Claim Missing Document
Check
Articles

TANGGAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasilliensis Muell Arg) KLON PB 330 DAN SIFAT KIMIA MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN PEMBENAH TANAH Ariifin Ashari; Yenni Asbur; Yayuk Purwaningrum
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.660

Abstract

Pembibitan karet perlu dikelola dengan baik karena mutu bibit karet yang dihasilkan sangat menentukan performa perkebunan karet. Selain penggunaan klon unggul anjuran, peningkatan produktivitas lahan juga merupakan hal penting dalam meningkatkan produktivitas hasil tanaman karet, diantaranya adalah dengan penggunaan pembenah tanah. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan bibit karet klon PB 330 dan sifat kimia media tanam dengan pemberian pembenah tanah. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non-faktorial enam ulangan dengan pembenah tanah sebagai perlakuan sebanyak tiga perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembenah tanah kompos kandang ayam mampu meningkatkan kandungan  C-organik, N-total, P-tersedia, dan K-tersedia media tanam berturut-turut sebesar 92.06%, 175.00%, 74.14%, dan 82.14%. Pembenah tanah kompos jerami mampu meningkatkan kandungan C-organik, N-total, dan K-tersedia media tanam berturut-turut sebesar 92.06%, 175.00%, dan 3.57%, tetapi belum mampu meningkatkan kandungan P-tersedia media tanam. Pembenah tanah kompos kandang sapi hanya mampu meningkatkan kandungan C-organik dan N-total media tanam, tetapi menurunkan kandungan P-tersedia dan K-tersedia media tanam.             Pembenah tanah kompos kandang ayam mampu meningkatkan pertumbuhan bibit karet asal stump klon PB 330 dibandingkan dengan pembenah tanah kompos jerami, kompos kandang sapi, dan kontrol.
KARAKTERISTIK FISIOLOGIS DAN HASIL LATEKS TANAMAN KARET KLON GT1 DENGAN PERLAKUAN SISTEM SADAP PENDEK PADA PERKEBUNAN KARET RAKYAT Yayuk Purwaningrum; Yenni Asbur; Arif Anwar; Febri Wira Nanta Ginting
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.695

Abstract

Indonesia memiliki areal perkebunan karet terluas di dunia, yaitu sekitar 3,67 juta Ha pada tahun 2017, namun dari sisi produksi hanya berada pada posisi kedua setelah Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisiologis dan hasil lateks tanaman karet klon GT 1 dengan perlakuan sistem sadap pendek di perkebunan karet rakyat. Penelitian dilaksanakan di Desa Halaban Dusun Sidorejo Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 500-700 m dpl dan jenis tanah ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non-faktorial dengan lima ulangan dan tiga perlakuan sistem sadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode Januari-Juni, kadar fosfat anorganik (FA) lebih tinggi pada perlakuan panjang alur sadap S/4 d3 ET 2,5% dibandingkan dengan panjang alur sadap S/2 d3 ET 2,5%, dan S/8 d3 ET 2,5%. Hasil lateks dengan panjang alur sadap S/2 d3 ET 2,5% lebih tinggi pada saat daun tanaman karet optimal (Januari), dan awal gugur daun (Februari), sedangkan hasil lateks pada fase awal daun baru (Maret-April), dan daun flush (Mei-Juni), lebih tinggi pada panjang alur sadap lebih pendek (S/8 d3 ET 2,5%).
TANAMAN TARUM ( Indigofera tinctoria Linn. ) SEBAGAI PENGHASIL ZAT PEWARNA Mira Ariyanti; Yenni Asbur
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 2 No 1 (2018): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.046 KB) | DOI: 10.30598/jhppk.2018.2.1.109

Abstract

Indonesia is known as a country with high biodiversity in the world. Plenty of beneficial-rich plants grow in Indonesia as a country that has tropical climate, one of the plant is tarum (Indigofera tinctoria Linn.). Tarum is a natural dye-producing plant whose presence is not widely known. The development of human needs, especially in meeting the needs of natural dyes, is considered to be the main reason for reintroducing tarum as a suitable plant to grow in Indonesia. The use of natural dyes in addition to being safe for humans is also safe for the environment, considering the substances produced by the tarum plant are widely used as textile dyes. Good enough environmental compatibility makes this plant actually spread in many parts of Indonesia, especially in Java. It is necessary to possess a knowledge about the right cultivation techniques for tarum plants in an effort to increase the color-producing substances in plants. The attempts to obtain information about cultivation techniques are an opportunity to re-raise these plants to be better known and developed as potential plants.
POTENSI BEBERAPA GULMA SEBAGAI TANAMAN PENUTUP TANAH DI AREA TANAMAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN Yenni Asbur; Rahmi Dwi Handayani Rambe; Yayuk Purwaningrum; Dedi Kusbiantoro
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2421.387 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v26i3.69

Abstract

Pengelolaan tanaman penutup tanah merupakan salah satu merupakan salah satu teknik konservasi tanah dan air di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi beberapa gulma sebagai tanaman penutup tanah di perkebunan kelapa sawit menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit rakyat umur 20 tahun di Desa Namorambe Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dari Maret sampai Juni 2017. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor. Empat spesies gulma (N. biserrata, A. gangetica, P. conjugatum, dan A. conyzoides) dijadikan sebagai perlakuan, setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa N. biserrata, A. gangetica, P. conjugatum, dan A. conyzoides berpotensi digunakan sebagai tanaman penutup tanah di area kelapa sawit menghasilkan. Keempat spesies tersebut mudah diperbanyak, cepat menutup lahan (8-12 minggu setelah tanam), memproduksi daun dan cabang cukup banyak, dan cukup mengandung unsur hara di dalam jaringan tanamannya. Kandungan N, P, K, dan C organik tertinggi berturut-turut terdapat pada N. biserrata (4,02% N), P. conjugatum (0,31% P), A. gangetica (2,41% K), dan A. conyzoides (37,23% C-organik).
Evaluasi Pertumbuhan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Sebagai Tanaman Penutup Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Menghasilkan pada Jarak Tanam dan Jenis Setek Batang Berbeda Yenni Asbur; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Khairunnisyah
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i2.184

Abstract

Asystasia gangetica (L.) T. Anderson is an invasive weed that must be controlled in oil palm plantations. However, the results showed that previously in Semanjung Malaysia A. gangetica was used as a cover crop in oil palm plantations. The purpose of this study was to determine the best spacing and stem cuttings that produced the best growth of A. gangetica as a cover cover crop in mature oil palm plantations. The study used a factorial randomized block design with six replications at a plot size of 2 m x 2 m with plant spacing (10 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm, and 40 cm x 40 cm) and stem cuttings (top cuttings, middle cuttings, and bottom cuttings) as treatment. The results showed that the plant spacing of 10cm x 10cm is the optimum plant spacing for the growth of A. gangetica as cover crop as indicated by higher survived plant percentage and faster soil coverage than the spacing of 20cm x 20cm and 40cm x 40cm. Top cuttings are the best way to multiply A. gangetica to get optimal growth as cover crop.
Aplikasi Bokashi Jerami dan Pupuk SP36 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L) pada Tanah Andisol Mindalisma Mindalisma; Chairani Siregar; Yenni Asbur; Yayuk Purwaningrum
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6327

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek sangat baik dikembangkan di Indonesia. Namun produktivitas yang masih rendah dan lahan budidaya yang terbatas. menyebabkan perlu dilakukan tekhnik budidaya yang tepat diantaranya dengan pemberian pupuk bokashi dan SP36. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi kacang hijau dengan pemberian bokashi jerami padi dan pupuk SP36 pada tanah Andisol Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UISU, Jl. Karya Wisata, Gedung Johor, Medan, Sumatera Utara dengan ketinggian Tempat ±25 m dpl,  dengan topografi datar dari Desember 2021 sampai Maret 2022. Penelitian menggunakan model Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang diulang sebanyak tiga kali dengan dosis bokashi jerami padi dan pupuk SP36 sebagai faktor perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi dan pupuk SP36 mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang hijau terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Interaksi perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi kacang hijau tertinggi adalah Interaksi perlakuan J3P3, yaitu pemberian 75 g bokashi/polybag dan 1.5 g SP36/polybag.
Analisis Pendapatan Usahatani Kentang Di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo Dian Hendrawan; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Nasution; Yenni Asbur; Nurhayati
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v10i2.3809

Abstract

Potatoes are the leading agricultural product in Kabanjahe itself. Under these conditions, Kabanjahe has great potential in terms of agriculture, especially potato plants. The size of a farm's income is influenced by revenue and production costs. However, currently potato farmers in Kabanjahe are faced with a problem, namely the productivity of potatoes that is not yet maximized and the price of potatoes is uncertain, which will affect the productivity and income earned by farmers. This study aims to analyze the income of potato farming. The research was conducted in August 2022. Data analysis used income analysis and R/C ratio analysis. The average income of potato farming in Kaban Village, Kabanjahe District, Karo Regency is Rp. Rp. 29,967,190/ha/MT. The average total cost incurred in potato farming activities is IDR 55,321,810/ha/MT, and the average income in potato farming is IDR 85,289,000/ha/MT. This means that potato farming in Kabanjahe District, Karo Regency is still profitable because farmers' income can still cover the total costs incurred during the production process of the potato farming business.
Perbaikan Sifat Kimia Tanah dengan Penanaman Asystasia gangetica (L.) T. Anderson sebagai Cover Crop Yenni Asbur
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v15i1.2291

Abstract

This decrease in land productivity is closely related to the reduced organic matter content in the soil, so efforts are needed to overcome it by utilizing asystasia gangetica weeds as a cover crop. The purpose of this study was to determine the benefits of A. gangetica as a cover crop in improving soil chemical properties under shaded and unshaded conditions. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Islamic University of North Sumatra (UISU), Johor Building, Medan. The research method used was a split plot design in a factorial randomized block design. The first factor as the main plot is Shade (N) and the second factor as the subplot is Cover crop (C) with three replications. The results of this study showed that A. gangetica grown as a cover crop was able to improve soil chemical properties by increasing the organic C, total N, and available K content of the soil after treatment. Likewise, the combination of both shaded and unshaded treatments with cover crop A. gangetica (N1C1 and N0C1) was able to improve soil chemical properties by increasing the C-organic, total N, and available K-content of the soil after treatment.
Perbaikan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Kelapa Sawit Rakyat TM-1 Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk Anorganik-Organik dan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Sebagai Tanaman Penutup Tanah Yenni Asbur; Rizkon Jadida Pulungan; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Chairani Siregar; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Khairunnisyah
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.198

Abstract

Currently, the area of ​​smallholder oil palm plantations in Indonesia reaches 41.44% and is wider than state-owned oil palm plantations which are only 3.87%. However, the role of smallholder oil palm plantations is still not optimal due to low land productivity and yields, so technical culture management is needed that can maintain land productivity and oil palm yields in a sustainable manner through the provision of a combination of inorganic-organic fertilizers and TPT planting. The purpose of this study was to determine the effect of inorganic-organic fertilizers and A. gangetica as TPT in improving soil chemical properties and growth of oil palm TM-1. The study used a factorial randomized design with three replications with two treatment factors, namely a combination of inorganic-organic fertilizers and TPT. The results showed that the interaction of P4T1 (100% inorganic 100%-organic fertilizer combination + TPT) and P3T1 (100% inorganic 100%-organic fertilizer combination + TPT) was able to improve soil chemical properties and growth of oil palm TM-1. Meanwhile, independently the combination treatment of 100% organic 100% inorganic fertilizer and TPT A. gangetica produced the most female flowers and the lowest male flowers.
Dampak Pemangkasan dan Pembenaman Pangkasan terhadap Pertumbuhan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Yenni Asbur; Yayuk Porwaningrum
Gunung Djati Conference Series Vol. 38 (2024): Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan gulma Asystasia gangetica sebagai cover crop di kebun kelapa sawit menghasilkan mengharuskan agar A. gangetica tidak memiliki lagi sifat Noxius weed, yaitu mudah berkembangbiak melalui pelepasan biji dari polong yang dapat terlempar sejauh 6 m. Hal Ini dapat dicapai melalui pemangkasan tajuk dan pembenaman pangkasannya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemangkasan dan pembenaman pangkasan terhadap pertumbuhan A. gangetica. Lima perlakuan pemangkasan dan pembenaman diterapkan pada A. gangetica yang didesain dalam rancangan acak kelompok non-faktorial dengaan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cabang tidak dipengaruhi oleh pemangkasan dan pembenaman. Sebaliknya, jumlah daun, ruas, bunga, dan polong A. gangetica dipengaruhi oleh pemangkasan dan pembenaman. Perlakuan pemangkasan dan pembenaman secara nyata mengurangi jumlah bunga dan polong A. gangetica dibandingkan tanpa perlakuan pemangkasan. Dalam penelitian ini tidak ditemukan perbedaan secara nyata pengaruh pemangkasan dan pembenaman terhadap bobot kering akar dan tajuk A. gangetica. Dari penelitian ini didapat bahwa pemangkasan A. gangetica pada 60 hari setelah tanam dan tanpa dibenam maupun dibenam dapat mengurangi jumlah bunga dan polong A. gangetica.