Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Ni'mah, Nurun; Hendri, Hendri; Alisa, Nor; Astuti, Puji; Micky, Micky
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5747

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa sekolah dasar, khususnya di SDN 6 Langkai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa kelas V yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, literasi, dan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi (? = 0,612; p < 0,05) dan numerasi (? = 0,589; p < 0,05). Dengan demikian, semakin tinggi keterampilan berpikir kritis siswa, semakin tinggi pula kemampuan literasi dan numerasinya. Hasil ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran berbasis berpikir kritis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar.Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi, Numerasi, Sekolah Dasar.ABSTRACTThis research is motivated by the low critical thinking, literacy, and numeracy skills of elementary school students, especially at SDN 6 Langkai, Palangka Raya City. This study aims to analyze the influence of critical thinking skills on elementary school students' literacy and numeracy. The research method uses a quantitative approach with an ex post facto plan. The research sample consisted of 45 fifth-grade students taken using a saturated sampling technique. Data were collected through critical thinking, literacy, and numeracy skills tests, then analyzed using multiple linear regression. The results showed that critical thinking skills had a positive and significant effect on literacy (? = 0.612; p < 0.05) and numeracy (? = 0.589; p < 0.05). Thus, the higher students' critical thinking skills, the higher their literacy and numeracy skills. These results emphasize the importance of integrating critical thinking-based learning in improving the quality of elementary education.Keywords: Critical Thinking Skills, Literacy, Numeracy, Elementary School
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Digital Bermuatan Literasi Hukum dalam Memitigasi Bullying di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya Ni'mah, Nurun; Endah, Ranti Suminar
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zgp06m63

Abstract

Permasalahan bullying di sekolah dasar masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan iklim belajar siswa. Kurangnya pemahaman guru dan siswa terhadap aspek hukum membuat penanganan kasus sering tidak efektif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan bahan ajar digital bermuatan literasi hukum untuk memitigasi bullying di SDN 6 Langkai Kota Palangka Raya. Kegiatan dilakukan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan pembuatan bahan ajar digital, penerapan di kelas, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program di sekolah. Instrumen evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan lembar observasi dan angket kemudian analisis dilakukan adalah analisis statistik sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru tentang literasi hukum (dari 33,3% menjadi 100%) dan kemampuan membuat media digital interaktif (dari 16,7% menjadi 94,4%). Selain itu, terjadi penurunan kasus bullying hingga 60% dalam satu semester serta peningkatan partisipasi siswa sebagai agen perubahan anti-bullying. Hasil ini menunjukkan dampak awal yang signifikan, meskipun evaluasi jangka panjang masih dibutuhkan untuk menilai keberlanjutan pengaruh program secara menyeluruh. Training on Developing Digital Teaching Materials Incorporating Legal Literacy for Mitigating Bullying in Elementary Schools in Palangka Raya Abstract Bullying in elementary schools remains a serious challenge, impacting students' psychological well-being and learning environment. Teachers' and students' lack of understanding of legal aspects often makes case handling ineffective. This program aims to improve teachers' capacity in developing digital teaching materials containing legal literacy to mitigate bullying at SDN 6 Langkai, Palangka Raya City. The program is carried out in five stages: outreach, training in creating digital teaching materials, classroom implementation, mentoring and evaluation, and strengthening the program's sustainability in schools. The evaluation instruments used were observation sheets and questionnaires, followed by simple statistical analysis. The results showed a significant increase in teachers' understanding of legal literacy (from 33.3% to 100%) and their ability to create interactive digital media (from 16.7% to 94.4%). Furthermore, there was a 60% decrease in bullying cases within one semester, as well as an increase in student participation as anti-bullying change agents. These results indicate a significant initial impact, although long-term evaluation is still needed to assess the program's overall sustainability.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.