Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Teknik Pemijatan Marmet dengan Masalah Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Partum di Ruangan Matahari Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Marmet Massage Technique with Breastfeeding Nursing Problems is Not Effective in Post Mothers Partum in the Sun Room at Undata Hospital Central Sulawesi Province Nirwana Toiyan; Nur Febrianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6744

Abstract

Postpartum adalah periode yang dilalui ibu dari hari pertama kelahiran hingga 6 minggu kelahiran. Pada tahap ini, ada perubahan fisik, alat produksi, perubahan psikologis yang menghadapi masa laktasi atau menyusui.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teknik pemijatan marmet dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum di RSUD undata provinsi sulawesi tengah.Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskripftif yang membahas kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu teknik pemijatan marmet dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum. Hasil penelitian setelah diberikan implementasi teknik pemijatan marmet pada Ny.S dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 01 sampai 03 september 2024 pasien mengatakan ASI nya sudah keluar namun belum lancar, pasien nampak sudah keluar ASI namun hanya sedikit, tekanan darah: 140/70 mmhg, nadi: 88x/menit, suhu: 36,7°C, Respirasi: 22x/menit, Spo2: 98%. Kesimpulan penelitian ini adalah pada penanganan permasalahan yang dialami oleh Ny.S analisis cenderung kurang maksimal karena pengeluaran ASI yang belum lancar, namun dianjurkan kepada pasien untuk melakukan teknik pemijatan marmet dirumah.
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Deni Ikhwan; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7207

Abstract

Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan di seluruh dunia. Penyebab utama katarak adalah usia, tetapi banyak hal lain yang terlibat seperti faktor keturunan, kongenital, penyakit sistemik, penggunaan obat tertentu khususnya steroid dan gangguan pertumbuhan. Satu-satunya terapi untuk penderita katarak adalah operasi atau pembedahan. Pembedahan pada penyakit katarak saat ini bisa dilakukan dalam beberapa menit saja, namun bagi sebagian orang pembedahan menjadi salah satu stressor bagi mereka. Dimana sebuah stressor ini dapat menimbulkan rasa cemas pada klien. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penelitian deskriptif untuk mngetahui gambaran tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 41 responden, sebagian besar yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang, 26,83 % mengalami kecemasan sedang, 19,51% mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil yaitu 9,76% tidak mengalami kecemasan (normal). Kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagian besar responden yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa lainnya untuk pengembangan penelitian selanjutnya, bagi RSU Anutapura Palu sebagai salah satu cara meningkatkan pemberian edukasi kesehatan dan mempertahankan perencanaan keperawatan pada pasien pre operasi katarak agar tingkat kecemasan dapat diturunkan.
Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Lansia Melalui Gerakan Program PATUH di Desa Bomba Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Prevention of Hypertension in the Elderly Through the PATUH Program Movement in Bomba Village, Marawola District, Sigi Regency Sri Yulianti; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8486

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling rentan disebabkan tidak lagi produktif secara ekonomi, masalah kesehatan dan memerlukan pendampingan (caregiver). Kerentanan pada lansia akibat penurunan fungsi imun dan penyakit degenerative diantaranya hipertensi. Tujuan dilakukam pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan untuk pencegahan terjadinya hipertensi. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flip chart dan leaflet. Hasil Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Hipertensi. Didapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Hipertensi, sebagian besar Masyarakat Desa Bomba belum memahami penyebab terjadinya Hipertensi dan Bagaimana cara pencegahan penyakit Hipertensi. Pada saat setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit Hipertensi sebagian Masyarakat banyak bertanya terkait Hipertensi, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Hipertensi
Penyuluhan Kesehatan Tentang Tuberkulosis (TB) Di Desa Mantikole Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah: Health Education on Tuberculosis (TB) in Mantikole Village, Dolo Barat District, Sigi Regency, Central Sulawesi Sri Yulianti; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8492

Abstract

Penyakit Tuberkulosis disebabkan oleh suatu kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium Tuberculosis. Infeksi Tuberkulosis berkembang ketika bakteri masuk melalui droplet di udara. Ketika kuman Tuberkulosis sampai terpapar pada paru-paru, maka menjadi penularan jika seseorang kontak langsung dengan penderita Tuberkulosis. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan terjadinya penyakit Tuberkulosis. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan flip chart dan leaflet. Hasil didapatkan Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Tuberkulosis Sebagian besar masyarakat Desa Mantikole belum memahami penyebab terjadinya Tuberkulosis dan bagaimana cara pencegahan penyakit Tuberkulosis. Pada saat setalah diberikan penyuluhan tentang penyakit Tuberkulosis sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Tuberkulosis, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Tuberkulosis.
Penyuluhan Penatalaksanaan program CERDIK untuk mencegah komplikasi pada penyandang diabetes melitus di Desa Sibedi kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Counseling on the Management of the CERDIK program to prevent complications in people with diabetes mellitus in Sibedi village, Marawola sub-district, Sigi Regency Sri Yulianti; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8608

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronik mengakibatkan progresif sehingga ditandai dimana tubuh mengalami ketidakseimbangan atau gangguan pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, sampai mengakibatkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Tujuan dilakukan. Tujuan dilakukam pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan untuk pencegahan terjadinyapenyakit diabetes melitus melalui program CERDIK. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flip chart dan leaflet. Hasil Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Diabetes Melitus. Sebagian besar masyarakat Desa Sibedi belum memahami penyebab terjadinya Diabetes Melitus dan bagaimana cara pencegahan penyakit Diabetes Melitus. Pada saat setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit Diabetes Melitus sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Diabetes Melitus, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Diabetes Melitus.
Implementasi Pemberian Posisi Semi Fowler Pada Pasien Tuberkulosis (TB) Dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Di Ruangan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Semi-Fowler Positioning In Tuberculosis (TB) Patients With Ineffective Breathing Pattern Nursing Problems In Dahlia Room At The Regional General Hospital Of Undata, Central Sulawesi Province Andre Al-Fauzih. P; Nur Febrianti; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8865

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, dan gangguan pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemberian posisi semi fowler pada pasien tuberkulosis dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek pasien Tn. R, yang menunjukkan gejala sesak napas dan pola napas tidak normal. Intervensi keperawatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, meliputi pemantauan pola napas, pemberian posisi semi fowler, pengelolaan sputum, pemberian oksigen jika diperlukan, serta edukasi teknik batuk efektif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada pola napas pasien, ditandai dengan penurunan sesak dan perbaikan frekuensi serta kedalaman napas. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pemberian posisi semi fowler merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pola napas pada pasien TB dengan gangguan pernapasan. Penelitian ini juga memberikan saran bagi institusi pendidikan dan rumah sakit untuk mempertimbangkan penggunaan posisi semi fowler sebagai bagian dari intervensi keperawatan pada pasien dengan gangguan pola napas.
Implementasi Senam Kaki pada Tn. B Terhadap Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Ruangan Seroja Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Foot Exercises in Tn. B on the Problem of Unstable Blood Glucose Levels in Diabetes Mellitus Patients in the Seroja Room At Undata Hospital, Central Sulawesi Province Nurazizah; Tahir, Syaiful; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4351

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah) yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantng, pembuluh darah, mata ,ginjal, dan saraf , Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiaan deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penelitian untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD Undata provinsi Sulawesi tengah, Hasil dari pengkajian yang dilakukan pada Pasien bernama Tn.B ditemukan data subjektif Tn. B mengatakan kaki seperti ditusuk-tusuk dan klien mengeluh kakinya terasa kebas atau kesemutan objektif Tn B tampak pucat, mukosa bibir lembab. Diagnosa keperawatan pada Tn.B yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah. setelah dilakukan terapi senam kaki di H-1 didapatkan hasil kadar gula darah 432 mg/dl. Pada H-2 ditemukan hasil kadar gula darah turun menjadi 143 mg/dl. Pada H-3 menunjukan hasil kadar gula darah normal 124 mg/dl, Analisis data dilakukan penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi senam kaki, terjadi penurunan kadar gula darah menjadi angka normal yaitu 124 mg/dl, Dari penelitian yang didapatkan bahwa pemberian terapi senam kaki dapat menurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.
Implementasi Terapi Kompres Air Hangat terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Anak dengan Masalah Hipertermi pada Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RS Bhayangkara Palu: Implementation of Warm Water Compress Therapy to Reduce Body Temperature in Children with Hypothermic Problems in Cases of Acute Respiratory Tract Infection (ARI) at Bhayangkara Hospital, Palu Mangulu, Marsya Trputri; Nur Febrianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4352

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan bagian atas atau bawah. Biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit mulai dari tanpa gejala hingga berat dan fatal, tergantung dari patogen penyebab, faktor lingkungan, dan faktor pejamu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak dengan diagnosa ISPA yang berada di RS Bhayangkara Palu, sampel adalah pasien anak dengan masalah hipertermi pada kasus ISPA di RS Bhayangkara Palu. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan kepada An.R ditemukan data subyektif keluarga pasien mengatakan An.R demam ± 4 hari, batuk, flu dan sakit ketika menelan. Data objektif suhu tubuh 38,5?, SpO2 99%, Nadi 157 x permenit, RR 26 x permenit, nampak kulit kemerahan, RBC 5.57/uL, HCT 45.3 g/dl, WBC 12.70/uL, NEU 10.30%, LYM 0.63%, MON 1.61%. Diagnosa yang di temukan pada An.R yaitu Hipertermia. Setelah dilakukan terapi kompres air hangat terjadi penurunan suhu tubuh yaitu pada implementasi H-1 didapatkan hasil suhu tubuh dari 38,5? menjadi 36,9?. pada implementasi hari ke 2 ditemukan hasil suhu tubuh dari 37,7? menjadi 36,8? dan pada implemntasi hari ke 3 menunjukkan hasil suhu tubuh normal 36,6?. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat. Pada hari petama pengkajian didapatkan hasil suhu tubuh 38,5°C. Setelah dilakukan tindakan kompres hangat sampai hari ke-3, suhu tubuh menurun menjadi 36,6°C.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.K Yang Menderita Penyakit TB Paru Dengan Masalah Keperawatan Ketidakpatuhan Minum Obat di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu : Family Nursing Care For Ny.K Suffering From Pulmonary Tb With Nursing Problems Non-Compliance With Medication In The Working Area Of The Kamonji Health Center, Palu City Nadia Vista; Rosita; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8771

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru- paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Penyebabnya adalah mycobacterium tuberculosis yang masuk melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan keluarga pada pasien TB paru dengan masalah keperawatan ketidakpatuhan minum obat di wilayah kerja puskesmas kamonji kota palu. Metode Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif yang membahas kasus tertentu ,dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan mengunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Implementasi Keperawatan yang dilakukan pada klien yaitu Edukasi Proses Penyakit Tuberkulosis Paru pada keluarga Tn.A dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 08 sampai 10 Agustus 2024 dengan melibatkan anggota keluarga dengan fokus kegiatan yaitu memberikan edukasi tentang bahaya akan terhadap ketidakpatuhan minum obat dan memberikan pemahaman pada klien mengenai penyakit Tuberkulosis paru.Berdasarkan hasil penelitian implementasi yang di lakukan menunjukan ada hubungan yang signinifikasi antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis Paru dan juga menunjukan hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB.
THE UTILIZATION OF REMOTE SENSING DATA TO SUPPORT GREEN OPEN SPACE MAPPING IN JAKARTA, INDONESIA Hana Listi Fitriana; Sayidah Sulma; Nur Febrianti; Jalu Tejo Nugroho; Nanik Suryo Haryani
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2890

Abstract

Green open space becomes critical in maintaining the balance of the environment and improving the quality of urban living for a healthy life. The use of remote sensing data for calculation of green open space has been done notably using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) method from Landsat 8 and SPOT data. This research aims to calculate the accuracy of the green open space classification from multispectral data of Landsat 8 and SPOT 6 using the NDVI methods. Green open space could be assessed from the value NDVI. The value of NDVI generated from Landsat 8 and SPOT 6’s Red and NIR channels. The accuracy of NDVI values is then examined by comparing with Pleiades data. Pleiades data which has 50 cm panchromatic resolution and 2 m multispectral with 4 bands (B, G, R, NIR) can precisely visualize objects. So, it can be used as the reference in the calculation of the green open space based on NDVI. The results of the accuracy testing of Landsat 8 and SPOT 6 image could be used to identify the green open space by using NDVI SPOT of 6 can increase the accuracy of 5.36% from Landsat 8.