Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Monitoring Suhu dan Kelembapan Menggunakan LoRa Arduino dan ESP32 berbasis Internet Of Things melalui Aplikasi Mobile Azizah, Putri Ismi; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5418

Abstract

Teknologi LoRa memanfaatkan gelombang radio dalam implementasinya, dapat digunakan pada wilayah tanpa infrastruktur internet serta hemat daya. Salah satu aplikasinya adalah monitoring suhu dan kelembapan pada model cold storage dalam bentuk freezer. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan alat monitoring suhu dan kelembapan multi node dengan menggunakan komunikasi LoRa berbasis internet of things (IoT). Sistem terdiri dari LoRa–Arduino Uno–Sensor DHT22–OLED display sebagai mikrokontroler end node dan LoRa–Esp32 sebagai mikrokontroler gateway. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah arduino IDE untuk mikrokontroler dan Kodular untuk aplikasi android. Data yang sudah diterima oleh gateway akan disimpan pada database Firebase, kemudian ditampilkan melalui aplikasi android. Pengujian meliputi: verifikasi, barrier dan line of sight. Hasil verifikasi memiliki tingkat keakuratan dengan persentase error rata – rata sebesar 1,85% untuk nilai suhu dan sebesar 9,22% untuk nilai kelembapan. Pengujian barrier dan line of sight masing–masing memiliki tingkat persentase packet loss sebesar 61,11% dan 54,44%. Pada smartphone dapat ditampilkan hasil implementasi IoT.
Sistem Monitoring Temperatur Dan Kelembaban Berbasis Arduino Dengan Menggunakan LoRa Pada Gedung Kuiah Politeknik Negeri Bandung Prasetyo, Adam Imam; Arman, Muhammad; Susilawati, Susilawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5435

Abstract

LoRa merupakan suatu teknologi komunikasi berdaya rendah yang menggunakan frekuensi radio sebagai media transmisinya. Teknologi ini memiliki keunggulan bagi penggunanya karena dapat mempermudah suatu perkerjaan secara jarak jauh seperti sistem monitoring. Pada perancangan sistem ini dibagi menjadi dua jenis yaitu hardware dan software. Sistem ini menggunakan arduino uno sebagai mikrokontroler, sensor DHT11 untuk mengukur temperatur dan kelembaban serta menggunakan modul LoRa SX1278 dengan frekuensi 433Mhz sebagai komunikasinya hasil pembacaan temperatur dan kelembaban akan ditampilkan di oled display. Pengkodingan software dilakukan menggunakan Arduino uno. Pada proses pengujian dilakukan dengan dua tahap yaitu verifikasi data dan uji performansi. Pada pengujian performansi terbagi menjadi dua jenis yaitu line of sight dan barrier. Hasil yang didapatkan adalah perbedaan pembacaan nilai temperatur sebesar 2℃ dan 1% nilai RH dengan alat ukur Luthron HT-3007SD dan tidak ada perbedaan nilai temperatur dan RH pada end node dan master node. Nilai rata-rata RSSI yang didapatkan pada pengujian barrier sebesar -89,85 dB dan -78,93 dB yang dapat diartikan kekuatan sinyal berada pada kategori cukup baik.
Perancangan Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Aqcuisition) pada Water Chiller Hidroponik Menggunakan PLC Siemens LOGO! Ranufani Mahameru Timur Angin; Muhammad Arman; Bowo Yuli Prasetyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6207

Abstract

Perancangan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) yang berbasis pada PLC (Programmble Logic Control) untuk mengontrol dan memantau sistem water chiller dalam budidaya hidroponik. Hal ini diperlukan untuk memantau temperature dan tekanan. Perancangan ini bertujuan untuk kemudahan user dalam memantau serta mengontrol parameter yang diinginkan kemudian diintegrasikan dengan HMI (Human Machine Interface). Parameter yang diambil pada hidroponik adalah temperature, tekanan pada sistem yang kemudian akan ditampilkan pada HMI. Hasil yang didapatkan pada pengembangan sistem SCADA yang dapat meningkatkan control serta pemantauan dalam budidaya hidroponik berjalan dengan baik tetapi belum sepenuhnya real time. Penyimpangan sensor pada interval 30 detik untuk PT-100 sebesar 2.5%, pressure transmitter discharge sebesar 5.91% serta pressure transmitter suction sebesar 13,91%, kemudian dengan interval 3 menit sebesar 0.11%, pressure transmitter discharge sebesar 5.25% dan pressure transmitter suction sebesar 11.24%. Hal ini membuktikan bahwa semakin cepat interval waktu maka nilai penyimpangan semakin besar dan pada interval waktu 3 menit nilai penyimpangan semakin kecil. Proses data logger pada PLC dan HMI belum sesuai data ideal yang seharusnya dikarenakan adanya proses pembacaan dan penulisan program pada PLC.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Pencemaran Udara Berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan Menggunakan Microcontroller ESP32 Nanda, Rizki Raihan; Ayu, Wirenda Sekar; Arman, Muhammad
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6240

Abstract

Udara merupakan elemen penting bagi kehidupan. Namun di zaman modern ini, seiring dengan berkembangnya teknologi, industri dan transportasi membuat kualitas udara mengalami perubahan yang mengakibatkan pencemaran udara. Pencemaran udara mengganggu keberlangsungan sistem pernapasan bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Dengan perkembangan teknologi, diperlukan alat yang dapat memantau kualitas udara dari jarak jauh untuk mengurangi pengaruh buruk terhadap kesehatan dengan menggunakan drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Alat yang akan dibuat menggunakan microcontroller ESP32 dengan menggunakan sensor MQ-7 yang akan mengukur nilai ppm dari gas CO. Microcontroller dan sensor akan disimpan pada drone yang akan diterbangkan ke tempat pengukuran. Hasil pengukuran akan dikirimkan secara wireless menggunakan sistem Internet of Things (IoT) menuju Cloud Server ThingSpeak. Uji coba prototipe dilakukan dengan menggunakan tiga kondisi yaitu kondisi udara normal, kondisi udara berasap hasil pembakaran sampah dan kondisi udara berasap knalpot sepeda motor. Asap hasil pembakaran sampah memiliki rata-rata nilai CO 144,5 ppm yang lebih besar daripada kondisi udara normal dengan rata-rata nilai CO 5,07 dan kondisi udara berasap knalpot sepeda motor dengan rata-rata nilai CO 69,07. Hasil uji coba prototipe pada kondisi udara berasap hasil pembakaran sampah memiliki rata-rata nilai error sebesar 10% sedangkan pada kondisi udara berasap knalpot sepeda motor memiliki rata-rata nilai error sebesar 13%. Nilai error disebabkan oleh perbedaan sensitivitas dari prototipe dengan alat ukur dan pergerakan angin yang membuat asap menyebar.
PERANCANGAN WATER CHILLER PENGKONDISI MEDIA TANAM HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE UNTUK TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA) Akbar, Anas; Angin, Ranufani Mahameru Timur; Arman, Muhammad; Lukitobudi, Arda Rahardja; Prasetyo, Bowo Yuli
KURVATEK Vol 9 No 2 (2024): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v9i2.4997

Abstract

Saat ini keterbatasan lahan serta perubahan iklim yang ekstrem menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal. Pemanfaatan sistem hidroponik dengan air yang dikondisikan dapat menjadi salah satu solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja sistem water chiller sebagai pengkondisi media tanam selada hidroponik. Sistem water chiller dimanfaatkan untuk menyerap kalor pada air sehingga temperaturnya dapat dikondisikan sesuai dengan kondisi ideal tumbuh kembang tanaman. Air yang dikondiskan kemudian dimanfaatkan untuk pengkondisian media tanam selada hidroponik dengan metode deep flow technique (DFT). Dengan temperatur air yang dijaga pada rentang 15 hingga 20oC, diperoleh beban pendinginan sebesar 694,8 Watt. Sistem dibangun menggunakan sebuah condensing unit yang dilengkapi evaporator berjenis bare-tube yang ditempatkan pada cool box sebagai sarana pertukaran kalor dengan air. Hasil pengujian menunjukkan sistem yang dibangun mampu menurunkan temperatur air hingga 15.9oC dalam waktu 30 menit. Pengujian sistem menunjukkan perolehan Coefficient of Performance-actual (COPa) sebesar 4,05 dan Coefficient of Performance-carnot (COPC) sebesar 5,13, dengan efisiensi refrigerasi sebesar 78,98%. Hasil panen dari selada hidroponik memiliki massa 0,65 kg dengan lama penanaman 18 hari.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DI DESA CIKANDE DALAM MENDAYAGUNAKAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati; Rosulindo, Parisya Premiera; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Badarudin, Apip; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.6328

Abstract

Desa Cikande merupakan desa yang terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Luas area Desa Cikande, yaitu berkisar 6,93Km2 atau sekitar 13,47% dari total luas Kecamatan Saguling. Dari segi geografis, lanskap yang mendominasi area di Desa Cikande adalah wilayah tanah lapang yang digunakan sebagai lahan pertanian. Desa Cikande merupakan desa yang memiliki potensi ekonomi dari pertanian yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih minimal. Kegiatan ekonomi yang telah dilakukan di Desa Cikande terkait dengan potensi pertanian ini, barulah berupa pertanian keluarga yang digunakan sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah. Produksi pertanian harus ditingkatkan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Kebutuhan akan produksi-produksi pertanian meningkat, sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan hasil. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan di bidang pertanian yaitu faktor pemupukan. Pengertian pemupukan yaitu penambahan bahan (yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, biologi tanah) ke tanah agar tanah tersebut menjadi lebih sehat dan subur. Termasuk di antaranya yaitu pengapuran, pemberian legin, pemberian pembenah tanah (soil condition), pemberian urea dan lain sebagainya. Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran dengan air dan substrat gula. Berdasarkan hasil pengamatan dari penelitian pengaplikasian pupuk organik eco-enzyme menghasilkan rata-rata pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik bukan Eco enzyme. Dengan kata lain, pengaruh dari pemanfaatan Eco-enzyme mampu meningkatan hasil produksi pertanian sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan usahatani bila harga tetap atau tidak turun. Dari hasil analisis permasalahan prioritas, didapatkan bahwa masalah kebergantungan pupuk subsidi sebaiknya diprosiataskan terlabih dahulu, karena dengan diselesaikannya permasalahan ini dapat membantu penyelesaian kedua permasalahan lainnya. Dengan dilakukannya konversi sampah organik ke pupuk organik, maka dapat mengurangi volume sampah. Selain itu, dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga secara berangsur dihaarapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Desa Cikande.
Development Of Conservation Education Media For The Padang Kemunting Turtle Management Centre (PKTMC) In Melaka, Malaysia Siti Rohani; Amelia, Afritha; Johny Custer; Muhammad Arman; Milla Marlina Assegaf; Anggita, Anggita; Akmal Indra; Nurul Fahmi; Faisal Ananda; Zaidi Bin Othman
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v3i1.2515

Abstract

Kota Melaka, ibu kota Melaka, Malaysia, merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan pusat sejarah yang dibentuk oleh pengaruh Portugis, Belanda, dan Inggris. Terkenal dengan landmark seperti A Famosa dan Gereja Santo Paulus.  Kota ini menampilkan warisan budaya yang kaya dan kuliner unik yang memadukan cita rasa Melayu, Cina, India, dan Portugis. Melaka berlokasi strategis di sepanjang Selat Malaka. Kota Melaka berkembang pesat di bidang pariwisata, perdagangan, dan jasa dengan infrastruktur modern. Kota ini juga memprioritaskan pelestarian lingkungan seperti pendirian Pusat Konservasi dan Informasi Penyu (PKPP), yang berfokus pada perlindungan penyu sisik dan penyu hijau melalui pelestarian habitat, edukasi, dan penelitian. Meskipun ada tantangan seperti perburuan liar dan perubahan iklim, upaya kolaboratif antara pemerintah, LSM, dan masyarakat memastikan perlindungan keanekaragaman hayati laut. Melaka menyeimbangkan antara pelestarian warisan budaya, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Peningkatan Kompetensi Instruktur Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang dalam Bidang Perawatan dan Perbaikan Lemari Pendingin Showcase: Increasing the Competence of Instructors at Karawang Regency Vocational Training Center in the Maintenance and Repair of Showcase Refrigerator Wellid, Ismail; Falahuddin, Muhammad Anda; Arman, Muhammad; Surjanto, Ary; Sumeru, Kasni; Nuriyadi, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.9856

Abstract

A showcase is a type of refrigerator widely found in small shops and supermarkets, and it maintains the freshness of vegetables, fruits, meat, and drinks. Because showcases are widely used, the potential for working as a technician or entrepreneur in showcase service is promising. This training aims to improve the competence of instructors at BLK Karawang in showcase maintenance and repair. Increased instructor competence impacts the quality of job seekers educated at BLK. The training was carried out in 3 working days, divided into two sessions: theory and practical. The practical material taught participants the proper refrigerant charging, troubleshooting, and repairs on showcases that experienced problems. After the training, the instructors will be evaluated on their ability to deliver the materials to job seekers under the supervision of lecturers from the Department of Refrigeration and Air Conditioning Engineering, Politeknik Negeri Bandung. Based on the evaluation, the instructors have correctly and adequately provided training materials on showcase maintenance and repair to job seekers.
Investigation Of Automotive Air Conditioning Using Eco-Friendly R600a As An Alternative Refrigerant To R134a Sumeru, Kasni; Arman, Muhammad; Wellid, Ismail; Simbolon, Luga Martin; Setyawan, Andriyanto; bin Sukri, Mohamad Firdaus
Jurnal Polimesin Vol 22, No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i1.4463

Abstract

One of the main reasons for replacing R134a with R600a is the impact of global warming. In this study, a numerical approach was applied to investigate changes in automotive air conditioning (AAC) performance due to the replacement of R134a with R600a. A thermodynamic evaluation was carried out with evaporating and condensing temperatures of 5oC and 45oC, respectively. The study simulates AAC performance at five engine rotation speeds: 1000, 2000, 3000, 4000 and 5000 rpms. The results show that replacing R134a with R600a reduces the cooling capacity and input power by 45.42% and 47.02%, respectively. However, due to the dominant decrease in input power as compared to the decrease in cooling capacity, the COP of AAC increases by 2.93%. Although the increment in COP is relatively small, this replacement greatly contributes to the reduction of greenhouse gas emissions that causes the problem of global warming due to the lower GWP of R600a as compared to R134a.
Implementation of the Lora System for Temperature and Humidity Monitoring in POLBAN Classrooms Arman, Muhammad; Falahuddin, Muhammad Anda; Susilawati
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2023.15.2.4

Abstract

The need for temperature and humidity monitoring in classrooms, is very important for the purpose of comfortable teaching and learning processes, especially after the Covid-19 pandemic conditions. At Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), there are more than a hundred classrooms. The rooms are spread over several buildings; therefore, the process of monitoring temperature and humidity will be difficult if it is done using a cable (wireline). In this study, a temperature and humidity monitoring system for classrooms at POLBAN will be made using LoRa wireless architecture. In several classrooms, temperature and humidity sensors will be installed combined with a LoRa sending system. There are conditioned room and unconditioned room. On the monitoring center, a LoRa receiver system is also installed. Data from each classroom, will wirelessly be sent to the monitoring center, for further processing. In the implementation stage, one gateway, 4 endnotes with DHT11 sensor are used. Testing process is carried out by verifying and monitoring performance in 4 classrooms and in open spaces. Results of verifying show a difference of 2℃ and 1% of the RH value with a reference measuring instrument. There is no difference in temperature and RH values at the endnode and gateway.