebesar 0,91,50%, dan serapan kalium tanaman bawang merah sebesar 6,3758%.
Pemanfaatan Batang Pisang Sebagai Bahan Baku AlternatifDalam Pembuatan Kertas Ramah Lingkungan Afianti, Afifa Suci; Hasratin, Hasratin; Kotambunan, Jesica; Adawiah, Rabiatul; Hijria, Nur; Hijriani, Hijriani; Ramadan, Fajar; Nur R, Nofa Safitri; Hartanto, Dimas; Sari, Yudya Kurnia; Lamaniu, Moh Galang; Ariyanti, Ariyanti; Toknok, Bau; Maiwa, Arman; Rahman, Abdul; Hamka, Hamka; Misrah, Misrah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4c5n3y82

Abstract

Pemanfaatan batang pisang sebagai bahan baku alternatif dalam produksi kertas ramah lingkungan merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku kayu dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji potensi batang pisang sebagai bahan alternatif dalam pembuatan kertas yang berkelanjutan, sejalan dengan pengembangan produk berbasis limbah alam. Melalui metode pengabdian masyarakat berupa praktik pembuatan kertas, penelitian ini juga berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang manfaat pemanfaatan limbah batang pisang. Kertas dari batang pisang dapat menjadi peluang bagi industri kertas yang bermanfaat untuk diproduksi dan dapat membantu meningkatkan nilai tambah ekonomi batang pisang. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan teknologi pembuatan kertas yang ramah lingkungan dan mendorong penerapan pemanfaatan limbah alam secara berkelanjutan di masyarakat.
Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Dalam Budidaya Lebah Madu di Wilayah KPH Dolago Tanggunu Soekardjo, Dewi; Ariyanti, Ariyanti; Alam, Andi Sahri
Mitra Sains Vol 12 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp26-42

Abstract

This research aims to empower and identify internal (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) factors influencing the empowerment of Forest Farmer Groups (FFGs) in honeybee cultivation within the Dolago Tanggung Forest Management Unit, Central Sulawesi. The study was conducted from March to May 2023, involving 45 respondents from 3 FFGs, each comprising 15 members. Qualitative descriptive analysis and SWOT analysis with IFAS and EFAS matrices were employed. The results of the internal and external factor analyses revealed strengths such as training for FFG members and financial assistance, weaknesses including limited FFG members participating in training and difficulties in securing additional funds for maintenance costs. Opportunities encompassed government support and consumer trust in products, while threats comprised weather changes and underutilization of technology for information acquisition. The SWOT analysis placed the study in Quadrant 1, indicating support for an aggressive strategy leveraging strengths to seize opportunities. Strategies suggested involve enhancing relationships among government, FFGs, and partners, boosting honey production and quality, providing regular honeybee cultivation training, utilizing agricultural and information technologies for product marketing, and employing attractive packaging to enhance consumer appeal.
KEANEKARAGAMAN JENIS BAMBU DAN STUDI ETNOBOTANINYA DI KECAMATAN LAMPASIO, KABUPATEN TOLITOLI, SULAWESI TENGAH Muthmainnah, Muthmainnah; Pitopang, Ramadanil; Rachman, Imran; Yusran , Yusran; Ariyanti, Ariyanti
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11997

Abstract

Informasi mengenai keanekaragaman dan pemanfaatan etnobotani bambu di Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, masih terbatas, meskipun wilayah ini memiliki potensi sumber daya bambu yang tinggi dengan sebaran relatif merata di hampir semua desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis-jenis bambu dan bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat. Penelitian dilakukan pada Februari–April 2025 menggunakan metode jelajah untuk eksplorasi jenis, serta studi etnobotani dengan purposive sampling dan snowball sampling. Nilai kepentingan budaya setiap jenis dianalisis dengan Index of Cultural Significance (ICS). Hasil penelitian menemukan sembilan jenis bambu yaitu Bambusa vulgaris var. striata (Lodd.ex Lindl), Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard, Schizostachyum brachycladum Kurz, Dendrocalamus strictus (Roxb). Nees, Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Widjaja, Gigantochloa atroviolacea Widjaja, Schizostachyum lima (Blanco) Merr, Bambusa glaucophylla Widjaja, dan Bambusa multiplex (Lour.) Jenis bambu dengan nilai ICS tertinggi adalah Schizostachyum brachycladum Kurz (ICS = 516), yang dimanfaatkan luas sebagai bahan pangan, pagar, kayu bakar, wadah nasi lemang, tali, dan anyaman. Jenis ini perlu difokuskan pada konservasi dan budidaya untuk menjaga ketersediaannya. Sebaliknya, Bambusa glaucophylla Widjaja dan Bambusa multiplex (Lour.) memiliki nilai ICS terendah (ICS = 12), mencerminkan pemanfaatan yang terbatas. Kedepan, kedua jenis ini berpotensi dikembangkan melalui eksplorasi pemanfaatan baru dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai tambahnya.
DESCRIPTION IMPLEMENTATION LEARNING CARRIED OUT BY TEACHERS BASED ON COACHING HEADMASTER Ariyanti, Ariyanti; Lestari, Ayu
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v18i2.106505

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning by teachers, enhanced through principal coaching at State Elementary School 72 West Pontianak Subdistrict. The scope of the study covered the analysis of coaching implementation in learning. The research method was descriptive, involving 16 teachers as the research sample. Data were collected through live observation, interviews, and document analysis across three coaching stages: pre-observation, observation, and post-observation. The data were analyzed using content analysis techniques, which involved the process of data reduction, data presentation in a narrative form, and drawing interpretations from the research findings. Data validity was ensured through method and source triangulation. The results showed that the principal's coaching had a positive impact on the quality of learning. In the planning stage, all teachers were able to compile complete teaching modules, although some still needed guidance in formulating learning objectives. In the implementation stage, the teachers successfully implemented the revised learning modules and created a conducive learning environment. In the post-observation stage, the teachers demonstrated the ability to analyze reflections on their teaching practices and prepare self-development plans. In conclusion, the school principal's coaching is an effective strategy for overcoming low learning quality and fostering sustainable teacher professional development
POSITION AND COPYRIGHT HOLDERS OF CREATIONS PRODUCED BY ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN INDONESIAN COPYRIGHT LAW Sulthon Miladiyanto; Ariyanti Ariyanti
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 13, No 2 (2026): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v13i2.51430

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has raised new legal issues in the field of copyright, particularly regarding the status and protection of works produced by artificial intelligence systems. AI is capable of producing works that appear original and complex, but its legal status as a creator remains a matter of debate because AI is not a legal subject with will and legal responsibility. Based on Law Number 28 of 2014 concerning Copyright, copyright can only arise from human creativity, feelings, and intentions that contain elements of creativity and originality. Therefore, works produced with the help of AI are still recognized as the property of humans who play a role in designing, directing, or controlling the creative process. Copyright principles such as the declarative, constitutive, originality, justice, moral rights, and economic rights are the main basis for maintaining a balance between protection for human creators and technological progress. The results of this study confirm that AI only functions as an aid in the creation process, while copyright recognition remains inherent in humans as the primary legal subject. Adaptive regulatory updates are needed so that copyright law in Indonesia can provide effective, fair, and aligned protection with the development of artificial intelligence-based digital technology.