Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Morphology and Starch Production Potential of Sago Palm Found in Village Haripau, East Mimika Subdistrict, Mimika, Papua Province, Indonesia Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Bintoro, Muhammad Hasjim; Supijatno, Supijatno
Journal of Tropical Crop Science Vol. 9 No. 01 (2022): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.9.01.31-38

Abstract

Papua, Indonesia is the largest sago palm (Metroxylon spp) distribution area in the world. Most (85%) of the total sago area in the world is in Indonesia, and 95% of the sago area in Indonesia is in Papua and West Papua. Field observation of accessions of sago palm was conducted at the sago growing area at Hiripau village. The aim of the study was to determine the diversity of sago palm accessions from Hiripau village and compare their morphology and starch production. Based on interviews with the local farmers, the four accessions of sago palm that dominated the Hiripau area are Nakowai, Mapartaro, Tuhai, and Korearipi. These accessions vary in the spine characteristics, features of the trunk, leaf, pith, and starch production. Sago Mapartaro leaves are the largest (23.56 m2) and the leaflet areas are almost twice the size of the other accessions. Tuhai has the highest starch yield but it has high ash content resulting in low starch quality.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI ORGANIK DI KELURAHAN MULYAHARJA, KOTA BOGOR Budiarto, Tri; Fitriani, Syahayyunur; Sulaeman, Revalina; Azkyah, Sylvina; Surya Aditama, Galih; Azzahra, Fauziah; Julio Pratama, Agief; Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Wiraguna, Edi; Dharmawan, Leonard; Hasian Situmeang, Widya; Sekar Mardisiwi, Ririh; Puji Mumpuni, Restu; Kemala Dewi, Ratih; Kasmanhadi Saputra, Henri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.340-349

Abstract

Penguatan kelembagaan petani organik di Kelurahan Mulyaharja, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan usaha tani organik. Kegiatan ini mencakup serangkaian aktivitas seperti Focus Group Discussion (FGD), pelatihan pembuatan pestisida nabati, pemaparan analisis usaha tani, serta monitoring dan evaluasi untuk menilai perkembangan dan dampak program. FGD bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi anggota kelompok, sementara pelatihan pestisida nabati memberikan pengetahuan praktis dalam mengelola hama tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Pemaparan analisis usaha tani membantu petani memahami aspek keuangan dan peluang usaha tani organik, sedangkan monitoring dan evaluasi memastikan implementasi yang efektif serta memberikan umpan balik untuk perbaikan program. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas kelembagaan KWT Ciharashas dalam mendukung pertanian organik yang berkelanjutan.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS PETANI TANAMAN PANGAN DUSUN SILIMAPULUH DENGAN PENDEKATAN PENYULUHAN Andreas Pangaribuan, Beril; Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Hasian Situmeang, Widya; Budiarto, Tri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.727-740

Abstract

Permasalahan petani Dusun Silimapuluh meliputi pengurangan alokasi pupuk kimia bersubsidi di Kabupaten Simalungun pada tahun 2023, masalah kesuburan tanah di Dusun Silimapuluh, serta banyaknya hama tikus di lahan pertanian milik para petani di Dusun Silimapuluh. Alternatif yang ditawarkan peneliti untuk membantu petani di Dusun Silimapuluh dalam mengatasi permasalahan tersebut mencakup pembuatan pupuk organik berbasis Mikro Organisme Lokal (MOL), penerapan ameliorasi, dan sistem polikultur, serta pengendalian hama tikus. Langkah-langkah tersebut tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap lestari. Tujuan penelitian yaitu  mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi oleh komunitas petani di wilayah penelitian, menguraikan pendampingan yang dilakukan terhadap komunitas petani tanaman pangan Dusun Silimapuluh, mengevaluasi efektivitas pendampingan komunitas petani dengan pendekatan penyuluhan dalam meningkatkan, produktivitas dan kesejahteraan petani, menganalisis faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pendampingan komunitas petani dengan pendekatan penyuluhan. Data dikumpulkan dengan metode FGD, wawancara, observasi, kuesioner, pretest dan postest, serta dokumentasi. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan sosialisasi pemaparan materi dan demonstrasi cara di lahan milik petani di Dusun Silimapuluh. Tingkat kehadiran petani dalam setiap kegiatan penyuluhan memiliki rata-rata sebesar 83%. Tingkat pengetahuan petani terhadap MOL mengalami peningkatan sebesar 57%, tingkat pengetahuan petani terhadap pengapuran tanah sebesar 62%, tingkat pengetahuan petani terhadap alat emposan sebesar 66%. Hasil interpretasi persepsi petani terhadap kegiatan penyuluhan sebesar  91,44% dengan kategori sangat tinggi.