Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Criminal Liability of Police Officers in Cases of Abuse of Authority Against Protesters Sri Setiawati; Sumartini Dewi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 4: October-2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i4.9046

Abstract

The misuse of authority by law enforcement officers in handling public demonstrations remains a recurring issue within Indonesia’s legal enforcement practices. Such incidents are frequently manifested through arbitrary arrests, excessive use of force, and the criminalization of peaceful protesters. In fact, the right to express opinions publicly is explicitly guaranteed under the 1945 Constitution and Law No. 9 of 1998. Repressive actions of this nature not only constitute legal violations but also erode public trust in the police institution. From a criminal law perspective, officers who exceed their authority may be held accountable under provisions of the Indonesian Penal Code, such as Article 170 or 351 on acts of violence, as well as through internal disciplinary sanctions. This study employs both normative and empirical approaches, examining recent cases including the May Day 2025 demonstrations and the Kanjuruhan tragedy to highlight weaknesses in oversight mechanisms, both internal and external. Findings indicate that a culture of impunity persists, allowing officers to often escape criminal liability despite evidence of misconduct. Therefore, comprehensive reforms are urgently needed, including strengthening oversight systems, ensuring consistent law enforcement, and fostering cultural transformation within the police force to ensure accountability and justice are genuinely upheld.
Urgensi Pengaturan Secara Khusus Judi Online Di Indonesia Sri Setiawati; Sumartini Dewi
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i1.2482

Abstract

Meskipun berbagai peraturan-perundangan telah diberlakukan, permainan judi di Indonesia terus berkembang dan semakin marak muncul di kalangan masyarakat, meskipun termasuk kedalam perbuatan melawan hukum. Berbagai modus permainan perjudian semakin berkembang dan kembali melahirkan permasalahan sosial hingga tumbuh menjadi penyakit masyarakat. Di era disrupsi digital, judi kembali hadir dalam wadah-wadah virtual melalui website di internet. Situs-situs website permainan judi secara online mulai berkembang sejak awal perkembangan website masuk di dunia pada tahun 1990 dan mulai menjadi “internet sensation” pada awal tahun 2000-an. Tulisan ini difokuskan pada permasalahan pertama, bagaimanakah Pengaturan Judi Online dalam Hukum Positif di Indonesia, dan kedua bagaimanakah Urgensi Penanggulangan Judi Online sebagai Penyakit Masyarakat Baru. Dengan metode penelitian yuridis normatif dan pendekatan deskriptif analitis, penelitian ini bertumpu pada data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan perundangan di Indonesia yang masih konvensional, tidak mampu menanggulangi judi online. Mengingat judi online bersifat adiktif dan berkaitan erat serta menumbuh-suburkan berbagai kejahatan, yakni jual-beli nomor rekening bank, penipuan, pencurian data, pencucian uang, dan dengan mengingat karakteristik internet sangat mudah dilakukan oleh siapapun, maka penanggulangan secara menyeluruh dan sistemik terhadap judi online ini menjadi urgen.
Stigma Masyarakat dan Stigma pada Diri Sendiri terkait HIV dan AIDS : Tinjuan Literatur: Society Stigma and Self-Stigma Regarding HIV and AIDS : Literature Review Aris Tristanto; Afrizal; Sri Setiawati; Mery Ramadani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.91 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2220

Abstract

Latar belakang: Stigma menyebabkan ODHA mengalami hambatan dalam proses pengobatan dan perawatan karena orang yang hidup dengan kondisi kesehatan yang stigmatisasi seringkali hidup dalam masyarakat yang sama, tetapi tetap terisolasi dan terkungkung dalam pengalaman stigma mereka sendiri. stigma memiliki dua pemahaman sudut pandang, yaitu stigma masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Stigma masyarakat terhadap ODHA terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan institusi (pendidikan dan kerja), serta media massa. Stigma pada diri sendiri (self stigma) adalah konsekuensi dari orang yang distigmakan menerapkan stigma untuk diri mereka sendiri. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran berbagai kasus stigma terhadap ODHA dari sudut pandang masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Metode: Analisis dalam tulisan ini dilakukan melalui kajian pustaka dengan cara menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literatur, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dalam bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan tanpa turun langsung kelapangan. Hasil: Stigma terhadap ODHA terjadi hampir dalam segala lapisan masyarakat yaitu keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah atau kerja dan media massa. Faktor penyebab timbulnya stigma di masyarakat terhadap ODHA adalah rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai HIV dan AIDS disamping itu kurangnya sosialisasi atau penyuluhan mengenai HIV dan AIDS terutama cara penularan dan pencegahannya sehingga masyarakat mempunyai anggapan yang keliru tentang ODHA. Kesimpulan: Stigma ini mencerminkan bias kelas sosial yang mendalam. Penyakit ini sering dikaitkan dengan perilaku dan menjadi pembenaran untuk ketidakadilan sosial.