Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) TERHADAP PRODUKTIVITAS JAGUNG DI DESA KAYUBULAN KECAMATAN BATUDAAN PANTAI KABUPATEN GORONTALO Merita Ayu Indrianti; Mulastri Adrian; Moh. Muchlis Djibran; Meity Melani Mokoginta; Hafizhah Al Amanah; Widiastuti Ardianyah; Marhani Marhani
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i1.754

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program PUAP, dampak program PUAP terhadap produktivitas jagung dan pemilihan strategi pemberdayaan petani melalui program PUAP. Penelitian dilakukan terhadap 100 orang petani anggota kelompok petani penerima dana BLM PUAP tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengembalian dana program PUAP oleh petani masih rendah yaitu sebesar 32%. Hasil analisis uji-t berpasangan menunjukkan bahwa program PUAP memberikan dampak yang signifikan (nyata pada taraf kepercayaan 95%) terhadap produktivitas usahatani jagung dibandingkan sebelum menerima dana program PUAP. Pelaksanaan program PUAP kepada petani jagung memiliki kelebihan yang sangat dirasakan oleh petani disamping terdapat potensi ancaman (tantangan). Petani sangat merasakan keberadaan program PUAP sebagai salah satu penyedia permodalan usahatani jagung. Namun demikian rendahnya tingkat pengembalian dana program oleh petani berpengaruh pada keberlanjutan program itu sendiri.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PETANI PADI DI KECAMATAN LIMBOTO Ahmad , A Laswin; Mokoginta, Meity M; Indrianti , Merita Ayu; Djibran, Moh Muchlis
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 28 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v28i01.45571

Abstract

Agricultural extension plays an important role in improvingfarmers' work. This study aims to analyze the role of agriculturalextension workers in increasing the work productivity of ricefarmers in Limboto District and evaluate the level of workproductivity of farmers in the area. The method used isquantitative with a descriptive analysis approach and a Likertscale. This study assesses the role of extension workers inguiding farmers regarding self-ability, time management, andmanagement of technical problems in agricultural activities. Theresults of the study showed that the role of agricultural extensionworkers in Limboto District was very effective in increasing thework productivity of farmers, with an average score of 4 in eachindicator tested. The research sample was carried out on 44farmers by taking until they started on farmers who had 2hectares of land. The data analysis method was carried out in aquantitative descriptive manner with interview and observationmethods. The results showed that the increase in workproductivity of rice farmers in Limboto District, based on theindicators tested, obtained positive results with an average valueof 4, which indicates a good category. The effectiveness of therole of agricultural extension workers in this sub-district can becategorized as effective, with the achievement of 79% of thetarget set for the extension role. However, farmers' labourproductivity is only 72%, which shows that although extensionis effective, external challenges such as cost constraints andaccess to modern agricultural technologies still hinderagricultural yields. And the last is The relationship between theeffectiveness of the role of agricultural extension workers and thework productivity of farmers in this sub-district showedsignificant results, with a correlation coefficient value of 0.179and a significance value of 0.002. This shows that the moreeffective the extension workers are in carrying out their roles, thehigher the productivity achieved by farmers.
Mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja melalui Edukasi dan Partisipasi Karang Taruna di Desa Pentadio Timur Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Djibran, Moh Muchlis; Yusriyah Atikah Gobel; Meity M Mokoginta; Sitti Magfirah Makmur; Hardiyanti Umar; Memy Restiani Ishak; Risman Bakari Bahu; Zulkarnain Djakaria; Devi Yulianti Tobuhu; Ririn R. Luawo; Sri Nova Indriani Puneli; Noer Mayang Kaluku
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.250

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, sosial, dan masa depan generasi muda. Faktor utama yang mendorong meningkatnya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda adalah kurangnya edukasi dan kesadaran mengenai bahaya yang terkait dengan narkoba. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi remaja dengan pemahaman menyeluruh tentang berbagai klasifikasi narkoba, dampak buruk penggunaan narkoba terhadap kesejahteraan fisik dan mental, dan potensi konsekuensi hukum yang mungkin timbul. Pendekatan yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi yang meliputi pemaparan dari dosen, pakar hukum, dan perwakilan Karang Taruna Provinsi Gorontalo. Hasil yang diperoleh dari upaya pengabdian masyarakat ini secara efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan remaja mengenai bahaya yang terkait dengan kecanduan narkoba. Sebagian besar peserta menyadari pentingnya kegiatan ini dan termotivasi untuk tidak melakukan penyalahgunaan narkoba di masa depan. Untuk melindungi generasi muda dari bahaya penggunaan narkoba, kegiatan serupa harus terus dilakukan dalam memberikan edukasi dan menumbuhkan ketahanan generasi muda terhadap narkoba.
Analisis Pemasaran Cabai Rawit di Kabupaten Gorontalo Harun, Halima; Djibran, Moh. Muchlis; Gobel, Yusriyah Atikah; Mokoginta, Meity Melani
Economics and Digital Business Review Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran lembaga pemasaran cabai rawit di Kabupaten Gorontalo, dan mengetahui biaya dan keuntungan tiap lembaga pemasaran, dan marjin pemasaran cabai rawit di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan Februari sampai dengan Bulan Maret 2025. Penelitian ini melibatkan 87 petani cabe rawit dan 56 pedagang pengumpul yang tersebar di sembilan belas Kecamatan. Metode penelitian adalah survei. Analisis yang digunakan yaitu analisis saluran pemasaran dan analisis marjin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saluran pemasaran cabe rawit di Kabupaten Gorontalo terdapat dua saluran yaitu (1) produsen – pedagang pengumpul – konsumen; saluran (2) produsen – konsumen. Sedangkan untuk Biaya Pemasaran pada saluran I sebesar Rp. 7.853/Kg, dan saluran II sebesar Rp. 0/Kg, Keuntungan pada saluran I sebesar Rp. 30.772/Kg , dan saluran II sebesar Rp 27.113/Kg. Dan Marjin pemasaran pada saluran I sebesar Rp 38.625/Kg, dan saluran II sebesar Rp 27.113/Kg, marjin pemasaran yang tertinggi terdapat pada saluran ke I dan marjin pemasaran terendah terdapat pada saluran ke II. Artinya semakin besar marjin Pemasaran, maka keuntungan petani semakin kecil, dan saluran pemasaran tidak efisien.
Eksistensi Nilai-Nilai “HUYULA” Pada Produksi Padi di Desa Huidu Kabupaten Gorontalo Mustapa, Fahrudin D.; Mokoginta, Meity M.; Gobel, Yusriyah A.; Djibran, Moh Muchlis
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 2 (2025): pemasaran dan potensi usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i2.123

Abstract

Sikap gotong royong yang kerap dimiliki oleh setiap warga Indonesia adalah Gotong royong yaitu kegiatan bekerja sama antar individu dan antar kelompok dalam menangani sebuah permasalahan atau kegiatan yang dapat memebantu mempermudah suatu kegiatan berjalan dengan lancar yang merupakan kepentingan bersama. Tradisi gotong royong digorontalo disebut dengan istilah Huyula. Huyula telah ada dan dibina secara turun temurun oleh masyarakat Gorontalo. Dalam bukunya Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Studi Empiris tentang Huyula. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui mengetahui Eksistensi Nilai-Nilai Huyula pada Produksi Padi dan mengidentifikasi dan mendiskripsikan bentuk nilai-nilai huyula yang masih eksis dalam produksi padi. Metode analisis deskriptif kualitatif dan interpretative. Populasi dalam penelitian ini petani pelaku huyula yang berada di desa Huidu yang berjumlah 2 kelompok dimana masing-masing kelompok berangotakan 10 orang dan sampel menggunakan metode Sensus atau sampling total. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan interpretative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi nilai-nilai huyula pada pengolahan lahan tanaman padi sawah mengalami transformasi dan Pada tingkat partisipasi masyarakat ditemukan bahwa petani menggunakan dua model huyula dimana huyula moderen sebanyak 65% dan 70% serta huyula murni 35% dan 30%. Namun dalam produksi usaha tani padi di kabupaten Gorontalo terutama di desa Huidu masih tinggi tingkat partisipasinya
Analisis Bibliometrik tentang Tantangan dan Peluang dalam Penelitian Pertanian Organik Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Sahala, Josua; Jamin, Fitriah Suryani; Mokoginta, Meity Melani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i04.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik tentang tantangan dan peluang dalam penelitian pertanian organik, dengan fokus pada dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pertanian organik telah menjadi sorotan utama dalam upaya mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat, sebagai respons terhadap kekhawatiran akan dampak negatif pertanian konvensional. Namun, meskipun peningkatan minat dan praktik pertanian organik, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat di masa depan. Melalui pendekatan analisis bibliometrik, penelitian ini mengidentifikasi tren penelitian, fokus penelitian, dan perkembangan ilmiah dalam domain pertanian organik, serta memberikan wawasan tentang peluang-peluang baru untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pertanian organik.
Analisis Strategi Penerapan Teknologi Mesin Tanam Padi pada Pertanian Padi Menggunakan Metode Interpretive Structural Modeling (ISM) di Sulawesi Selatan. Irmayani; Mokoginta, Meity Melani; Seelagama, Poornika Kumari; Abdullah; Azis, Dina Aprianty; Mukhlis; Masnur
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7124

Abstract

Indonesia has several rice producing centers, one of which is Sidrap Regency which is located in South Sulawesi with the support of a rice transplanter technology system. This research aims to analyze the factors inhibiting the implementation of rice transplanter rice planting machine innovation and strategies for implementing the use of this planting machine. This research uses descriptive analysis by creating frequency tables and percentages from primary data results obtained through interviews with respondents. Likert scale to measure farmers' responses to the dissemination of the Rice Transplanter rice planting machine innovation in Sidrap Regency and the ISM method was used to develop a strategy for implementing the dissemination of agricultural innovation to support agricultural development in Sidrap Regency. The research results show that the factors inhibiting the implementation of Rice Transplanter machine innovation are farmers' lack of skills in using rice transplanter, limited rice transplanter, facilities in farmer groups, lack of rice transplanter service providers and lack of farmer staff, motivation to use rice planting tools. The strategy for implementing rice transplanter innovation is through training in implementing rice transplanter innovation, increasing farmers' interest in using rice transplanters, providing rice transplanter facilities and strengthening institutions.
Cultural Values Transformation of Momosad in the Management of Wetland Rice Fields in the Buffer Zoneof Bolaang-MongondowNational Park Mokoginta, Meity Melani; Suparwata, Dewa Oka
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/3jipi.1.1.50

Abstract

Momosad is a gotong royong activity in which a group of farmers work together to maintain their land. Currently, Momosad is transitioning from a labor-based to a wage-based Momosad (commercial). The research aims are (1) to uncover Momosad's cultural values, which are still relevant today, (2) to describe the elements that influence changes in the values in land management, and (3) to examine patterns of changes in the values. This study employed a qualitative technique using the Miles and Huberman Model, involving interviews, observations, and documentation. Data was processed using the triangulation rule. The results suggest that there are three types of Momosad agricultural production activities in Dumoga. (1) Pure-Momosad has family values; (2) Semi-Momosad values unity and dependence. (3) Non-Momosad (commercial) values include agreement and dependency. There are three variables that influence Momosad's change: (1) pre-colonial, (2) colonial, (3) development, and (4) regional autonomy. Cultural contact, development period, and regional autonomy all have a significant impact on the pattern of change in the value. The pattern of change began with cultural contact between transmigration and local residents, evolved into the power to form villages during Momosad construction, and the autonomy of the region became a political commodity used to rally the masses. Keywords: cultural values, Momosad, transformation  
Inovasi Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dalam Pembuatan Es Krim bagi Ibu Rumah Tangga Fahrullah, Fahrullah; Mokoolang, Susan; Gobel, Yusriyah Atikah; Mokoginta, Meity M.
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i1.15713

Abstract

Purple sweet potato is not only fresh but can also be added to ice cream products. Diversification of ice cream can be done by adding purple sweet potato which is a traditional food that contains antioxidants and anthocyanins which are good for health. This community service aims to provide knowledge about the various benefits of purple sweet potato from a health aspect. This activity is carried out by means of lectures, discussions and training in product manufacturing. The results obtained are that the housewives of Lamahu village already know the good nutritional content of purple sweet potatoes and can make ice cream products that will train their abilities and can increase family income.
Analyzing the Impact of Land Resource Dimension on Konjac (Amorphophallus onchophyllus) Yield and Land Suitability Criteria Using PLS-SEM and Boundary Line Methods In Gorontalo, Indonesia Nurdin, Nurdin; Pembengo, Wawan; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Rahman, Rival; Suparwata, Dewa Oka; Angelia, Ika Okhtora; Azis, Muhammad Arief; Arsyad, Silviana; Dude, Suyono; Zakaria, Fauzan; Bagu, Fitria S.; Apriliani, Silvana; Mokoginta, Meity M.; Pade, Satriawati; Rajib, Md. Mijanur Rahman; Hakiman, Mansor
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.4861

Abstract

The current land suitability criteria for konjac are incomplete and fail to consider land dimensions and quality, which influence optimal yield. This research aims to develop criteria for konjac land suitability based on the dimensions, quality, and characteristics of selected land. In Gorontalo Province, Indonesia, 131 land units were surveyed to obtain data on the quality and characteristics. Selection of land dimensions, quality, and characteristics using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). Meanwhile, the optimum yield and distinguished land suitability criteria for konjac plants using the boundary line method. The results indicated that intrinsic and extrinsic dimensions determined the new land suitability criteria. In the intrinsic dimension, land quality was assessed based on root conditions, oxygen availability, nutrient availability, nutrient retention, and sodicity. For the extrinsic dimension, land quality only comprised temperature, water availability, land preparation, and erosion hazard. Land characteristics in the intrinsic dimension consisted of soil drainage, texture, bulk density, particle density, porosity, pH, organic C, CEC, base saturation, total N, available P, and exchangeable K. For the extrinsic dimension, land characteristics included slope, soil erosion, surface rocks, and rock outcrops. The highest optimum yield of konjac was 9.17 t/ha, and the lowest was 6.69 t/ha, respectively.