Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MULTINETICS

Penerapan dan Analisis Virtualisasi Router Menggunakan RouterOS Asmunin, Asmunin; Hermawan, Aditya
MULTINETICS Vol 2, No 1 (2016): MULTINETICS Mei (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol2.No.1.2016.pp.31-34

Abstract

Dewasa ini, virtualisasi dan cloud computing telah menjadi tren teknologi informasi khususnya untuk perusahaan skala enterprise. MetaROUTER merupakan implementasi virtualisasi pada RouterOS v3.21 keatas yang berjalan pada RouterBoard dengan platform MIPS-BE. Fokus penelitian ini adalah virtualisasi router berbasis MetaROUTER dimana antar virtual router tidak saling berhubungan dan memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi dari masing-masing virtual router adalah manajemen bandwith dengan PCQ, proxy server dan hotspot yang teintegrasi dengan PCQ. Skenario pengujian meliputi empat aspek yakni independensi, performa, throughput dan security. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan memori untuk tiap skenario pengujian pada virtual router relatif sama yakni tersisa 5.1MB untuk download, 5.8MB untuk browsing, dan 5.3MB untuk hotspot. Untuk CPU load, aktivitas download membutuhkan CPU paling banyak, yakni 13%. Untuk throughput, pada VR1 nilai TX berada pada nilai 1013Kbps sedangkan RX pada nilai 30Kbps, VR2 sebesar 122.435 KB/detik, dan VR3 sebesar 119.617KB/detik. Hasil pengujian security menunjukkan bahwa tiap virtual router tidak dapat mengirim paket ICMP ke router utama karena rule drop pada firewall.
Sistem Monitoring Resource pada Jaringan FMIPA Unesa dengan Protocol SNMP Asmunin, Asmunin; Khamdani, Wahyu
MULTINETICS Vol 2, No 1 (2016): MULTINETICS Mei (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol2.No.1.2016.pp.8-12

Abstract

 Kualitas layanan jaringan komputer yang tertuang dalam SLA (Service Level Agreement) harus tetap dijaga seiring jumlah pengguna yang semakin banyak. Dua hal penting yang menjadi ukuran kualitas jaringan adalah kecepatan akses dan kestabilan sehingga perlu selalu dimonitor sehingga jika terjadi gangguan dapat segera diketahui dan diperbaiki. Pada jaringan FMIPA Unesa, kedua ukuran kualitas tersebut harus selalu diawasi setiap waktu agar kualitas yang tertuang dalam SLA dapat tercapai. Umumnya, monitoring jaringan hanya memakai tools yang sudah ada pada perangkat jaringan, seperti MRTG. Salah satu kelemahannya adalah ketika perangkat down, maka hasil monitor oleh perangkat juga akan hilang karena tidak tersimpan pada harddisk. Untuk mengatasi hal tersebut maka diterapkan sebuah sistem monitoring jaringan berbasis SNMP dengan aplikasi Cacti, yang melakukan monitoring kondisi jaringan setiap waktu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah dilakukan monitoring jaringan berbasis SNMP dengan aplikasi Cacti, dapat memonitor jaringan dan bandwidth pada banyak perangkat sekaligus, dapat menampilkan grafik yang rinci seperti traffic, resource, dan uptime, dapat memberikan notifikasi email, dan juga dapat menghasilkan pemetaan jaringan, serta data hasil monitoring dapat tersimpan.
Sistem Monitoring Resource pada Jaringan FMIPA Unesa dengan Protocol SNMP Asmunin, Asmunin; Khamdani, Wahyu
MULTINETICS Vol. 2 No. 1 (2016): MULTINETICS Mei (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v2i1.1028

Abstract

 Kualitas layanan jaringan komputer yang tertuang dalam SLA (Service Level Agreement) harus tetap dijaga seiring jumlah pengguna yang semakin banyak. Dua hal penting yang menjadi ukuran kualitas jaringan adalah kecepatan akses dan kestabilan sehingga perlu selalu dimonitor sehingga jika terjadi gangguan dapat segera diketahui dan diperbaiki. Pada jaringan FMIPA Unesa, kedua ukuran kualitas tersebut harus selalu diawasi setiap waktu agar kualitas yang tertuang dalam SLA dapat tercapai. Umumnya, monitoring jaringan hanya memakai tools yang sudah ada pada perangkat jaringan, seperti MRTG. Salah satu kelemahannya adalah ketika perangkat down, maka hasil monitor oleh perangkat juga akan hilang karena tidak tersimpan pada harddisk. Untuk mengatasi hal tersebut maka diterapkan sebuah sistem monitoring jaringan berbasis SNMP dengan aplikasi Cacti, yang melakukan monitoring kondisi jaringan setiap waktu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah dilakukan monitoring jaringan berbasis SNMP dengan aplikasi Cacti, dapat memonitor jaringan dan bandwidth pada banyak perangkat sekaligus, dapat menampilkan grafik yang rinci seperti traffic, resource, dan uptime, dapat memberikan notifikasi email, dan juga dapat menghasilkan pemetaan jaringan, serta data hasil monitoring dapat tersimpan.
Penerapan dan Analisis Virtualisasi Router Menggunakan RouterOS Asmunin, Asmunin; Hermawan, Aditya
MULTINETICS Vol. 2 No. 1 (2016): MULTINETICS Mei (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v2i1.1053

Abstract

Dewasa ini, virtualisasi dan cloud computing telah menjadi tren teknologi informasi khususnya untuk perusahaan skala enterprise. MetaROUTER merupakan implementasi virtualisasi pada RouterOS v3.21 keatas yang berjalan pada RouterBoard dengan platform MIPS-BE. Fokus penelitian ini adalah virtualisasi router berbasis MetaROUTER dimana antar virtual router tidak saling berhubungan dan memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi dari masing-masing virtual router adalah manajemen bandwith dengan PCQ, proxy server dan hotspot yang teintegrasi dengan PCQ. Skenario pengujian meliputi empat aspek yakni independensi, performa, throughput dan security. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan memori untuk tiap skenario pengujian pada virtual router relatif sama yakni tersisa 5.1MB untuk download, 5.8MB untuk browsing, dan 5.3MB untuk hotspot. Untuk CPU load, aktivitas download membutuhkan CPU paling banyak, yakni 13%. Untuk throughput, pada VR1 nilai TX berada pada nilai 1013Kbps sedangkan RX pada nilai 30Kbps, VR2 sebesar 122.435 KB/detik, dan VR3 sebesar 119.617KB/detik. Hasil pengujian security menunjukkan bahwa tiap virtual router tidak dapat mengirim paket ICMP ke router utama karena rule drop pada firewall.