Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Morphology and Starch Production Potential of Sago Palm Found in Village Haripau, East Mimika Subdistrict, Mimika, Papua Province, Indonesia Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Bintoro, Muhammad Hasjim; Supijatno, Supijatno
Journal of Tropical Crop Science Vol. 9 No. 01 (2022): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.9.01.31-38

Abstract

Papua, Indonesia is the largest sago palm (Metroxylon spp) distribution area in the world. Most (85%) of the total sago area in the world is in Indonesia, and 95% of the sago area in Indonesia is in Papua and West Papua. Field observation of accessions of sago palm was conducted at the sago growing area at Hiripau village. The aim of the study was to determine the diversity of sago palm accessions from Hiripau village and compare their morphology and starch production. Based on interviews with the local farmers, the four accessions of sago palm that dominated the Hiripau area are Nakowai, Mapartaro, Tuhai, and Korearipi. These accessions vary in the spine characteristics, features of the trunk, leaf, pith, and starch production. Sago Mapartaro leaves are the largest (23.56 m2) and the leaflet areas are almost twice the size of the other accessions. Tuhai has the highest starch yield but it has high ash content resulting in low starch quality.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI ORGANIK DI KELURAHAN MULYAHARJA, KOTA BOGOR Budiarto, Tri; Fitriani, Syahayyunur; Sulaeman, Revalina; Azkyah, Sylvina; Surya Aditama, Galih; Azzahra, Fauziah; Julio Pratama, Agief; Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Wiraguna, Edi; Dharmawan, Leonard; Hasian Situmeang, Widya; Sekar Mardisiwi, Ririh; Puji Mumpuni, Restu; Kemala Dewi, Ratih; Kasmanhadi Saputra, Henri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.340-349

Abstract

Penguatan kelembagaan petani organik di Kelurahan Mulyaharja, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan usaha tani organik. Kegiatan ini mencakup serangkaian aktivitas seperti Focus Group Discussion (FGD), pelatihan pembuatan pestisida nabati, pemaparan analisis usaha tani, serta monitoring dan evaluasi untuk menilai perkembangan dan dampak program. FGD bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi anggota kelompok, sementara pelatihan pestisida nabati memberikan pengetahuan praktis dalam mengelola hama tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Pemaparan analisis usaha tani membantu petani memahami aspek keuangan dan peluang usaha tani organik, sedangkan monitoring dan evaluasi memastikan implementasi yang efektif serta memberikan umpan balik untuk perbaikan program. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas kelembagaan KWT Ciharashas dalam mendukung pertanian organik yang berkelanjutan.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS PETANI TANAMAN PANGAN DUSUN SILIMAPULUH DENGAN PENDEKATAN PENYULUHAN Andreas Pangaribuan, Beril; Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Hasian Situmeang, Widya; Budiarto, Tri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.727-740

Abstract

Permasalahan petani Dusun Silimapuluh meliputi pengurangan alokasi pupuk kimia bersubsidi di Kabupaten Simalungun pada tahun 2023, masalah kesuburan tanah di Dusun Silimapuluh, serta banyaknya hama tikus di lahan pertanian milik para petani di Dusun Silimapuluh. Alternatif yang ditawarkan peneliti untuk membantu petani di Dusun Silimapuluh dalam mengatasi permasalahan tersebut mencakup pembuatan pupuk organik berbasis Mikro Organisme Lokal (MOL), penerapan ameliorasi, dan sistem polikultur, serta pengendalian hama tikus. Langkah-langkah tersebut tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap lestari. Tujuan penelitian yaitu  mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi oleh komunitas petani di wilayah penelitian, menguraikan pendampingan yang dilakukan terhadap komunitas petani tanaman pangan Dusun Silimapuluh, mengevaluasi efektivitas pendampingan komunitas petani dengan pendekatan penyuluhan dalam meningkatkan, produktivitas dan kesejahteraan petani, menganalisis faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pendampingan komunitas petani dengan pendekatan penyuluhan. Data dikumpulkan dengan metode FGD, wawancara, observasi, kuesioner, pretest dan postest, serta dokumentasi. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan sosialisasi pemaparan materi dan demonstrasi cara di lahan milik petani di Dusun Silimapuluh. Tingkat kehadiran petani dalam setiap kegiatan penyuluhan memiliki rata-rata sebesar 83%. Tingkat pengetahuan petani terhadap MOL mengalami peningkatan sebesar 57%, tingkat pengetahuan petani terhadap pengapuran tanah sebesar 62%, tingkat pengetahuan petani terhadap alat emposan sebesar 66%. Hasil interpretasi persepsi petani terhadap kegiatan penyuluhan sebesar  91,44% dengan kategori sangat tinggi.
Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong sebagai Kompos untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Purwasari Waskitho Aji Wijoyo; Muhammad Iqbal Nurulhaq; Edi Wiraguna
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): February: Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v3i1.558

Abstract

Cassava is one of the strategic agricultural commodities in Indonesia, contributing significantly to national production, particularly in several major producing provinces. In addition to the challenge of declining harvested areas, cassava processing activities also generate agricultural waste that poses environmental risks. In Purwasari Village, Dramaga Subdistrict, Bogor Regency, household-scale cassava processing industries produce solid waste in the form of cassava peels, which are not optimally managed and are commonly discarded in the surrounding environment. This cassava waste has the potential to cause environmental pollution, unpleasant odours, and negative impacts on public health. One sustainable alternative for managing this cassava waste is the use of cassava peels as a raw material for composting. This study aimed to identify problems associated with cassava peel waste and to assess members of the Taruna Tani Millennial Farmer Group's interest in compost production using cassava peels. The research was conducted from December 2024 to June 2025 using a community-based assistance approach. Data was collected through interviews and questionnaires involving 20 respondents. The results showed that the main problems associated with cassava peel waste include waste accumulation, limited processing facilities, and low community awareness. Farmers’ interest in cassava peel composting was generally categorized as high, with an average score of 77%, although several indicators remained at a moderate level. Extension activities and hands-on demonstrations were proven to enhance farmers’ understanding, interest, and participation. With sustained educational support and adequate facilities, the use of cassava peel compost has strong potential to promote environmentally friendly, sustainable agricultural waste management.
OPTIMALISASI JERAMI HASIL PERTANIAN SEBAGAI KOMPOS DENGAN INOVASI METODE TAKAKURA DI KELURAHAN KAPAS KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Hasian Situmeang, Widya; Budiarto, Tri; Julio Pratama, Agief; Kemala Dewi, Ratih; Kasmanhadi Saputra, Henry; Sekar Mardisiwi, Ririh; Puji Mumpuni, Restu; Surya Aditama, Galih; Bekti Fajarwati, Aliana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Limbah jerami hasil pertanian yang cukup berlimpah cenderung kurang banyak dimanfaatkan oleh petani. Jerami yang dihasilkan akan dibakar kemudian lahan sawah akan langsung diolah untuk penanaman selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para petani mengolah jerami sebagai kompos dengan menggunakan teknik pengomposan Takakura, dan disertai dengan upaya menjaga kesehatan dan kesuburan lahan pertanian. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi cara, serta pendampingan petani untuk mengidentifikasi kesuburan lahan secara sederhana dan evaluasi menggunakan pre test dan posttest. Hasil dari kegiatan ini, sebanyak 38% petani peserta mengalami peningkatan pengetahuan berkaitan dengan kesehatan tanah dan pembuatan kompos, rata-rata nilai pre test 72% dan rata-rata nilai posttest 78%. Hasil demonstrasi pengomposan jerami berhasil diperoleh pupuk kompos dalam jangka waktu 4 minggu setelah pengomposan.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI ORGANIK DI KELURAHAN MULYAHARJA, KOTA BOGOR : PENGUATAN PROSES PANEN DAN PASCAPANEN Budiarto, Tri; Azkyah, Sylvina; Sulaeman, Revalina; Surya Aditama, Galih; Aurel Kanayla, Alleta; Gadhah Kun Atha, Rabbani; Julio Pratama, Agief; Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Hasian Situmeang, Widya; Kemala Dewi, Ratih; Kasmanhadi Saputra, Henry; Sekar Mardisiwi, Ririh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Proses panen yang kurang terampil dan minimnya pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3), menjadi permasalahan yang dirasakan oleh KWT Ciharashas dalam praktik budidaya pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian dan pengembangan masyarakat (PPM) adalah untuk menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan intensif bagi seluruh anggota KWT Ciharashas guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam proses panen dan pascapanen dengan teknik ramah lingkungan dan efisien. Pada akhirnya kegiatan ini akan Mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas hasil panen dan mengurangi kerugian pascapanen. Pendekatan kegiatan meliputi: lokakarya bersama pemangku kepentingan (Pemerintah Kelurahan Mulyaharja, PPL, Anggota KWT Ciharashas, dan warga), re-assessment terkait masalah dan kebutuhan prioritas terkait panen dan pascapanen, pelatihan fasilitasi penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik : sortasi, grading, packaging, storage dan limbah pertanian, pendampingan proses penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan antara lain bahwa re-assessment menunjukkan penanganan saat panen dan proses panen belum semua anggota paham dan belum menerapkan prinsip K3 yang sesuai. Program pelatihan Good Handling Practices (GHP) dan sosialisasi aturan keselamatan di lahan menjadi program utama untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan anggota KWT Ciharashas. Dalam kegiatan pelatihan inovasi yang dihasilkan berupa cardboard langkah GHP, tanam sayur-rawat bumi, keselamatan kerja dan aturan keselamatan di lahan KWT Ciharashas. Selain itu, pelatihan biocomposser dengan media bag composserjuga menjadi inovasi yang telah diterapkan oleh KWT Ciharashas. Program PPM terpusat dan terpadu Sekolah Vokasi di Mulyaharja merupakan rangkaian kegiatan lanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dan stakeholder enggagementyang telah dibangun antara Sekolah Vokasi dengan KWT Ciharashas. Bentuk komitmen yang dibangun adalah menindaklanjuti roadmap pengabdian kepada masyarakat hingga 2027 melalui laboratorium sosial.