Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PETANI PADI DI KECAMATAN LIMBOTO Ahmad , A Laswin; Mokoginta, Meity M; Indrianti , Merita Ayu; Djibran, Moh Muchlis
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 28 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v28i01.45571

Abstract

Agricultural extension plays an important role in improvingfarmers' work. This study aims to analyze the role of agriculturalextension workers in increasing the work productivity of ricefarmers in Limboto District and evaluate the level of workproductivity of farmers in the area. The method used isquantitative with a descriptive analysis approach and a Likertscale. This study assesses the role of extension workers inguiding farmers regarding self-ability, time management, andmanagement of technical problems in agricultural activities. Theresults of the study showed that the role of agricultural extensionworkers in Limboto District was very effective in increasing thework productivity of farmers, with an average score of 4 in eachindicator tested. The research sample was carried out on 44farmers by taking until they started on farmers who had 2hectares of land. The data analysis method was carried out in aquantitative descriptive manner with interview and observationmethods. The results showed that the increase in workproductivity of rice farmers in Limboto District, based on theindicators tested, obtained positive results with an average valueof 4, which indicates a good category. The effectiveness of therole of agricultural extension workers in this sub-district can becategorized as effective, with the achievement of 79% of thetarget set for the extension role. However, farmers' labourproductivity is only 72%, which shows that although extensionis effective, external challenges such as cost constraints andaccess to modern agricultural technologies still hinderagricultural yields. And the last is The relationship between theeffectiveness of the role of agricultural extension workers and thework productivity of farmers in this sub-district showedsignificant results, with a correlation coefficient value of 0.179and a significance value of 0.002. This shows that the moreeffective the extension workers are in carrying out their roles, thehigher the productivity achieved by farmers.
Eksistensi Nilai-Nilai “HUYULA” Pada Produksi Padi di Desa Huidu Kabupaten Gorontalo Mustapa, Fahrudin D.; Mokoginta, Meity M.; Gobel, Yusriyah A.; Djibran, Moh Muchlis
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 2 (2025): pemasaran dan potensi usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i2.123

Abstract

Sikap gotong royong yang kerap dimiliki oleh setiap warga Indonesia adalah Gotong royong yaitu kegiatan bekerja sama antar individu dan antar kelompok dalam menangani sebuah permasalahan atau kegiatan yang dapat memebantu mempermudah suatu kegiatan berjalan dengan lancar yang merupakan kepentingan bersama. Tradisi gotong royong digorontalo disebut dengan istilah Huyula. Huyula telah ada dan dibina secara turun temurun oleh masyarakat Gorontalo. Dalam bukunya Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Studi Empiris tentang Huyula. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui mengetahui Eksistensi Nilai-Nilai Huyula pada Produksi Padi dan mengidentifikasi dan mendiskripsikan bentuk nilai-nilai huyula yang masih eksis dalam produksi padi. Metode analisis deskriptif kualitatif dan interpretative. Populasi dalam penelitian ini petani pelaku huyula yang berada di desa Huidu yang berjumlah 2 kelompok dimana masing-masing kelompok berangotakan 10 orang dan sampel menggunakan metode Sensus atau sampling total. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan interpretative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi nilai-nilai huyula pada pengolahan lahan tanaman padi sawah mengalami transformasi dan Pada tingkat partisipasi masyarakat ditemukan bahwa petani menggunakan dua model huyula dimana huyula moderen sebanyak 65% dan 70% serta huyula murni 35% dan 30%. Namun dalam produksi usaha tani padi di kabupaten Gorontalo terutama di desa Huidu masih tinggi tingkat partisipasinya
Analisis Bibliometrik tentang Tantangan dan Peluang dalam Penelitian Pertanian Organik Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Sahala, Josua; Jamin, Fitriah Suryani; Mokoginta, Meity Melani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i04.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik tentang tantangan dan peluang dalam penelitian pertanian organik, dengan fokus pada dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pertanian organik telah menjadi sorotan utama dalam upaya mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat, sebagai respons terhadap kekhawatiran akan dampak negatif pertanian konvensional. Namun, meskipun peningkatan minat dan praktik pertanian organik, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat di masa depan. Melalui pendekatan analisis bibliometrik, penelitian ini mengidentifikasi tren penelitian, fokus penelitian, dan perkembangan ilmiah dalam domain pertanian organik, serta memberikan wawasan tentang peluang-peluang baru untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pertanian organik.
Inovasi Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dalam Pembuatan Es Krim bagi Ibu Rumah Tangga Fahrullah, Fahrullah; Mokoolang, Susan; Gobel, Yusriyah Atikah; Mokoginta, Meity M.
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i1.15713

Abstract

Purple sweet potato is not only fresh but can also be added to ice cream products. Diversification of ice cream can be done by adding purple sweet potato which is a traditional food that contains antioxidants and anthocyanins which are good for health. This community service aims to provide knowledge about the various benefits of purple sweet potato from a health aspect. This activity is carried out by means of lectures, discussions and training in product manufacturing. The results obtained are that the housewives of Lamahu village already know the good nutritional content of purple sweet potatoes and can make ice cream products that will train their abilities and can increase family income.
Analyzing the Impact of Land Resource Dimension on Konjac (Amorphophallus onchophyllus) Yield and Land Suitability Criteria Using PLS-SEM and Boundary Line Methods In Gorontalo, Indonesia Nurdin, Nurdin; Pembengo, Wawan; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Rahman, Rival; Suparwata, Dewa Oka; Angelia, Ika Okhtora; Azis, Muhammad Arief; Arsyad, Silviana; Dude, Suyono; Zakaria, Fauzan; Bagu, Fitria S.; Apriliani, Silvana; Mokoginta, Meity M.; Pade, Satriawati; Rajib, Md. Mijanur Rahman; Hakiman, Mansor
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.4861

Abstract

The current land suitability criteria for konjac are incomplete and fail to consider land dimensions and quality, which influence optimal yield. This research aims to develop criteria for konjac land suitability based on the dimensions, quality, and characteristics of selected land. In Gorontalo Province, Indonesia, 131 land units were surveyed to obtain data on the quality and characteristics. Selection of land dimensions, quality, and characteristics using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). Meanwhile, the optimum yield and distinguished land suitability criteria for konjac plants using the boundary line method. The results indicated that intrinsic and extrinsic dimensions determined the new land suitability criteria. In the intrinsic dimension, land quality was assessed based on root conditions, oxygen availability, nutrient availability, nutrient retention, and sodicity. For the extrinsic dimension, land quality only comprised temperature, water availability, land preparation, and erosion hazard. Land characteristics in the intrinsic dimension consisted of soil drainage, texture, bulk density, particle density, porosity, pH, organic C, CEC, base saturation, total N, available P, and exchangeable K. For the extrinsic dimension, land characteristics included slope, soil erosion, surface rocks, and rock outcrops. The highest optimum yield of konjac was 9.17 t/ha, and the lowest was 6.69 t/ha, respectively.
KERENTANAN PANGAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL KARENA PAPARAN PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN BONE BOLANGO DAN BOLAANG MONGONDOW SELATAN: Vulnerability Of Food And Local Communities Livelihood Regarding The Exposure To Climate Change In Bone Bolango And South Bolaang Mongondow Regency Suparwata, Dewa Oka; Mokoginta, Meity Melani; Djibran, Moh. Muchlis; Ervandi, Mohamad; Koto, Arthur Gani; Nurdin; Rahman, Rival; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Fatmawati; Gomes, Lucio Marcel
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.632

Abstract

Variabilitas dan perubahan iklim mengakibatkan terjadinya kesenjangan pola penghidupan masyarakat khususnya dalam memproteksi ketersediaan pangan, kesehatan, jejaring sosial, dan bencana alam. Ada banyak hal yang telah direkomendasikan untuk masyarakat lokal, namun memahami pola kehidupannya sebagai bagian dari mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kerentanan penghidupan masyarakat lokal karena paparan perubahan iklim di kawasan Teluk Tomini. Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Sampel penelitian berjumlah 200 orang petani pada klaster komoditi pangan utama (padi dan jagung). Data penelitian dianalisis dengan analisis Livelihood Vulnerability Index-Intergovernmental Panel on Climate Change (LVI-IPCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kerentanan penghidupan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan lebih rentan dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango, dengan nilai indeks LVI 0,343 (rentan) berbanding 0,294 (cukup rentan), yang ditunjukkan dari tingginya nilai indeks sub-komponen bencana alam dan keragaman iklim, kesehatan, pangan, dan sosio-demografi. Demikian juga LVI-IPCC memiliki kerentanan lebih tinggi dengan nilai indeks 0,026 berbanding -0,006 pada eksposur dan kapasitas adaptif; dan indeks ketahanan pangan Kabupaten Bone Bolango lebih tahan dibandingkan dengan Bolaang Mongondow Selatan. Meningkatnya eksposur terkait variabilitas iklim dan bencana alam yang dibarengi dengan menurunnya kapasitas adaptif masyarakat berdampak pada kerentanan pola penghidupan di Bolaang Mongondow Selatan yang terpengaruh paparan perubahan iklim. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas adaptif sangat penting dalam mengurangi kerentanan penghidupan akibat peningkatan eksposur, olehnya pola penghidupan masyarakat lokal perlu terintegrasi strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim setiap daerah di kawasan Teluk Tomini.
DOMINASI FAKTOR SOSIAL ATAS FAKTOR EKONOMI DALAM USAHATANI CABAI DI PESISIR BONEPANTAI Uloli, Fristawati; Suparwata, Dewa Oka; Mokoginta, Meity Melani; Indrianti, Merita Ayu
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22434

Abstract

Usahatani cabai di Indonesia kerap dihadapkan pada volatilitas harga dan risiko produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor ekonomi (biaya produksi dan harga jual) dan faktor sosial (pendidikan dan pengalaman) terhadap pendapatan petani cabai di wilayah pesisir Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dari 56 petani sampel dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian mengungkap bahwa faktor ekonomi secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Sig. 0,392), mengindikasikan posisi petani sebagai price taker yang rentan distorsi pasar. Sebaliknya, faktor sosial berpengaruh positif dan sangat signifikan (Sig. 0,001) dengan koefisien elastisitas dominan sebesar 1,167. Usahatani berada pada kondisi Increasing Returns to Scale (1,400). Temuan ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajerial dan pengalaman lebih menentukan keberhasilan ekonomi dibandingkan modal finansial. Rekomendasi kebijakan harus bergeser dari fokus subsidi fisik menuju investasi penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan intensif. Kata Kunci : Cabai, Cobb-Douglas, Faktor Ekonomi, Faktor Sosial, Pendapatan Petani
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG (ZEA MAYS) DI DESA KOPI KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO Laiko, Rizal Susanto; Suparwata, Dewa Oka; Djibran, Moh Muchlis; Mokoginta, Meity M.
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial dan kontribusi ekonomi dari agribisnis jagung di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis rasio penerimaan terhadap biaya (R/C ratio) dan Location Quotient (LQ). Data diperoleh melalui survei terhadap 41 petani jagung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R/C ratio sebesar 2,56 mengindikasikan bahwa usaha tani jagung di Desa Kopi layak secara finansial, dengan total pendapatan yang lebih besar daripada biaya produksi. Nilai LQ sebesar 1,25 menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan di daerah tersebut, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti akses terhadap input, teknologi budidaya, dan informasi pasar mempengaruhi profitabilitas petani. Kebijakan pemerintah yang mendukung penyuluhan dan akses pembiayaan diperlukan untuk memperkuat kelayakan dan daya saing agribisnis jagung di tingkat pedesaan.  
Analisis Strategi Penerapan Teknologi Mesin Tanam Padi pada Pertanian Padi Menggunakan Metode Interpretive Structural Modeling (ISM) di Sulawesi Selatan. Irmayani; Meity Melani Mokoginta; Poornika Kumari Seelagama; Abdullah; Dina Aprianty Azis; Mukhlis; Masnur
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7124

Abstract

Indonesia has several rice producing centers, one of which is Sidrap Regency which is located in South Sulawesi with the support of a rice transplanter technology system. This research aims to analyze the factors inhibiting the implementation of rice transplanter rice planting machine innovation and strategies for implementing the use of this planting machine. This research uses descriptive analysis by creating frequency tables and percentages from primary data results obtained through interviews with respondents. Likert scale to measure farmers' responses to the dissemination of the Rice Transplanter rice planting machine innovation in Sidrap Regency and the ISM method was used to develop a strategy for implementing the dissemination of agricultural innovation to support agricultural development in Sidrap Regency. The research results show that the factors inhibiting the implementation of Rice Transplanter machine innovation are farmers' lack of skills in using rice transplanter, limited rice transplanter, facilities in farmer groups, lack of rice transplanter service providers and lack of farmer staff, motivation to use rice planting tools. The strategy for implementing rice transplanter innovation is through training in implementing rice transplanter innovation, increasing farmers' interest in using rice transplanters, providing rice transplanter facilities and strengthening institutions.
Karakteristik Sosial Ekonomi Peternak Sapi Potong Dan Kaitannya Dengan Skala Usaha Di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Irhamni Abdullah; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Meity Melani Mokoginta; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial dan ekonomi peternak sapi potong serta hubungannya dengan skala usaha di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 91 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel penelitian meliputi karakteristik sosial (umur, pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah tanggungan keluarga), karakteristik ekonomi (sumber modal, biaya operasional dan pendapatan), serta skala usaha yang diukur berdasarkan jumlah kepemilikan ternak. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial peternak berada pada kategori sedang hingga tinggi dan relatif homogen, sedangkan karakteristik ekonomi berada pada kategori rendah hingga sedang. Skala usaha peternakan sapi potong didominasi oleh skala kecil hingga menengah. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa karakteristik sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan skala usaha (rs = 0,037; p > 0,05), sedangkan karakteristik ekonomi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan (rs = 0,837; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan determinan utama dalam pengembangan skala usaha peternakan sapi potong, karakteristik sosial tidak berpengaruh secara langsung. Peningkatan skala usaha perlu difokuskan pada penguatan akses terhadap sumber daya ekonomi, khususnya modal dan pendapatan usaha.