Claim Missing Document
Check
Articles

FENOMENA “NGELEM” OLEH ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR AZHARY ADHYN ACHMAD; NANDANG MULYANA; MUHAMMAD FEDRYANSYAH
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14395

Abstract

Perkembangan suatu wilayah akan selalu diikuti dengan berbagai masalah. Hal ini terjadi karena perkembangan wilayah akan diikuti dengan adanya perubahan social dalam masyarakat. Tidak semua perubahan social yang terjadi sesuai dengan yang direncanakan. Akibatnya muncul dampak perubahan social yang merupakan masalah social. Masalah social yang paling sering terlihat di kota besaar adalah kehadiran anak jalanan. Kehadiran anak jalanan ini sebagai dampak dari perubahan social yang terjadi.Kehadiran anak jalanan akan diikuti dengan adanya masalah social lainnya yaitu perilaku bebas dari anak jalanan tersebut. Saah satu perilaku bebas tersebut adalah perilaku “ngelem” yang dilakukan oleh anak jalanan. Perilaku “ngelem” ini mempunyai dampak yang tidak baik bagi anak jalanan. Dampaknya tidak hanya bersifat fisik saja tetapi juga bersifat psikologis dan social.Untuk mengatasi permasalahan perilaku “ngelem yang dilakukan oleh anak jalan tidak hanya dilakukan intervensi yang bersifat represif saja. Diperlukan juga intervensi yang bersifat preventif. Selain itu intervensi tidak hanya dilakukan pada masalah yang terjadi saat ini juga dilakukan pada factor penyebab dan ddampak dari masalah tersebut.
PEMASARAN SECARA ONLINE BAGI PELAKU USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) RW 05 DESA CINUNUK Eva Nuriyah Hidayat; Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29051

Abstract

ABSTRAKDalam masa pandemi covid 19 yang dihadapi saat ini, usaha mikro dihadapkan pada tantangan agar dapat bertahan keberadaannya dan dapat menyesuaikan dengan tuntutan dari konsumen. Sistem jual beli yang dilakukan mengalami perubahan yang asalnya secara kontak langsung menjadi sistem online. Di RW 5 Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung ini mempunyai potensi berbagai usaha diantaranya kuliner dan berbagai produk kerajinan masyarakat. Tujuan KKN Integratif Virtual ini adalah memberikan pemahaman, bimbingan dan penyuluhan serta pendampingan kepada masyarakat agar dapat mengembangkan usahanya secara online. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi pendampingan melakui grup whatsapps dengan masyarakat dan pelatihan secara virtual kepada warga masyarakat yang mempunyai usaha mikro agar dapat mengembangkan usahanya serta langsung bisa menerapkan pemasaran online ini dalam berbagai jenis usaha mikro serta pembuatan flyer untuk membantu masyarakat memasarkan produknya secara online.Kata kunci: Pemasaran online, pendampingan, pelatihan. ABSTRACTIn the current Covid 19 pandemic, micro businesses are faced with challenges in order to survive and be able to adapt to the demands of consumers. The buying and selling system has undergone a change from direct contact to an online system. In RW 5, Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency, it has the potential for various businesses including culinary and various community handicraft products. The purpose of this Virtual Integrative KKN is to provide understanding, guidance and counseling as well as assistance to the community so that they can develop their business online. The activities carried out include mentoring through whatsapps groups with the community and virtual training for community members who have micro businesses so that they can develop their business and can directly implement this online marketing in various types of micro businesses as well as making flyers to help people market their products online. Keywords: online marketing, mentoring, training.
Pelatihan Peningkatan Gizi Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Masalah Stunting dengan Pemanfaatan Pekarangan Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah; Maulana Irfan; Wandi Adiansah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.412 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20170

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan warga untuk melakukan sebuah kegiatan yang dapat menjadi wadah untuk berkegiatan bersama dan saling berinteraksi. Selain itu, warga di Desa Cinunuk tergolong masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki berbagai kerentanan. Salah satu kerentanan tersebut yaitu kerentanan pangan. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan PPM ini dilaksanakan dalam bentuk Penguatan Kelembagaan Karang Taruna dan PKK Melalui Pelatihan Peningkatan Gizi Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Masalah Stunting dengan Pemanfaatan Pekarangan di Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan PPM ini yaitu diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader Karang Taruna dan PKK dalam peningkatan gizi keluarga dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat keluarga. Kedua, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kegiatan bersama yang dapat dilakukan oleh warga. Ketiga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu media interaksi positif bagi warga. Tahap pelaksanaan dari kegiatan ini yaitu tahap persiapan kegiatan PPM, pemetaan wilayah pelaksanaan pelatihan (assessment), serta monitoring dan evaluasi.Kata Kunci: interaksi sosial; stunting; masyarakat berpenghasilan rendah; penguatan kelembagaan. AbstractThe Community Service activities are motivated by the need for residents to carry out an activity that can be a place for joint activities and interaction with each other. In addition, residents in Cinunuk Village are classified as low-income people who have various vulnerabilities. One such vulnerability is food vulnerability. Based on this, the PPM activity was carried out in the form of Strengthening Youth and PKK Institutions through Family Nutrition Improvement Training as an Effort to Overcome the Stunting Problem with the Utilization of Yard in Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency. The aim of this PPM activity is to increase the understanding and skills of the Youth Youth and PKK cadres in improving family nutrition by utilizing home yards for the cultivation of food crops, vegetables, fruits and family medicinal plants. Second, this activity is expected to be one form of joint activities that can be carried out by residents. Third, this activity is also expected to be one of the positive interaction media for the citizens. The implementation phase of this activity is the preparation phase of PPM activities, mapping the area of implementation of the training (assessment), as well as monitoring and evaluation.Keywords:social interaction; stunting; low income community; institutional strengthening
PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANAK Anissa Nur Fitri; Agus Wahyudi Riana; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13235

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana kondisi anak di Indonesia.Khususnya tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan anak.Kesejahteraan adalah kondisi dimana semua kebutuhan hidup seseorang bisa terpenuhi dan bisa mencapai kepuasan.Anak adalah salah satu yang harus diperhatikan kesejahteraannya, baik itu kesejahteraan lahir, kesejahteraan batin, maupun kesejahteraan sosialnya karena anak merupakan individu yang akan meneruskan cita-cita bangsa dan menjadi generasi penerus suatu negara.Saat ini, kondisi anak di Indonesia yang masih perlu untuk ditangani oleh pemerintah dan pihak-pihak lainnya karena kesejahteraannya yang bermasalah.Banyak hal-hal yang menjadi penyebab tidak terpenuhinya kebutuhan dan hak-hak anak, pemenuhan hak – hak anak yang dirampas dikarenakan mereka harus bekerja serta pengaruh kondisi psikososial anak ketika mereka bekerja akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Untuk mengurangi permasalahan anak tersebut, pemerintah telah banyak melakukan upaya untuk menanggulagi permasalahan pekerja anak yang menyebabkan anak tidak sejahtera, namun masih belum cukup efektif untuk menyelesaikannya.Tentu saja hal yang seperti ini harus diperbaiki. Karena anak merupakan generasi masa depan yang harus diperhatikan kesejahteraannya agar perkembangannya pun baik. Salah satu yang harus diperhatikan tentang perlindungan dan kebutuhan hak anak adalah tentang efektifitas Undang-Undang Perlindungan Anak, karena dalam undang-undang tersebut telah dibahas bagaimana seharusnya kita memperlakukan anak agar anak dapat hidup sejahtera dan mendapatkan perlindungan serta pemenuhan kebutuhan hidup dan haknya.
PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA OLEH DISASTER MANAGEMENT CENTER (DMC) DOMPET DHUAFA Azmi Sahid Fillah; Ishartono Ishartono; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13648

Abstract

Masalah kebencanaan seakan tidak akan lepas dari bangsa Indonesia ini. Masalah kebencanaan di Indonesia menjadi permasalahan yang serius khususnya dalam penanggulangannya. Penanggulangan kebencanaan di Indonesia memang sudah berjalan dengan berbagai pelaksana,mulai dari lembaga pemerintahan maupun swasta yang khusus bergerak dalam penanggulangan bencana ini. Penanggulangan bencana menjadi perhatian khusus melihat banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia ini baik itu yang disebabkan oleh alam maupun akibat dari ulah manusia itu sendiri. Konsep penanggulang bencana atau biasa disebut dengan manajemen bencana berkembang melihat dari dampak yang dihasilkan oleh bencana tersebut. Pada dasarnya konsep manajemen bencana ini adalah untuk mengurangi resiko ataupun dampak yang di rasakan dari adanya bencana. Cara bekerja manajemen bencana adalah melalui kegiatan-kegiatan yang ada pada tiap kuadran atau siklus atau bidang kerja yaitu pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan. Sedangkan tujuannya secra umum antara lain untuk melindungi masyarakat beserta harta bendanya dari ancaman bencana. Tulisan ini mencoba menggambarkan konsep manajemen kebencanaan yang dilakukan oleh disaster management center Dompet Dhuafa (DMC DD). DMC DD sudah lama bergerak dalam kebencanaan. Tulisan ini mencoba mengulas bagaimana program manajemen bencana yang dilakukan oleh DMC DD berdasarkan teori menajemen bencana. Konsep atau teori tentang manajemen bencana akan menjadi dasar bagaimana program-program kebencanaanya.
PEMAHAMAN MASYARAKAT MENGENAI GANGGUAN JIWA DAN KETERBELAKANGAN MENTAL Nadira Lubis; Hetty Krisnani; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13588

Abstract

Pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa dan keterbelakangan mental sangat minim. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gangguan jiwa dan keterbelakangan mental menyebabkan penderita kerap kali mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari masyarakat bahkan dari keluarga penderita sendiri. Salah satunya di negara Indonesia, perlakuan yang di dapatkan oleh penderita gangguan jiwa dan keterbelakangan seperti diskriminasi, mereka terisolasi, dikucilkan bahkan hingga dipasung, padahal penderita gangguan jiwa dan cacat mental adalah warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia dan sebagai seorang manusia yang dapat mengembangkan diri dan mengasah potensi-potensi yang dimilikinya. Penyakit gangguan jiwa dan keterbelakangan mental memiliki pemahaman yang berbeda akan tetapi penderita sering kali mendapatkan perlakuan yang serupa dari masyarakat maupun keluarga penderita. Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang dapat menyerang seseorang kapan saja dan dimana saja dan penyakit ini dapat disembuhkan dengan mendapatkan penanganan yang tepat, sedangkan cacat mental bukanlah suatu penyakit akan tetapi cacat mental merupakan suatu keadaan yang telah dialami seseorang dari semenjak dikandungan, akan tetapi bukan berarti mereka tidak dapat mengembangkan diri sebagai manusia, penanganan sejak dini dan dengan tepat juga diperlukan oleh penderita cacat mental. Maka dari itu, peran dari masyarakat sangat dibutuhkan guna untuk membantu penderita dalam bekreasi hingga dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya dengan cara mengetahui bagaimana harus bersikap kepada mereka dengan tidak memandang penderita sebelah mata. Peran dari seorang pekerja sosial dalam hal ini dapat membantu masyarakat dan keluarga penderita gangguan jiwa atau cacat mental sebagai educator, motivator dan sebagai konselor.
PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS RW 05 DESA CINUNUK DALAM MEMBANGUN POTENSI KEUNGGULAN WILAYAH RW Muhammad Fedryansyah; Soni Akhmad Nulhaqim; Eva Nuriyah Hidayat
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29047

Abstract

RW 05 Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung adalah salah satu desa  yang memiliki potensi di bidang kuliner, jasa retail, pertanian, peternakan, perkebunan. RW ini sangat heterogen dari segi mata pencaharian dan gendernya. RW ini terletak di kaki gunung manglayang.  RW ini layak untuk dikembangkan agar bisa menjadi desa unggul. Tujuan dari KKN-PPM Integratif Virtual ini untuk penguatan kapasitas pengurus RW 05 dalam membangun potensi keunggulan wilayah RW. Metode yang kami gunakan yaitu analisis SWOT, dengan cara memberikan pertanyaan mengenai keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman kepada pengurus RW, lalu pembuatan program kerja RW, dan diskusi melalui daring. Menambah pengetahuan dalam mengidentifikasi potensi yang mereka miliki, potensi yang dimiliki RW 05 yaitu banyaknya usaha kecil (kuliner) warga yang berkembang menuju usaha online. Kemudian menambah pengetahuan pengurus untuk memetakan jenis usaha kuliner yang ada di wilayah RW 05. Lalu nantinya warga RW 05 dapat memperkenalkan RW nya sebagai RW Kuliner Rakyat kepada masyarakat luas melalui video profil.Kata Kunci : Penguatan Kapasitas RW 05, Analisis SWOT, dan Potensi. RW 05 Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency, is one of the villages that have potential in the culinary, retail, agriculture, animal husbandry, and plantation sectors. This RW is very heterogeneous in terms of professions and gender. This RW is located at the foot of Manglayang Mount. This RW deserves to be developed so that it can become a superior village. The purpose of the Virtual Integrative KKN-PPM is to strengthen the capacity of RW 05 administrators in building the RW region's potential advantages. The method that we used is SWOT analysis, by giving questions about the strengths, weaknesses, opportunities and threats for RW officer, and then make the RW work programs, and discussing through courage. Adding knowledge in the potential that is owned, the potential of RW 05 is in small businesses (culinary) citizens who are developing towards online businesses. Then add the management's knowledge to map out the types of culinary businesses in the RW 05 area. Then what RW residents want can introduce RW as the Culinary Community RW to the wider community through video profile.Keywords: RW 05 Capacity Strengthening, SWOT Analysis, and Potential.
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN FAKTOR INTERNAL ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL: YAYASAN ISTANA BELAJAR ANAK BANTEN Wandi Adiansah; Soni Akhmad Nulhaqim; Maulana Irfan; Muhammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 2 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i2.32032

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor eksternal dan faktor internal organisasi Yayasan Istana Belajar Anak Banten. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi non-partisipasi dan studi dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer akan diperoleh dari beberapa informan yaitu Founder & Managing Director Yayasan ISBANBAN dan staff Yayasan ISBANBAN. Untuk data sekunder berasal dari studi dokumentasi laporan Yayasan ISBANBAN dan studi dari penelitian terdahulu. Data yang telah terkumpul akan dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal lembaga terdiri dari empat faktor utama yaitu faktor ekonomi, faktor sosiologis, faktor politik/professional dan faktor teknologi. Sedangkan faktor internal lembaga terdiri dari enam komponen faktor internal organisasi yaitu tujuan organisasi, misi, dan filsafat, perencanaan organisasional, operasi organisasi, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber keuangan.
PERAN PETUGAS K3L UNPAD DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Ade Sudrajat; Muhammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18249

Abstract

Petugas Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan Lingkungan atau biasa disebut petugas K3L ialah para pekerja yang bisa dibilang mempunyai jasa besar bagi lingkungan Universitas Padjadjaran. Mereka bekerja sejak pagi hari sampai matahari benar-benar berada di atas atau siang hari. Tanpa jasa mereka, lingkungan Unpad mungkin akan terlihat kotor, banyak sampah, serta tidak nyaman bagi berlangsungnya aktivitas akademik maupun non akademik di Universitas Padjadjaran. Selain peran tersebut ada lagi yang menjadi kewajiban mereka, kewajiban tersebut ialah dalam pemenuhan kebutuhan keluarga mereka, tidak dapat dipungkiri, memang kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petugas K3L itu sendiri demi mendapatkan suatu upah tertentu dan dorongan faktor ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran petugas K3L didalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Populasi petugas K3L yang sudah di wawancara yaitu sebanyak 12 orang dari keseluruhuan jumlah petugas K3L yang ada berjumlah kurang lebih 350 orang. Metode sampel menggunakan metode sampel jenuh. Totall sampel yang dipergunakan sebanyak 12 orang. Serta Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Ditemukan fakta bahwa 60% petugas K3L yang sudah diwawancarai ialah kaum perempuan dan 40% nya kaum laki-laki. Petugas K3L dalam penelitian ini mayoritas berada pada usia produktif, yaitu 32-51 tahun. Sedangkan tingkat pendidikan responden sangat rendah, yaitu tamat SD dan tidak sekolah sebesar 70%, dan sisa nya ialah tamatan SMP sebesar 30%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini umur mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap sektor pendapatan keluarga petugas K3L, karena sebagian besar ada pada usia produktif. Sedangkan berdasarkan fakta diatas bahwa pendidikan sendiri tidak berpengaruh terhadap pendapatan keluarga petugas K3L, karena hampir sebagian besar petugas K3L masih berpendidikan rendah.
PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMY COMMUNITY Jepi Adianto; Muhammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18261

Abstract

Tenaga kerja Indonesia baik formal maupun informal tidak terlepas dari efek ASEAN Economic Community. Pasar bebas yang diterapkan menuntut setiap negara anggota berlomba-lomba dalam bidang perdagangan maupun tenaga kerja. Menjadi malapetaka jika suatu negara kalah bersaing sehingga negaranya dibanjiri tenaga kerja asing. Dan menjadi anugrah jika suatu negara berhasil masuk dalam persaingan tenaga kerja sehingga ia akan bisa menekan angka pengangguran dan mendatangkan devisa. Penelitian ini mengkaji data dari literature dan wawancara dengan pekerja k3l unpad. Tingkat pendidikan yang rendah membuat Indonesia diambang bahaya karena akan berakibat pada Minimnya penguasaan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, lalu menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap daya saing produk dan jasa karena rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi. Hal ini bisa mendorong masuknya tenaga kerja asing dan produk-produk asing terutama dari negara-negara anggota AEC, dan pemerintah tidak bisa melarang karena sudah adanya perjanjian dan dasar hokum tentang pasar bebas di ASEAN. Masalah lainnya yaitu kesempatan kerja tidak seimbang dengan angkatan kerja sehingga pengangguran dimana-mana. Peningkatan kualitas tenaga kerja wajib dilakukan, hal ini dapat dilakukan dengan cara training psikologi, training motivasi, pelatihan kerja berbagai kejuruan, penerapan disiplin kerja, dan manajemen control.