Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Bank Syariah: Penelitian dengan Fuzzy Servqual dan Dimensi Carter Astuti, Septin Puji; Utami, Datien Eriska; Wilasari, Wiwik
International Research Journal of Business Studies Vol. 2 No. 1 (2009): April-July 2009
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/

Abstract

SERVQUAL was appliedin this study for measuring service quality in Shariah Bank Rakyat Indonesia (BRIS). Due toits shariah characteristic, compliance dimension was integrated into SERVQUAL dimensions and fuzzy theory was integrated for assessing the perception and expectation of customers.T statistic test and GLM modeling was applied to test the significant of the gaps of each item and to understand the dimensions which has more contribution to service quality of the bank.From this research, concludes that the gap was significant statistically. Furthermore, tangibilitydimension was the worst quality of BRIS, but empathy is the best quality
Analisis Strategi Mengatasi Dampak Tata Ruang Terhadap Psikologis Masyarakat Di Permukiman Padat Rawan Gempa Bumi Dini Anggraeni; Reva Klaura Natalia; Daffa Yusuf Putra Irianto; Rega Ferdinan Syaputro; Annida Unnatiq Ulya; Septin Puji Astuti
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/q3mcth69

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi penanganan dampak psikologis dan perbaikan tata ruang wilayah rawan bencana gempa bumi di permukiman padat, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kawasan ini sangat rentan terhadap gempa bumi akibat letaknya di zona subduksi aktif, sebagaimana terbukti pada peristiwa gempa 27 Mei 2006 yang menimbulkan kerusakan fisik, sosial, dan psikologis yang luas. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan tata ruang, serta pemetaan zona rawan menggunakan software ArcMap 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak psikologis gempa sangat signifikan, meliputi stres akut, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), gangguan kecemasan, serta penurunan fungsi sosial dan kognitif masyarakat. Permasalahan tata ruang, seperti tingginya kepadatan bangunan tanpa jalur evakuasi dan minimnya ruang terbuka hijau, memperparah risiko korban jiwa dan menghambat proses pemulihan psikologis. Strategi penanganan yang efektif harus mengintegrasikan penguatan resiliensi psikologis berbasis komunitas, pemanfaatan nilai budaya lokal, serta penataan ruang yang adaptif terhadap risiko bencana. Kolaborasi lintas sektor, edukasi kebencanaan, dan optimalisasi ruang terbuka hijau direkomendasikan untuk mendukung pemulihan dan mencegah dampak serupa di masa depan. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara aspek psikologis dan tata ruang dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana