Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Pola Komunikasi Orang Tua Pasca Perceraian Pada Kritera Pemilihan Pasangan Anak Perempuan Isneni, Nilam; Arsi, Antari Ayuning
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 6 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/p208d463

Abstract

Perceraian orang tua sering kali menyebabkan berbagai dampak, salah satunya adalah menurunnya komunikasi yang terjalin antara orang tua bercerai dengan anak. Perceraian yang terjadi pada orang tua seolah menjadi luka lama bagi seorang anak, terutama perempuan yang sudah memasuki usia matang untuk menikah. Pola komunikasi orang tua setelah perceraian dapat memengaruhi dalam penentuan kriteria pemilihan pasangan pada anak perempuan korban perceraian. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana pola komunikasi orang tua bercerai dengan anak perempuan yang berimplikasi pada kriteria pemilihan pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan analisis data menggunakan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan informan berjumlah 8 orang yang dibagi menjadi dua yaitu informan utama berjumlah 5 orang anak perempuan korban perceraian dan informan pendukung berjumlah 3 ibu sebagai orang tua tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi antara orang tua bercerai dengan anak perempuan korban perceraian masih terjalin dengan baik. Kriteria pasangan anak perempuan korban perceraian dapat dipengaruhi rasa trauma dan kecewa kepada ayahnya yang dianggap sebagai panutan untuk memilih pasangan.
Kajian teori kultivasi: Implikasi konten Boys’ Love terhadap kehidupan pribadi dan sosial Kaum Fujoshi dan Fudanshi di Indonesia : Cultivation theory study: Implications of Boys’ Love content on the personal and social lives of Fujoshi and Fudanshi in Indonesia Hanisah, Nur; Arsi, Antari Ayuning
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18818

Abstract

This study examines the implications of boys' love (BL) content on fujoshi and fudanshi in Indonesia who live amidst social and cultural values that oppose all LGBT activities. Specifically, this study aims to discover two things: the implications of BL content on the personal and social lives of fujoshi and fudanshi. This study uses a qualitative approach to produce data in descriptive form. Data were obtained using semi-structured interviews, participant observation, and document studies. The subjects in the study were fujoshi and fudanshi in various regions in Indonesia. The purposive sampling technique was used to obtain informant data. Inclusion criteria included heterosexual fujoshi and fudanshi as well as initially heterosexual fujoshi and fudanshi. After that, the data were transcribed verbatim and processed using data source triangulation techniques. The results of the study show several things. First, in personal life, BL content can foster homosexual tolerance for fujoshi and fudanshi. However, there is still an inner conflict with the social values and beliefs of fujoshi and fudanshi related to the view that LGBT activities are deviant. In addition, BL content can also make fujoshi and fudanshi better understand their sexual orientation. It can foster fujoshi and fudanshi sexual imagination which is contrary to the biological conditions of fujoshi and fudanshi in real life. Second, based on cultivation theory, BL content can cause changes in fujoshi and fudanshi social relations to a wider realm through the community. However, this can eventually lead to conflict between communities due to having different tensions.
Makna Penggunaan Make Up bagi Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Masa Kini (Studi   terhadap Siswi Pengguna Make Up di SMAN 1 Gebog Kudus) Ajeng Ragil Sinta Dewi; Antari Ayuning Arsi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN 1 Gebog menerapkan aturan larangan penggunaan make up bagi seluruh siswinya, namun masih sering ditemui pelanggaran terhadap aturan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui latar belakang aturan larangan penggunaan make up di SMAN 1 Gebog, (2) Menganalisis latar belakang siswi SMAN 1 Gebog melanggar aturan larangan penggunaan make up di sekolah, (3) Mendeskripsikan makna penggunaan make up bagi siswi SMAN 1 Gebog. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Penelitian berlokasi di SMAN 1 Gebog, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan teori kontrol sosial oleh Travis Hirschi dan teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead. Hasil penelitian menemukan bahwa aturan larangan penggunaan make up diterapkan SMAN 1 Gebog untuk menanamkan nilai kedisiplinan. Akan tetapi, dalam upaya penegakan aturan sekolah belum mampu membedakan antara produk make up dan produk skincare. Adapun pelanggaran terhadap aturan larangan penggunaan make up dilatar belakangi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan analisis terhadap empat jenis ikatan dasar dalam teori kontrol sosial disimpulkan bahwa kontrol terhadap penggunaan make up pada siswi jauh lebih kuat dilakukan oleh lingkungan teman sebaya (peer-group). Terdapat 4 makna make up bagi siswi yaitu mempercantik diri sendiri, peningkatan kepercayaan diri, pencarian penerimaan dan pengakuan, kesenangan atau hobi. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dapat dianalisis bahwa konsep Self yakni kombinasi “I” dan “Me” mencerminkan kompleksitas makna make up yang terbentuk melalui interaksi antara tekanan sosial dan ekspresi individual.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI SOSIALISASI PERAN POSYANDU REMAJA DI DESA BOGOWANTI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA Kismini, Elly; Wijaya, Atika; Fajar, Fajar; Gustaman, Fulia Aji; Arsi, Antari Ayuning; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Nafitasari, Laela Kurnia; Islamy, Cindy Fa'era; Sulasmi, Sulasmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2631

Abstract

Kasus pernikahan dini masih banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Berbagai faktor melatarbelakangi mengapa masih banyak orang tua yang menikahkan anak mereka yang masih di bawah umur. Mulai dari beban ekonomi hingga tradisi setempat melihat pernikahan dini sebagai hal yang wajar. Padahal risiko dari pernikahan dini sangat banyak antara lain usia yang masih belum matang mengakibatkan pernikahan rentan perceraian, fisik yang belum siap untuk hamil dan melahirkan menambah risiko kesehatan. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada para remaja di Desa Bogowanti untuk lebih mengenal peran dan fungsi posyandu remaja agar lebih optimal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kader remaja antusias dalam melaksanakan tugasnya untuk mendampingi dan memberikan sosialisasi kepada teman sebaya tentang risiko nikah dini. Sehingga, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berdampak pada peningkatan kesadaran warga desa untuk tidak dengan mudah menikahkan anak mereka yang masih remaja. Remaja sebagai agen perubahan sosial dapat berkontribusi pada pencegahan pernikahan dini di lingkungannya. Pada akhirnya, kasus pernikahan dini tidak terjadi lagi.
Persepsi Makna terhadap Pembentukan Perilaku Pekerja dalam Mengahadapi Risiko Kecelakaan Kerja di Galangan Kapal: Perilaku Pekerja di Galangan Kapal Agustiani, Dilla; Arsi, Antari Ayuning
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1219

Abstract

Dalam perindustrian kecelakaan kerja bisa terjadi Dalam perindustrian kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, terutama pada saat pekerja melalukan aktivitas yang berisiko tanpa menggunakan alat pelindung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perilaku pekerja terhadap risiko kecelakaan yang ada di galangan kapal, dengan melakukan penelitian di lokasi PT X, Jalan Kawasan Insdutri, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan observasi partisipan, peneliti berpartisipasi sebagai mahasiswi magang selama 44 hari di perusahaan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada pekerja galangan kapal, informan utamanya yaitu pekerja di bidang welder, fitter, painting, dan maintenance. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara HSE sebagai informan pendukung. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik, dalam pemahaman bermakna yang membentuk perilaku pekerja di galangan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pekerja yang tidak menerapkan perilaku aman dalam melakukan pekerjaannya, sehingga perilaku tersebut dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pekerja terlalu meremehkan keadaan yang mereka hadapi terutama dalam penggunaan APD, para pekerja menganggap bahwa mereka mampu mengendalikan risiko yang dihadapinya, hal ini berkaitan dengan pemahaman mengenai makna pekerja terhadap risiko kecelakaan kerja. Persepsi makna tersebut membentuk perilaku dan tindakan pekerja dalam melakukan pekerjaan, sehingga perilaku aman yang diterapkan akan mengurangi dampak risiko kecelakaan.
Power Relations Between Husband and Wife in Interfaith Families in Pancasila Village Wicaksono, Harto; Khunaefi, Wildan; Rini, Hartati Sulistyo; Arsi, Antari Ayuning; Gunawan, Gunawan; Kurniawati, Dwi Wahyuni; Utama, Aji Prasetya Wahyu; Romadhoni, Asyif Awaludin
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 17 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v17i2.22635

Abstract

Research on interfaith families has largely emphasized legal frameworks and institutional constraints, often portraying them as fragile or conflict-ridden. Less attention has been given to how interfaith households negotiate power and intimacy in daily life, particularly within rural settings where pluralism has long been practiced. This article examines power relations between husbands and wives in interfaith families in Kapencar Village, Wonosobo, Indonesia. The study argues that power in such households is not simply hierarchical but negotiated through everyday practices that generate resilience and cohesion. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and participant observation with twelve interfaith families representing Muslim, Christian, Catholic, and Hindu backgrounds. The analysis highlights negotiations across religious transmission, economic collaboration, reproductive decision-making, parenting, and cultural rituals. Findings show that while relations appear egalitarian on the surface, deeper structures reveal ongoing contestation and adaptation that transform potential conflict into stability. This study contributes to family and interfaith scholarship by demonstrating that negotiation is not a deficit but a productive practice sustaining plural households. It redefines interfaith families as microcosms of pluralism and resilience, offering a lens to rethink family studies beyond legal and doctrinal concerns and toward the politics of everyday life.
Making Organic Fertilizer Based on JADAM Natural Farming with Local Adaptation Alimi, Moh. Yasir; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Fajar, Fajar; Arsi, Antari Ayuning
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 16 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v16i1.9908

Abstract

JADAM is an organic farming method that has been proven to empower farmers, not only allowing farmers to make their own fertilizers and pesticides, but also returning farmers to become experts in agriculture and their own land because of the experiments and introduction of biological potential in the environment they observe. The purpose of this article is to develop a JADAM model that is adjusted to the availability of materials in the surrounding environment. It is done under the concept of organic farming, and community empowerment. This article is developed from the results of a community service activities. The findings of the research show that there are three ways of making organic fertilizer from materials found the surrounding, namely household organic waste, leaf shoots, and a combination of waste to make organic NPK. Another interesting development of the JADAM method is an organic fertilizer that can be drunk, made from fruits and vegetables. It proves that organic fertilizer is more than safe so that it can be drunk.
Kajian teori kultivasi: Implikasi konten Boys’ Love terhadap kehidupan pribadi dan sosial Kaum Fujoshi dan Fudanshi di Indonesia Hanisah, Nur; Arsi, Antari Ayuning
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18818

Abstract

This study examines the implications of boys' love (BL) content on fujoshi and fudanshi in Indonesia who live amidst social and cultural values that oppose all LGBT activities. Specifically, this study aims to discover two things: the implications of BL content on the personal and social lives of fujoshi and fudanshi. This study uses a qualitative approach to produce data in descriptive form. Data were obtained using semi-structured interviews, participant observation, and document studies. The subjects in the study were fujoshi and fudanshi in various regions in Indonesia. The purposive sampling technique was used to obtain informant data. Inclusion criteria included heterosexual fujoshi and fudanshi as well as initially heterosexual fujoshi and fudanshi. After that, the data were transcribed verbatim and processed using data source triangulation techniques. The results of the study show several things. First, in personal life, BL content can foster homosexual tolerance for fujoshi and fudanshi. However, there is still an inner conflict with the social values and beliefs of fujoshi and fudanshi related to the view that LGBT activities are deviant. In addition, BL content can also make fujoshi and fudanshi better understand their sexual orientation. It can foster fujoshi and fudanshi sexual imagination which is contrary to the biological conditions of fujoshi and fudanshi in real life. Second, based on cultivation theory, BL content can cause changes in fujoshi and fudanshi social relations to a wider realm through the community. However, this can eventually lead to conflict between communities due to having different tensions.
EXPLORING REPRODUCTIVE HEALTH RIGHTS: UNDERSTANDING OF HIGHLY EDUCATED WOMEN PARTICIPATING IN THE FAMILY PLANNING PROGRAM IN INDONESIA Hendrawan, Rio Budi; Arsi, Antari Ayuning
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 18 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v18i1.2948

Abstract

The family planning program, originally established to address the high birth rate in Indonesia, introduced additional challenges by requiring women to participate as family planning acceptors. The imposition of this condition ultimately leads to gender inequity in society due to the reproductive responsibility borne by women. This study seeks to elucidate the understanding and satisfaction of reproductive health rights among highly educated women who have chosen family planning. The research employed a qualitative methodology, utilizing exploratory in-depth interviews as the primary means of data gathering. The findings of this study indicate a deficiency in the informants' understanding of reproductive health and their rights pertaining to reproductive health. The realization of informants' reproductive health rights has not been fully achieved. The findings of this study suggest that gender inequality persists as women continue to bear the whole burden of reproductive responsibilities within the family, mostly owing to limited access to education and the perpetuation of societal prejudices.Program KB (Keluarga Berencana) yang sejatinya muncul sebagai respon atas tingginya angka kelahiran di Indonesia justru menimbulkan permasalahan baru dengan ditetapkannya perempuan sebagai akseptor KB. Penetapan ini akhirnya menciptakan ketidakadilan gender dalam masyarakat karena beban reproduksi yang diemban oleh perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengetahuan dan pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan akseptor KB yang berpendidikan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang bersifat eksploratif. Hasil dari penelitian ini adalah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan hak kesehatan reproduksi informan masih kurang. Pemenuhan hak kesehatan reproduksi informan juga belum terpenuhi secara maksimal. Dari hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa  ketidakadilan gender masih terjadi karena peran reproduksi dalam keluarga sepenuhnya masih dipegang oleh perempuan yang disebabkan kurangnya edukasi dan stereotipe yang berkembang dalam masyarakat.
Kekerasan Online Berbasis Gender terhadap Remaja Perempuan Pengguna Media Sosial TikTok Elistya, Nur Eka; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemunculan media sosial TikTok sebagai ruang kebebasan bagi perempuan untuk mengekspresikan diri di ruang publik di mana hal ini berbanding terbalik dengan stigma yang diberikan masyarakat bahwa perempuan harus berada pada lingkup domestik. Kebebasan dalam bermedia sosial TikTok ternyata tidak menjamin perempuan terhindar dari ketidakadilan, namun justru muncul ketidakadilan baru berupa kekerasan online berbasis gender. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui bentuk kekerasan online berbasis gender yang dialami remaja perempuan pengguna TikTok, (2) Mengetahui upaya yang dilakukan remaja perempuan pengguna TikTok dalam menghadapi kekerasan online berbasis gender. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan konsep kekerasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kekerasan online berbasis gender yang dialami remaja perempuan pengguna TikTok yaitu: (1) Pelanggaran privasi berupa manipulasi, pencurian dan penyebaran konten tanpa seizin pemilik, (2) Kekerasan dalam bentuk komentar atau pesan pribadi. Akibat tindakan tersebut, remaja perempuan pengguna TikTok terkena dampak serius di antaranya kehilangan rasa percaya diri, merasa ketakutan, overthingking, insecure, hingga mengalami gangguan psikis berupa PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Dari dampak tersebut muncul upaya-upaya yang dilakukan oleh remaja perempuan pengguna TikTok untuk mengatasi kekerasan diantaranya: (1) Mengantisipasi dengan cara tidak membuat konten, (2) Memfilter akun dan komentar, (3) Menceritakan kejadian yang dialami kepada orang yang dipercaya. Dari hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada pengguna media sosial khususnya TikTok untuk memanfaatkannya dengan bijak agar dapat terhindar dari kekerasan online berbasis gender.