Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Pos Yandu Remaja Wujudkan Generasi Milenial Bebas Stunting di Kelurahan Aur Kuning Kecamatan ABTB Kota Bukittinggi Lili Dariani; Siti Khadijah; Rosa Mesalina
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1260

Abstract

Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia adalah balita pendek (stunting). Minimnya keterlibatan remmaja dalam pencegahan stunting menyebabkan rendahnya efektivitas edukasi gizi di masyarakat. Tujuan PkM adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini serta upaya penanggulangan masalah gizi remaja. Kegiatan dilaksankan pada hari Sabtu, 20 Juli 2024 di PosYandu Remaja Aur Kuning. Program ini menggunakan pendekatan edukasi berbasis kader posyandu remaja melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan langsung. Peserta yaitu 25 orang remaja, 2 orang kader Pembina Posyandu remaja, 1 orang bidan penangguingjawab Poskeskel dan 1 orang penanggungjawab program Posyandu Remaja dan Puskesmas. Setelah program pendampingan ini, tingkat pemahaman kader meningkat dari 45% menjadi 85%, sementara jumlah remaja yang aktif dalam program meningkat dari 10 menjadi 25 orang dalam waktu tiga bulan. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan stunting dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui Layanan Antenatal Care dan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Pemetaan Risiko Prenatal Rahmi, Sania Lailatu; Sefrina, Yosi; Mesalina, Rosa; Dariani, Lili
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3556

Abstract

Prenatal risk factors associated with stunting can be reduced by monitoring prenatal risk factors with appropriate management. The objective of the Community Service Program (PkM) is to increase the knowledge and awareness of pregnant women regarding prenatal risk factors for stunting so that they can receive appropriate counseling and education. The method used was cross-program collaboration with community health centers and direct involvement in examining pregnant women using the 10T standard. The instrument used was a questionnaire containing 15 questions to measure the success of the education. The results achieved were that 80% of pregnant women received 10T antenatal care services, 96.7% of pregnant women had stunting risk factors, with the mapping of risk factors finding 73.3% had low education, 86.7% had incomes below the minimum wage, 63.3% had risky BMI, 66.7% were anemic, and 56.7% had non-standard antenatal visits. The average knowledge score before assistance was 59, increasing to 77 after assistance, a ±30.5% increase. Further efforts are needed to sustain PkM activities in the form of strengthening the role of cadres and health workers in continuous monitoring.
Cegah Stunting Sejak Dini Melalui Inovasi Edukasi Pintar di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Sefrina, Yosi; Dariani, Lili; Rahmi, Sania Lailatu; Mesalina, Rosa
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 1 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i1.11142

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia karena dapat berdampak pada kesehatan anak-anak, perkembangan otak, dan kualitas hidup di masa depan. Pemberian edukasi dan pemantauan tumbuh kembang merupakan salah satu kunci untuk mencegah stunting. Upaya penanggulangan stunting secara komprehensif memerlukan sinergisitas multi faktor termasuk peran serta aktif dari masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan kelompok cegah stunting dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pemberian edukasi pintar dan simulasi pemantauan tumbuh kembang. Lokasi kegiatan PkM nagari Padang Laweh dengan sasaran kegiatan kelompok cegah stunting, kader dan ibu balita sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi melalui pelatihan, sosialisasi dan simulasi pemantauan tumbuh kembang menggunakan aplikasi berbasis web “Lihat Ceria Besti”, melatih keterampilan stimulasi tumbuh kembang berdasarkan hasil pemantauan tumbuh kembang dan pendampingan kelompok cegah stunting. Instrumen untuk menilai keberhasilan berupa kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Hasil kegiatan didapatkan 100% balita dengan pertumbuhan normal, 100% balita dengan perkembangan sesuai, telah dilaksanakannya kegiatan pendampingan anggota kelompok cegah stunting sebanyak 2 kali, rata-rata pengetahuan sebelum pendampingan 54.3 menjadi 92.2 setelah pendampingan, terjadi peningkatan ±69.8%, dan 100% kelompok intervensi sudah dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang berbasis web menggunakan aplikasi ”LIHAT CERIA BESTI”.
Pendampingan Ibu Hamil dengan Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) melalui Kelas Ibu Hamil Sania Lailatu Rahmi; Lili Dariani; Yosi Sefrina; Mesalina, Rosa; Darmayanti Y
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1625

Abstract

Anemia kehamilan dan kekurangan energi kronis (KEK) menjadi permasalahan gizi serius secara nasional dan global. Di Indonesia prevalensi anemia 32% dan KEK 17,3%. Faktor risiko terjadinya anemia dan KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil. Upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil dapat dilakukan melalui edukasi yang intensif melalui program pendampingan dengan memanfaatkan Kelas Ibu Hamil. Tujuan PkM adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK. Metode yang digunakan pre-post test one group design dengan pendekatan pasrtisipatif dengan jumlah sasaran 25 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemeriksaan ibu hamil, skrining status gizi untuk mengetahui status anemia dan KEK, edukasi dan konseling dan pengukuran pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pendampingan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, hemoglobinometer, pengukur lingkar lengan atas, modul dan leaflet. Data diolah dengan analisis univariat pada variabel karakteristik peserta, anemia, KEK serta analisis peningkatan persentase pengetahuan sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil kegiatan didapatkan 20% ibu hamil umur ≥35 tahun, 68% ibu tidak bekerja, 28% dengan tingkat pendidikan rendah, 56% berpenghasilan rendah, 64% multigravida, 80% dengan riwayat abortus, 50% dengan indeks masa tubuh tidak normal, 60% ibu hamil anemia, 68% ibu hamil KEK. Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok sasaran tentang pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK ibu hamil berdasarkan nilai skor pre test dan post test sebesar 57%. Tim PkM merekomendasikan upaya skrining dan edukasi yang berkelanjutan sebagai bentuk kelestarian program melalui penggunaan modul secara luas, pemetaan faktor risiko stunting dan pelatihan kader.
A Quasy Experimental Study: Buku Saku Cegah Anemia Remaja (Care) Efektif Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Anemia Rosa Mesalina; Siti Khadijah; Sania Lailatu Rahmi; Lili Dariani; Yosi Sefrina
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.2639

Abstract

Anemia in adolescent girls remains a public health problem that has a long-term impact on reproductive health and the risk of stunting in the next generation. Low knowledge and attitudes among adolescents towards anemia are important factors that contribute to suboptimal preventive behavior. Education through simple, practical, and easy-to-understand such as pocket books has the potential to be an effective promotive-preventive intervention. This study aims to analyze the effectiveness of using the Cegah Anemia Remaja (CARE) pocketbook in increasing adolescent girls' knowledge and attitudes about anemia. This study used a quasi-experimental two-group pre-post design, with sample consisted of female adolescents pursuing higher education. The intervention used CARE pocketbook, was given to the experimental group, while the control group received random educational media. Knowledge and attitude measurements were conducted before and after the intervention. Data analysis used the Wilcoxon test and Mann–Whitney U. The results showed a significant increase in knowledge and attitudes in the experimental group after intervention. Between groups, the improvement in knowledge and attitudes among adolescent girls in the experimental group was significantly higher than in the control group. The CARE pocketbook proved to be effective in increasing adolescent girls' knowledge and attitudes about anemia. Contextually designed print educational media tailored to the characteristics of adolescents can be a strategic alternative in adolescent anemia prevention programs.
DETERMINASI LITERASI KESEHATAN TERHADAP LOYALITAS KUNJUNGAN POSYANDU PADA IBU BALITA DI KELURAHAN TAROK DIPO KOTA BUKITTINGGI Lili Dariani; Rosa Mesalina; Siti Khadija; Yosi Sefrina; Sania Lailatul Rahm
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30872

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan kunjungan ke Posyandu merupakan elemen krusial dalam pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan. Namun, rendahnya tingkat partisipasi ibu masih menjadi tantangan di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, yang berdampak pada meningkatnya risiko keterlambatan deteksi gangguan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan loyalitas kunjungan ibu balita ke Posyandu di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita dengan sampel 132 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur melalui wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 43,94% responden memiliki literasi kesehatan rendah dan 30,30% responden tidak loyal dalam kunjungan ke Posyandu. Berdasarkan hasil uji bivariat, diperoleh nilai p=0,00 dengan nilai OR=10,15. Temuan ini menjelaskan bahwa ibu dengan literasi kesehatan rendah memiliki risiko 10,15 kali lipat untuk tidak loyal dalam kunjungan ke Posyandu dibandingkan dengan ibu dengan literasi kesehatan tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara literasi kesehatan ibu dengan loyalitas kunjungan ke Posyandu. Puskesmas dan kader Posyandu disarankan untuk mengoptimalkan program edukasi kesehatan melalui metode yang lebih interaktif guna meningkatkan literasi serta partisipasi aktif ibu balita.
Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Remaja Putri: Studi Cross-Sectional Rosa Mesalina; Lili Dariani; Sania Lailatu Rahmi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/9a344b39

Abstract

Anemia defisiensi zat besi pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global dan negara. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 30% remaja putri mengalami anemia dan 41,7% remaja putri anemia di Bukittinggi. Anemia berdampak serius terhadap kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia pada remaja putri dan pola menstruasi mereka. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel adalah remaja putri SMA 1 dan SMA 3 di Bukittinggi berjumlah 316 responden yang diambil secara cluster random sampling. Variabel yang diukur adalah status anemia dan pola menstruasi menggunakan instrumen kuesioner dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 39,2% remaja putri mengalami anemia, 78,8% remaja putri dengan siklus haid normal, 54,3% lama haid tidak normal dan 88,8% banyaknya haid normal. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi (p=0,021, PR 1,462) dan banyaknya menstruasi dengan kejadian anemia remaja putri (p=0,045, PR 1,496). Nilai PR >1  menjelaskan bahwa remaja dengan siklus menstruasi dan banyak menstruasi yang tidak normal lebih berisiko mengalami anemia. Kesimpulannya pola menstruasi merupakan determinan anemia remaja putri.