Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Definisi Diri Dan Definisi Situasi Remaja Dalam Penjajakan Karier Fitriana Fitriana
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Mimbar
Publisher : Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v5i1.74

Abstract

Kajian ini didasarkan pada pentingnya definisi diri dan definisi situasi dalam kehidupan manusia. Salah satunya dalam hal perjalaan karir, misalnya sebelum memutuskan untuk menjadi apa, mau kerja apa, siapa sayadan pekerjaan apa yang cocok untuk saya selalu diawali oleh pertimbangan yang ditentukan sendiri oleh pelaku karir yang disebut sebagai definisi diri. Begitu juga dalam mendefinisikan situasi, setiap orang melalui tahap pengujian dan pertimbangan dalam menghadapi setiap situasi sebelum mengambil tindakan yang disebut sebagai definisi situasi.Pada intinya definisi diri dan definisi situasi merupakan hal konkret yang menjadi pertimbangan sendiri ketika orang dihadapkan pada situasi-situsi pilihan untuk berbuat atau tidak. Hal itu tentu saja berperan dalam hal pengambilan keputusan, salah satunya dalam pilihan-pilihan pekerjaan. Fokus dalam kajian ini adalah mengetahui pola definisi diri dan definisi situasi yang berperan dalam membentuk konstruksi pemikiran subjek tentang dunia karier.Adapun subjek dalam penelitian ini adalah subjek tunggal dimana data dianalisis menggunakan unit analisis individual.
Karakter Ideal dalam Pappaseng Bugis : Implikasi Bagi Layanan Bimbingan Konseling Fitriana Fitriana; Andi Wahyu Irawan; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Mimbar
Publisher : Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v7i1.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter ideal konseli dalam pappaseng Bugis dan implikasinya bagi layanan bimbingan konseling. Pappaseng Bugis dinilai memiliki nilai-nilai arif yang menjadi indikator karakter ideal manusia. Konseli atau siswa sebagai sasaran layanan dalam bimbingan konseling, merupakan pribadi yang membutuhkan bantuan dari konselor sekolah (guru bimbingan konseling). Atas dasar itu, maka perlu indikator dalam menilai karakter ideal konseli. Metode penelitian kualitatif hermeneutika Gadamerian digunakan untuk menelusuri pappaseng Bugis. Teks pappaseng Bugis dianalisis dengan menggunakan pendekatan khas hermeneutika Gadamerian. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa Nilai-nilai dalam pappaseng Bugis yang menjadi indikator pribadi ideal adalah adalah Siri dan Pesse ( Harga Diri dan Empaty), Awaraningeng (Keberaniaan), Reso (Etos kerja), Alempureng (Kejujuran), Getteng (Keteguhan), Solidaritas, Teppe’ ri Dewataeatausara’ (Kepercayaan terhadap Tuhan), Abulo Sibatang (Persatuan), dan Appasitinajang (Keselarasan). Karakter ideal tersebut berimplikasi terhadap karakter ideal konseli dalam layanan bimbingan konseling, sebagaimana pandangan bahwa konseli juga adalah manusia. Nilai tersebut bisa menjadi pertimbangan dan rekomendasi dalam pelaksanaan konseling lintas budaya.
HUBUNGAN ANTARA PERAN ORANG TUA DAN GANGGUAN PSIKOLOGI DENGAN KESULITAN MAKAN PADA SISWA SDN 1 PANGGANG JEPARA Fitriana Fitriana; Andi Sofyan; Indanah Indanah; Iswahyuningrum Iswahyuningrum
Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 1 (2020): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i1.940

Abstract

Latar Belakang:. Jumlah anak sekolah di Kabupaten Jepara sebesar 137.775 jiwa dengan jenis kelamin pria 69.006 jiwa (50,08%) dan jumlah anak sekolah jenis kelamin perempuan sebanyak 68.769 jiwa (49,91%). Sekitar 25% anak dengan perkembangan normal dan 80% anak dengan gangguan perkembangan dilaporkan mempunyai masalah makan. Kesulitan makan pada anak dapat disebabkan oleh faktor organik dan non-organik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara peran orang tua dan gangguan psikologi dengan kesulitan makan pada siswa SDN 1 Panggang Jepara. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 70 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan catatan biodata responden, kuesioner peran orang tua, gangguan psikologi berdasarkan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner kesulitan makan. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas peran orang tua responden adalah cukup baik sebanyak 49 orang (70%), gangguan psikologis sedang sebanyak 35 orang (50%) dan kesulitan makan tingkat sedang sebanyak 34 orang (48,6%). Simpulan : ada hubungan kesulitan makan pada siswa SDN 1 Panggang Jepara dengan peran orang tua (p=0,002 ; r = - 0,545) dan gangguan psikologi (p=0,001 ; r = 0, 734).
The Implementation of Virtual Learning in Vocational Subjects at SMP Negeri 17 Banda Aceh Rosmala Dewi; Fitriana Fitriana; Rifqi Akmal; Nailul Muna
International Conference on Multidisciplinary Research Vol 3, No 1 (2020): ICMR
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/pic-mr.v3i1.2628

Abstract

This study aims to find out student learning outcomes in taking virtual learning and to find out the obstacles faced by teachers and students in Soft Material Craft Vocational Subjects during the virtual learning process. The method used in this research is qualitative with the technique of selecting subjects by purposive sampling. The research subjects were 5 people consisting of 1 teacher and 4 variedachieved students who were proved to have the highest score, lowest score, and those who missed assignment submissions. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the virtual learning results obtained by four students were different, some were very good at mastering soft material Vocational Subject, some were average, and some were poor. The obstacles faced by students were difficulties in absorbing learning subjects, weak internet networks and links that were sometimes difficult to access. While the obstacles faced by the teacher are difficulties in controlling and guiding students, especially when collecting assignments from the students. It is suggested that there is a cooperation between teachers and parents in instilling moral values, attitudes, and character during the virtual learning process.Keywords: The Implementation, Virtual Learning, Vocational Subjects.