Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EVALUASI TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE AKUT BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT TENTARA DR. SOEDJONO MAGELANG TAHUN 2018 Ruskiah Octavia; Wahyu Kumil Laila; Nadia Saptarina; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5629

Abstract

Diare akut merupakan buang air besar lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari 14 hari. Terapi antibiotik merupakan salahsatu standar tatalaksana diare akut yang dianjurkan oleh WHO. Ketidaktepatan terapi antibiotik pada diare akut balita dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan terapi antibiotik pada pasien diare akut balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang dilakukan dengan pengumpulan data rekam medik pasien rawat inap secara retrospektif sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis dengan pedoman World Gastroenterology Organisation Acute Diarrhea in Adults and Children: A Global Perspective 2012 dengan metode deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 sampel balita dengan diagnosa diare akut dan mendapat terapi antibiotik meliputi 91% tepat indikasi, 91% tepat obat, dan 85% tepat dosis.
Evaluasi Terapi Antibiotik pada Pasien Diare Akut Balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tentara Dr. Soedjono Magelang Tahun 2018 Ruskiah Octavia; Wahyu Kumil Laila; Nadia Saptarina; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5629

Abstract

Diare akut merupakan buang air besar lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari 14 hari. Terapi antibiotik merupakan salahsatu standar tatalaksana diare akut yang dianjurkan oleh WHO. Ketidaktepatan terapi antibiotik pada diare akut balita dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan terapi antibiotik pada pasien diare akut balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang dilakukan dengan pengumpulan data rekam medik pasien rawat inap secara retrospektif sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis dengan pedoman World Gastroenterology Organisation Acute Diarrhea in Adults and Children: A Global Perspective 2012 dengan metode deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 sampel balita dengan diagnosa diare akut dan mendapat terapi antibiotik meliputi 91% tepat indikasi, 91% tepat obat, dan 85% tepat dosis.
Antioxidant, Tyrosinase Inhibition Activity, and In Vitro SPF Evaluation of Pepino Fruit Extract (Solanum muricatum Aiton) in Different Solvent Types and Concentrations Sugihartini, Nining; Firsty, Girly Risma; Laila, Wahyu Kumil; Mulyaningsih, Sri; Rais, Ichwan Ridwan
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solvent is a key factor that affects the effectiveness of active compound extraction from plant materials (simplisia). This study aimed to determine the optimal type and concentration of solvent used in the extraction of pepino fruit based on the parameter of antioxidant and tyrosinase inhibition activity, as well as Sun Protection Factor (SPF) value. The extraction was carried out using the maceration method with ethanol or ethyl acetate as the solvent, each at concentrations of 50%, 70%, and 96%, respectively. The antioxidant activity of the extracts was evaluated using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The inhibition of tyrosinase and the determination of the SPF value were carried out using in vitro test. The results showed that the ethyl acetate extract was better than that of the ethanol extract in terms of antioxidant activity, tyrosinase inhibition, and SPF value. In the ethyl acetate solvent, a concentration of 96% provided the strongest antioxidant, tyrosinase inhibition activity, and the second highest in SPF test. It can be concluded that the optimal solvent for extracting pepino fruit as promising compound for sunscreen formulation is 96% ethyl acetate.
Review Artikel: Potensi Talas sebagai Obat Luka Laila, Wahyu Kumil; Firsty, Girly Risma; Sunardi, Kartika Setyaningsih
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.808

Abstract

Latar belakang: Luka insisi merupakan luka goresan pada kulit yang disebabkan oleh benda tajam. Umum terjadinya luka insisi pada masyarakat dan minimnya pemanfaatan tanaman obat menjadi fokus utama dalam review ini. Umbi secara empiris telah digunakan masyarakat sebagai pembalut luka dan secara ilmiah mengandung saponin, tanin, dan flavonoid untuk meningkatkan reepitalisasi luka insisi. Tujuan: bukti ilmiah tentang penggunaan ekstrak umbi talas dalam meningkatkan reepitelisasi luka insisi, jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen. Metode: studi literature jurnal dilakukan secara sistematis melalui penelusuran hasil publikasi ilmiah menggunakan database PubMed, Google Scholardan Scientdirect. Hasil: tanaman umbi talas memliki kandungan yang dapat mempercepat penyembuhan luka dengan membantu reepitalisasi sel kulit. Kata kunci : Colocasia esculenta, talas, luka Introduction: Incision wounds are scratches on the skin caused by sharp objects. The common occurrence of incision wounds in society and the minimal use of medicinal plants are the main focus of this review. Tubers have been empirically used by the community as wound dressings and scientifically contain saponins, tannins, and flavonoids to increase reepithelialization of incision wounds. Objective: scientific evidence on the use of taro tuber extract in increasing reepithelialization of incision wounds, the number of fibroblasts and collagen thickness. Methods: a systematic journal literature study was conducted through searching for scientific publication results using the PubMed, Google Scholar and Scientdirect databases. Results: taro tuber plants have content that can accelerate wound healing by helping skin cell reepithelialization. Keywords : Colocasia esculenta, taro, wound
Edukasi Swamedikasi Rasional melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) pada Komunitas Keluarga Alumni Pondok Pesantren Inayatullah di Sleman Dilalah, Idlohatud; Christiandari, Hanita; Hernawan, Jarot Yogi; Suprasetya, Edy; Laila, Wahyu Kumil; Nugraheni, Nadzifa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.358

Abstract

Self-medication refers to an individual’s effort to treat their own health complaints based on symptoms they experience. This practice commonly involves purchasing over-the-counter drugs, using leftover prescribed medicines, or taking medications recommended by family members, friends, or the media without medical supervision. Such self-treatment carries the risk of irrational drug use; therefore, education is essential to enhance public literacy regarding the proper use of medicines. The Inayatullah Islamic Boarding School Alumni Family Community consists of former students and their families, most of whom are in the 25–35 age range and have recently started families. This community service program aims to improve participants’ knowledge and attitudes toward self-medication through a community-based educational approach. The activity was implemented through the Smart Community Movement for the Rational Use of Medicines (GeMa CerMat), conducted in the form of interactive lectures and discussions during a regular monthly gathering at one of the alumni’s residences in Dukuh Nandan, Sariharjo Village, Ngaglik District, Sleman Regency. Participants actively engaged in discussions about appropriate and rational self-medication practices. It is expected that this educational initiative will enhance the community’s understanding of responsible self-medication, enabling them to make wiser decisions in treating minor health problems and to prevent irrational drug use.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya (Carica papaya Linn) Menggunakan Metode Dpph yulia; Suprasetya, Edy; Kumil Laila, Wahyu
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.371

Abstract

Kulit buah pepaya memiliki metabolit sekunder sebagai antioksidan. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menjadi salah satu cara pengujian pada sampel untuk mengidentifikasi kandungan senyawa yang terdapat dalamkulit buah pepaya (Carica Papaya Linn). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Penelitian kali ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah pepaya california meliputi uji; alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan sampel ekstrak etanol kulit buah pepaya california menggunakan seri konsentrasi 10, 20, 30, dan 40 ppm, dan sampel vitamin C menggunakan seri konsentrasi 1, 2, 3, dan 4 ppm. Diperoleh hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah pepaya california, yaitu: positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan negatif mengandung senyawa triterpenoid. Hasil nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah pepaya california diperoleh sebesar 28,303 µg/ml dan sampel vitamin C sebesar 2,482 µg/ml.
Pengembangan Sabun Padat Transparan Berbasis Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.): Formulasi dan Uji Mutu Fisik Hernawan, Jarot Yogi; Laila, Wahyu Kumil; Wahyu Ika Lestari, Nur; Dilalah, Idlohatud; Christiandari, Hanita; Nugraheni, Nadzifa
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.372

Abstract

Rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) merupakan bahan alam yang memiliki efek antibakteri dan antioksidan untuk kulit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sabun padat transparan berbasis ekstrak rimpang bangle serta mengevaluasi mutu fisiknya. Ekstrak bangle diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dengan rendemen 10,50%. Ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula sabun (F0–F3) dengan konsentrasi 0%, 3%, 6%, dan 9%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, tinggi busa, pH, dan kadar alkali bebas. Hasil menunjukkan bahwa semua formula memiliki bentuk padat oval, sementara penambahan ekstrak memengaruhi warna dari putih transparan (F0) menjadi oranye hingga oranye kecoklatan (F1–F3), disertai munculnya aroma khas bangle. Seluruh sediaan homogen tanpa terlihat adanya gumpalan. Tinggi busa menurun seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dari 115 mm (F0) menjadi 98,3 mm (F3), namun tetap memenuhi persyaratan SNI (13–220 mm). Nilai pH berada pada rentang 9,45–10,65 dan seluruhnya sesuai standar SNI (9–11). Kadar alkali bebas meningkat seiring peningkatan ekstrak, tetapi tetap berada di bawah batas SNI (<0,1%), sehingga aman digunakan. Secara keseluruhan, penambahan ekstrak bangle memengaruhi warna, aroma, tinggi busa, pH, dan kadar alkali bebas, namun seluruh formula tetap memenuhi standar mutu fisik, sehingga ekstrak bangle berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi sabun transparan.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LIPTINT EKSTRAK DAUN JATI (Tectona Grandis Linn.f) Christiandari, Hanita; Hernawan, Jarot Yogi; Laila, Wahyu Kumil
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/v7i3.807

Abstract

Teak leaves (Tectona grandis L.f.) are known to contain anthocyanin compounds that function as natural dyes and have antioxidant activity. This study aims to formulate and evaluate lip tint preparations using teak leaf extract as a natural dye. Method: extraction using a maceration method with 70% ethanol solvent acidified with citric acid, resulting in the characteristic red color of anthocyanins. Three lip tint formulas were created with varying extract concentrations (40%, 50%, and 60%) and evaluated through organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, and hedonic tests. The results showed that all formulas were homogeneous, thick in texture, with colors varying from pink to deep red. The pH of the formulas was within the safe range for lips (4.6–5.5), and the spreadability met the standards for comfortable use. Formula 3 with a 60% extract concentration showed the best results in terms of color, pH, and panelist preference. Conclusion: teak leaf extract has the potential to be used to develop safe, high-quality, and environmentally friendly herbal lip tints.
Edukasi dan Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Swamedikasi Rasional Dilalah, Idlohatud; Christiandari, Hanita; Hernawan, Jarot Yogi; Suprasetya, Edy; Laila, Wahyu Kumil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.387

Abstract

The utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) for rational self-medication remains suboptimal due to limited knowledge and skills. One of the change agent is Pharmacy Student Association of Permata Indonesia Health Polytechnic Yogyakarta. This community service aimed to improve the understanding and skills of the Pharmacy Student Association of Permata Indonesia Health Polytechnic Yogyakarta in utilizing TOGA. The methods included education, demonstrations, hands-on planting practice, and continuous mentoring. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in cultivating and maintaining medicinal plants, as evidenced by the establishment of a simple TOGA garden. The discussion highlights that an educational-participatory approach effectively enhances awareness and rational self-medication behavior using natural products. In conclusion, education and mentoring improved participants’ capacity to utilize TOGA appropriately and safely. Future programs are recommended to focus on processing medicinal plants into simple products and conducting long-term evaluations to ensure sustainability.
Peningkatan Literasi Keamanan Kosmetik Remaja melalui Edukasi Interaktif di SMAN 1 Sedayu Dilalah, Idlohatud; Hernawan, Jarot Yogi; Christiandari, Hanita; Suprasetya, Edy; Laila, Wahyu Kumil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38002

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan kosmetik di kalangan remaja yang belum diimbangi dengan tingkat literasi keamanan produk yang memadai. Rendahnya pemahaman mengenai kandungan, legalitas, dan potensi risiko kosmetik dapat berdampak pada kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi interaktif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pemilihan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan berupa penyuluhan berbasis ceramah interaktif dan diskusi, diikuti dengan evaluasi menggunakan kuesioner pasca intervensi. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Sedayu Bantul dengan melibatkan 30 responden yang dipilih secara acak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 83,3% responden memperoleh skor 100 dan 16,7% memperoleh skor 90, yang mengindikasikan tingkat pemahaman yang sangat baik setelah edukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait keamanan kosmetik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model intervensi promotif-preventif dalam meningkatkan kesadaran penggunaan kosmetik yang aman di kalangan remaja.