Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan di Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara Tahun 2024 Siregar, Rohani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v8i1.150

Abstract

ASI merupakan sumber utama nutrisi bagi bayi yang baru lahir, dengan pemberian secara eksklusif pada bayi berusia 0 hingga 6 bulan. Pada periode ini, penting untuk memperhatikan pemberian dan kualitas ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Karangraharja. Studi ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 84 responden, dan data dianalisis menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p-value 0,241) dengan keberhasilan ASI eksklusif. faktor pendidikan (p-value 0,072), paritas (p-value 0,068), sikap (p-value 0,058), serta dukungan keluarga (p-value 0,077) terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor pengetahuan, pendidikan, paritas, sikap, dan dukungan keluarga tidak memiliki keterkaitan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Dukungan keluarga, terutama dari suami, berperan penting dalam menunjang keberhasilan ibu dalam memproduksi ASI baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Analisis Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subu Sari, Novita; Musmundiroh, Musmundiroh; Siregar, Rohani; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7099

Abstract

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.
Analisis Efektivitas Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Balita Di Desa Tegal Sawah Tahun 2025 Putri Pratiwi, Norma Try; Musmundiroh, Musmundiroh; Siregar, Rohani; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7100

Abstract

Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan gizi kurang berisiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berperan besar dalam memantau kedua aspek tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan perkembangan anak balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 50 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square karena distribusi data tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan sesuai usia (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita di Posyandu Mawar 9 tahun 2025. Pemantauan gizi serta perkembangan secara rutin di posyandu penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Orang tua diharapkan memperhatikan asupan gizi anak, sementara kader posyandu perlu meningkatkan edukasi terkait pemenuhan gizi dan stimulasi perkembangan
Pengaruh Konsumsi Telur Ayam Rebus Terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil KEK Di Cipayung : The Effect of Boiled Egg Consumption on Weight Gain in Pregnant Women with CED Cipayung Salsabila, Syifa; Siregar, Rohani; Yulianti, Yulianti; Musmundiroh, Musmundiroh; Simanjuntak, Herlina
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.828

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, dengan prevalensi 16,9% pada tahun 2023, termasuk di Kabupaten Bekasi. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan bayi dengan berat lahir rendah. Upaya penanggulangan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), salah satunya telur rebus sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap peningkatan berat badan ibu hamil dengan KEK di wilayah kerja Puskesmas Cipayung. Metode: Penelitian quasi eksperimen one group pre-post test pada 30 ibu hamil KEK yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa konsumsi tiga butir telur rebus per hari selama 14 hari. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired t-test. Hasil: Rata-rata berat badan sebelum intervensi 46,28 kg dan meningkat menjadi 47,33 kg setelah 14 hari. Uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya pengaruh signifikan. Sebanyak 83,3% responden mengalami kenaikan lebih dari 1 kg. Kesimpulan: Konsumsi telur rebus terbukti efektif meningkatkan berat badan ibu hamil KEK, sekaligus menjadi intervensi gizi sederhana, murah, dan bermanfaat untuk kesehatan ibu serta perkembangan janin.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstruasi terhadap Kecemasan Menarche Remaja Putri SDN Wanajaya 03 Cibitung: The Effect of Menstrual Health Education on Menarche Anxiety in Female Adolescents at SDN Wanajaya 03 Cibitung Khoirunisa, Nita; Musmundiroh, Musmundiroh; Yulianti, Yulianti; Julianti, Neneng; Siregar, Rohani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.831

Abstract

Kecemasan menghadapi menarche merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri, khususnya ketika mereka tidak memperoleh informasi yang benar tentang menstruasi. Menarche sering kali menjadi sumber kegelisahan yang berdampak pada kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi perubahan fisik. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai menarche. Tingginya angka kecemasan tersebut umumnya disebabkan minimnya pengetahuan. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media cetak seperti booklet, yang menyajikan informasi sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 109 siswi SDN Wanajaya 03 Cibitung yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen berupa kuesioner kecemasan diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data diuji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov test dan dianalisis dengan uji T parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak merasakan kecemasan (9,2%). Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap penurunan kecemasan menghadapi menarche. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan dengan booklet terbukti efektif menurunkan kecemasan remaja putri menghadapi menarche. Program ini disarankan diterapkan di sekolah dasar agar siswi lebih siap menyikapi menstruasi dengan sikap positif.
The influence of breastfeeding technique education on knowledge of lactation problem prevention Siregar, Rohani
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(4).582-592

Abstract

Background: Proper breastfeeding techniques are essential for maintaining optimal breast milk production. Incorrect application of these techniques may result in nipple trauma and discourage mothers from breastfeeding. Inadequate breastfeeding can lead to infant malnutrition, increased susceptibility to illness, and, in severe cases, mortality. Health education serves as an effective strategy for postpartum mothers, as it provides knowledge that fosters behavioral change and reduces the risk of exclusive breastfeeding failure.Objectives: This study aimed to evaluate the effect of breastfeeding technique education on improving postpartum mothers’ knowledge in preventing lactation problems.Methods: A quantitative study with a pre-experimental design, specifically a one-group pretest–posttest approach, was conducted. The sample comprised 26 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using univariate methods to describe knowledge levels before and after the intervention, and bivariate methods to assess differences between the two measurement points. The Wilcoxon test was applied because the data were not normally distributed (p < 0.05). Results: The findings revealed a significant effect of breastfeeding technique education on the improvement of postpartum mothers’ knowledge in preventing lactation problems, with a p-value of 0.000 (< α = 0.05). Conclusions: Providing education and information on breastfeeding techniques, supported by healthcare professionals, particularly midwives, is crucial. This intervention has been demonstrated to be an effective strategy for enhancing breastfeeding success and preventing lactation-related problems
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan WUS Dalam Pencegahan Stunting Nindiawati, Nindiawati; Musmundiroh, Musmundiroh; Siregar, Rohani; Simanjuntak, Herlina
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7030

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) terkait gizi dan pola asuh berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Posyandu Bougenville, Desa Cicau, Tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 70 WUS yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media audio visual. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan WUS meningkat dari 45,21 sebelum intervensi menjadi 80,29 sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting. Kesimpulan: Media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami melalui kombinasi gambar, suara, dan gerak.
Actors Associated With Acute Respiratory Infection (Ari) In Infants And Toddlers At Cahaya Medika Clinic In 2024 Nurhalimah, Caci; Simanjuntak, Herlina; Siregar, Rohani; Kurnia Sugiharti, Rosi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden. Hasilnya yaitu Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Program Triple Eliminasi Di Posyandu Desa Sukamanah Tahun 2025 Wulandari, Anggun; Simanjuntak, Herlina; Kurnia Sugiharti, Rosi; Siregar, Rohani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya adalah sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.