Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 SINDUE Megawati Risky M. Djamali; I Nyoman Murdiana; Evie Awuy
Aksioma Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v6i2.156

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue sebanyak 21 orang serta informan yang dipilih pada penelitian ini sebanyak 3 orang dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi operasi hitung bentuk aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue, yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian memberikan apersepsi dengan mengingatkan materi yang dipelajari sebelumnya, dan memotivasi siswa untuk semangat serta terlibat aktif dalam pembelajaran, 2) menyajikan informasi, guru mendeskripsikan secara singkat mengenai fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan menyampaikan pokok-pokok materi pelajaran dengan tanya jawab, 3) penomoran, guru mengarahkan siswa untuk bergabung dalam kelompoknya, membagikan nomor dan meminta siswa duduk berdasarkan urutan nomor dalam kelompoknya, 4) pengajuan pertanyaan, guru membagikan bahan ajar dan LKS pada masing-masing kelompok, 5) berpikir bersama, guru meminta siswa mengerjakan LKS secara berkelompok untuk memperoleh jawaban yang tepat, 6) pemberian jawaban/evaluasi, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil pengundian berdiri di kelompoknya dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa yang bernomor sama menanggapi jawaban yang dipresentasikan, dan 7) pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dalam bentuk tepuk tangan dan pujian. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Hasil Belajar, Operasi Hitung Bentuk Aljabar. Abstract: The objectives of this research is to obtain the description about application of cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) of Operation Arithmetic Algebraic form to Improve Student’s Learning outcomes in class VIIIA SMP Negeri 2 Sindue. This research is classroom action research that refers to Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design. This research consist of two cycles. The subjects of this research is all students of class VIIIA SMP Negeri 2 Sindue at least 21 people and informants selected in this study as many as three people with different ability levels. The results of the research showed that the application of cooperative learning type NHT of Operation Arithmetic Algebraic form can improve student’s learning outcomes in grade VIIIA SMP Negeri 2 Sindue with following the phases, those are: 1) conveying the learning objective and motivating, teachers verbally conveying learning objectives, giving apperception with reminding items learned previously and motivate students to get excited and be actively involved in learning, 2) presenting information, teachers describe briefly about the phases of cooperative learning type NHT and conveying specifics of lesson items with question and answer, 3) numbering, teachers instructing student to merge into its group, alloting number and ask the student sit pursuant to number sequence in its group, 4) questioning, teachers distribute teaching materials and LKS in each group, 5) heads together, teachers asking the students to do LKS as teaming to get the right answer 6) answering/evaluating, students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work forward, student which have same number receive to presented answer and 7) giving appreciation, teacher give the appreciation to group in the form of applause and praise. Keywords: Cooperative Learning of NHT, Learning Outcomes, Operation Arithmetic Algebraic form.
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI KELAS VIII B SMP NEGERI 1 PALU Dimas Anjar Sasmita; Evie Awuy; Muh. Rizal
Aksioma Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i1.179

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan pendekatan Scientific dalam model pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada luas permukaan dan volume limas di kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini sebanyak 26 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Pada penelitian ini diterapkan pendekatan pembelajaran Scientific dengan mengikuti fase-fase pendekatan pembelajaran Scientific sebagai berikut: (1) Mengamati, siswa mengamati fakta berupa objek yang terdapat pada LKPD maupun alat peraga yang telah disediakan (2) Menanya, siswa mengajukan pertanyaan terkait hal yang diamati (3) Menalar, melalui serangkaian kegiatan siswa bersama kelompoknya berusaha menemukan jawaban dari LKPD (4) Mencoba, setelah menemukan jawaban tersebut siswa mencoba mengaplikasikannya dengan mengerjakan soal terkait materi tersebut (5) Mengkomunikasikan, perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan kesimpulan yang telah mereka temukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran Scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada luas permukaan dan volume limas di kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu. Kata Kunci: Pendekatan pembelajaran Scientific; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas. Abstract: This study aims to describe the application of Scientific approach in Inquiry learning model that can improve student learning outcomes on the area and volume of pyramids in class VIII B SMP Negeri 1 Palu. This research is a Classroom Action Research (PTK) which is on Kemmis and Mc research design. Taggart, being planning, action and observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The subjects of this study are students of grade VIII B SMP Negeri 1 Palu registered in the academic year 2016/2017. The subjects of this study were 26 students and selected three students as informants. In this research, the learning of Scientific learning is as follows: (1) Observing, the students of the existing theories in LKPD or teaching aids that have been provided (2) Questioning, students raise questions related to the thing being observed (3) Analyzing, through the activities of students together (4) Eksperimenting, after finding the answer the student tried to apply it by working on the related matter (5) Communicate, each of each group presented the results they had made find. The results showed the results of learning Scientific learning can improve student learning outcomes on the area and volume of pyramid in class VIII B SMP Negeri 1 Palu Keywords: Scientific approach, learning outcomes, surface area and pyramid volume.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS Olvi Lola Vibrilia; Muh. Rizal; Evie Awuy
Aksioma Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i2.195

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah yaitu siswa menyelesaikan masalah yang ada pada LKS, 2) pemrosesan data yaitu siswa menggunting dan merekatkan alat bantu, 3) penyusunan konjektur yaitu siswa menyusun dugaan sementara dari aktivitas yang dilakukan, 4) pemeriksaan konjektur yaitu guru memeriksa hasil pekerjaan siswa, 5) verbalisasi konjektur yaitu siswa mempresentasikan hasil yang diperoleh , dan 6) umpan balik yaitu siswa mengerjakan soal tambahan dan memberikan kesimpulan Kata kunci: Metode Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Teorema Phytagoras Abstract: The purpose of this study is to describe the application of guided discovery methods that can improve student learning outcomes in Phytagoras Theorem in class VIII B SMP Negeri 7 Palu. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The design of this study refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart ie 1) planning, 2) implementation of action, 3) observation and 4) reflection. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 7 Palu, amounting to 23 students. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of guided discovery method can improve student learning outcomes in Phytagoras Theorem in class VIII B SMP Negeri 7 Palu through the following steps: 1) formulation of problem that is students solve existing problems in LKS, 2) data processing is students cutting and tackling tools, 3) constructing conjectures that students make a temporary estimate of the activities undertaken, 4) conjecture examination is teachers examining student work results, 5) verbalization conjecture is students presenting the results obtained, and 6) feedback that students do additional questions and conclusions Keywords: guided discovery method, learning echievement, Phytagoras theorem
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP OPERASI PECAHAN BENTUK ALJABAR SISWA KELAS VIII MTs BINA POTENSI SIS ALJUFRI TATURA PALU Syamsudin, Syamsudin; Awuy, Evie; Sukayasa, Sukayasa
Aksioma Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v8i1.201

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemahaman konsep operasi pecahan bentuk aljabar siswa kelas VIII MTs Bina Potensi Sis Aljufri Tatura Palu. Jenis penelitian ini adalah pene­litian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil dari penelitian ini yaitu saat menyajikan masalah, subjek berkemampuan tinggi, sedang dan rendah menuliskan hal-hal yang diketahui, ditanyakan dan menyajikanya kedalam bentuk matematika, namun subjek berkemampuan rendah salah dalam memahami masalah disebabkan karena kurangnya ketelitian dalam memahami masalah. Selanjutnya dalam mengklasifikasi pecahan bentuk aljabar, subjek berkemampuan tinggi dan subjek berkemampuan sedang mengelompokkan pecahan yang memiliki variabel dan pecahan yang tidak memiliki variabel. Kemudian dalam memberi contoh pecahan bentuk aljabar dan non-contoh dari pecahan bentuk aljabar, subjek berkemampuan tinggi menjelaskan jenis pecahan bentuk aljabar yaitu memiliki variabel dan koefisien, jika tidak memiliki variabel subjek berkemampuan tinggi menyata­kan hanya berbentuk pecahan biasa. Selain hal tersebut subjek berkemampuan tinggi juga menunjukkan dengan tepat yang merupakan pecahan bentuk aljabar. Kemudian dalam menangkap makna suatu masalah subjek berkemampuan tinggi, subjek berkemampuan sedang, menangkap suatu makna operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan suku-suku sejenis, dan subjek berkemampuan rendah menangkap makna penjumlahan dan perkalian pecahan serta subjek berkemampuan tinggi juga menangkap makna hukum kanselasi (penghapusan). Setelah menangkap makna, subjek menjelaskan kembali objek-objek, sifat-sifat dan fakta serta operasi-operasi tertentu yang digunakan atau dimanfaatkan. Subjek berkemampuan tinggi menjelaskan operasi yang digunakan disertai dengan alasannya dengan baik. Subjek berkemampuan sedang menjelaskan kembali operasi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar yang digunakan walaupun dalam proses pelaksanaannya subjek berkemampuan sedang masih belum memahami dengan baik konsep dari perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar. Kata Kunci: Profil Pemahaman Konsep; Indikator pemahaman konsep; Operasi pecahan bentuk aljabar; Abstract: This research aims to describe understanding the concept of operation floating the form of algebra students VIII MTs Bina Potensi Sis Aljufri Tatura Palu. The kind of research this is qualitative research. The subject of study take consisting of one students high profile, one students medium profile and one students low profile. The result of this research that was when presents a question, the subject of high profile, while and low wrote known, and elaborated into the form of mathematics, but the subject of low profile wrong in understand a problem because of a lack of thoroughness in understanding problem. Next in the form of classifying floating algebra, the subject of high profile and subject of medium profile group the cracks having variable and crushed not having variable. later an example in the form of algebra fractions and not fractions example of the form of algebra, a type subject of high profile explains fractions namely the form of algebra having variables and coefficients, if not having variable the subject of high profile said only in floating ordinary. Besides this subject of high-profile also shows with appropriate constituting a fraction the form of algebra. Later in grasp the reality a problem the subject of high profile, medium profile, catch a sum meaning operation, reduction, multiplication, and division a floating, and subject of low profile grasp the reality sum and multiplication floating also arrested and subject of high profile meaning law kanselasi (removal). After grasp the reality, the subject of explain back objects, and the fact the properties of operations as well as certain of which are used of and used. The subject of high profile explain an operation used accompanied by the reason was well. The subject of medium profile explain back operation multiplication and division floating the form of algebra that used although in the process of the implementation subject the subject medium profile still not well understand the concept of multiplication and division floating the form of algebra. Keywords: profile of understanding the concept; Understanding the concept of indicators; operation form algebra
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SEGITIGA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Sira, Indriani; Hamid, Abd.; Awuy, Evie
Aksioma Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v8i2.209

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah segitiga siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Palu ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap memahami masalah yaitu: mengidentifikasi informasi-informasi yang diketahui dan ditanyakan. 2) Profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap membuat rencana yaitu: mampu membuat hubungan antara informasi yang ada dengan masalah yang ditanyakan dengan mengaikatkan pengetahuan dan pengalamannya. 3) Profil pemecahan masalah subjek FI pada tahap melaksanakan rencana yaitu subjek dengan gaya kognitif FI dapat menerapkan rencana yang telah dibuat selanjutnya melaksanakan rencana dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya. 4) Profil pemecahan masalah siswa FI pada tahap memeriksa kembali yaitu: subjek memeriksa kembali langkah demi langkah hasil pekerjaan 5) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap memahami masalah yaitu: dengan cara membaca masalah berulang-ulang dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memahami masalah. 6) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap membuat rencana yaitu: subjek kurang tepat dalam membuat rencana penyelesaian. 7) Profil pemecahan masalah subjek FD pada tahap melaksanakan rencana yaitu subjek mengalami kesulitan dalam menerapkan rencana yang telah dibuat sebelumnya sehingga menambahkan beberapa strategi untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. 8) Profil pemecahan masalah siswa FD pada tahap memeriksa kembali yaitu: subjek tidak melakukan pengecekan kembali hasil pekerjaan. Kata Kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Segitiga, Gaya Kognitif. Abstract: This study aims to describe the problem solving problem of triangle students of class VIII SMP Negeri 19 Palu in terms of cognitive style. This type of research is qualitative research. The results showed that the results showed that: 1) the problem solving profile of FI students at the understanding stage of the problem that is: identifying the information known and asked. 2) FI student problem-solving profile at the stage of making a plan that is: able to make the relationship between existing information with the problem that is asked by raising knowledge and experience. 3) Profile of FI subject problem solving at the stage of implementing the plan ie subjects with cognitive style FI can implement the plan that has been made subsequently implement the plan by using the concept that has been studied previously. 4) FI stuzdent problem-solving profile at re-examination stage: subject check back step by step job result 5) FD student problem solving profile at the understanding stage of the problem that is: by reading the problem repeatedly and takes longer time to understand the problem . 6) Profile of FD student problem solving at the stage of making a plan that is: the subject is less precise in making the settlement plan. 7) The problem solving profile of the FD subject at the stage of implementing the plan ie the subject has difficulty in applying the pre-made plan so as to add some strategies to solve the problems encountered. 8) FD student problem-solving profile at the re-examination stage ie: the subject does not re-check the work result. Keywords: Profile, Troubleshooting, Triangle, Cognitive Style
PROFIL KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL TURUNAN SISWA MADRASAH ALIYAH DI KOTA PALU BERDASARKAN GAYA KOGNITIF M., Bakri; Awuy, Evie; Ishariyadi, Ishariyadi; Hadjar, Ibnu
Aksioma Vol. 11 No. 1 (2022): AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v11i1.1958

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh profil kemampuan menyelesaikan soal turunan siswa Madrasah Aliyah di Kota Palu berdasarkan gaya kognitif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian 4 orang siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu yaitu 2 orang siswa bergaya kognitif FI dan 2 orang siswa bergaya kognitif FD yang berkemampuan matematika berbeda. Instrumen yang digunakan adalah Tes GEFT untuk mengumpulkan data gaya kognitif siswa dan Tes untuk data kemampuan menyelesaikan soal materi turunan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Subjek yang bergaya kognitif FI dan FD serta berkemampuan matematika tinggi menyelesaikan soal turunan menggunakan rumus turunan fungsi pangkat berkoefisien a, rumus turunan fungsi konstan, rumus turunan penjumlahan dan pengurangan fungsi. Subjek bergaya kognitif FI dapat menggunakan rumus turunan pembagian fungsi dengan baik dan teliti sementara subjek bergaya kognitif FD juga menggunakan rumus turunan pembagian fungsi tetapi tidak teratur dan lengkap. Subjek bergaya kognitif FI menggunakan titik stasioner dan membuat ilustrasi fungsi naik dan turun dalam bentuk grafik sedangkan subjek FD hanya menyatakan dalam bentuk pertidaksamaan. 2). Subjek yang bergaya kognitif FI dan FD serta berkemampuan matematika rendah menyelesaikan soal turunan menggunakan rumus dengan tidak teratur dan tidak jelas proses penentuan suku-suku yang diturunkan. Kedua subjek menggunakan rumus turunan fungsi pangkat berkoefisien a, rumus turunan fungsi konstan dan rumus turunan penjumlahan dan pengurangan fungsi. Subjek bergaya kognitif FI dapat menggunakan konsep titik stasioner sementara subjek bergaya Kognitif FD tidak dapat menggunakan konsep titik stasioner.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEPTUAL PECAHAN SISWA SMP KELAS VII BERGAYA KOGNITIF FI DAN FD Rizal, Muh; Awuy, Evie; Linawati, Linawati; Alfisyahra, Alfisyahra
Aksioma Vol. 11 No. 1 (2022): AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v11i1.1963

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi pemahaman konseptual pecahan siswa SMP kelas VII bergaya kognitif FI dan FD. Untuk mendapatkan data pemahaman konseptual pecahan siswa bergaya kognitif FI dan FD digunakan tes tertulis dan wawancara tidak terstruktur. Analisis data mengacu pada yang dikembangkan oleh Miles, Huberman dan Saladana (2014), yaitu condensation data, display data dan drawing and verifying conclusion. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa FI dan siswa FD melakukan penjumlahan pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK, kemudian menyelesaikan menggunakan konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Dalam menyamakan penyebut, siswa FI langsung mengalikan penyebut kedua pecahan, sedangkan siswa FD terlebih dahulu mencari faktor dari masing-masing penyebut lalu mengalikan faktor-faktor tersebut.
PROFIL PENALARAN ANALOGI SISWA MTs ALKHAIRAAT SANDANA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PYTHAGORAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Wahyuni, Sri; Awuy, Evie; Pathuddin, Pathuddin; Nurhayadi, Nurhayadi
Aksioma Vol. 11 No. 1 (2022): AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v11i1.1965

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai profil penalaran analogi siswa kelas IX MTs Alkahairaat Sandana yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan masalah pythagoras. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa yang diambil dari 27 siswa kelas IX A MTs Alkhairaat Sandana. Subjek dipilih berdasarkan nilai rapor dan rekomendasi dari guru mata pelajaran. Data diperoleh dari hasil tes tertilis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi yaitu MM dapat menyelesaiakan dengan baik keempat indikator tahapan penalaran analogi, yaitu encoding (Pengkodean), inferring (Penyimpulan), mapping (Pemetaan), dan applying (penerapan). Subjek berkemampuan matematika sedang yaitu MA hanya dapat menyelesaiakn tiga indikator tahapan penalaran analogi, yaitu encoding (Pengkodean), inferring (Penyimpulan), dan mapping (Pemetaan). Pada indikator ke-empat applying (penerapan), subjek tidak mampu meyelesaikan masalah target dari proses pengaplikasian struktur penyelesaian masalah sumber atau subjek tidak dapat menentukan panjang sisi AC pada M2. Subjek MA berkemampuan matematika rendah yaitu RA dalam menyelesaikan masalah pythagoras dari keempat indikator tahapan penalaran analogi, subjek hanya dapat menyelesaiakn dua indikator tahapan penalaran analogi, yaitu encoding (Pengkodean), dan inferring (Penyimpulan). Pada indikator ke-tiga yaitu mapping (Pemetaan), subjek RA tidak mengetahui kesamaan/kemiripan dari masalah sumber dan masalah target, subjek RA hanya dapat menemukan panjang sisi BD dengan cara membagi dua panjang sisi AB. Pada indikator ke-empat applying (penerapan), subjek RA tidak mampu meyelesaikan masalah target dari proses pengaplikasian struktur penyelesaian masalah sumber atau subjek tidak dapat menentukan panjang sisi AC pada M2.