Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HIBRIDITAS PADA NASKAH DRAMA MANGIR KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOUR Najwa Qotrunnada; Naurotul Ariji; Fahrudin Eko Hardiyanto; Etika Widi Utami
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.8700

Abstract

Penelitian ini membahas hibriditas dalam naskah drama “Mangir” karya Pramoedya Ananta Toer, yang menggambarkan interaksi kompleks antara nilai sosial, budaya, pendidikan, religius, dan politik dalam konteks masyarakat kerajaan Mataram Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif. Model ini terdiri dari tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa naskah drama “Mangir” mencerminkan adanya hibriditas  didalamnya.Hibriditas tersebut tercermin pada masyarakat Mangir yang berprinsip gotong royong, keadilan sosial, solidaritas, dan penghormatan pada tradisi serta nilai religius yang terjalin erat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, naskah ini juga mengangkat kritik terhadap masa otoriter dan menekankan pentingnya kepemimpinan yang egaliter. Melalui hibriditas sastra tersebut, Pramoedya Ananta Tour berhasil menyampaikan dinamika kehidupan masyarakat pad masa tersebut.
GANGGUAN LATAH PADA AKTOR “MPOK ATI DAN DUO LATAH” DI VIDEO YOUTUBE PROGRAM FYP ( FOR YOUR PAGE ) Armanda Miladia; Rendika Safitri; Fahrudin Eko Hardiyanto; Etika Widi Utami
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.9873

Abstract

Bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, bahasa adalah suatu alat yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Berbahasa tentunya banyak terjadi kekeliruan maupun kesalahan dalam pengucapan. Banyak orang yang mengalami gangguan dalam berbahasa salah satunya terjadi pada aktor yang berkecimpung dalam dunia hiburan yang mana dalam pengucapan tuturannya mengalami gangguan seperti latah. Perilaku berbicara latah merupakan perilaku yang unik dan menarik untuk dibahas dan dikaji lebih dalam karena secara fakta ganguan latah ini sering ditemukan dalam lingkungan sekitar. Orang yang mengalami latah biasanya akan mengucapkan atau melontarkan tuturan kepada lawan bicaranya itu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya ingin diucapkan, Gangguan berbahasa latah terjadi jika penderita latah sengaja di kejutkan dengan suatu tuturan maupun tindakan dari lawan bicara dan hal tersebut bisa menyebabkan latahnya seseorang. Tujuan dari penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami latah ialah faktor lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskiptif kualitatif dengan teknik menyimak, mencatat, dan menganalisis.
RETORIKA PROFETIK DALAM DAKWAH GUS MIFTAH PADA CHANNEL YOUTUBE GUS MIFTAH OFFICIAL Munawaroh; Fahrudin Eko Hardiyanto
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.9874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk retorika profetik dalam dakwah Gus Miftah pada channel YouTube Gus Miftah Official. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data primer berupa tuturan dakwah dan data sekunder dari literatur terkait. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan retorika profetik yang memadukan teori retorika klasik (ethos, pathos, logos) dan nilai-nilai profetik menurut Kuntowijoyo (humanisasi, liberasi, dan transendensi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Miftah memuat enam bentuk nilai retorika profetik: (1) ethos tampak dari kredibilitas dan sikap toleransi Gus Miftah, (2) pathos dari penggunaan humor dan emosi yang menyentuh audiens, (3) logos melalui penyampaian argumen yang logis dan berbasis dalil, (4) humanisasi dari ajakan untuk mencintai sesama, (5) liberasi dari seruan membebaskan diri dari cara berpikir sempit, serta (6) transendensi dari penguatan hubungan spiritual dengan Tuhan. Retorika profetik menjadikan dakwah Gus Miftah tidak hanya komunikatif dan persuasif, tetapi juga transformatif.
LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI PADA IKLAN LAYANAN POLITIK PILKADA 2024 DI PEKALONGAN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Bintang Agustina Pratiwi; Fahrudin Eko Hardiyanto
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan bentuk-bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terdapat dalam iklan layanan politik pada Pilkada 2024 di wilayah Pekalongan, serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi kutipan tuturan dari berbagai media kampanye politik, seperti baliho, spanduk, media sosial, dan video kampanye. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tuturan dalam iklan politik memuat ketiga jenis tindak tutur: lokusi dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi secara eksplisit, ilokusi untuk menyampaikan ajakan, saran, atau pengumuman, dan perlokusi untuk memberikan pengaruh terhadap sikap, perasaan, maupun perilaku masyarakat. Secara keseluruhan ditemukan 30 data lokusi, 35 data ilokusi, dan 20 data perlokusi. Ketiga jenis tindak tutur ini memainkan peran penting dalam membentuk citra calon dan memengaruhi pandangan masyarakat. Temuan ini menunjukkan potensi pedagogis yang kuat, yakni iklan politik dapat dijadikan sebagai materi ajar kontekstual dalam pembelajaran teks persuasi, literasi media, serta analisis wacana di tingkat SMA. Pemanfaatan materi autentik dari lingkungan sosial-politik siswa diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta pemahaman mereka terhadap fungsi bahasa dalam konteks kehidupan sehari-hari.