Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JENIS MULSA TERHADAP PERTAMBAHAN VOLUME AKAR DAN KARAKTER FISIOLOGIS TIGA VARIETAS PADI GOGO Kusbiantoro, Dedi; Hanum, Chairani; Asbur, Yenni; Purwaningrum, Yayuk; Alfisar, Fiqi; Sihaloho, Martha Adiwaty
Agroprimatech Vol. 8 No. 1 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i1.4947

Abstract

Gogo rice is one of the food crops that has the potential to be developed in national rice is becoming increasingly important, this is due to the decreasing rice field area, while the population growth rate is getting higher. Field experiments were carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Islamic University of North Sumatra from May to August 2021. The aim is to determine the effect of mulch type on root volume, plant growth rate and net assimilation rate of gogo rice plants. The research method used was a Factorial Group Random Design with three different types of mulch as treatment, namely without mulch, black plastic mulch, Asystasia gangetica mulch, straw mulch. The varieties used are IPB8, IPB9 and Red Sigambiri. The treatment combination consists of 12 combinations in three repetitions. The results showed that mulch and varietal treatment had a real effect on root volume, while on plant growth rate and net assimilation rate had no real effect. Keywords: rice gogo, mulch, varieties
Analisis Pertumbuhan Gulma Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Untuk Pemanfaatan Sebagai Tanaman Penutup Tanah Asbur, Yenni; Purwaningrum, Yayuk; Lubis, Fiqi Alfisar; Maruapey, Ajang
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i2.3520

Abstract

Asystasia gangetica merupakan gulma invasif dengan daya adaptasi yang tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai penutup tanah. Namun pengembangan penggunaan A. gangetica sebagai penutup tanah belum dapat dilakukan secara luas karena keterbatasan data ilmiah terutama mengenai pertumbuhan dan perkembangannya serta sifat interaksinya dengan tanaman pangan di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gedung Johor, Medan. Pengamatan dilakukan secara destruktif pada 10 tanaman setiap minggunya. Dari hasil amatan setiap minggunya terlihat bahwa A. gangetica mudah diperbanyak menggunakan stek batang karena pertumbuhan akar relatif cepat. Pertumbuhan dan perkembangan A. gangetica juga relatif cepat yang terlihat dari pertambahan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, ILD, laju asimilasi bersih, dan laju tumbuh relatif. Laju penutupan lahan juga cepat, yaitu menutup lahan 100% pada 9 MST, sehingga memenuhi kriteria sebagai penutup tanah. 
Perpektif Baru: Manajemen Vegetasi Bawah Tegakan Pada Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan Yahya, Sudirman; Mira Ariyanti; Yenni Asbur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.521 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.44605

Abstract

Sesama tumbuhan, antara tanaman pokok dan tumbuhan lainnya, sampai tingkat tertentu bersaing dalam mendapatkan sumberdaya lingkungan tumbuh, terutama air dan hara media tumbuh, ruang tumbuh dan unsur iklim mikro. Sehubungan dengan ini, tumbuhan atau vegetasi bawah tegakan dapat ditinjau seberapa besar daya menyaingi dibandingkan dengan besar daya manfaat, baik secara langsung bagi tanaman pokok, pengelolaan kebun maupun terhadap segi lingkungan. Pada tinjauan ini akan diungkapkan keberadaan tumbuhan atau vegetasi bawah tegakan yang lazim yang berperanan sebagai penutup tanah dengan berbagai manfaat dalam mewujudkan teknologi produksi kelapa sawit berkelanjutan. Ada beberapa peubah yang lazim diamati sebagai dampak positif penerapan teknologi produksi berkelanjutan, di antaranya: penurunan emisi gas rumah kaca CO2, peningkatan cadangan karbon, biodiversitas lingkungan, perbaikan neraca air dan hara tanah, koservasi tanah dan air, dan penekanan erosi. Dalam naskah ini akan diungkap dan ditelaah beberapa peubah tersebut sebagai dampak teknologi produksi, khususnya oleh dua spesies vegetasi bawah Nephrolepis biserrata dan Asystasia gangetica. Kata kunci: biodiversitas, cadangan karbon, neraca air, neraca hara
CHANGES IN RAINFALL ON PLANTING AREA AND OIL PALM PRODUCTION IN THE HIGHLANDS OF DELI SERDANG DISTRICT, NORTH SUMATRA Sumarno; Yenni Asbur; Murni Sari Rahayu
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 10 (2025): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1313

Abstract

The research was conducted from February to April 2024 in Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. Rainfall is a very important climatic factor in influencing crop growth and production, including oil palm. The purpose of this study was to examine how rainfall affects the planting area and production of oil palm in the highlands of North Sumatra. The study used secondary data in the form of information on planting area and production in Deli Serdang Regency during 2019-2023, obtained from the Deli Serdang Regency Agriculture Office and the Food Security and Horticulture Office, as well as the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency in Deli Serdang, North Sumatra. The results showed that there was a negative correlation between rainfall and oil palm planting area and production, with values of -0.599 and -0.645, respectively. This means that there is a moderate negative relationship between rainfall and oil palm planting area and production, where higher rainfall results in lower oil palm planting area and production, although this is not statistically significant.
STRATEGI PRAKTIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN ABIOTIK UNTUK MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: Konservasi Air dan Tanah melalui Rorak, Guludan Organik, dan Pemanfaatan Gulma Asbur, Yenni; Ariyanti, Mira; Yahya, Sudirman
WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit Vol. 30 No. 3 (2025): Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.269

Abstract

Perubahan iklim berdampak nyata terhadap keberlanjutan perkebunan kelapa sawit, terutama melalui perubahan pola curah hujan, meningkatnya kejadian hujan ekstrem, serta periode kering yang lebih panjang. Kondisi ini memicu masalah ketersediaan air tanah, meningkatnya limpasan dan erosi, serta menurunnya efisiensi pemanfaatan air oleh tanaman. Artikel ini mengulas strategi praktis pengelolaan lingkungan abiotik sebagai Upaya adaptasi perubahan iklim di perkebunan kelapa sawit, dengan fokus pada konservasi tanah dan air. Pembahasan difokuskan pada penerapan rorak organik, guludan organik, serta pemanfaatan tumbuhan sebagai tanaman penutup tanah di gawangan dan sebagai mulsa di piringan. Ketiga pendekatan tersebut berperan dalam menahan dan mendistribusikan air hujan, menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, serta meningkatkan kandungan bahan organik dan hara tanah. Integrasi teknik konservasi ini memperkuat fungsi tanah sebagai pengatur ketersediaan air dan penyangga terhadap fluktuasi iklim ekstrem. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pengelola kebun dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengelolaan Perkebunan kelapa sawit yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Peran Lingkungan Di Dataran Tinggi Terhadap Pertumbuhan Generatif Padi Gogo Varietas Sigambiri Merah Kusbiantoro, Dedi; Lubis, Fiqi Alfisar; Purwaningrum, Yayuk; Asbur, Yenni; Syamsafitri, Syamsafitri; Nasution, Khairunnisyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11672

Abstract

Lingkungan berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman, baik pada fase vegetative maupun generative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan dataran tinggi terhadap pertumbuhan generatif padi gogo varietas Sigambiri Merah, khususnya pada umur berbunga, jumlah anakan produktif, dan hasil gabah berisi. Penelitian dilakukan di Desa Tongkoh, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, yang berada pada ketinggian 375 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan rata-rata 2.100–3.200 mm per tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan empat perlakuan ketebalan mulsa jerami padi (0, 8, 10, dan 12 kg/plot) dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dataran tinggi dengan presipitasi harian hujan dan curah hujan yang tinggi menyebabkan keterlambatan umur berbunga (rataan 82–84 HST), serta menurunkan efisiensi fotosintesis. Perlakuan mulsa jerami 10 kg/plot memberikan umur berbunga terlama, sedangkan mulsa 8 kg/plot menghasilkan gabah berisi terbanyak (51,81 butir/sampel). Penggunaan mulsa jerami terbukti meningkatkan kondisi mikro tanah, ketersediaan hara, serta menekan dampak negatif lingkungan terhadap pertumbuhan generatif padi gogo. Dengan demikian, aplikasi mulsa jerami dapat menjadi strategi agronomis yang efektif dalam budidaya padi gogo di dataran tinggi
Pemanfaatan Super Bookashi MA-11 dan Biosaka Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 10 Maruapey, Ajang; Asbur, Yenni
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 27, No 2 (2025): Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v27i2.109807

Abstract

In rice cultivation practices, the use of organic fertilizers such as super bokashi MA-11 and Biosaka offers a more sustainable and environmentally friendly solution compared to conventional chemical fertilizers. The aim of this study was to evaluate the effectiveness of the use of super bokashi MAS-11 and biosaka on the growth and yield of Inpari 10 rice varieties. The study was conducted in Klaru, Mariat, Sorong, Southwest Papua, from February to May 2024. The experiment was conducted using a two-factor Randomized Block Design and three replications. Super bokashi MA-11 organic fertilizer as the first factor was applied in four levels: S0 (no treatment), S1 (5 tons/ha), S2 (7 tons/ha), and S3 (9 tons/ha). Biosaka as the second factor consisted of three levels: B0 (no treatment), B1 (20 mL/5 L of water), B2 (40 mL/5 L of water), and B3 (60 mL/5 L of water). The results of the study showed that the super bokashi MA-11 dose of 9 tons/ha (S3) successfully increased the dry grain yield (GKP) of rice up to 6.48 tons/ha, while the application of Biosaka at a dose of 60 mL/5 L of water (B3) could increase the GKP yield of rice up to 5.98 tons/ha.