Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN BIJI KELOR PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE (STUDI KASUS: INDUSTRI TEMPE SEMANAN, JAKARTA) Manora, Winda; Astono, Widyo; Aphirta, Sarah
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.19025

Abstract

Pencemaran di kawasan Semanan disebabkan pembuangan langsung limbah cair industri tempe ke badan air tanpa pengolahan. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh efektivitas larutan biji kelor sebagai biokoagulan guna mengurangi pembuangan limbah cair tanpa pengolahan. Metode penelitian meliputi jar test dan reaktor batch berpengaduk dengan proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi. Biokoagulan menggunakan konsentrasi 10% dari serbuk biji kelor dengan kulitnya dan NaCl. Volume sampel jar test sebanyak 500 mL limbah cair proses perendaman dengan variasi dosis biokoagulan yaitu 0, 10, 20, 30, 50, 70, 100, 500, 600, 700, 800 mg/L. Variasi waktu pengadukannya yaitu koagulasi 2, 3, dan 4 menit dan flokulasi 10, 12, dan 15 menit. Hasil jar test dapat menyisihkan TSS 58%, kekeruhan 69%, BOD 88%, dan COD 75% dengan dosis optimum 500 mg/L dan waktu pengadukan koagulasi optimum 2 menit (100 RPM), flokulasi 45 menit (40 RPM), serta sedimentasi 60 menit. Volume sampel reaktor batch berpengaduk sebanyak 16 L limbah cair tempe dan 8 L larutan biji kelor dengan waktu pengadukan koagulasi 1 menit (100 RPM), flokulasi 10 menit (20 RPM) dengan sedimentasi 60 menit. Hasil batch reaktor menunjukkan larutan biji kelor efektif sebagai biokoagulan karena mampu menyisihkan >50% parameter TSS, kekeruhan, BOD, dan COD walaupun belum memenuhi baku mutu.
ANALISIS KONDISI INFRASTRUKTUR SANITASI AIR LIMBAH DI PEMUKIMAN PADAT PENDUDUK KECAMATAN PULO GADUNG, JAKARTA TIMUR Sarah Aphirta; Astono, Widyo; Chandiaga Sam Buana
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.20080

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas sanitasi di wilayah studi. Pengelolaan air limbah di Kecamatan Pulo Gadung belum terkelola dengan baik dari segi regulasi, teknologi, dan informasi. Angka kepadatan penduduk di Kecamatan Pulo Gadung mencapai 18.022 jiwa/km2. Metode penelitian yang digunakan adalah pendataan menggunakan instrumen kuesioner pada wilayah prioritas studi. Evaluasi kondisi sanitasi air limbah eksisting dilakukan dengan analisis data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Rekomendasi pemilihan teknologi sanitasi air limbah pada wilayah studi didasarkan pada kondisi eksisting fasilitas sanitasi air limbah, kondisi wilayah untuk perencanaan penanaman pipa SPAL, dan wilayah penempatan fasilitasi sanitasi on-site secara komunal. Hasil penelitian menunjukkan 13,82% masyarakat di Kecamatan Pulo Gadung belum memiliki tangki septik dan membuang air limbah langsung ke badan air. Dalam perencanaan ini, teknologi sanitasi on-site lebih sesuai untuk diterapkan. Untuk mengurangi dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan akibat pencemaran air limbah, direkomendasikan tangki septik komunal pada RW 10 sebanyak 13 tangki septik, RW 16 sebanyak 9 tangki septik. Satu unit tangki septik komunal direncanakan untuk melayani 5 rumah atau sekitar 25 KK. Penurunan BABs menjadi angka 0% dapat dicapai dengan perencanaan ini, dan disimpulkan dengan rekomendasi ini maka peningkatan akses sanitasi layak dapat dicapai di wilayah studi.
PENILAIAN KUALITAS AIR SITU PENGARENGAN, DEPOK, JAWA BARAT Nabila, Cynthia; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Astono, Widyo
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 2, NUMBER 1, MEI 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v2i1.14463

Abstract

Pangarengan shallow lake in Depok City has been polluted by the garbage that has accumulated in the area and its surroundings as well as the waste water that enters. Pangarengan shallow lake pollution is caused by community activities in the catchment area. The purpose of the study was to determine the water quality of Pangarengan shallow lake. Sources of pullutants that enter the Pangarengan come from surrounding settlements, cattle breeding, and other domestic activities such as stalls and tofu factories. Parameters measured were temperature, TSS, turbidity, pH, DO, BOD, nitrate, phosphate, COD, and E.coli. The air quality analysis will then be compared with the quality standard according to Government Regulation No. 22 of 2021. The status of water quality is determined by the pollution index method. BOD ranged from 4.78-11.90 mg/L, COD ranged from 38.40-86.40 mg/L, phosphate ranged from 0.05-0.29 mg/L, and E. coli ranged from 5,4x103-3,45x104 MPN/100 ml. The Pollutant Index of Pangarengan shallow lake is 5.34. The results of the Situ Pengarengan air quality analysis show that parameters still exceed the quality standards, that are BOD, COD,vphosphate, and E. coli and the water quality status of Pangarengan shallow lake is moderately polluted.
ANALISA DEBIT LIMPASAN PADA PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN PASIRJAMBU DAN KECAMATAN CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG: indonesia Amaliah, Khairunnajah; Astono, Widyo; Siami, Lailatus
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2025): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol17.iss2.art2

Abstract

Ecodrainage planning in Pasirjambu District, Ciwidey District. In 2017 the district experienced a fairly high rain intensity and there was a change in the function of the forest area in the upstream area, so that the Ciwidey Sub-watershed experienced an overflow. To overcome this problem, an environmentally friendly drainage is planned by adding complementary structures, namely a reservoir pool as a flow barrier. The available surface runoff discharge is 11.68 m3/s at outlet S.8. The discharge will be reduced by 8 m3/s into the reservoir with a storage volume of 2,208 m3. Meanwhile, another reservoir originating from the Ciwidey River with a discharge of 21.007 m3/s requires a storage volume of 210.07 m3. The water stored in the embung will be used for irrigation purposes, so that this reservoir can reduce areas prone to flooding and prone to inundation but can also increase rice production as a livelihood for the community.