Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Literasi Bahasa Inggris Ibu Rumah Tangga: Studi Kasus Desa Inggris Malang Yuana Ayu Nur Azizah; Ellyn Sugeng Desyanty; Yuana Ayu Nur Azizah; Ellyn Sugeng Desyanty; Ahmad Ahmad
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i42023p355-361

Abstract

Abstract: This study examines efforts to empower the community with a focus on English literacy in a village in Malang. This case study shows that the English literacy activities carried out by the Indocita institution for housewives consist of four processes, namely agreement, learning, learning modules, and learning media. The results of the study show that these activities can improve the English literacy of housewives and can be applied in daily life, such as in kitchen activities and helping children with their school tasks. The village has become a center for English language education, enabling housewives to interact with foreigners and develop a habit of using English. Abstrak: Penelitian ini mengkaji upaya pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada literasi bahasa Inggris di sebuah desa di Malang. Studi kasus ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi bahasa Inggris yang dilakukan oleh lembaga Indocita pada ibu rumah tangga terdiri dari empat proses, yaitu kesepakatan, pembelajaran, modul pembelajaran, dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan literasi bahasa Inggris pada ibu rumah tangga dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada aktivitas di dapur dan membantu tugas sekolah anak-anak. Desa tersebut menjadi sentra pendidikan bahasa Inggris, sehingga ibu rumah tangga dapat berinteraksi dengan warga asing dan memperoleh pembiasaan dalam berbahasa Inggris.
Systematic Literature Review: Sistem Manajemen Kelembagaan Efektif pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Indonesia Rochman, Abdur; Rasyad, Achmad; Wahyuni, Sri; Dayati, Umi; Ellyn Sugeng Desyanty
Al-fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): AL-FAHIM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : STAI Terpadu Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54396/alfahim.v6i1.1153

Abstract

This research is a review of effective institutional management at the Community Learning Activity Center (PKBM). The research method used is reviewing reputable scientific articles found on Google Scholar. The data collection technique in the research was carried out by collecting various relevant articles. The findings in the study provide an explanation of the importance of institutional management in PKBM in order to realize quality education. Governance management in PKBM institutions can be carried out using the principles of planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating. This principle is an effective step in increasing effectiveness which is based on quality standardization and institutional academic quality. On the other hand, in order to recruit human resources, an appropriate plan is needed as a concrete form of a quality institution. Recruitment of human resources can be done using a staffing strategy by paying attention to the career stages of tutors and employees, as well as their dismissal. The success of the PKBM institution as a community social institution has become a pattern that is accompanied by standardization of the educational curriculum which is relevant to government regulations.
Kompetensi Orangtua dalam Penumbuhkembangan Jiwa Kewirausahaan pada Anak Usia Dini Desyanty, Ellyn Sugeng
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.322 KB)

Abstract

Early childhood education became the foundation for adults to develop the intellectual and emotional intelligence and character of the child. Education for every person starts throughout the lifetime of that since the person is in the womb until later headed to the grave. Family and parents to be first educators and foremost for the child who has the responsibility to play a role in designing the learning activities of the child when outside of school, so that learning activities time with educators (teachers) in schools can be integrated with the educational time with parents. Entrepreneurship education as one of education program soft skills can be one of the programs of learning which can form the character of children so that they are ready to grow and develop as a social being in accordance with the development of the world.
Community Service Efforts to Strengthen Indonesian Cultural Literacy Based on Virtual Box Reality for Deaf Children Rahayu, Sri; Rahayu, Poppy Sonia; Fajruddin Syauqi, Ahmad; Lestari, Ni Made Wida; Ahmad, Ahmad; Hardika, Hardika; Desyanty, Ellyn Sugeng
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 12, No 1 (2024): Kolokium : Publishing April 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v12i1.819

Abstract

The problem with SLB-B Sumber Dharma Malang is the low knowledge of grade 4 and 5 students regarding Indonesian cultural literacy. This is because the learning media applied by teachers is only through YouTube, so the delivery of Indonesian cultural literacy material is less than optimal. The program aims to strengthen Indonesian cultural literacy for deaf students at SLB-B Sumber Dharma Malang with learning media based on Virtual Box Reality and the Lidantara application. The program implementation method consists of preparation, implementation, closing, evaluation and drawing conclusions. Based on the pre-test, post-test and sharing session, the results showed that the implementation of the Lidantara’s program had an impact on increasing the percentage of students' knowledge and understanding regarding Indonesian cultural literacy from 47% to 97%, and students were able to retell the cultural content they had seen in a coherent manner, clear and comprehensive. Thus, the results of the Lidantara’s program have been proven to be able to overcome partner problems. The sustainability of the program is by forming a team of teachers and students and guaranteeing by including the Lidantara’s program in the school's additional curriculum. Keywords: Indonesian cultural literacy, Virtual Box Reality, Devotion
Peningkatan Kapasitas Pembelajaran Indoor dan Outdoor PAUD Melalui ABCD di TK/KB Laboratorium UM Ica Purnamasari; Endang Sri Redjeki; Ellyn Sugeng Desyanty; Zahra Firdaus; Alby Aruna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.87

Abstract

Pengabdian masyarakat dalam artikel ini menyoroti peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak-anak PAUD di TK/KB Laboratorium UM, mengadopsi metode ABCD (Asset Based Community Development). Metode inovatif ini menggabungkan pembelajaran aktif dengan pengalaman langsung anak, memaksimalkan aset sekolah untuk merancang kegiatan yang mendorong perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan fisik anak. Kegiatan belajar yang dirancang eksplisit memanfaatkan lingkungan indoor dan outdoor, menciptakan strategi pembelajaran yang efektif dan holistik. Metode ABCD memfasilitasi integrasi unik antara teori dan praktik, mengakomodasi kebutuhan spesifik anak-anak PAUD dan memberikan pengalaman belajar menyeluruh. Strategi ini tidak hanya memfokuskan pada peningkatan kapasitas belajar, tetapi juga mempromosikan keseimbangan antara pembelajaran formal dan informal. Setiap aspek dari lingkungan belajar, baik indoor maupun outdoor, dioptimalkan untuk mendukung perkembangan multidimensional anak. Artikel ini memberikan bukti teknis mengenai efektivitas integrasi lingkungan belajar. Kegiatan inovatif dan kreatif, yang diperkaya dengan pendekatan ABCD, telah memberikan kontribusi signifikan pada perkembangan anak-anak PAUD di TK/KB Laboratorium UM. Hasilnya, ini menciptakan fondasi pembelajaran yang kuat, mendukung perkembangan keterampilan kognitif dan sosioemosional anak-anak dalam setting yang aman dan mendukung.
Memahami Transformasi Pendidikan Luar Sekolah: Analisis Empiris Dampak Program PKBM Al-Madinah Kediri melalui Pendekatan Fenomenologi Abdurochman, Abdurochman; Supriyono, Supriyono; Dayati, Umi; Desyanty, Ellyn Sugeng
Jurnal Simki Pedagogia Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v7i1.519

Abstract

Non-formal education (NFE) is a form of education outside the formal system, which provides services to certain target students in the fields of social, religious, cultural, skills, and expertise. One of the institutions that organise NFE is the Al-Madinah Kediri Community Learning Centre (CLC), which offers a free equivalency education programme for children and adults. This study aims to understand the transformation experienced by CLC Al-Madinah Kediri students after attending the equivalency education programme. This research uses a phenomenological approach, which seeks to uncover the meaning and essence of learners' life experiences from their own perspective. This research was conducted using in-depth interviews with 10 learners who have completed the Paket B (junior high school equivalent) or Paket C (senior high school equivalent) programme at CLC Al-Madinah Kediri. The results showed that learners of CLC Al-Madinah Kediri experienced transformation in the aspects of knowledge, skills, attitudes, values, and opportunities. Learners feel more confident, independent, empowered, and contribute to society after participating in the equivalency education programme. Learners also get other benefits, such as dormitory facilities, meals, pocket money, and guidance from the foundation. This research implies that NFE can be an effective and relevant alternative in fulfilling the lifelong education needs of disadvantaged communities.
Literasi Bahasa Inggris Ibu Rumah Tangga: Studi Kasus Desa Inggris Malang Yuana Ayu Nur Azizah; Ellyn Sugeng Desyanty; Yuana Ayu Nur Azizah; Ellyn Sugeng Desyanty; Ahmad Ahmad
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i42023p355-361

Abstract

Abstract: This study examines efforts to empower the community with a focus on English literacy in a village in Malang. This case study shows that the English literacy activities carried out by the Indocita institution for housewives consist of four processes, namely agreement, learning, learning modules, and learning media. The results of the study show that these activities can improve the English literacy of housewives and can be applied in daily life, such as in kitchen activities and helping children with their school tasks. The village has become a center for English language education, enabling housewives to interact with foreigners and develop a habit of using English. Abstrak: Penelitian ini mengkaji upaya pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada literasi bahasa Inggris di sebuah desa di Malang. Studi kasus ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi bahasa Inggris yang dilakukan oleh lembaga Indocita pada ibu rumah tangga terdiri dari empat proses, yaitu kesepakatan, pembelajaran, modul pembelajaran, dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan literasi bahasa Inggris pada ibu rumah tangga dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada aktivitas di dapur dan membantu tugas sekolah anak-anak. Desa tersebut menjadi sentra pendidikan bahasa Inggris, sehingga ibu rumah tangga dapat berinteraksi dengan warga asing dan memperoleh pembiasaan dalam berbahasa Inggris.
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbahan Limbah Rumah Tangga Bagi Pendidik PAUD Terintegrasi Posyandu Ellyn Sugeng Desyanty; Sri Wahyuni; Wuri Astutik; Rezka Arina Rahma
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i12020p32-39

Abstract

Permasalahan yang muncul pada pendidik Pos PAUD salah satunya adalah kompetensi dalam mengembangkan Alat Permainan Edukatif dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitarnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik Pos PAUD yang difokuskan pada kemampuan dan keterampilan pendidik dalam merancang dan membuat alat permainan edukatif berbasis kecerdasan majemuk untuk pembelajaran anak usia dini dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang layak pakai. Pengembangan alat permaianan edukatif (APE) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang layak pakai akan dapat meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan oleh lembaga pendidikan dalam penyelenggaraan pembelajaran anak usia dini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi sesuai dengan kebutuhan belajar para peserta pelatihan dan hasil akhir pelatihan sesuai dengan yang diharapkan, hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan selama proses pelatihan berlangsung.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pedagogi Pengawas Lembaga TA/RA di Lingkungan Kementerian Agama Endang Sri Redjeki; Sri Wahyuni; Ellyn Sugeng Desyanty
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v4i12021p33-37

Abstract

Terdapat beragam perbedaan antara pengewas di lingkungan kemenag dan kemdikbud. Pengawas pada Kemendikbud, biasanya hanya membina setingkat TK dan membina Paud/TK non formal. Sementara itu pengawas di Kemenag mengawas bisa lebih dari satu sekolah. Hasil pemetaan sementara, tingkat kualifikasi pengawas di lingkungan Kemenag, terdapat 5 persen yang sudah menyelesaikan studi di Pascasarjana, dan 70 persen dari jumlah tenaga pengawas telah berusia diatas 55 tahun. Dengan kondisi tersebut, dapat dipastikan bahwa beratnya beban tugas dan fungsi melakukan pengawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi ini akan lebih berat ketika para pengawas kurang up date kompetensi sehingga akan cenderung menurunkan kompetensi dan berimplikasi pada ketercapaian mutu lembaga pendidikan. Pengawas di kabupaten malang sangat memerlukan pengetahuan tentang pentingya konsep pedagogi agar dapat menerapkan mulai dari yang dasar hingga ke yang kompleks, selain itu pengawas RA/TA di lingkungan Kemenag Kabupaten Malang juga memerlukan suatu terobosan melalui perkembangan teknologi saat ini, yaitu dengan menggunakan penyimpanan data melalui media online yaitu Google Drive tanpa harus mengandalkan flasdisk yang sifatnya masih online. Hal itu guna mengikuti perkembangan agar mampu bersaing dalam dunia global.
Pelatihan Sistem Informasi Pembelajaran Anak Usia Dini bagi Lembaga PAUD Leni Gonadi; Retno Tri Wulandari; Ellyn Sugeng Desyanty
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v4i12021p26-32

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan pendidik tentang sistem informasi pembelajaran anak usia dini dan (2) meningkatkan kemampuan pendidik PAUD dalam mengaplikasikan sistem informasi pada proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan latihan penggunaan sistem informasi pada proses pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu; pengenalan sistem informasi pembelajaran anak usia dini dan praktek langsung penggunaan. Kegiatan ini memberi dampak positif bagi pendidik PAUD hal ini ditunjukkan dengan hasil pelatihan sebanyak 75 persen dari 30 pendidik PAUD se Kecamatan Lowokwaru memiliki pengetahuan tentang sistem informasi pembelajaran anak usia dini dan 83,3 persen pendidik dapat mengoperasikan sistem informasi pembelajaran anak usia dini melalui pendampingan.