Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RETORIKA PROFETIK DALAM DAKWAH GUS MIFTAH PADA CHANNEL YOUTUBE GUS MIFTAH OFFICIAL Munawaroh; Fahrudin Eko Hardiyanto
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.9874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk retorika profetik dalam dakwah Gus Miftah pada channel YouTube Gus Miftah Official. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data primer berupa tuturan dakwah dan data sekunder dari literatur terkait. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan retorika profetik yang memadukan teori retorika klasik (ethos, pathos, logos) dan nilai-nilai profetik menurut Kuntowijoyo (humanisasi, liberasi, dan transendensi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Miftah memuat enam bentuk nilai retorika profetik: (1) ethos tampak dari kredibilitas dan sikap toleransi Gus Miftah, (2) pathos dari penggunaan humor dan emosi yang menyentuh audiens, (3) logos melalui penyampaian argumen yang logis dan berbasis dalil, (4) humanisasi dari ajakan untuk mencintai sesama, (5) liberasi dari seruan membebaskan diri dari cara berpikir sempit, serta (6) transendensi dari penguatan hubungan spiritual dengan Tuhan. Retorika profetik menjadikan dakwah Gus Miftah tidak hanya komunikatif dan persuasif, tetapi juga transformatif.
LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI PADA IKLAN LAYANAN POLITIK PILKADA 2024 DI PEKALONGAN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Bintang Agustina Pratiwi; Fahrudin Eko Hardiyanto
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan bentuk-bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terdapat dalam iklan layanan politik pada Pilkada 2024 di wilayah Pekalongan, serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi kutipan tuturan dari berbagai media kampanye politik, seperti baliho, spanduk, media sosial, dan video kampanye. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tuturan dalam iklan politik memuat ketiga jenis tindak tutur: lokusi dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi secara eksplisit, ilokusi untuk menyampaikan ajakan, saran, atau pengumuman, dan perlokusi untuk memberikan pengaruh terhadap sikap, perasaan, maupun perilaku masyarakat. Secara keseluruhan ditemukan 30 data lokusi, 35 data ilokusi, dan 20 data perlokusi. Ketiga jenis tindak tutur ini memainkan peran penting dalam membentuk citra calon dan memengaruhi pandangan masyarakat. Temuan ini menunjukkan potensi pedagogis yang kuat, yakni iklan politik dapat dijadikan sebagai materi ajar kontekstual dalam pembelajaran teks persuasi, literasi media, serta analisis wacana di tingkat SMA. Pemanfaatan materi autentik dari lingkungan sosial-politik siswa diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta pemahaman mereka terhadap fungsi bahasa dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Self-acronyms in election advertising discourse: rhetorical study Fahrudin Eko Hardiyanto
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242690

Abstract

This study aims to reveal the rhetorical form of the acronym itself in the political discourse of the Central Java Pilkada. Through this research, we can find out the rhetorical form of the self-acronym used by the regent/mayor candidate pair in the Pilkada political advertisement. To answer research questions and needs, researchers analyzed research data in the form of banners and billboards. The 2015 local elections in Central Java were carried out through observation techniques and referred to the notes in the advertisement discourse fragments which were allegedly statements which were rhetorical forms of self-acronyms. The conclusion in this study is that there is an acronym that functions as a name shortener and functions as a motto. Acronyms belonging to the name shortening (initialization) are the words Asri, Wali, Si Bagus, Mukti, Jati, Nasir Jos, Breadfruit, Ada, Conscience, Suko, Aman To, Mae, Harjo, Hati Mulya, The Winner, and Must. While those that are classified as mottos are Dadi, Charismatic, Super Sumeh, Sweet, Grateful, and Definitely Fragrant. The results of this study can be implied in making a political advertisement that is good, inspiring, educative, and easy to remember.
DAMPAK DIGITALISASI TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PENDIDIKAN DAN DUNIA KERJA Joyo, Vivian Jesslyn; Salsabila, Zulfa Salsabila; Hardiyanto, Fahrudin Eko
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.19389

Abstract

Digitalisasi telah membawa perubahan signifikan di berbagai sektor,termasuk di dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan adanya digitalisasi penggunaan bahasa indonesia,  dalam ranah pendidikan memungkinkan adanya akses terhadap informasi yang beragam. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan bahasa indonesia baik dalam hal kosakata,struktur kalimat,maupun kaidah tata bahasa jika tidak diimbangi dengan penguatan literasi bahasa indonesia. Namun, dengan adanya digitalisasi juga melihatkan kemajuan teknologi digital telah membawa peningkatan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Walaupun digitalisasi mendukung akses informasi yang lebih luas dan cepat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan dalam menjaga keaslian dan kelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dunia kerja ikut terpengaruh perkembangan teknologi digital yang mendorong penggunaan bahasa indonesia yang lebih ringkas, cepat dan efisien serta bisa menjangkau seluruh dunia tanpa batas seperti media sosial, aplikasi yang membantu produktivitas dalam pekerjaan dan efesiensi waktu. Pekerjaan juga menuntut kemampuan komunikasi lisan maupun tertulis yang efektif yang dapat dikembangkan melalui platform digital dan komunikasi lintas negara.Selain itu, digitalisasi juga menghadirkan banyak sekali dampak positif maupun negatif  serta menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi bahasa indonesia dengan menuntut penguatan literasi berbahasa untuk memastikan bahasa indonesia berfungsi secara optimal di tengah arus perubahan ini.Dengan dilakukan penelitian pengamatan terhadap mahasiswa Universitas Pekalongan mengenai penggunaan Bahasa Indonesia di era digitalisasi seperti adanya penggunaan tata bahasa yang tidak baku seperti umpatan dan kata yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan PUEBI dalam kehidupan perkuliahan.