Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS METAVERSE MENGGUNAKAN VIRTUAL REALITY (VR) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN SIDOARJO Muhammad Hilmy Cahyadi; Sukma Perdana Prasetya; Muhammad Ilyas Marzuqi; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan. Sistem pembelajaran konvensional dinilai kurang mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini yang cenderung lebih condong dengan teknologi dan lebih menyukai pengalaman belajar berbasis teknologi. Konsep metaverse hadir sebagai solusi inovatif dalam dunia pendidikan, menciptakan environment belajar virtual yang imersif dan memungkinkan terjadinya interaksi dan eksplorasi yang mendalam terhadap materi pelajaran. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), penggunaan teknologi metaverse dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sosial dan budaya melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis metaverse dengan menggunakan Virtual Reality (VR) menjadi penting untuk mengatasi tantangan pembelajaran di abad ke-21. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis metaverse menggunakan VR dalam pembelajaran IPS serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Produk yang dikembangkan berupa museum virtual tiga dimensi yang diakses melalui aplikasi VRChat yang kemudian diisi dengan konten materi IPS kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Media pembelajaran ini kemudian divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, diuji coba terbatas, serta diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian ini adalah dosen ahli media dan materi, guru IPS dan siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh para ahli dan mendapatkan tanggapan positif dari guru maupun siswa. Berdasarkan hasil evaluasi, media ini memiliki pengaruh pada taraf sedang, karena tingkat ketercapaian peserta didik berada pada kategori sedang dan tinggi, dan tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori rendah.
TOLONG - MENOLONG DALAM HAJATAN PERNIKAHAN JAWA : STUDI KASUS DESA BENDO PARE KABUPATEN KEDIRI Naila Mubarokah; Sarmini; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk, makna sosial-budaya, serta relevansi praktik tolong-menolong dalam hajatan pernikahan adat Jawa di Desa Bendo, Kabupaten Kediri. Tradisi seperti rewang (bantuan tenaga) dan buwuh (sumbangan materi) merupakan wujud gotong royong yang telah diwariskan lintas generasi dan masih dijalankan secara aktif oleh masyarakat desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tolong-menolong dalam hajatan mencerminkan nilai solidaritas, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai dukungan fungsional terhadap penyelenggara hajatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, pewarisan budaya, dan penguat kohesi sosial. Partisipasi warga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, relasi sosial, dan nilai timbal balik. Dalam konteks pendidikan, praktik ini sangat relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) karena memuat nilai-nilai lokal, etika kolektif, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa rewang adalah institusi sosial yang memiliki peran penting dalam mempertahankan struktur sosial masyarakat desa serta sebagai media pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal.
Revitalisasi Nasionalisme Pelajar Indonesia di Taiwan melalui Workshop Penguatan Nilai-nilai Identitas Bangsa: Penelitian Hasanah, Nurul; Nuansa Bayu Segara; Hendri Prastiyono; Durrotun Nafisah; Muhammad Ilyas Marzuqi; Dhimas Bagus Virgiawan; Agung Stiawan; Delnabila Dwi Olivia; Arina Eliana Fitria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4162

Abstract

Studying abroad has become a strategic option for improving the quality of human resources capable of competing amid the rapid advancement of global technology and knowledge. Taiwan, as a country experiencing significant progress in education, technology, and economic development, has become an attractive study destination for Indonesian students. However, the impacts of this phenomenon indicate a tendency toward cultural assimilation that may lead to shifts in national identity, particularly toward Westernized characteristics. This condition highlights the need to strengthen national identity values among Indonesian students studying overseas. This PKM (Community Service Program) activity aims to provide insights into national identity while reinforcing a sense of pride and nationalism in the midst of global cultural influences. The implementation methods include workshops and sharing sessions with Indonesian students regarding their experiences in dealing with cultural challenges in Taiwan. The activities were conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation followed by follow-up actions. The results show an increased understanding among participants regarding the importance of preserving their identity as Indonesians, as well as the emergence of a commitment to internalize national identity values.
PEMANFAATAN WISATA BAHARI LAMONGAN SEBAGAI LABORATORIUM PEMBELAJARAN IPS Ayu Azlina; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Wisata Bahari Lamongan (WBL) sebagai laboratorium pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WBL memiliki potensi besar sebagai sumber belajar kontekstual karena menghadirkan fenomena sosial, ekonomi, dan geografis yang nyata yang dapat diamati secara langsung oleh peserta didik. Keberadaan WBL juga memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Paciran, seperti meningkatnya pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan, serta berkembangnya sektor usaha masyarakat, meskipun dampaknya belum merata. Selain itu, pemanfaatan WBL sebagai laboratorium pembelajaran relevan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) serta Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan demikian, WBL dapat digunakan sebagai media pembelajaran IPS yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan analisis peserta didik terhadap fenomena sosial di lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: Ilmu Pengetahuan Sosial, laboratorium pembelajaran, wisata edukasi, CTL Abstract This study aims to analyze the utilization of Wisata Bahari Lamongan (WBL) as a social studies learning laboratory. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that WBL has great potential as a contextual learning resource because it presents real social, economic, and geographical phenomena that can be directly observed by students. The existence of WBL also contributes to the improvement of economic activities in the Paciran community, such as increasing income, creating job opportunities, and developing local businesses, although the impact is not evenly distributed. In addition, the use of WBL as a learning laboratory is relevant to the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach and the Merdeka Curriculum, which emphasize experiential learning. Therefore, WBL can be used as an effective learning medium to improve students' conceptual understanding, critical thinking skills, and analytical abilities toward social phenomena in their environment Keywords: social studies, learning laboratory, educational tourism, CTL
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DARI PERTEMANAN OFFLINE DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII DI LINGKUNGAN KECAMATAN DAN WILAYAH INDUSTRI (STUDI PADA SMPN 2 KREMBUNG SIDOARJO DAN SMPN 1 NGORO MOJOKERTO) Inayatul Istifa'iyah; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar yakni faktor esensial dalam proses pendidikan karena berperan mendorong keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap motivasi belajar adalah dukungan sosial dari teman sebaya melalui interaksi pertemanan offline. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dari pertemanan offline dengan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMPN 2 Krembung dan SMPN 1 Ngoro serta membandingkan tingkat kedua variabel tersebut pada sekolah yang berada di lingkungan kecamatan dan lingkungan industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui teknik pengambilan sampel secara random sampling dengan jumlah responden masing-masing 167 siswa di setiap sekolah. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi atau Sig.2-tailed sebesar 0,000 di kedua sekolah, yang berartikan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan motivasi belajar. Koefisien korelasi yang didapatkan sedikit berbeda di SMPN 2 Krembung sebesar 0,484(kategori hubungan sedang, sementara di SMPN 1 Ngoro sebesar 0,698(kategori hubungan kuat). Uji perbedaan menggunakan Independent Sample T-test pada variabel dukungan sosial yang menghasilkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,178 > 0,05, sedangkan variabel motivasi diukur menggunakan uji Mann-Whitney memperoleh nilai Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,215 > 0,05 . Hasil tersebut mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua sekolah meski kekuatan hubungan antar variabel dan karakteristik wilayah berbeda
The Development Of Social Studies Textbooks Based On Gosari Nature Tourism To Improve Students' Understanding Of Geographical Condition Theme And The Conservation Of Natural Resources Durrotul Fahriyah; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social Studies (IPS) learning in Phase D in Indonesia integrates the disciplines of geography, economics, sociology, and history. However, the broad scope of the material causes several themes, particularly those related to geographical conditions and natural resource conservation, to be presented in a general and less contextual manner. A preliminary study conducted at SMP Muhammadiyah 11 Gosari indicated that students experienced difficulties in understanding the material in depth. Therefore, this study aims to develop a Social Studies textbook based on Gosari nature tourism that is valid, practical, and effective in improving students’ understanding. This study is a development research that modifies the SOI (Selecting, Organizing, Integrating) model proposed by Richard E. Mayer and is implemented using a one-group pretest-posttest design. The research subjects include the management of Gosari nature tourism, a Social Studies learning expert, three Social Studies teachers, and eighth-grade students. Data were collected through observations, interviews, documentation, questionnaires, and objective tests. The feasibility test results indicated that the developed textbook was categorized as highly feasible, with an average score of 93% for students and 95% for teachers in the final validation stage, and demonstrated very high validity based on the Aiken’s V index. The practicality test by the social studies teacher obtained a percentage of (92%) with a very practical category. Furthermore, the effectiveness test using the Paired Samples T-test proves that there is a significant effect of the use of the textbook on students’ understanding. The N-Gain analysis shows a score of 0.7661 (high category), indicating a significant improvement in students’ abilities from the pretest to the posttest stage. Thus, the social studies textbook based on Gosari nature tourism is considered highly valid, highly practical, and highly effective, indicating a high level of effectiveness for use in social studies learning.
Kajian Faktor Penghambat Dan Pendorong Keberhasilan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran IPS Di SMP Negeri Kabupaten Ngawi Amanda Vitra; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala yang dialami guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPS di beberapa SMP Negeri di Kabupaten Ngawi, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPS yang ditinjau dari ketiga aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran angket kepada guru IPS sebagai responden. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat pada aspek perencanaan meliputi kesulitan dalam mengidentifikasi capaian pembelajaran dan menentukan metode pembelajaran. Pada aspek pelaksanaan, kendala yang dihadapi berupa kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi serta rendahnya keterlibatan siswa. Sementara pada aspek penilaian, hambatan meliputi kesulitan dalam melaksanakan penilaian formatif secara menyeluruh dan kurangnya variasi teknik penilaian sumatif. Adapun faktor pendorong keberhasilan pada aspek perencanaan meliputi kesiapan guru, pelatihan dan pengembangan profesional, serta kolaborasi antar guru. Pada aspek pelaksanaan, faktor pendorong berupa penerapan metode dan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, meningkatnya partisipasi serta kolaborasi siswa, serta tersedianya fasilitas yang memadai. Pada aspek penilaian, faktor pendorong meliputi pelaksanaan penilaian formatif secara rutin dan berkelanjutan serta penyusunan penilaian sumatif yang selaras dengan capaian pembelajaran dan mencakup seluruh kompetensi siswa.