Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring students' mathematical reasoning in solving HOTs problems based on thinking styles Marufi Marufi; Muhammad Ilyas; Nur Wahidin Ashari; Tri Bondan Kriswinarso; Salwah Salwah
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v4i2.499

Abstract

Background: The advancement of technology has facilitated rapid access to information, yet it poses challenges in discerning accurate information. In this context, critical thinking becomes essential for analyzing and evaluating information. Within mathematics education, exploring students reasoning processes and their alignment with thinking styles is crucial for enhancing problem-solving skills, especially in addressing Higher Order Thinking Skills (HOTS) problems.Aims: This study aims to describe students' mathematical reasoning in solving HOTS problems on the topic of systems of three-variable linear equations, focusing on two distinct thinking styles: Abstract Random and Concrete Sequential.Methods: This qualitative descriptive study was conducted at Cokroaminoto Palopo University with 36 Mathematics Education students. Two subjects, representing each thinking style, were purposively selected based on a thinking style test. Data collection involved mathematical reasoning tests, interviews, and observations, with the researcher serving as the primary instrument.Results: The findings indicate that both Abstract Random and Concrete Sequential subjects demonstrated reasoning abilities that align with all six indicators of mathematical reasoning. Notably, the Abstract Random subject approached problems through hypothesis formation and fractional equations, while the Concrete Sequential subject systematically assigned values and developed mathematical models. Both subjects re-checked their solutions to ensure accuracy.Conclusion: This study concludes that students with both Abstract Random and Concrete Sequential thinking styles exhibit effective mathematical reasoning when solving HOTS problems. These results highlight the importance of tailoring instructional strategies to accommodate diverse thinking styles to enhance students reasoning abilities in mathematics education.
Teachers’ knowledge of subject matter in formal definition of limit at senior high school level Ma'rufi Ma'rufi; Muhammad Ilyas; Salwah Salwah; Nur Wahidin Ashari
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v5i2.769

Abstract

Background: Vocational schools in border areas face systemic challenges such as limited infrastructure and poor curriculum-context alignment, hindering effective mathematics instruction and student engagement.Aims: This study investigates how mathematics learning is organized and implemented in a vocational high school situated in the Entikong border area of West Borneo, Indonesia. The research seeks to identify instructional patterns, contextual challenges, and adaptive strategies used by educators under constrained conditions.Method: Using a qualitative case study design, data were gathered through direct classroom observation, semi-structured interviews with teachers and school leaders, and review of official teaching documents. Thematic analysis and data triangulation were employed to ensure rigor and credibility.Results: The analysis highlights a continued reliance on teacher-centered instruction, minimal use of contextual or vocationally integrated methods, and limited student engagement. Assessment practices predominantly measure cognitive outcomes, lacking elements that support student reflection or vocational competencies. Curriculum delivery is often disrupted by time limitations and infrastructural shortfalls.Conclusion: Improving mathematics instruction in border-based vocational schools necessitates flexible teaching models tailored to the local context. Strengthening professional development, embedding authentic assessments, and enhancing school-community collaboration are crucial steps toward addressing educational disparities in underserved regions.
Pengaruh Adversity Quotient Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD Andi Nurlaelah; Muhammad Ilyas; Nurdin
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 tahun 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v4i2.1367

Abstract

Kemampuan Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang baik untuk dikembangkan khususnya dalam mata pelajaran matematika. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah membutuhkan metode dan cara yang tepat khususnya siswa sekolah dasar. Adversity Quotient merupakan suatu pertimbangan internal dari dalam diri siswa yang diindikasikan dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melihat gambaran Adversity Quotient dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD, (2) untuk mengetahui pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SD. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Siswa Sekolah Dasar kelas V dan VI di Kecamatan Malili. Sampel pada penelitian ini adalah 153 siswa dengan cara Purposive Sampling. Data Adversity Quotient diperoleh menggunakan angket dan Kemampuan Pemecahan Masalah menggunakan tes. Hasil penelitian ini adalah (1) Adversity Quotient berada pada kategori sedang atau camper (2) Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD berada pada kategori sedang. (3) Terdapat pengaruh Adversity Quotient terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis.
Analisis Literasi Matematika Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Murnia Murnia; Muhammad Ilyas; Taufiq Taufiq; Patmaniar
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.8399

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi matematika siswa dalam menghadapi tuntutan pemecahan masalah abad ke-21, khususnya berdasarkan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan penalaran siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa pada tiga level literasi matematika, yaitu perlu intervensi khusus, dasar, dan cakap. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMP Cokroaminoto Palopo dengan instrumen berupa tes AKM, tes pemecahan masalah, dan wawancara. Analisis kemampuan pemecahan masalah didasarkan pada tahapan Polya: memahami masalah, merencanakan, menyelesaikan, dan mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada level perlu intervensi khusus belum mampu memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah, terutama dalam memahami informasi dan menggunakan penalaran. Siswa level dasar telah mampu memahami masalah, tetapi belum mampu merencanakan, menyelesaikan, dan mengevaluasi secara optimal. Sementara itu, siswa level cakap sudah mampu memahami dan merencanakan penyelesaian dengan baik, namun belum sistematis dalam pelaksanaan dan belum mampu melakukan evaluasi secara tepat karena keterbatasan dalam penalaran dan penarikan kesimpulan. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang lebih terarah untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SD LENTERA HARAPAN PALOPO Matsani Matsani; Ma’rufi Ma’rufi; Muhammad Ilyas; Syamsu Alam
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/vefnfp81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika pada siswa Sekolah Dasar (SD) Lentera Harapan Palopo dengan mempertimbangkan peran gaya belajar mereka. Penelitian dilakukan untuk memahami sejauh mana hubungan antara gaya belajar, representasi, dan pemahaman konsep matematika pada tingkat dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan melibatkan siswa kelas tinggi sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan literasi matematika, wawancara, dan observasi terkait preferensi gaya belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola kemampuan literasi matematika dan hubungannya dengan gaya belajar yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi kemampuan literasi matematika di antara siswa SD Lentera Harapan Palopo, dan gaya belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pola-pola tersebut. Siswa dengan gaya belajar visual cenderung unggul dalam menerapkan representasi grafis, sementara siswa dengan gaya belajar auditori menunjukkan kecenderungan dalam memahami konsep melalui pendekatan lisan. Selanjutnya, siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih menyukai pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik dan simulasi. Hasil temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam mengenai bagaimana gaya belajar memengaruhi kemampuan literasi matematika pada tingkat SD. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan berorientasi pada gaya belajar individu, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar.
Deep Learning dalam Pembelajaran Matematika Patmaniar Patmaniar; Muhammad Ilyas; Ma’rufi Ma’rufi; Syamsu Alam; Taufiq Taufiq; Nisraeni Nisraeni; Fitriani A.
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.405

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkenalkan konsep, aplikasi, dan potensi deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan dengan tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini pada tanggal 17 Mei 2025 yang diikuti oleh guru MGMP matematika SMP Kabupaten Luwu Utara. Melalui paparan materi, diskusi, dan praktik langsung, peserta diajak memahami bagaimana deep learning dapat membantu visualisasi konsep abstrak, serta memberikan umpan balik yang personal dan real-time. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi deep learning tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa, tetapi juga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam transformasi pedagogis yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pendidik dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif dan inklusif
Pembelajaran Matematika melalui Model Kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Scramble Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Palopo Muhammad Ilyas; Fitriani A
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 (Maret 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran. Model ini memiliki beberapa tipe dengan keuntungan masing-masing. Penelitian ini membandingkan keefektifan dua tipe dari model pembelajaran kooperatif yakni tipe Make a Match dan tipe Scramble. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble, (2) mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble, (3) mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa sesudah pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble, dan (4) mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Make a Match dan yang diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Scramble. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 di Kelas VIISMP Negeri 4 Palopo dengan memilih secara acak dua kelas dari sembilan kelas. Kelas pertama diberikan pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan kelas kedua diberikan pembelajaran kooperatif tipe Scramble. Selanjutnya, keefektifan pembelajaran yang terdiri atas tiga aspek, yakni aktivitas siswa, respons siswa, dan hasil belajar siswa. Pada penelitian ini dilakukan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial. Berdasarkan analisis statistika deskriptif diperoleh kesimpulan bahwa (1) aktivitas siswa selama pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble berada pada kriteria batasan efektif (2) respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan tipe Scramble berada pada kategori baik (3) hasil belajar siswa sesudah diajar dengan model kooperatif tipe Make a Match mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil belajar setelah diajar mencapai nilai rata-rata 72,39 sedangkan hasil belajar sebelum diajar mencapai nilai rata-rata 19,00 dan hasil belajar siswa sesudah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil belajar setelah diajar mencapai nilai rata-rata 75,79 sedangkan hasil belajar sebelum diajar mencapai nilai rata-rata 22,00. Berdasarkan analisis statistika inferensial diperoleh kesimpulan bahwa (4) pembelajaran model kooperatif tipe Make a Match dengan pembelajaran model kooperatif tipe Scramble untuk materi segiempat dapat dikatakan sama (tidak ada perbedaan).