Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Wana Raksa

STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM BUMI PERKEMAHAN PASIR BATANG KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Febri Ramdani; Toto Supartono; Yayan Hendrayana
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4650

Abstract

ABSTRACT. Obyek wisata alam Perkemahan Pasir Batang memiliki luas ± 5 Ha, yang pengelolaannya berada di bawah Balai Taman Nasional Gunung Ciremai bekerjasama dengan kelompok penggerak pariwisata (KOMPEPAR). Berdasarkan survei pendahuluan diketahui bahwa pengelolaan di Bumi Perkemahan Pasir Batang belum dilakukan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, mengidentifikasi kendala internal dalam pengelolaan, dan menyusun strategi pengembangan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode eksplorasi, observasi langsung di lapangan, wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan secara deskriptif dan analisis SWOT yaitu analisis SWOT mengidentifikasi faktor internal dan eksternal. Potensi yang dimiliki oleh wisata alam Perkemahan Bumi Pasir Batang adalah panorama alam serta potensi flora dan fauna. Kendala internal dalam pengelolaan Bumi Perkemahan Pasir Batang yaitu kendala pengelolaan, pendanaan, sumber daya manusia, dan tingkat keterlibatan anggota. Hasil analisis SWOT dan matriks SWOT bahwa alternatif strategi pembangunan di Bumi Perkemahan Pasir Batang adalah meningkatkan promosi kepada pengunjung, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, menambah sarana / prasarana yang kurang, mengembangkan potensi yang ada, menambah daya tarik wisata guna meningkatkan daya tarik wisata. banyaknya pengunjung dari sekitar Kabupaten Kuningan atau dari luar Kabupaten Kuningan.Kata kunci: Kawasan wisata, analisis SWOT, faktor internal dan eksternal, strategi pembangunan.
Keanekaragaman Ficus Spp. di Gunung Tilu RPH Karangkancana BKPH Luragung KPH Kuningan Perum Perhutani Divre Jabar-Banten Rani Mardiani Hardinah; Yayan Hendrayana; Deni Deni
Wanaraksa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i2.4413

Abstract

Abstrak: Ficus adalah pohon yang memulai hidupnya sebagai epifit ketika bijinya bersemai dicelah atau retakan pohon induknya (atau struktur seperti bangunan dan jembatan). Keberadaan Ficus pada kawasan hutan Gunung Tilu dapat dijadikan sebagai indikator proses terjadinya suksesi hutan karena peran dari satwa liar yang memakan bijinya dan kemudian memicu terjadinya komunitas lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengehetahui keanekaragaman ficus spp. dan pola sebaran jenis ficus spp. yang terdapat di kawasan Hutan Gunung Tilu RPH Karangkancana dengan metode kombinasi. Data dianalisis dengan intensitas sampling, indeks Keragaman dan indeks Morisita. Hasil penelitian ditemukan 11 jenis ficus spp. jenis Beunying (Ficus fistulosa) 39 individu , Bunut (Ficus glabella BL.) 23 individu,  Calodas (Ficus Callophylla Blume.) 20 individu, Caringin (Ficus benjamina L) 58 individu, Ki Darangdang (Ficus cusvidata) 37 individu ,  Ki Hampelas (Ficus ampelas Burm.F.) 6 individu, Kiara Beas (Ficus Sundaica Blume) 12 individu,  Kiara Karasak (Ficus kurzii king.) 32 individu,  Kondang (Ficus variagata Bl.) 45 individu, Leles (Ficus glandulifera (wall.Exmiq)King) 56 individu, Renghas (Ficus alba) ditemukan 63 individu. Kawasan hutan lindung Gunung Tilu jenis ficus spp. merupakan habitat yang baik berdasarkan kerapatannya, frekuensi,dan dominasi vegetasinya, dilihat dari jumlah individu dan keragaman jenis di setiap plot yang ditemukan dengan persebaran yang mengelompok.Kata Kunci : Hutan Lindung; Gunung Tilu; keanekaragaman; ficus spp.; satwaliar
INVENTARISASI TANAMAN REHABILITASI DI WISATA ALAM PASIR BATANG KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Helfia Noor Khotimah; Ilham Adhya; Yayan Hendrayana
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4651

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi dan jenis tumbuhan rehabilitasi pada kawasan wisata alam Pasir Batang di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Metode penelitian menggunakan metode jalur berpetak dengan ukuran petak 20 m x 20 m di sepanjang jalur penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, Ditemukan 20 jenis tanaman rehabilitasi dari 10 famili. pada tingkat pertumbuhan semai di dominansi oleh jenis Kipirit, tingkat pertumbuhan pancang, tiang di dominansi oleh jenis yang sama yaitu Kisereuh (Cinnamomum parthenoxylon), dan pada tingkat pertumbuhan pohon di dominansi oleh jenis Alpukat (Persea americana).  Indeks keanekaragaman jenis tanaman rehabilitasi pada kawasan Wisata Alam Pasir Batang TNGC memiliki nilai H’ pada tingkat semai rendah, tingkat pancang rendah, tingkat tiang sedang, dan tingkat pohon rendahKata kunci: Inventarisasi, Rehabilitasi, struktur vegetasi, Wisata Alam Pasir Batang, TNGC.
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KARAKTERISTIK HABITAT MAMALIA BESAR DI KAWASAN HUTAN BUKIT BAHOHOR DESA CITAPEN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN Angrita Anggrita; Iing Nasihin; Yayan Hendrayana
Wanaraksa Vol 11, No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i01.1066

Abstract

Inventarisasi mamalia besar dilakukan dengan menggunakan metode transek jalur. Pembuatan jalur inventarisasi mempetimbangkan beberapa aspek yaitu: kondisi kelerengan, tutupan vegetasi, keterwakilan sampel, keterjangkauan lokasi dan keamanan peneliti.Di kawasan hutan bukit Bahohor terdapat 11 jenis satwa yang tergolong dalam mamalia besar. Jenis-jenis tersebut diantaranya adalah kijang (Muntiacus muntjak), babi hutan (Sus scrofa), macan tutul (Panthera pardus), meong congkok (Felis bengalensis), sero ambrang (Aonyx cinerea), macan dahan (Neofelis nebulosa), macan kumbang (Panthera pardus melas), bajing jaralang (Ratufa bicolor), Surili (Prebytis comata), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung jawa (Trachypithecus auratus).Mamalia besar di kawasan hutan bukit bahohor  menyukai karakteristik habitat berupa hutan alam yang memiliki kerapatan vegetasi yang cenderung tinggi. Terutama bagi satwa karnivora seperti macan tutul, macan kumbang dan macan dahan yang lebih terkonsentrasi di hutan alam dengan tajuk vegetasi yang rapat serta jauh dari gangguan (kehadiran) manusia. Lain halnya dengan mamalia besar jenis babi hutan, kijang dan beberapa jenis primata yang lebih banyak menghabiskan aktifitasnya di perbatasan hutan dengan sawah atau perbatasan hutan pinus dengan hutan alam. Hal ini berkaitan dengan kemampuan jelajah satwa untuk mencari sumber makanan dan air.Kata Kunci: Keanekaragaman,  habitat,  Mamalia besar, vegetasi
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI SEBARAN HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN MAJALENGKA Agus Yadi Ismail; Yayan Hendrayana; Rahman Hidayat Saputra
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan inventarisasi profil hutan rakyat di Kabupaten Majalengka untuk mengetahui sebaran hutan rakyat, potensi dan model/pola hutan rakyat yang ada di Kabupaten Majalengka  Data penelitian yang diambil adalah data sekunder dan data primer yang didapat dari intansi terkait maupun dengan metode wawancara terhadap petani hutan. Analisa profil petani serta volume pohon dan kemudian dijelaskan secara deskriptif berdasarkan tabulasi dan diagram yang diperoleh.Hasil diperoleh di hutan rakyat Kabupaten Majalengka sebaran hutan rakyat yang paling banyak terdapat di Kecamatan Maja dengan jumlah blok 31 blok serta luas hutan rakyat 895,1 Ha, sedangkan unutuk sebaran hutan rakyat yang sedikit terdapat di Kecamatan Rajagaluh dengan jumlah blok 4 blok hutan rakyat, akan tetapi untuk luasan hutan rakyatnya yang terkecil beerada diKecamatan Palasah dengan luas 61,9 Ha. Model/pola pengelolaan hutan rakyat di Kab. Majalengka  adalah sistem campuran dan Agroforesty pada umumnya pola penggunaan lahan tidak intensif, stuktur tegakan yang mendominasi adalah pohon yang memiliki diameter 15-25 cm sedangkan jenis pohon yang mendominasi adalah sengon (Parasarianthes falcataria). Potensi tegakan tanaman hutan rakyat di Kabupaten Majalengka adalah 625,48 m3 dengan luas lahan 2834,5 Ha dan potensinya 1.772.923,06 m3.Selain itu pengelolaan hutan rakyat dapat membantu menambah pendapatan petani sekaligus meningkatkan kesejahtraan serta dapat merehabilitasi lahan tidur atau pun lahan kritis kembali menjadi lahan yang produktif.Kata kunci : Agroforesty serta campuran, sebaran hutan rakyat, potensi tegakan, pengelolaan hutan rakyat dan manfaatnya.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM BUMI PERKEMAHAN LELES TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Amellya Clanandika; Yayan Hendrayana; Nurdin Nurdin
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4539

Abstract

Wisata Alam Bumi Perkemahan Leles TNGC dikelola secara swadaya dalam kelompok Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC). Pada tahun 2017 mengalami penurunan jumlah pengunjung sehingga perlu mengetahui potensi yang dimiliki dan menyusun strategi pengembangan untuk meningkatkan minat pengunjung. Peneilitian dilaksanakan di kawasan Obyek Wisata Alam Bumi Perkemahan Leles Taman Nasional Gunung Ciremai. Metode yang digunakan untuk mengetahui potensi adalah metode eksploratif sedangkan untuk menyusun strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT, dimana analisis SWOT mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, memetakan posisi pengembangan dan membuat strategi pengembangan dengan matriks SWOT. Potensi yang dimiliki Bumi Perkemahan Leles yaitu keindahan alam, Curug Leles, Taman Air Terjun, Camping Ground, Tenjo Gunung serta Flora dan Fauna. Strategi pengembangan yang diterapkan yaitu dengan cara mengembangkan semua potensi-potensi yang dimiliki bekerjasama dengan masyarakat sekitar dengan merancang design yang unik serta menumbuhkan dan meningkatkan sadar konservasi melalui pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat, pengelola dan pengunjung serta tetap mempertahankan daya tarik kawasan wisata yang khas dengan melestarikannya, contohnya pohon Leles (Ficus glandulifera). Kawasan wisata alam Bumi Perkemahan Leles bisa dijadikan sebagai wisata pendidikan untuk pelajar yang berkunjung dengan menambah pengetahuan pelajar mengenai jenis satwa dan tumbuhan. Memelihara fasilitas yang ada agar bisa digunakan untuk jangka panjang serta untuk kenyamanan pengunjung. Kata Kunci : Analisis SWOT; Strategi pengembangan; Bumi Perkemahan Leles TNGC.
POTENSI KARBON TERSIMPAN PADA TEGAKAN PINUS (PINUS MERKUSII) DI BLOK PASIR BATANG KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Erwin Nurfansyah; Yayan Hendrayana; Ilham Adhya
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4649

Abstract

ABSTRAK. Mengingat peran penting hutan dalam menyerap karbon dari udara, maka perlu dilakukan banyak penelitian untuk mendukung pengembangan lebih lanjut penyerapan karbon dalam biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi cadangan karbon pada tegakan pinus di Blok Pasir Batang Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Metode yang digunakan adalah non destructive sampling yaitu cara pengambilan sampel yang ramah lingkungan. Terdapat pohon pinus di areal seluas 30 hektar sebanyak 24.060 batang. Diameter tegakan umur 25 tahun pohon pinus sekitar 28,32 cm dengan kerapatan relatif tinggi 0,027 individu/m2 sama dengan 267,3 individu/hektar. Perkiraan volume tegakan per hektar adalah 708,07 m3/hektar. Volume seluruh tegakan adalah 21.242,1 m3. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah biomassa tegakan di seluruh petak contoh adalah 36,04 ton/hektar atau total luasan 1.081,2 ton. Jumlah karbon dalam satu satuan luas adalah 16,9 ton/hektar atau seluruhnya 508,1 ton.Kata kunci: Biomassa, Metode non-destruktif , Penyerapan karbon, Pinus,
Pendugaan Potensi Tumbuhan Berkayu di Sekitar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan Jaya, Ramdhan Risnur; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 18 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v18i01.9306

Abstract

Forest potential is characterized by vegetation diversity because it is the most dominant resource from the forest component. The presence of community wood plantations in private forests and community land can provide a positive role both economically and ecologically. Types of local wood such as White Teak, Sengon, Jabon, Acacia, Mahogany and others. These types have been cultivated by farmers for a long time and are managed traditionally. It's just that the potential amount of wood contributed from woody plants is not yet known for certain. In fact, data on wood potential is needed to provide information on wood availability to communities where the wood supply is not enough to meet their needs, especially if they only rely on natural forests. If potential information is known, the government can take policies regarding the development of woody plants, especially from mixed gardens. On this basis, research was conducted on Estimating Timber Potential in the Faculty of Forestry and Environment, Kuningan University Potensi hutan dicirikan oleh keanekaragaman vegetasi karena merupakan sumber daya yang paling dominan dari komponen hutan. Kehadiran hutan tanaman rakyat di hutan milik dan lahan masyarakat dapat memberikan peran positif baik secara ekonomi maupun ekologis. Jenis kayu lokal seperti Jati Putih, Sengon, Jabon, Akasia, Mahoni dan lain-lain. Jenis ini sudah lama dibudidayakan oleh petani dan dikelola secara tradisional. Hanya saja potensi kontribusi kayu dari tanaman berkayu belum diketahui secara pasti. Padahal, data potensi kayu diperlukan untuk memberikan informasi ketersediaan kayu kepada masyarakat yang pasokan kayunya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, apalagi jika hanya mengandalkan hutan alam. Jika diketahui informasi potensinya, pemerintah dapat mengambil kebijakan terkait pengembangan tanaman berkayu, khususnya yang berasal dari kebun campuran. Atas dasar itulah dilakukan penelitian Pendugaan Potensi Kayu di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Universitas Kuningan
POTENSI EKOWISATA DI BLOK PASIR BATANG RESORT DARMA TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Agustiana, Hendri Syulis; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 13 No. 02 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i02.4681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek Ekowisata di Blok Pasir Batang, Resort Darma, Taman Nasional Ciremai. Metode dan analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara mendalam potensi ekowisata di Pasir Batang. Hasil penelitian tentang ekowisata yang berlaku di Pasir Batang meliputi daya tarik, aksesibilitas, akomodasinya serta sarana dan prasarana pendukungnya. Potensi ekowisata sangat perlu dikembangkan karena diperkirakan dapat menghasilkan nilai rupiah, menambah pendapatan daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sana. Kata Kunci :Ekowisata, Pasirbatang, Taman Nasional,
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT DI KAWASAN WISATA ALAM PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Trisno, Trisno; Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 13 No. 02 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i02.4685

Abstract

Ekowisata Pasir Batang di Taman Nasional Ciremai memiliki keanekaragaman tumbuhan yang belum diketahui jenis dan manfaatnya, sehingga mendorong penelitian tumbuhan obat. Metodenya adalah analisis vegetasi dengan memplot 75 sampel penelitian pada areal seluas 30 hektar. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 25 jenis tanaman obat yang terdiri dari 18 famili yang diklasifikasikan ke dalam habitus pohon, herba, dan perdu. Jenis-jenis tersebut mempunyai manfaat untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit. Hasil ini diharapkan menjadi dasar yang berharga untuk pemanfaatan dan pelestarian tumbuhan obat..Kata Kunci: Keanekaragaman, Manfaat, Tanaman obat, Analisis vegetasi
Co-Authors Ade Muhammad Irsyad Habibi Agus Yuniawan Isyanto Agustiana, Hendri Syulis Agustiana, Reki Ai Nurlaila Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Akbar, Muhamad Fathoni Alfandi, Ivan Ali Jabar Rangga Wijaya Alimah, Elma Althaaf, Naufal Alwi Zulva Maulida Amellya Clanandika Aminudin, Sukron Anggayuda Pratama , Bayu Angrita Anggrita Anjani, Lidia Tamia Bain, Unan Nur Bima Aria Indra Prahasta Chandra, Rufidi Danda Priyana Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Dian Teja Permana Dzulfannazhir, Fauzan Erwin Nurfansyah Fahrul Shobarudin Syahban Fahrul Shobarudin Syahban Fahrul Shohbarudin Syahban Fauzian, Mardiatul Febri Ramdani Friana, Danda Fujiman, Heris Hamdani, Muhammad Habib Helfia Noor Khotimah Hermawan, Riki Hidayat, Farhan Hidayat, Feri Hidayatullah, Robby Ardiansah Ibnu Fajar Sistiadi Ibrahim, Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Karyaningsih Ilham Adhya ISMAIL, AGUS YADI Jaya, Genta Adha Jaya, Ramdhan Risnur Julianti, Gina Kartika Sari Khairunisa Amalia Kristanto, Martinus Ari Mandurroh, Resti Sri Mardiatul Fauzian Martinus Ari Kristanto Maulida, Alwi Zulfa Mawangi, Rindi Nasihin, Iing Naufal Althaaf Naufal Althaf Nina Herlina Nina Herlina NINA HERLINA Nugraha, Amalia Nugraha, Yogha Adhie Nurdin Dwinoer Herdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurlaela, Ai Pangestu, Aistu Nur Cahya Pasha, Listi Surenra Pebriyanty, Santy Pratama, Reynaldi Purnama, Asep Iman Rahman Hidayat Saputra Ramadhan, Mohamad Fajri Rani Mardiani Hardinah Restri Sri Maduroh Rhaisya Hayatul Hamidah Richard, Fahri Syach Ridwan Purnama, Ridwan Rio Senjaya Akbar Rizal Rusdianto Rufidi Chandra Rusdiyanto, Edi Shobarudin Syahban, Fahrul SITI MARYAM Siti Tamala Sodikin Sodikin Sofyan, Hadiyan Nur Sonya Maalaysali Haqq, Melia sri ayu andayani, sri ayu Supartono, Toto Suswanto Suswanto Suswanto, Suswanto Syahban, Fahrul Shobarudin Trisno Trisno Unan Nur Abain Waniatri, Wina Wendra Wendra Windayani, Silma Yadi Ismail, Agus Zillan Zalila