Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Korelasi Jumlah Trombosit dan Jumlah Eritrosit dengan Proteinuria pada Penderita Demam Berdarah Dengue (Dbd) Putra, Finky Pradika; Nurul Inayati; I Wayan Getas; Siti Zaetun
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.201

Abstract

Latar Belakang : DBD merupakan penyakit infeksi oleh virus dengue. Parameter laboratorium untuk menegakkan diagnosis DBD diantaranya adalah hasil pemeriksaan serologi menunjukkan hasil positif dan trombositopenia. Adanya hemokonsentrasi kadar hematokrit dan hemoglobin berkaitan erat dengan jumlah eritrosit dalam darah, serta menyebabkan terjadi proteinuria melalui beberapa mekanisme kebocoran protein plasma pada kondisi infeksi virus dengue berat. Tujuan Penelitian : mengetahui korelasi antara jumlah trombosit dan eritrosit serta proteinuria pada penderita DBD. Metode Penelitian : Rancangan penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel data dipetik melalui rekam medis sebanyak 97 data di RSUD Kota Mataram. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji korelasi Spearmann. Hasil Penelitian : hasil pemeriksaan Anti Dengue IgG/IgM sebanyak 97 (100%) positif. Trombositopenia sebanyak 52(53,6%), normal sebanyak 45(46,4%), dan trombosis (0%). Jumlah eritrosit rendah adalah sebanyak 7 (7,2%), dan eritrosit normal 71 (73,2%), serta eritrosit tinggi 19 (19,6%). Kadar Protein urine dengan hasil negatif sebanyak 80 (82,5%), positif 1 sebanyak 14 (14,4%), positif 2 sebanyak 3 (3,1%) sampel data, dan tidak ada positif 3 (0%). Berdasarkan analisis data menunjukkan korelasi antara jumlah trombosit dengan demam berdarah dengue diperoleh p value = 0,000, korelasi antara kadar protein urine dengan demam berdarah dengue diperoleh p value = 0,004, dan korelasi antara jumlah eritrosit dengan demam berdarah dengue diperoleh p value = 0,785. Kesimpulan : Ada korelasi antara jumlah trombosit dengan demam berdarah dengue dan ada korelasi antara kadar protein urine dengan demam berdarah dengue. Tidak ada korelasi antara jumlah eritrosit dengan demam berdarah dengue.   Kata Kunci : trombosit, eritrosit, protein urine, DBD    
Gambaran Kadar Hematokrit Remaja Putri Usia 13-18 Tahun di SMPN 8 SOROMANDI Desa BAJO lusi selfiana; I Wayan Getas; Nurul Inayati; Ida Bagus Rai Wiadnya
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.298

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi global terutama pada remaja putri akibat kekurangan zat besi, dengan prevalensi 40-88% secara global dan 53,7% di negara berkembang menurut WHO. Di Indonesia, prevalensi anemia mencapai 21,7% secara keseluruhan, 26,4% pada anak 5-14 tahun, dan 18,4% pada remaja 15-24 tahun; Puskesmas Soromandi mencatat 110 kasus hematokrit rendah tahun 2024. Hematokrit rendah menyebabkan penurunan oksigenasi, pusing, kelelahan, dan gangguan prestasi belajar akibat menstruasi dan pola makan buruk. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan menggambarkan kadar hematokrit remaja putri usia 13-18 tahun di SMPN 8 Soromandi Desa Bajo menggunakan metode mikrohematokrit. Metode Penelitian: Penelitian observasional deskriptif cross-sectional dilakukan Maret-Mei 2025 di Laboratorium Puskesmas Soromandi dengan 50 sampel remaja putri (total sampling nonrandom). Pengukuran kadar hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit; data dianalisis deskriptif berdasarkan usia dan interpretasi normal/rendah. Hasil Penelitian: Rata-rata kadar hematokrit 37,3%; 32 responden (64%) normal, 18 responden (36%) rendah; usia 15 tahun paling banyak (20 responden, 40%). Faktor risiko meliputi menstruasi berlebih, pola makan tinggi lemak/minyak, dan kurang sarapan menyebabkan defisiensi zat besi. Kesimpulan: Dari 50 remaja putri, 64% memiliki hematokrit normal dan 36% rendah dengan ratarata 37,3%, menunjukkan prevalensi anemia sedang akibat kehilangan zat besi menstruasi dan pola makan tidak sehat. Diperlukan edukasi pola makan kaya zat besi dan suplementasi untuk pencegahan.