Claim Missing Document
Check
Articles

INTERVENSI PEKERJA SOSIAL TERHADAP ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Meilanny Budiarti Santoso; Hetty Krisnani; Ifani Hadrasari
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.604 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15679

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa paling berat. Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran, emosi, dan perilaku-pikiran yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak biasa dan tidak sesuai; dan berbagai gangguan aktivitas motorik yang bizarre. Skizofrenia membutuhkan intervensi dari berbagai multidisipliner, salah satunya adalah Pekerja Sosial.Pekerja Sosial bekerja dalam seting generalis, dan bisa memasuki bidang kesehatan jiwa. Intervensi yang dilakukan oleh pekerja sosial akan berbeda dengan profesi lain, meski melalui cara yang sama namun bisa berbeda dalam proses penanganannya. Oleh karena itu, terdapat keterkaitan dengan orang dengan Skizofrenia dengan profesi pekerjaan sosial.
TRANSFORMASI NILAI SOSIAL BUDAYA MENJADI KEUNTUNGAN EKONOMI: REFLEKSI HASIL PERHITUNGAN SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM SIBA BATIK KUJUR Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Hendri Mulyono
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33210

Abstract

Idealnya program corporate social responsibility (CSR) merupakan investasi sosial bagi perusahaan, sehingga di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan melainkan juga menciptakan perubahan dan manfaat bagi stakeholders program. Terhadap program investasi sosial tersebut, perusahaan pun dapat melakukan penghitungan keuntungan yang diperoleh salah satunya dengan menggunakan metode social return on investment (SROI). Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi nilai sosial budaya menjadi keuntungan ekonomi dari program CSR PT. Bukit Asam Tbk. pada Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur sebagai refleksi atas hasil perhitungan rasio SROI yang telah diperoleh. Penelitian ini di desain menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan 15 orang informan dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, studi litelatur, dan sutdi pustaka. Verifikasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan Program SIBA Batik Kujur telah berhasil menumbuhkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan perubahan positif yang dimaknai sebagai dampak dari investasi sosial yang dilakukan. Berbagai dampak tersebut yaitu berupa meningkatnya kohesivitas sosial, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatnya kapasitas masyarakat dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap sejarah leluhur mereka. Program SIBA Batik Kujur telah mendatangkan keuntungan finansial dan keuntungan dalam bentuk nilai sosial, sehingga berbagai bentuk keuntungan tersebut menjadi pendorong terjadinya transformasi bagi stakholders sebagai bentuk manfaat dari program dan bagi perusahaan pun dapat mencapai tujuannya.
PENGUKURAN DAMPAK INVESTASI SOSIAL PELAKSANAAN CSR MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) Meilanny Budiarti Santoso; Rivani .; Slamet Usman Ismanto; Idim Mumajad; Hendri Mulyono
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.539 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i2.18777

Abstract

ABSTRACTCorporate social responsibility is the company's obligation, especially in the extractive sector, which ideally is a form of corporate social investment, so that it can be measured and profitable. This article wants to uncover how companies can find out the impact of social investment, which is by using the Social Return on Investment method. Based on a study assessment the impact of social investment from the Baramulyo Posdaya Development Program, the SROI Ratio was 3.70, meaning that each investment was Rp. 1, - get an impact or benefit worth Rp. 3.70, -. The biggest benefit of Posdaya Baramulyo is on increasing access to PAUD schools, which is 66.5% of the total value of the outcome, then increasing income by 14.09% of the total value of the outcome, increasing the growth of PAUD growth by 12.66% of the total value of the outcome, and the elderly felt fitter and healthier at 5.73% of the total value of the outcome. When viewed from a socio-economic perspective, the Posdaya Baramulyo program can be said to be feasible and successful. ABSTRAKCorporate social responsibility merupakan kewajiban perusahaan khususnya bidang ekstraktif yang secara ideal adalah wujud investasi sosial perusahaan, sehingga dapat terukur dan menguntungkan. Artikel ini ingin mengungkap bagaimana perusahaan dapat mengetahui dampak investasi sosial yang dilakukannya, yaitu dengan menggunakan metode Social Return on Investment. Berdasarkan studi penilaian dampak investasi sosial dari Program Pengembangan Posdaya Baramulyo diperoleh SROI Ratio sebesar 3,70 artinya bahwa setiap investasi Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp. 3,70,-. Manfaat terbesar dari Posdaya Baramulyo adalah pada peningkatan akses sekolah PAUD yaitu sebesar 66,5% dari total nilai outcome, kemudian peningkatan pendapatan sebesar 14,09% dari total nilai outcome, peningkatan tumbuh kembang PAUD sebesar 12,66% dari total nilai outcome, dan para lansia merasa lebih bugar dan sehat sebesar 5,73% dari total nilai outcome. Bila ditinjau dari sisi sosial ekonomi, maka program Posdaya Baramulyo dapat dikatakan layak dan berhasil.
MENGARUSUTAMAKAN HALAL LIFESTYLE: ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN KAPASITAS PERLINDUNGAN SOSIAL DALAM TREND GLOBAL Hadiyanto Abdul Rachim; Meilanny Budiarti Santoso
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i2.33085

Abstract

The development of the halal industry is moving rapidly and is supported by various groups to the global level. The purpose of writing this article is as an effort to mainstream the issue of halal which is no longer seen as having a religious meaning but has become a global lifestyle with the awareness that halal products have provided comfort and tranquillity as a form of protection for consumers. Writing articles using qualitative methods and data collection techniques using literature studies with the help of the Publish and Perish application on Google Scholar data sources without being limited by the year of publication. Data analysis using the VOSviewer application to identify trends in halal lifestyle topics from various references obtained and then described descriptively. The study shows that the halal lifestyle is constructed by market demands that require halal assurance of a product that is safe and brings peace of mind to consumers, so that it becomes an opportunity as well as a challenge, especially for the people of Indonesia. because the halal lifestyle is increasingly mainstreaming in global life. The concept of halal lifestyle requires strengthening regulatory instruments that can provide legal certainty. In the long term, it can be an indication of the creation of social welfare in the community. Perkembangan industri halal bergerak pesat dan didukung berbagai kalangan hingga tataran global. Tujuan penulisan artikel ini sebagai upaya mengarusutamakan issue halal yang tidak lagi dipandang bermakna agamis, melainkan telah menjadi gaya hidup global atas kesadaran bahwa produk-produk halal telah memberikan kenyamanan dan ketenangan sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen. Penulisan artikel menggunkaan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dengan bantuan aplikasi Publish and Perish terhadap data sources google scholar tanpa dibatasi tahun terbit publikasi. Analisa data menggunakan aplikasi VOSviewer untuk mengenali trend topik halal lifestyle pada berbagai referensi yang diperoleh dan kemudian diuraikan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa halal lifestyle dikonstruksi oleh tuntutan pasar yang menghendaki adanya jaminan kehalalan suatu produk yang aman dan membawa ketenangan bagi konsumen, sehingga hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan khususnya bagi bangsa Indonesia seiring semakin mengarus utamanya halal lifestyle dalam kehidupan global. Halal lifestyle juga membutuhkan penguatan berbagai perangkat peraturan kebijakan yang dapat menjamin proses rantai produksi yang dipastikan halal, sehingga dalam rentang waktu panjang dapat menjadi indikasi adanya dan bahkan terpenuhinya capaian kondisi kesejahteraan sosial pada masyarakat.
SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM “SENTRA INDUSTRI BUKIT ASAM” (SIBA) DUSUN BATIK KUJUR TANJUNG ENIM Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Hendri Mulyono
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i1.26069

Abstract

The Corporate Social Responsibility (CSR) activities carried out by companies should ideally be a social investment for them. The activities should not necessarily be aimed to meet their responsibilities since it would only bring a short-term good reputation and even potentially be a threat for them in the future. Indeed, as a social investment, the Corporate Social Responsibility (CSR) activities that are run for a long time will provide them with a business ‘change’ or ‘return’ in the form of profit for the company. The method used to measure the social impact of the CSR activities was Social Return on Investment (SROI) which not only could calculate the value of profits in the form of money, but included a broader concept covering social, economic and environmental values. The results of this study reveal that Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur Program that was initiated based on culture (history) has produced economic and business values for service users in the society. This resulted in a social investment impact value in the form of SROI Ratio of 5.39, which means that for every investment made by PTBA with Rp. 1,- they will get impact or benefit worth Rp. 5.39,-. Therefore, it can be seen from the social and economic values that the Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur Program is feasible and successful. Kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan idealnya dilaksanakan sebagai sebuah investasi sosial, bukan sekedar kegiatan yang bersifat sementara untuk menunjukkan tanggung jawab saja, karena hal demikian hanya akan mendatangkan citra baik sesaat dan akan menjadi ancaman bagi perusahaan di kemudian hari. Sebagai sebuah investasi sosial, pelaksanaan kegiatan CSR dalam jangka panjang akan mendatangkan “kembalian” (return) bisnis berupa profit bagi perusahaan. Metode yang digunakan untuk mengukur dampak sosial dari kegitan CSR adalah dengan menggunakan social return on investment (SROI) yang tidak hanya menghitung nilai keuntungan berupa uang saja, melainkan mencakup konsep yang lebih luas yaitu meliputi nilai sosial, ekonomi dan juga lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur yang diinisiasi dengan berbasis pada budaya (sejarah) telah menghasilkan nilai ekonomi dan bisnis bagi masyarakat penerima program, yaitu menghasilkan nilai dampak investasi sosial berupa SROI Rasio sebesar 5,39 artinya bahwa setiap investasi yang dilakukan oleh PTBA sebesar Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp. 5,39,-. Bila ditinjau dari sisi sosial dan ekonomi, maka program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur dapat dikatakan layak dan berhasil.
Pelaksanaan Assertiveness Training Pada Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di LPKA Bandung Mutiara Ayu Lestari; Meilanny Budiarti Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v2i2.23655

Abstract

Jumlah Kasus Anak berhadapan dengan Hukum (ABH) setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada Tahun 2018, tercatat ada sebanyak 1434 kasus pengaduan Anak Berhadapan dengan Hukum yang diterima oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terdapat berbagai faktor yang berkontribusi sebagai penyebab terjadinya kasus Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH). Faktor yang paling mendominasi peningkatan anak berhadapan dengan hukum adalah pengaruh dari teman dan pergaulan. Teknik Assertiveness Training diterapkan sebagai upaya pencegahan peningkatan kasus Anak Berhadapan dengan Hukum melalui pemberian pemahaman kepada para anak didik (ANDIK) di LPKA Bandung mengenai penerapan perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para ANDIK dapat memahami dampak dari 3 sikap dalam assertiveness training yaitu aggressive, non assertive dan assertive. Hal ini dilakukan karena sangat penting bagi seorang individu untuk menerapkan perilaku asertif dalam aktivitas sehari-hari terutama ketika seorang individu berada di dalam lingkungan masyarakat. Assertiveness Training dilakukan sebagai salah satu rangkaian praktikum Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran dan juga bentuk pengabdian mahasiswa kepada para generasi penerus bangsa. Teknik Assertiveness Training dilakukan melalui metode Social Group Work bersama para ANDIK LPKA Bandung. The cases of children dealing with the law (ABH) continues to increase every year. In 2018, there were 1434 cases of Children dealing with the Law that were received by the Indonesian Child Protection Commission (KPAI). Various factors contributed as a cause of Children dealing with the Law (ABH), the most dominant factor that increased the case of children dealing with the law is the influence of friends and relationships. Assertiveness Training Technique is applied as an effort to prevent the increase of cases of Children dealing with the Law through providing understanding in LPKA Bandung regarding the application of assertive behavior in their daily lives. The purpose of this activity is that the Children can understand the impacts of 3 attitudes in assertiveness training, namely aggressive, non-assertive and assertive. This is done because an individual needs to implement assertive behavior in daily activities, especially when an individual is in a community. The Assertiveness Training is conducted as a series of social welfare programs by Padjadjaran University Social Welfare Students and also a form of devotion to the next generation of the nation. The Assertiveness Training technique is carried out through the Social Group Work method alongside the ANDIK LPKA Bandung.
ADOPSI DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Yolanda Triana Siregar; Meilanny Budiarti Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v1i3.22676

Abstract

ABSTRAK Adopsi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pasangan suami istri untuk dapat memiliki kehadiran sosok anak di keluarga mereka. Di Indonesia, proses pengajuan dan prosedur adopsi telah jelas diatur dalam beberapa undang-undang dan ketetapan pemerintah yang berlaku. Namun dalam pelaksanaannya, masih ada berbagai permasalahan adopsi yang terjadi di Indonesia, antara lain kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan adanya prosedur pelaksanaan adopsi yang sah secara hukum, tidak adanya data valid mengenai jumlah adopsi di Indonesia, dan masih terjadinya sengketa antara orang tua angkat dan orang tua kandung akibat prosedur adopsi yang dilakukan secara private adoption. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil dari kajian yang dilakukan adalah diperlukannya upaya peningkatan informasi mengenai adopsi kepada masyarakat melalui kemudahan aksesibilitas layanan adopsi di tiap otoritas lokal. Hal ini dapat dicapai melalui integrasi yang baik antara pemerintah, lembaga sosial anak, pengadilan, dan pekerja sosial. Selain itu, pelayanan adopsi yang diberikan harus dipastikan sampai pada tahap pengawasan, pendampingan, dan penguatan terhadap pengasuhan calon orang tua angkat untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dan kesejahteraan anak di masa mendatang. Kata Kunci: adopsi anak, pekerjaan sosial  ABSTRACT Adoption is one of the efforts made by married couples to be able to have the presence of a child in their family. In Indonesia, the adoption procedures are clearly regulated in several laws and government regulations. But in its implementation, there are still various problems of adoption that occur, including a lack of knowledge in community regarding the legal adoption procedures, the absence of valid data of number adoptions in Indonesia, and the ongoing dispute between foster parents and biological parents due to adoption procedures carried out in private adoption. The method used in writing this article is a literature study method. The results of the study are the need for efforts to increase information on adoption to the community through the ease of accessibility of adoption services in each local authority. This can be achieved through good integration between the government, children's social institutions, courts, and social workers. In addition, the adoption services provided must be ensured to reach the stage of supervision, assistance, and strengthening of the care of prospective adoptive parents to ensure the fulfillment of the needs and welfare of children in the future. Keywords: child adoption, social work
UPAYA MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF DAN KEBERSAMAAN PADA ABH LPKA BANDUNG MELALUI RECREATION SKILL GROUP Theresia Vania Radhitya Widiandari; Meilanny Budiarti Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v2i1.23536

Abstract

Kegiatan bermain di usia anak dan remaja tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di usia tersebut bagi mereka bermain adalah kegiatan yang membuat mereka bahagia dan sangat menyenangkan. Namun bermain bukan hanya untuk kesenangan semata melainkan juga bermanfaat bagi tumbuh dan kembang anak. Di masa inilah melalui permainan anak dapat meningkatkan kognisi serta belajar untuk bersosialisasi membangun kerjasama dengan orang lain.Setiap anak seharusnya memiliki waktu yang cukup banyak untuk bermain namun berbeda dengan apa yang dialami oleh ABH LPKA Bandung. Dikarenakan mereka sedang berhadapan dengan hukum maka waktu bermain mereka tidak sebanyak anak dan remaja lainnya. Mereka juga hanya bersosialisasi dengan lingkungan LPKA. Hal ini memungkinkan membuat mereka merasa sedih dan membuat perkembangan kognitif mereka terhambat sehingga akan membuat fungsi kognitif yang tidak sesuai. Dengan begitu maka terbentuklah kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tim kami akan membantu memberikan permainan yang menyenangkan bagi mereka melalui Recreation Skill Group dimana kegiatan ini akan membantu ABH dalam meningkatkan fungsi kognitif dan menggantikan rasa bosan mereka menjadi keceriaan. Kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap, yaitu : (1) Pengajuan izin dan pemberitahuan informasi mengenai LPKA; (2) Mempersiapkan permainan dan alat yang digunakan; (3) Pelaksanaan kegiatan yang melakukan tiga permainan. Play activities at the age of children and adolescents can not be separated from everyday life. At this age playing is an activity that makes them happy. But playing is not just for fun but also beneficial for the growth and development of children. At this time, children's play can improve their cognition and learn to socialize in order to build cooperation with others.Every child should have enough time to play but it is different from what is experienced by ABH LPKA Bandung. Because they are dealing with the law their play time is not as much as other children and teenagers. They also only socialize within the LPKA environment. This instills in them great sadness and their cognitive functions are not well developed. This was why these community service activities were formed. Our team will help provide fun games for them through the Recreation Skill Group where this activity will help ABH improve cognitive function and replace their boredom into joy. This activity is carried out through 3 stages, namely: (1) Submission of permits and notification of information regarding LPKA; (2) Preparing the game and the tools that will be used; (3) Implementation of activities.
PEMANFAATAN GOOGLE FORM SEBAGAI SISTEM INFORMASI UNTUK FORM VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL meilanny budiarti santoso; dessy hasanah siti asiah; agus wahyudi riana; mahda diva dwinata
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.839 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16021

Abstract

Rumah Cemara merupakan sebuah organisasi komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan konsumen narkoba di Indonesia. Rumah Cemara didirikan bertujuan untuk membentuk Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta dilindungi sesuai konstitusi. Ada pun konsep information system yang terdapat pada salah satu POHFI. Divisi yang berperan sebagai information system di Rumah Cemara yaitu divisi media dan data. Rumah Cemara telah memiliki sejumlah media sosial dalam sistem informasinya. Penyebaran berita yang begitu luas dapat di akses oleh siapapun membuat banyaknya mahasiswa dalam Negeri maupun luar Negeri yang ingin melakukan penelitian, praktikum, magang maupun volunteer di Rumah Cemara, maka dengan itu praktikan menganalisis melalui SWOT kekuatan (strength), kekurangan (weakness), kesempatan (opportunity), dan tantangan (threath) pada divisi media dan data praktikan menghasilkan intervensi pembuatan google form volunteer Rumah Cemara dengan pemanfaatan google form.
Pelatihan Ibu Pembelajar : Upaya Peningkatan Kapasitas Ibu Dalam Mengasuh Anak Di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.655 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18621

Abstract

ABSTRAK Di tengah banyaknya tantangan untuk dapat membesarkan anak dengan baik dan sesuai dengan harapan orang tua, para orang tua pun dihadapkan pada kenyataan maraknya berbagai permasalahan yang menimpa anak-anak. Ibu sebagai orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak terutama pada saat anak berusia masih kecil dan sebagai sosok yang memegang peranan sebagai pengasuh dan pendidik di dalam keluarga menjadikan ibu memegang peranan penting dalam keluarga. Dalam situasi demikian, seorang ibu dituntut memiliki pengetahuan mengenai tahapan perkembangan anak. Faktor penting lainnya dalam pengasuhan adalah parenting self-efficacy yang dimaknai sebagai perkiraan orang tua terhadap kompetensi yang dimilikinya dalam perannya sebagai orang tua, atau persepsi orang tua terhadap kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak secara positif.Berdasarkan situasi tersebut, maka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas ibu menjadi seorang pembelajar dipandang sangat perlu untuk dilakukan, agar para ibu memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terus berkembang dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. ABSTRACTIn the midst of the many challenges to be able to raise children well and in accordance with the expectations of parents,the parents were faced with the fact of the rampant various problems that befell children. Mothers as parents who spend more time with children, especially when the child was a child and as a figure who plays the role of caregivers and educators in the family to make mothers play an important role in the family. In such a situation, a mother is required to have knowledge of the stages of child development. Another important factor in parenting is the parenting self-efficacy that is interpreted as an estimate of the parents of the competence it has in its role as a parent, or parental perceptions of its ability to influence the behavior and development of children positively.Based on the situation, the training activities to improve the capacity of mothers to be a learner is very necessary to be done, so that mothers have the knowledge, attitudes and skills that continue to grow in nurturing and educating their children.
Co-Authors Abie Besman Agus Wahyudi Riana Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai Alma Amarthatia Azzahra Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Arsy Adziem Wal Hamdir Bimby Gita Rama Putri Budhi Wibhawa budhi wubhawa Budi Muhammad Taftazani Chenia Ilma Kirana Cita Insaniah Muhammad Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi Elprida Ryanny Syalis Farrelia Azzahra Fikri Anarta franzeska venty Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto Abdul Rachim Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herni Wulandari HERY WIBOWO Hetty krisnani Idim Mumajad Ifani Hadrasari Ishartono ishartono Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra mahda diva dwinata Maulana Irfan Maya Lutviana Aulia Mia Uswatun Hasanah moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch. Zainuddin Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Muhammad Fedryansyah Mutiara Ayu Lestari Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Naomi Shinta Pasila nunung nurwati Nurliana Cipta Apsari Pipit Ratnawati Rachim, Hadiyanto Abdul Ragil Abimayu Ridwan Mawala Kurnia Rini Rizkiawati Rivani Rivani Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi salsabila wahyu hadianti Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Silva Amanda Durratul Hikmah Silvia Dwi Astuti Mailani Slamet Usman Ismanto Sri Sulastri Suci Rahmadhani Theresia Vania Radhitya Widiandari Vini Oktaviani Yessi Rachmasari Yolanda Triana Siregar Yustika Tri Dewi