Claim Missing Document
Check
Articles

EMPOWERING THE SMART MOTHERS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGELOLA SAMPAH Annisa N. Fadhlillah; Meilanny Budiarti Santoso; Moch. Zainuddin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.27120

Abstract

Rumah tangga merupakan pemasok sampah terbesar di TPA. Untuk mencegah krisis lingkungan yang berkepanjangan, salah satu upaya yang memungkinkan untuk dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan penguatan pada ibu-ibu rumah tangga sebagai agen perubahan untuk melakukan pengolahan sampah rumah tangga dan penerapkan gaya hidup zero waste dalam rumah tangga. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi bahwa penanggulangan masalah sampah dapat dilakukan dengan melakukan hal kecil melalui ibu-ibu rumah tangga, sebagai komponen terkecil dalam masyarakat dan sebagai sumber timbulan sampah. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui intervensi praktik pekerjaan sosial komunitas. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok PKK RW 06 Kampung Bojongreungas, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kelompok PKK diambil sebagai representatif populasi ibu-ibu rumah tangga di RW 06 Kampung Bojongreungas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu rumah tangga harus mampu memiliki wawasan dalam memilah sampah dengan baik, mengelompokkan sampah sesuai jenisnya. Penerapan zero waste dalam gaya hidup rumah tangga pun sangat penting untuk dilakukan, selain memilah sampah juga melalui pembusukkan dan penggunaan barang-barang yang dapat digunakan berkali-kali tanpa batas waktu tertentu.
PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DALAM MANAJEMEN LEMBAGA PELAYANAN SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Hetty Krisnani; Yustika Tri Dewi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.54 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20222

Abstract

Lembaga pelayanan sosial merupakan suatu wadah yang dibentuk dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelyanan sosial dan mengatasi masalah-masalah sosial yang ada. Salah satu faktor yang sangat menentukan bagi tercapainya tujuan dari suatu lembaga pelayanan sosial adalah aspek manajemen dari lembaga sosial, yaitu aspek perencanaan. Sebuah lembaga pelayanan sosial harus memiliki strategi-strategi yang berpedoman dalam tujuan lembaganya. Manajemen strategi adalah proses pengarahan usaha perencanaan stratgi dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik, sehingga menjamin kesuksesan dalam jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan studi literatur manajemen pelayanan sosial. Berdasarakan studi litaratur yang telah dilakukan, lembaga belum sepenuhnya membuat rencana strategi dengan perumusan yang telah ditetapkan. Untuk itu, diharapkan lembaga pelayanan sosial lebih memperhatikan aspek-aspek manajemen terutama aspek perencanaan yang bersifat penting karena dapat membimbing langkah nyata lembaga untuk kedepannya.
FAKTOR PENDORONG IBU BEKERJA SEBAGAI K3L UNPAD Julian Rizky; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.795 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18367

Abstract

AbstrakSudah sepatutnya seorang ibu mengurusi berbagai hal yang berhubungan dengan urusan rumah tangga. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak tugas serta peran seorang ibu. Dewasa ini peran ibu bertambah intensitasnya sehingga peran dan tugas ibu menjadi semakin kompleks. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya ibu yang sekarang ikut terjun ke dalam dunia kerja. Ibu bekerja identik dengan asumsi bahwa keluarga mengalami kekurangan. Belum lagi banyak problematika yang timbul akibat ibu bekerja. namun tidak sedikit juga ibu bekerja sebagai bentuk pengaplikasian atas ilmunya. Selalu adanya keterlibatan dan keterhubungan setiap aspek kehidupan dalam fenomena ibu bekerja. Terkait hal tersebut terdapat berbagai faktor yang mendorong mengapa akhirnya ibu bekerja, mulai dari faktor internal sampai eksternal. Faktor ini menciptakan berbagai dilema dan akhirnya menentukan apa dampak yang akan tercipta ketika ibu bekerja. Artikel ini bertujuan untuk menentukan faktor apa saja yang mendorong ibu bekerja. Hal tersebut menjadi sebuah dasar terhadap dinamika apa saja yang tercipta akibat ibu bekerja dan apa pengaruhnya terhadap kehidupan ibu maupun keluarga. AbstractIt is a mothers job to do many things that are connected to the household. This is one of the many things a mother does. In this century the intensity in a mothers role and the duties of a mother makes her role more complex. This doesn’t change the fact that lots of mothers are also working. Mothers that work are identical with the assumption that a family has many flaws. There are also lots of problematics that show up when a mother works. But there are lots of mothers that work as an application for their knowledge. There is always an involvement and connections on every aspect in the phenomenal life of a working mother. On that note there are also lots of factors that make mothers work, starting from internal to external factors. These factors create lots of dilemmas and finally decided what side effects will be created when mothers work. This article is to decide on what factors that push mothers to work. Those things became the basr to whatever dinamic that will be created from a working mother and what is the side effects to the mother and the family.
BUNUH DIRI DAN DEPRESI DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah; Chenia Ilma Kirana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.555 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18617

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas tentang bagaimana bunuh diri bisa disebabkan oleh depresi. Meningkatnya jumlah bunuh diriterutama bagi usia lanjut menyababkan tingkat kematian di suatu negara juga semakin tinggi. Salah satu penyebab bunuh diri yang paling dominan adalah karena depresi. Biasanya, mereka yang bunuh diri akan melalui tiga tahap depresi, yaitu minor depression, moderate depression, major depression, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Depresi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti trauma masa kecil, kekerasan, kehilangan orang yang disayang, atau dalam artikel yang dibahas adalah mengenai seseorang yang depresi akibat tidak mendapat pekerjaan dalam jangka waktu yang lama.Pekerja sosial yang bekerja dengan pasien depresi adalah para pekerja sosial medis, yakni pekerja sosial yang bekerja dalam  bidang  kesehatan.  Pekerja  sosial  medis dalam hal ini  bisa  berperan  sebagai  motivator,  enabler,  dan  juga fasilitator. Pekerja sosial juga bisa membantu klien berdamai dengan masa lalu dan membuatnya memutuskan pilihan untuk masa depannya. ABSTRACTThis article contains about how suicide can caused by depression. The increasing number of suicide especially forelderly cause the increasing number of death in a country.  One of the causes the most of suicide is depression. Regularly, they who suicide have through a three step from depression; minor depression, moderate depression, major depression, and the last is when they decide to end their life with suicide. Depression can caused by many things like trauma, having a violence experience, lose someone they love, or in the case which discussed in this article is about someone who hasnt got any job for long time.A social work that fit into depression is a medical social work who are focused in medical field. A medical social work can be an enabler, fasilitator, motivator, and also can help client to embrace their past and make them decide what they want to their future.
Perilaku Anak Peserta Program Jatinangor Mengaji Silvia Dwi Astuti Mailani; Dede Rahmaida Nurlaeli; Elprida Ryanny Syalis; Bimby Gita Rama Putri; Hery Wibowo; Meilanny Budiarti Santoso; Hetty Krisnani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25668

Abstract

Jatinangor Mengaji merupakan suatu aktivitas proses belajar mengajar yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa DKM Fisip UNPAD kepada anak-anak yang berada di Masjid Assyukur Rahman, Jalan Sayang, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor. Dalam era teknologi atau revolusi industri 4.0, proses pemakaian sistem digital sudah nampak terjadi dan intensitasnya semakin meningkat, khususnya pada generasi muda. Kemudahan akses pada dunia gawai dan internet menjadi salah satu faktor perubahan perilaku belajar pada anak. Dalam proses belajar untuk menumbuhkembangkan sistem motivasi atau motif belajar pada anak di Jatinangor Mengaji dengan diberlakukannya penerapan perspektif behavioristik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan teori behavioristik dalam meningkatkan motivasi belajar pada anak di Jatinangor Mengaji dalam era digitalisasi. Perilaku anak dalam kegiatan belajar mengaji ini yang menjadi titik fokus dalam tulisan ini. 
KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Meilanny Budiarti Santoso; Hadiyanto A. Rachim; Dinda Azzahra Syauqina
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.746 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18371

Abstract

ABSTRAKKerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi diantara dua orang atau lebih, ataupun yang terjadi di dalam sebuah kelompok. Karyawan Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) di lingkungan Universitas Padjadjaran adalah salah satu kelompok kerja yang dibentuk dan ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan pembagian tugas pada masing-masing zona kerja. Komunikasi merupakan proses pemindahan informasi atau pesan dan pemahaman dari seseorang kepada orang yang lainnya dan melalui komunikasi kelompok proses kerjasama diantara anggota kelompok dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi di dalam kelompok kerja K3L mendorong terjadinya kerjasama diantara sesama karyawan K3L, sehingga hal tersebut mendukung proses penyelesaian tugas pekerjaan yang dilakukan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam kelompok adalah karena adanya faktor personal yang dimaknai sebagai peran dari anggota kelompok dalam sebuah kelompok dan sangat besar pengaruhnya dalam ikut andil untuk memberi sebuah masukan dalam memecahkan sebuah masalah. ABSTRACTCooperation is one form of social interaction that occurs between two or more people, or what happens in a group. Beauty Cleanliness and Environmental Comfort (K3L) within the University of Padjadjaran are one of the working groups that are formed and placed in certain locations in accordance with the division of tasks in each work zone. Communication is the process of transferring information or messages and understanding from someone to others and through group communication the process of collaboration between group members can be realized. This study uses descriptive analytical methods with a qualitative approach. The results showed that the communication that occurred in the K3L working group encouraged collaboration among fellow K3L employees, so that it supported the process of completing the work assignments performed. Factors that influence the effectiveness of communication in groups are because of the personal factors that are interpreted as the role of group members in a group and the enormous influence in participating in giving an input in solving a problem.
PENGUATAN KARAKTER PADA REMAJA BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) Mutiara Ayu Lestari; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.23026

Abstract

Setiap individu pasti melewati masa remaja sebagai salah satu periode perkembangan menuju masa dewasa. Masa remaja disebut sebagai masa usia bermasalah. Tidak jarang seorang remaja terjebak dalam permasalahan yang menyebabkan mereka melakukan tindak pidana sehingga harus menjalani proses pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai bentuk masa penahanan. Salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah tidak diberikannya pemahaman tentang perilaku asertif pada diri remaja. Asertif sendiri dapat diartikan sebagai ekspresi dari perasaan dan belajar untuk bertindak atas dasar perasaan, keinginan dan kebutuhan namun tetap menghormati hak-hak orang lain. Penguatan karakter dapat menjadi solusi untuk mengurangi tindak kenakalan pada diri remaja. Teknik Assertiveness Training menjadi metode intervensi yang dipilih sebagai upaya penguatan karakter dalam usaha pembinaan kepada anak didik LPKA yang sulit untuk mengekspresikan perasaannya seperti sulit mengatakan “tidak” kepada orang lain. Penggunaan model intervensi ini dirasa tepat dengan harapan ketika proses intervensi selesai maka para anak didik dapat menentukan tindakan yang tepat dan mampu mengekspresikan diri namun tetap menghargai perasaan dan hak orang lain.
TANTANGAN PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL SEIRING PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL DI TENGAH MASYARAKAT MODERN Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah; Moch Zainuddin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.618 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20221

Abstract

Seiring perkembangan teknologi dan media sosial sebagai wadah berinteraksi manusia, maka permasalahan yang dihadapi pun ikut bergeser dari permasalahan yang bersifat konkrit menjadi permasalahan yang disebabkan oleh interaksi non fisik (dunia maya yang bersifat abstrak) melalui media-media berteknologi canggih. Interaksi dan sosialisasi secara langsung dewasa ini sudah menjadi hal yang usang karena kecanggihan teknologi telah ikut merubah pola interaksi secara langsung menjadi pola interaksi secara virtual. Pekerjaan sosial sebagai sebuah profesi yang bertujuan untuk memberikan pertolongan pada kehidupan manusia tentunya harus dapat mengambil peran penting didalamnya dan hal tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi praktik profesi pekerjaan sosial di era digital dewasa ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dan dokumen yang terkait dengan topik pekerjaan sosial dan perubahan interaksi sosial pada masyarakat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di tengah perubahan sosial dewasa ini harus melibatkan berbagai pihak di dalamnya. Bukan hanya keluarga yang harus berperan, sekolah sebagai institusi terdekat dengan pendidikan anak, masyarakat dan pemerintah pun harus ikut berperan.
PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI TEMAN SEBANGKU DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DAN LITERASI PENDIDIKAN BAGI ANGKATAN BELAJAR DESA CISEMPUR , KABUPATEN SUMEDANG Meilanny Budiarti Santoso; Abie Besman; Mia Uswatun Hasanah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18620

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat merupakan masyarakatyang memiliki rataan tingkat pendidikan yang masih rendah, berdasarkan data dari BPS Kabupaten Sumedang tahun2014,  angkatan  kerja  didominasi  oleh  lulusan  SMP  dan  SMA.  Hal  ini  mengakibatkan  tingkat  keinginan  untuk meneruskan sekolah tidak begitu tinggi. Berdasar hal tersebut, maka pemberdayaan masyarakat melalui literasi pendidikan  menjadi  salah  satu  opsi  untuk  kesadaran  warga  akan  pendidikan.  Salah  satu  caranya  adalah  dengan mendorong sebuah organisasi lokal bernama Teman Sebangku untuk menjadi pionir penggerak literasi pendidikan. Namun organisasi Teman Sebangku juga membutuhkan sebuah pemicu untuk melakukan kegiatan dengan lebih baik dan lebih terkordinasi. Kebutuhan warga adalah peningkatan kesadaran dan literasi pendidikan bagi angkatan belajar secara berkala dan berkelanjutan sebagai wujud pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya kesadaran warga dan siswa akan pentingnya melanjutkan pendidikan. Target luaran dalam jangka panjangnya adalah perbaikan kualitas pendidikan masyarakat dan berkurangnya angka kemiskinan. ABSTRACTCisempur Village Community, Jatinangor Subdistrict, Sumedang Regency, West Java Province is a society with a lowlevel of education, based on data from BPS Sumedang in 2014, the generation of worker is dominated by junior and senior high school graduates. Based on this, community empowerment through educational literacy becomes one of the options for citizens' awareness of education. One of the solution for this problem is developing a local organization named Teman Sebangku. This Community is very potential to be a pioneer for   educational literacy, But Teman Sebangku organization also needs a trigger for better and more coordinated activities. From this analysis, education awareness and literacy is one of the important introduce an education for children. The expected outcomes of this work is the awareness of citizens and students of the importance of continuing education. The long-term outcome target is improving the quality of community education and reducing poverty.
MEMBANGUN KESADARAN DAN LITERASI PENDIDIKAN BAGI ANGKATAN BELAJAR DESA CISEMPUR KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Meilanny Budiarti Santoso; Abie Besman; Mia Uswatun Hasanah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.859 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20189

Abstract

Masyarakat Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat merupakan masyarakat yang memiliki rataan tingkat pendidikan yang masih rendah, berdasarkan data dari BPS Kabupaten Sumedang tahun 2014, angkatan kerja didominasi oleh lulusan SMP dan SMA. Hal ini mengakibatkan tingkat keinginan untuk meneruskan sekolah tidak begitu tinggi. Berdasar hal tersebut, maka pemberdayaan masyarakat melalui literasi pendidikan menjadi salah satu opsi untuk kesadaran warga akan pendidikan. Dari analisis ini, kebutuhan warga adalah peningkatan kesadaran dan literasi pendidikan bagi angkatan belajar secara berkala dan berkelanjutan sebagai wujud pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya kesadaran warga dan siswa akan pentingnya melanjutkan pendidikan. Target luaran jangka panjangnya adalah perbaikan kualitas pendidikan masyarakat dan berkurangnya angka kemiskinan.
Co-Authors Abie Besman Agus Wahyudi Riana Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai Alma Amarthatia Azzahra Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Arsy Adziem Wal Hamdir Bimby Gita Rama Putri Budhi Wibhawa budhi wubhawa Budi Muhammad Taftazani Chenia Ilma Kirana Cita Insaniah Muhammad Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi Elprida Ryanny Syalis Farrelia Azzahra Fikri Anarta franzeska venty Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto Abdul Rachim Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herni Wulandari HERY WIBOWO Hetty krisnani Idim Mumajad Ifani Hadrasari Ishartono ishartono Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra mahda diva dwinata Maulana Irfan Maya Lutviana Aulia Mia Uswatun Hasanah moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch. Zainuddin Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Muhammad Fedryansyah Mutiara Ayu Lestari Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Naomi Shinta Pasila nunung nurwati Nurliana Cipta Apsari Pipit Ratnawati Rachim, Hadiyanto Abdul Ragil Abimayu Ridwan Mawala Kurnia Rini Rizkiawati Rivani Rivani Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi salsabila wahyu hadianti Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Silva Amanda Durratul Hikmah Silvia Dwi Astuti Mailani Slamet Usman Ismanto Sri Sulastri Suci Rahmadhani Theresia Vania Radhitya Widiandari Vini Oktaviani Yessi Rachmasari Yolanda Triana Siregar Yustika Tri Dewi